Masih Ada Asa untuk Pos Indonesia

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi kondisi Posindo yang sedang menghadapi badai disrupsi namun masih ada harapan yang tersisa. (Sumber: Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi kondisi Posindo yang sedang menghadapi badai disrupsi namun masih ada harapan yang tersisa. (Sumber: Gemini | Foto: Totok Siswantara)

Perjalanan PT Pos Indonesia (Posindo) saat ini ibarat sedang dihempas badai disrupsi teknologi yang sangat kuat. Namun begitu, badai pasti berlalu, masih ada asa untuk Posindo untuk bangkit kembali jika menemukan strategi bisnis yang tepat.

Posindo yang berkantor pusat di Kota Bandung, saat ini tengah menghadapi krisis keuangan dan tata kelola yang berat. Masalah ini memuncak dengan gagal bayarnya kewajiban imbal jasa sukuk sebesar Rp24,11 miliar, sehingga peringkat utang perusahaan diturunkan.

Krisis ini menyebabkan mundurnya direktur utama dan menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Krisis likuiditas Posindo dimana BUMN ini mengalami kondisi kas yang menipis hingga menunda pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah senilai Rp 24,12 miliar yang jatuh tempo pada 7 Juli 2026.

Akibatnya, Fitch Rating memangkas peringkat utang perusahaan dari A menjadi C. Manajemen mengalami gonjang-ganjing dan Mantan Dirut, Daud Joseph, mengundurkan diri secara mendadak pada awal Juli 2026 setelah hanya menjabat sekitar tiga bulan. Posisi ini langsung diisi oleh M. Iskandar Kunaefi bersama jajaran direksi baru untuk melakukan perombakan tata kelola.

Dalam 5 tahun terakhir, pendapatan Posindo sangat bergantung pada proyek bantuan pemerintah (seperti bansos). Saat proyek tersebut turun drastis pada tahun 2025 (dari triliunan menjadi hanya Rp300 miliar), total pendapatan perusahaan anjlok ke angka Rp 3,9 triliun.

Bangsa yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun tanpa diimbangi oleh infrastruktur dan SDM logistik yang berkinerja baik bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang kurang berkualitas dan penyerapan tenaga kerja lokal yang kurang optimal. Sektor logistik merupakan asa bagi karyawan Posindo.

Jika sektor logistik ditransformasikan dengan infrastruktur yang sesuai dengan teknologi terkini dan ditangani oleh SDM yang berdaya saing global, niscaya pengelolaan SDA nasional menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan memperluas lapangan kerja.

Kinerja logistik suatu negara diukur melalui Indeks Kinerja Logistik (Logistic Performance Index/LPI). LPI merupakan sebuah instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan keberlanjutan sistem logistik suatu negara atau wilayah.

Menyimak laporan LPI tahun 2023, Indonesia memiliki skor total 3,0 atau berada di peringkat 61. Nilai tersebut sedikit menurun dibandingkan LPI 2018 (skor 3,15 atau peringkat 46), namun masih lebih baik jika dibandingkan LPI 2016 (skor 2,98 atau peringkat 63). Jika dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country) yang hanya berada di kisaran 2,54, Indonesia masih tergolong di atas rata-rata.

Namun jika dibandingkan dengan negara mitra yang memiliki pertumbuhan tergolong tinggi di Asia seperti Tiongkok (skor 3,7 atau peringkat 19) dan India (skor 3,4 atau peringkat 47), serta negara-negara ASEAN seperti Singapura (skor 4,14 atau peringkat 1), Malaysia (skor 3,43 atau peringkat 32), dan Thailand (skor 3,26 atau peringkat 45), maka pemerintahan baru Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat terkait kinerja logistik.

Kinerja logistik nasional yang masih tertinggal oleh negara macan ASEAN harus segera dibenahi. Bisnis logistik nasional masih belum optimal karena hanya sebatas proses distribusi produk akhir yang nilai ekonomisnya kurang berarti. Selain itu kegiatan atau bisnis logistik banyak dilakukan secara konvensional dengan infrastruktur yang sudah tertinggal.

Patut disayangkan, Posindo yang memiliki cabang di seluruh kecamatan kini didera masalah keuangan yang serius. Portofolio usaha Posindo yang meliputi jasa kurir, jasa keuangan, jasa ritel, dan properti saat ini sulit bersaing karena model bisnisnya belum ditransformasikan secara tuntas.

