Masuknya Genre Musik Emo dan Mekap Bergaya Emo ke Indonesia

3 menit baca
Hasya Ripela Melodia
Ditulis oleh Hasya Ripela Melodia diterbitkan
Stiker band emo masa kini oleh anak-anak muda ditempel di pintu Duff Music Studio Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Hasya Ripela Melodia)
Stiker band emo masa kini oleh anak-anak muda ditempel di pintu Duff Music Studio Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Hasya Ripela Melodia)

Kumparan.com dalam tulisannya yang berjudul “Apa itu Emo dalam Musik Rock yang Sempat Jadi Tren di Indonesia?” menyatakan bahwa, di Indonesia gaya emo masuk sekitar pada tahun 2000-an dibawa oleh pengaruh globalisasi budaya barat. Gaya emo ini sendiri berasal dari band musik subkultur emotional hardcore yang berasal dari Amerika Serikat sekitar pada tahun 1980-an dari band seperti My Chemical Romance dan Panic!At The Disco.

Gaya emo yang khas ini mengundang banyak respon dari masyarakat. Gaya emo sendiri ada banyak, seperti dari musik, gaya berpakaian, mekap, bahkan pandangan hidup. Mengetahui bagaimana musik dan mekap bergaya emo yang mencolok dapat masuk ke Indonesia membuat saya tertarik membahas topik ini.

Fenomena emo berasal dari genre musik emotional hardcore yang pada dasarnya berakar dari punk rock dan hardcore punk, namun genre emo lebih menekankan emosi dan lebih personal.

Menurut buku Cultures of popular music 2001, genre-genre musik “keras” termasuk emo, juga merepresentasikan perlawanan terhadap norma masyarakat yang ada, karena ingin melawan “standar” yang diusung oleh masyarakat/orang tua karena masyarakat pada umumnya lebih menerima penampilan seseorang yang rapih, orang yang patuh dan disiplin, sedangkan gaya emo sendiri sangat nyentrik, berantakan, tidak terkekang dengan peraturan dan sangat bebas.

Masuknya genre musik emo ke Indonesia sekitar tahun 2000-an sangat melejit dan populer. Berkembang melalui skena underground yang dibawa oleh globalisasi, genre musik ini menyebar luas di kalangan anak muda. Ditambah dengan banyaknya penjualan kaset dvd, vinyl musik, penyiaran radio atau televisi menjadikan genre emo ini lebih mudah diraih oleh masyarakat.

Bandung dan Jakarta menjadi pusat penyebaran genre musik emo pada saat itu karena dua kota tersebut memiliki peran penting di industri musik. Killing Me Inside adalah salah satu contoh band emo asal Indonesia pada awal tahun 2000. Untuk masa kini, For Revenge menjadi salah satu band emo asal Indonesia yang sukses meracuni anak-anak muda dengan lagu-lagu emonya.

Konser For Revenge di SMAN 10 Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Hasya Ripela Melodia)
Konser For Revenge di SMAN 10 Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto

Musik emo yang pembawaannya ekspresif dan melodis menjadikan genre emo ini dapat dikenal mudah oleh masyarakat. Dikarenakan genre musik emo sudah banyak dikonsumsi oleh para anak muda, selanjutnya mereka juga mengikuti penampilan emo seperti mekap emo dan fashion emo lainnya.

Dari yang asalnya hanya genre musik, perlahan meluas menjadi fashion dan pandangan hidup seperti perkembangan model rambut, pakaian, mekap, cara berpikir, bahkan cara berbicara.

Dalam tampilannya, mekap bergaya emo biasanya memiliki ciri khas bedak yang berwarna putih, alis yang lurus, eyeshadow berwarna gelap atau hitam, eyeliner hitam yang besar dan panjang, kontur hidung yang tajam, dan warna bibir yang gelap. Bahkan dalam satu gaya mekap emo sebenarnya tidak perlu menggunakan banyak alat mekap, hanya butuh warna-warna yang gelap untuk aksen ”emo” nya.

Mekap emo ini dijadikan sebagai cara pengekspresian diri, representasi perasaan sedih, juga pencarian identitas. Banyak orang yang menganggap mekap bergaya emo ini unik dan menarik karena mereka berani untuk tampil berbeda. Di lain sisi, tidak sedikit juga orang yang menganggap mekap bergaya emo ini adalah suatu hal yang aneh, janggal, bahkan contoh buruk.

Contoh mekap mata bergaya emo (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Hasya Ripela Melodia)
Contoh mekap mata bergaya emo (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Hasya Ripela Melodia)

Pada awalnya, orang-orang “emo” ini sedikit sulit untuk diterima di kalangan masyarakat karena kehadirannya yang tidak biasa, namun perlahan masyarakat menerima karena bergaya emo merupakan salah satu cara seseorang mengekspresikan diri dan menjadi dirinya sendiri seperti yang dikatakan dalam buku Subculture: The meaning of style (1979).

Bahkan, di zaman sekarang banyak sekali komunitas emo di Indonesia yang mempersatukan orang-orang yang suka bergaya emo untuk sama-sama melakukan dan mendukung hobi yang mereka sukai, seperti akun emoindonesiafest112017 di Facebook, dan Revolution Autumn #3 yang mengajak 23 band emo di Indonesia untuk membangkitkan warna dalam Emo Revival di Indonesia, seperti yang digagas oleh artikel RRI bertajuk “Kebangkitan Emo Revival Indonesia lewat Revolution Autumn #3”. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hasya Ripela Melodia
Saya adalah seorang mahasiswi dari Universitas Padjadjaran Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya. Saya memiliki minat membaca, menulis dan juga seni.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)