Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

3 menit baca
Reska Okta Nur Saputra
Ditulis oleh Reska Okta Nur Saputra diterbitkan
Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)

Belakangan ini istilah downgrade lifestyle sedang marak dibicarakan, terlebih lagi fenomena ini bukan hanya diamini oleh sebagian orang melainkan sebagian besar warga net juga melakukan hal serupa demi tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang tidak kunjung stabil.

Fenomena ini ditandai dengan perubahan perilaku belanja yang beragam, mulai dari mengganti kendaraan kepada kendaraan yang lebih murah, mengurangi membeli makanan di luar hingga berhenti berlangganan aplikasi hiburan. lalu apa sih sebenarnya downgrade lifestyle ini? dan mengapa warga melakukannya?

  1. Apa itu downgrade lifestyle

    Downgrade lifestyle atau yang dapat diartikan sebagai penurunan gaya hidup yang dilakukan demi menjaga kondisi keuangan di tengah ketidakstabilan ekonomi serta ketidakseimbangan antara pendapatan yang stagnan dengan harga kebutuhan yang terus mengalami kenaikan.

    Istilah ini ditandai dengan perubahan gaya hidup seseorang dari level tertentu kepada gaya hidup yang lebih sederhana dan mendasar atau kepada gaya hidup yang lebih hemat daripada biasanya.

    Misalnya, seseorang yang biasanya mengopi di coffee shop mulai memilih beralih mengonsumsi kopi rumahan dengan harapan selisih bujetnya dapat dialihkan kepada kebutuhan mendasar lain yang lebih mendesak tanpa meninggalkan kebiasaan menenggak kopi.

    Pola ini juga berulang pada kebiasan-kebiasaan lain, seperti beralih dari transportasi pribadi ke transportasi massal, mengurangi porsi berlibur hingga penggunaan detergen yang lebih ekonomis.

  2. Mengapa warga melakukannya?

    Menurut Sigit Rochadi, sosiolog Universitas Nasional. Fenomena ini dinilai sebagai langkah penyesuaian yang diambil oleh sebagian kelas menengah guna menyelaraskan kemampuan ekonomi yang menurun dengan gaya hidup, penyesuaian ini dilakukan untuk mempertahankan status sosial dengan cara menurunkan kualitas barang yang dikonsumsi.

    Sigit menilai bahwa hal ini dapat terjadi dikarenakan nilai penghasilan yang menurun akibat dari kenaikan harga pokok, kebijakan pajak dan juga pemutusan hubungan kerja, disisi lain gaya hidup tertentu telah menjadi pola konsumsi. Gaya konsumsi yang tadinya dinilai dapat dibiayai dengan penghasilan yang dimiliki kemudian dievaluasi seiring dengan perubahan kemampuan ekonomi.

    Dengan demikian, pergeseran gaya hidup bukan berarti berhenti memenuhi kebutuhan hidup, namun perubahan cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan lebih menitik beratkan kepada konsumsi substansial seperti kebutuhan rumah tangga, misalnya kebutuhan pangan harian, biaya pendidikan, kebutuhan tempat tinggal dan kesehatan.

    Sehingga perubahan yang dilakukan bukan hanya semata-mata dikarenakan pola konsumsi konsumtif melainkan juga dipengaruhi oleh hal struktural, pendapatan yang tidak seimbang dengan kenaikan harga bahan pokok dan jasa menjadi salah satu faktor yang mendorong warga untuk mengikat ikat pinggangnya lebih erat.

  3. Bagaimana menghadapi situasi in this economy?

    Pada satu sisi, fenomena ini dapat menjadi tren positif guna masyarakat untuk lebih arif dalam mengelola finansialnya. Menurut perencana keuangan Rista Zwestika, masyarakat diharap dapat membagi rencana pengeluarannya kepada tiga golongan yakni pengeluaran wajib, penting dan dapat ditangguhkan.

    Dengan menggolongkan pengeluaran, kebutuhan wajib dan sarana untuk mendapatkan penghasilan seperti kebutuhan sandang, papan, transportasi dan pangan tidak dikorbankan sedangkan pengeluaran yang bersifat dapat ditangguhkan seperti makan di luar, langganan aplikasi dan donate streamer dapat dikurangi.

Baca Juga: Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Selain bermanfaat guna menghemat pengeluaran dan mengalihkannya kepada hal yang lebih substansial, langkah downgrade gaya hidup juga dapat menjaga kestabilan keuangan yang memungkinkan disisihkan untuk tabungan, investasi dan dana darurat. Langkah ini juga, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi mental health dengan mengurasi stres finansial akibat tekanan cicilan dan belanja impulsif.

Namun, di sisi lain trend downgrade lifestyle ini juga dapat menjadi tanda bahaya bagi pemangku kebijakan untuk melakukan evaluasi terhadap situasi ekonomi terkini. Pergeseran kebutuhan dan penimbangan skala prioritas yang terjadi di tengah masyarakat merupakan sebuah mekanisme pertahanan finansial (financial coping) yang bermanfaat secara individu.

Sedangkan kepercayaan masyarakat akan kepastian ekonomi masa depan harus segera dibangun oleh pemangku kebijakan. Sebab, ketahanan finansial bukan hanya tentang seberapa hemat memenuhi kebutuhan, melainkan kehadiran negara dalam memberikan kepastian upah yang layak, harga pokok yang stabil dan kesempatan tumbuh yang setara dan tenang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 16:36

Mitigasi Perundungan di Ruang Pendidikan

520 laporan perundungan di perguruan tinggi menjadi tolok ukur bahwa perundungan di perguruan tinggi pun memberikan gambaran bahwa ruang pendidikan aman belum bisa diciptakan.

Ilustrasi perundungan. (Sumber: Pexels/Nothing Ahead)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:42

Kelas Menengan Pilih Sekolah Negeri atau Swasta?

Refleksi terhadap dunia pendidikan Indonesia hari ini

Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta atau Negeri? (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:10

Bunderan Cibiru Belum Bebas Macet, Apa yang Perlu Dibenahi?

Kemacetan Bunderan Cibiru bukan sekadar soal padatnya kendaraan. Penyempitan jalan dan aktivitas di tepi jalan turut menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 13:49

Anak Muda Sunda Harus Bisa Bahasa Jepang, tetapi Masih Bisakah Berbahasa Sunda?

Bahasa Jepang mempunyai nilai ekonomi yang mudah terlihat. Bahasa Sunda tidak selalu menawarkan imbalan material yang langsung terasa. Lalu, untuk apa mempelajari bahasa Sunda?

Ilustrasi anak muda Sunda yang bekerja di Jepang. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 11:47

Pembinaan Akar Rumput dan Stadion Masa Depan di Bandung

Sepak bola Bandung tidak hanya hidup pada hari pertandingan Persib. Ia juga hidup di lapangan sekolah, permukiman, klub kecil, dan tempat anak-anak belajar menendang bola.

Ilustrasi pembinaan sepak bola dari akar rumput (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 10:02

Kehilangan Adik: Ketika Uang lebih Berkuasa dibandingkan Keselamatan

Pihak berwajib yang seharusnya menjadi penolong dan pengayom masyarakat justru seringkali terus meminta yang bukan menjadi haknya.

Orang Hilang (Karimah Az-Zahra) (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)