R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • R. Ipik Gandamana Sumawinata dilahirkan di Purwakarta, Karawang, Hindia Belanda pada tanggal 30 November 1906 dan wafat di Bandung pada tanggal 06 Agustus 1973.

  • Dia diterima sebagai seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (Candidate Ambtenaar) pada tahun 1926 dan memulai karirnya sebagai Ajudan yang ditempatkan di Kabupaten Bogor selama 2 (dua) tahun.

  • Dia wafat di Bandung pada tanggal 06 Agustus 1979 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Blok D 540, Bandung.

Barangkali tak banyak orang yang tahu, terutama generasi muda masa kini: Generasi X/Gen X (1965–1980), Generasi Y/Gen Y/Gen Milenial (1981–1996), Generasi Z/Gen Z (1997–2012), Generasi Alpha (2013–2024) dan Generasi Beta (2025–sekarang) yang tahu tentang siapa, apa dan mengapa seorang tokoh yang bernama  R. Ipik Gandamana Sumawinata.

R. Ipik Gandamana Sumawinata dilahirkan di Purwakarta, Karawang, Hindia Belanda pada tanggal 30 November 1906 dan wafat di Bandung pada tanggal 06 Agustus 1973 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Blok D 540, Bandung. Beliau mempunyai seoran ayah bernama R. Usup Sumawinata Sumadipura. Ayah Beliau ini berputera-puteri, antara lain: Nyi R. Mariah Sumawinata, Nyi R. Jaja Sumawinata, Nyi R. Cucu Sumawinata, R. Sahrip Sumawinata, R. Ipik Gandamana Sumawinata, R. Sut Gandanegara Sumawinata dan R. Emang Rukman Sumawinata.

 Beliau menempuh pendidikan di:

  • ·Sekolah Dasar (Europeesche Lagere School, ELS)

  • ·Sekolah Menengah Reguler (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, MULO)

  • ·Sekolah Persiapan Pegawai Negeri (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren, OSVIA dan juga MOSVIA).

Beliau pernah aktif di organisasi Jong Java dan Beliau adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (Ambtenaar) sejak zaman Kolonial Hindia Belanda hingga pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Berbagai jabatan yang Beliau emban adalah sebagai berikut:

Beliau diterima sebagai seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (Candidate Ambtenaar) pada tahun 1926 dan memulai karirnya sebagai Ajudan yang ditempatkan di Kabupaten Bogor selama 2 (dua) tahun. Kemudian menjadi Mantri Polisi di Kecamatan (Onderdistrik) Cikijing (1931). Kemudian menjadi Mantri Kabupaten Batavia (1931). Kemudian menjadi Sekretariat II Kabupaten Ciamis (1938). Kemudian menjadi Camat (Hoofd Onderdistrik) Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya (1942). Kemudian menjadi Pembantu Bupati (Wedana, Hoofd Distrik) Ujungberung, Bandung. Kemudian menjadi Patih Kabupaten Bogor Ke-1 (1946). Kemudian menjadi Bupati Bogor Ke-1 (1948-1949).

Karena menolak bergabung dengan Pemerintahan Belanda - RECOMBA (Regeerings Commissaris Voor Bestuurs Aangelegenheden) di bawah NICA (Nederlands-Indische Civiele Administratie) pasca Agresi Militer Belanda I tanggal 21 Juli 1947, maka pada tanggal 14 Agustus 1947 keluar Besluit dari Presiden HTB Bogor Nomor 305 yang memerintahkan penangkapan dan pengasingan tokoh pejuang nasional sekaligus Bupati Bogor dari pihak Republik, R. Ipik Gandamana Sumawinata ke wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor karena menolak bergabung dengan pemerintahan federal buatan Belanda itu.

HTB merujuk pada Hoofdtarieffens Bureau, yaitu instansi/jawatan pemerintah pada masa pendudukan atau transisi kolonial/federal (sekitar masa revolusi kemerdekaan Indonesia tahun 1947), yang dipimpin oleh seorang Presiden H.T.B. di Bogor. 

Pada saat dalam pengasingan tersebut, Beliau menerima tugas dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menyusun kembali struktur Pemerintahan Kabupaten Bogor Darurat yang berpusat di Jasinga (tepatnya di Desa. Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor). Setelah pembentukan Kabupaten Bogor Darurat, berdasarkan Keputusan Gubernur Militer Jawa Barat merujuk sejarah terdapat nama Letnan Kolonel Abimanyu (1948) dan Kolonel Sadikin (1948–1949), Beliau diperbantukan di KMD IV/DJ.B selaku Kepala Staf Sipil Kepresidenan di Bogor.

Beliau kemudian menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat Ke-2 merangkap sebagai Bupati Lebak Ke-11 (1948-1949). Kemudian menjadi Residen Bogor. Kemudian menjadi Residen Priangan (1951). Pada periode tersebut, Beliau menjadi bagian dari Delegasi Studi Indonesia ke Amerika Serikat dan tinggal di sana selama 3 (tiga) bulan setelah berangkat pada bulan September 1953 sampai dengan bulan Desember 1953.

Setelah kembali ke Indonesia, Beliau menerbitkan buku Melawat ke Negara Dollar disertai Kata Pengantar Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Mr. Soemarman, Djakarta, 18 Mei 1956 dan Kata Pengantar Gubernur Djawa Barat H.R. Moehammad Sanoesi Hardjadinata, Bandung, Pebruari 1956 serta Kata Pendahuluan R. Ipik Gandamana Sumawinata, Pebruari 1956). Laporan kunjungannya tersebut membandingkan permasalahan demokrasi di Indonesia dengan permasalahan demokrasi di Amerika Serikat dan juga dengan struktur pemerintahan Amerika Serikat.