Untuk menghadapi persaingan yang ketat, Posindo membutuhkan investasi besar untuk mentransformasi diri agar bisa kompetitif di era ekonomi digital. Namun hingga kini investasi yang berupa dana segar tak kunjung menghampiri.

Posindo perlu mencoba lagi langkah melepas sahamnya secara perdana kepada masyarakat atau initial public offering (IPO) seperti yang pernah dilakukan. Tetapi saat itu belum bisa terlaksana. Saat itu Komite Privatisasi meminta Posindo mengkaji kembali revaluasi asetnya sebelum melantai di Bursa Efek.

Mestinya ketika IPO diterapkan semua proposal bisnis Posindo mulai dari jasa logistik, perbankan, properti, hingga jasa ritel harus mampu meyakinkan seluruh pemangku kepentingan.

Ada aspek penting untuk membangkitkan Posindo dalam persaingan global. Yakni potensi insourcing. Berbagai bidang usaha Posindo yang ada pada saat ini memerlukan transformasi. Bidang usaha itu meliputi layanan standar, layanan keagenan atau kemitraan, dan layanan pengembangan yakni Poserba dengan mengacu kepada konsep one stop shopping.

Bisnis logistik di Indonesia masih belum optimal karena hanya sebatas proses distribusi produk akhir yang nilai ekonomisnya kurang begitu besar. Selain itu kegiatan atau bisnis logistik banyak dilakukan secara konvensional dengan infrastruktur kuno dan minus standardisasi.

Bisnis jasa logistik di Indonesia pada saat ini juga terkendala oleh masalah warehouse yang multiguna. Mestinya ada infrastruktur warehouse semacam Vendor Villa yang ada di sekitar kantor pusat Walmart di Arkansas Amerika Serikat.

Infrastruktur diatas bisa mestinya bisa dilaksanakan oleh Posindo hingga ke tingkat kecamatan dengan mentransformasikan kantor pos sebagai locality mart sebagai plasa produk lokal yang didukung dengan media baru dan komunitas prosumer yang mampu berperan sebagai sel aktif.

Sudah saatnya Posindo memiliki layanan total logistik berupa usaha jasa yang diberikan mulai dari layanan warehousing, transporting dan sekaligus juga layanan freight forwarding sebagai satu kesatuan. Langkah kedepan akan lebih baik jika pengelola Posindo mampu membentuk usaha warehousing yang merupakan proses penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang sebagai bagian dari supply chain management yang dikelola secara efisien dan efektif.

Proses operasi layanan warehousing itu secara garis besar meliputi purchasing order, realisasi purchasing order, konfirmasi purchasing order, penempatan barang (Put away) dan konfirmasi daftar pout away, proses dispatch, sales order, realisasi sales order, konfirmasi sales order dan replenishment order serta konfirmasi replenishment order.

Pada saat ini seharusnya pihak produsen lokal tidak perlu dipusingkan oleh jalur distribusi produknya supaya tiba tepat waktu di agen. Atau jika menginginkan produknya diantar secara door to door. Bisnis logistik dunia semakin datar karena diwarnai dengan fenomena insourcing.

Fenomena itu telah ditunjukan oleh perusahaan multinasional seperti FedEx dan UPS. Perusahaan itu tidak hanya mengirim paket, melainkan juga menangani berbagai aspek logistik secara modern.

Dengan proses insourcing berbagai kesulitan laten yang dialami oleh perusahaan yang bergerak di bidang manufakturing bisa mendapatkan solusi yang jitu. Hal itu seperti dialami oleh Plow & Hearth (P&H) yang merupakan peritel katalog dan internet yang besar.

Suatu ketika P&H mengalami masalah dalam pengiriman produk mebel yang sering rusak ketika sampai di tangan pelanggan. Kemudian UPS memberikan solusi dengan mengirim ahli pengepakan lalu mengadakan penyuluhan pengepakan untuk kelompok pembelian P&H. Tujuannya adalah membantu P&H untuk memahami bahwa keputusan membeli dari pemasok harus dipengaruhi oleh kualitas barang yang ditawarkan maupun pengepakan dan pengirimannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)