Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

5 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

  • Lahirnya polisi wanita atau Polwan. Senyatanya merujuk pada kedaruratan pada situasi perang saat itu. Kebutuhan operasional yang mengharuskan adanya wanita untuk bergabung.

  • Di hari polisi wanita ini, perempuan harus hadir menggalang semangat bernegara, menyiapkan diri menghadapi situasi di era digital.

Dunia pekerjaan bukan sebatas dominasi laki-laki, melainkan peranan perempuan yang terlibat di dalamnya. Situasi ini bukan sekadar menyadarkan kita bahwa perempuan memiliki peran penting di setiap sektor pekerjaan, juga di lingkup kepolisian.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. Lahirnya polisi wanita atau Polwan. Senyatanya merujuk pada kedaruratan pada situasi perang saat itu. Kebutuhan operasional yang mengharuskan adanya wanita untuk bergabung.

Ketika masa perang, polisi laki-laki kesulitan untuk melakukan cek fisik, yang memang diharuskan kehadiran wanita untuk tahanan berbeda gender. Maka dibutuhkanlah wanita terlibat di dalamnya.

Terdapat usulan dari organisasi wanita agar keikutsertaan wanita dapat mempermudah dan memberi alternatif, sehingga hadirlah pionir dari enam wanita, di antaranya Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher.

Melalui enam wanita inilah cikal sejarah terbentuknya polisi wanita. Berdasar catatan museumpolri.org menjelaskan bahwa pada tanggal 19 Juli 1950 ke enam calon inspektur polisi wanita kembali dilatih di SPN Sukabumi. Selama pendidikan ke enam calon inspektur polisi wanita mendapat pelajaran mengenai ilmu-ilmu kemasyarakatan, pendidikan dan ilmu jiwa, pedagogi, sosiologi, psikologi, dan latihan anggar, jiu jit su, judo, serta latihan militer.

Dari proses tersebut, enam calon inspektur polisi wanita menjadi tonggak sejarah bagi dunia kepolisian Indonesia. Polisi wanita memprakarsai betapa kehadiran wanita di dunia kepolisian sangat membantu dan menyelesaikan pekerjaan yang sangat penting.

Perjalanan sejarah ini kemudian beralih seiring berkembangnya dunia kepolisian dan relevansinya dengan dunia digital saat ini. Polisi wanita memiliki tugas pokok dan fungsi yang notabene tidak mudah.

Justru dari tupoksi polisi wanita ini pula terbentuk bahwa polisi wanita memiliki daya saing tinggi dan memberi kesadaran kepada kita semua bahwa polisi wanita juga setara dalam semua aspek pekerjaan di dunia kepolisian.

Bahkan tahun 1991, telah terpilih jenderal bintang satu pertama di Indonesia sebagai polisi wanita pertama yaitu Brigjen Purn Jeanne Mandagi. Jenderal Mandagi juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri.

Menariknya setelah Jenderal Mandagi, muncul penerusnya Irjen Pol Purnawirawan Sri Handayani dan Brigjen Pol Purn Ida Oetari Poernamasasi yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah.

Semangat ini pula yang menjadikan cerminan bahwa polisi wanita memiliki rekam jejak tertinggi di dunia kepolisian. Positifnya, polisi wanita ini pula memberikan reaksi dari masyarakat, terdapat figur polisi wanita yang memberikan contoh terbaik dengan rekam jejak yang mumpuni dan berdedikasi tinggi.

Lantas kita patut memberi pertanyaan tentang bagaimana polisi wanita menghadapi dunia ketidakpastian dengan maraknya aksi-aksi negatif yang menyasar perbuatan kriminal dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Peran Strategis Polisi Wanita

Di situasi yang serba instan, polisi wanita memiliki peranan strategis di dunia kepolisian, keberadaan warga binaan perempuan yang membutuhkan pendampingan baik dari sisi hukum, psikologis, dan pemenuhan hak dasarnya, polisi wanita menyiapkan diri agar terlibat secara aktif dan obyektif.

Warga binaan perempuan ini kemudian didampingi polisi wanita secara transparan dan memberikan hak lainnya sehingga perannya polisi wanita sangat krusial.