Beliau kemudian menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Anggota Dewan Konstituante (1955). Kemudian menjadi Gubernur Provinsi Jawa Barat Ke-6 (01 Juli 1957 – 1959/1960), menggantikan Sanusi Hardjadinata dan kemudian Beliau digantikan oleh Mashudi.

Beliau mendorong agar pejabat birokrat pemerintah daerah (lokal) terpilih lebih baik dibandingkan pejabat birokrat pemerintah pusat. Beliau memandang peran birokrat sebagai pelatihan bagi pejabat daerah yang kurang berpengalaman. Selama menjabat sebagai gubernur, Beliau juga memimpin panitia yang mendirikan Universitas Padjadjaran, Bandung yang sebagian besar sekarang telah dipindahkan ke Jatinangor. Beliau menjadi anggota pendiri dan Ketua Presidium Universitas Padjadjaran, Bandung.

Beliau kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ke-14 pada Kabinet Kerja Pertama Sukarno di bawah pemerintahan Presiden Ir. Sukarno (10 Juli 1959 – 27 Agustus 1964), menggantikan Sanusi Hardjadinata dan digantikan oleh dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Karena Kabinet Kerja Pertama Sukarno secara eksplisit dibentuk sebagai kabinet non-partai, Beliau bergabung dengan beberapa menteri lain yang ditunjuk untuk mengundurkan diri dari partai politiknya, Liga Pendukung Kemerdekaan Indonesia, yaitu sebagai Anggota Pimpinan Pusat Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). Beliau tetap menduduki jabatan ini sampai tanggal 27 Agustus 1964.

Setelah Beliau menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, tidak ada warga sipil lain yang menduduki jabatan tersebut hingga tahun 2009 ketika Dr. H. Gamawan Fauzi, S.H., M.M. gelar Datuk Rajo Nan Sati diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Belau kemudian menjadi Menteri Pembangunan Komunitas Desa Indonesia Republik Indonesia Ke-1 (27 Agustus 1964 – 21 Februari 1966) dan digantikan oleh Aminuddin Azis. Setelah Gerakan 30 September 1965, Presiden Sukarno melakukan perombakan kabinet dan memberhentikan Beliau dari jabatan menterinya pada tanggal 21 Februari 1966. Di bawah Presiden Suharto, ia bergabung dengan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) )1968-1973), dimana yang menjadi Ketua Mr. Wilopo dengan Wakil Ketua: K.H. Muhammad Ilyas.

Beliau wafat di Bandung pada tanggal 06 Agustus 1979 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Blok D 540, Bandung. Nama Beliau kemudian diabadikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta sebagai sebuah nama jalan yang menghubungkan antara Perlintasan Kereta Api, Lingkungan Sukasari (Rawasari) Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta hingga ke Pertigaan Cimaung, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakartan, Kabupayen Purwakarta, yaitu Jl. R. Ipik Gandamana (bukan Gandamanah).

R. Ipik Gandamana Sumawinata memiliki seorang istri, Nyi R. Endeh Soekarsih Natanegara dan 4 (empat) orang putera-puteri: Nyi R. Dade Suparsih Gandamana, Nyi R. Uce Sukaesih Gandamana, R. Adang Gandamana dan Nyi R. Harmini Gandamana. Oleh keluarga besarnya nama Beliau diabadikan sebagai nama Masjid R. Ipik Gandamana di Kelurahan Munjuljaya, Purwakarta. Salah seorang puteri Beliau, Nyi R. Harmini Gandamana mendirikan sebuah jaringan rumah sakit besar, yaitu Rumah Sakit Hermina.

Oleh karena itu, melalui media Ayo Bandung, saya mengusulkan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, para sejarawan Jawa Barat dan seluruh rakyat Jawa Barat dimana pun berada, khususnya pituin urang Sunda agar mendiang R. Ipik Gandamana Sumawinata dijadikan sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 26 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 15:30

Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 13:35

Ketika Hutan Terbakar, Masa Depan Ikut Terbakar

Dampak terbesar dari kebakaran hutan adalah rusaknya lingkungan hidup. Hutan pada hakikatnya adalah sistem kehidupan secara simultan, maka keseimbangan ekologis juga adalah bagian masa depan.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Sumber: Pexels | Foto: José Luis Photographer)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 15:58

Menjelajah Mozaik Budaya dan Rekonstruksi Genius Lokal Grobogan

Grobogan bukan sekadar wilayah agraris, melainkan mozaik sejarah dan budaya yang memperlihatkan bagaimana genius lokal membentuk ketahanan masyarakat, merawat keberagaman, dan peluang ekonomi.

Badiatul Muchlisin Asti sebagai penyunting buku menunjukkan buku berjudul "Mozaik Budaya Grobogan: Jejak Sejarah, Ritual, dan Legenda yang Abadi dalam Ingatan". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Generate AI)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 13:54

Merefleksi Mitigasi Kebencanaan di Bulan Kemerdekaan

Rentetan bencana di bulan Agustus tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa mitigasi kebencanaan memerlukan pendekatan dan metode yang tepat, demi terwujudnya langkah mengantisipasi kebencanaan.

Pengunjung saat berwisata ke Tebing Keraton, Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 12:16

Cicaheum, Eka Jaya, dan Bungbulang

Cicaheum memang berhenti menjadi terminal bus AKAP dan AKDP. Eka Jaya hanya tinggal nama dalam ingatan. Bungbulang tetap menjadi kampung halaman yang selalu memanggil pulang.

Suasana warung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al Faritsi)