Sejauh itu, polisi wanita tidak sekadar melaksanakan melainkan mendapatkan amanah yang cukup besar, dari perspektif pekerjaan, polisi wanita ini menyandang pekerjaan yang sangat mulia.

Sejatinya, keutamaan polisi wanita ini berbanding lurus dengan perannya sebagai fitrahnya perempuan. Tidak terputus dari sekadar gender, menghapuskan segala hal stigma negatif, sebab perannya yang sangat strategis dalam membawa nama baik kepolisian.

Terutama di era digital sekarang, perannya pun mengharuskan agar memiliki keterampilan digital. Digitalisasi di setiap sektor, memiliki pengaruh terhadap kebutuhan pekerjaan. Polisi wanita pun tidak kalah tanggap, sigapnya pun sangat proporsional dan berdampak.

Keberhasilan atas peran strategis ini, polisi wanita menjadi profesi yang patut mendapat penilaian positif dan dapat menginspirasi bagi seluruh perempuan di Indonesia untuk mengejar cita-citanya.

Pelayanan dan Pendidikan

Dua sisi yang bersinggungan. Pelayanan humanis polisi wanita menjadi garda terdepan untuk citra polisi di mata publik dengan baik dan presisi. Sesungguhnya pelayanan ini mengedepankan kepercayaan dan kepedulian. Emosi dan empati meletakkan dasar utamanya, dan polisi wanitalah yang mampu memerankan dengan spesifik.

Maka dari hadirnya pelayanan tersebut, pendidikan bagi polisi wanita ini menggambarkan bahwa perempuan memiliki hak yang sama. Pendidikan yang tinggi serta memilih profesi polisi merupakan kesempatan besar mengangkat harapan keluarga.

Ketika perempuan dihadapkan pilihan tentunya pendidikanlah saat ini sebagai fase utama yang wajib dipilih. Perempuan mesti menganggap bahwa pendidikan adalah milik semua warga. Maka di saat menjadi polisi wanita diperlukan integritas yang tinggi.

Sebab pengaruh dari suatu pekerjaan, memerlukan manajemen emosi. Perempuan harus berpikir kritis. Oleh keputusan dari pekerjaan, pendidikan wajib diutamakan.

Hadirnya polisi wanita di tengah-tengah masyarakat, memberikan nuansa kepolisian sebagai pelayan masyarakat yang humanis, berprinsip kerakyatan, mengayomi, dan memberikan edukasi ketertiban bernegara dan antusias menjaga iklim keamanan yang kondusif.

Sejujurnya, inilah pandangan yang wajib diketahui oleh perempuan di Indonesia yang ingin mengenal lebih dekat tentang peran polisi wanita. Tidak sekadar tahu, melainkan memahami betul apa dan bagaimana seharusnya menjadi polisi wanita.

Lebih tegasnya, polisi wanita menggeser stigma yang kurang arif di sebagian publik. Polisi wanita mendasari bahwa perempuan juga mampu dan memiliki peluang yang sama. Keadilan atas pekerjaan di dunia kepolisian.

Tanggung jawab polisi wanita erat kaitannya secara spesifik dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan, pendampingan, dan pembinaan. Maka perempuan-perempuan di Indonesia harus memandang bahwa pekerjaan sebagai modal utama membangun kepercayaan.

Hadirnya polisi wanita menuansakan bahwa perempuan wajib memiliki integritas, solid, dan kepercayaan diri. Hal itu menggambarkan bahwa dunia pekerjaan tidak boleh bergantung pada personal, melainkan menyemaratakan terkait tujuan dari sebuah pekerjaan.

Di hari polisi wanita ini, perempuan harus hadir menggalang semangat bernegara, menyiapkan diri menghadapi situasi di era digital. Membela negara dengan menjadi polisi wanita merupai semangat dari enam perempuan pertama sebagai polisi wanita.

Sejak itu pula, kita meyakini bahwa perempuan berdaya memberi dampak signifikan di masyarakat, polisi wanita adalah satunya. Kita memandang pentingnya polisi wanita menyuarakan tentang perempuan yang digambarkan di dalam logo polisi wanita bernama Esti Bhakti Warapsari. Pada waktunya, perempuan hadir sebagai matahari, ia yang memberi kehangatan dalam jiwa, kehidupan yang bertumbuh, dan ketentraman yang abadi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)