Bandung, kota yang dijuluki sebagai Kota Kembang dan Paris Van Java ini ternyata pernah memiliki tempat ikonik untuk pertunjukan musik dan tempat berkumpulnya anak-anak muda mengekspresikan diri mereka ditengah dinamika kota yang terus bergerak. GOR Saparua yang terletak di Jalan Banda no. 28, Kecamatan Bandung Wetan ini pada dekade 90-an sampai awal 2000-an bukan hanya sekadar lapangan, melainkan ruang publik central untuk anak muda Bandung menemukan cara dan tempat dalam mengekspresikan diri mereka lewat berbagai hal, seperti menyalurkan ide musik, berkumpul, bertukar informasi dan bahkan sampai saling membangun relasi satu sama lain.
Tempat ini tidak hanya difungsikan sebagai sarana untuk berolahraga tetapi juga sebagai ruang bergeraknya kreativitas anak muda Bandung. Tempatnya yang strategis menjadikan GOR Saparua sebagai ruang utama untuk anak muda saling berbaur dan mengekspresikan diri mereka.


GOR Saparua juga tempat berkembang gaya hidup anak muda Bandung. Anak muda zaman itu memakai gaya pakaian yang khas atau mengikuti gaya berpakaian dari musik yang mereka dengar. Tempat ini adalah ruang bebas untuk mereka mencurahkan fashion mereka tanpa takut untuk dihakimi.
GOR Saparua menjadi ruang berekspresi anak muda khususnya dalam bermusik dan tempat di mana pecinta musik yang tinggal di Bandung berkumpul dan berbaur. Banyak perhelatan musik yang diadakan di GOR Saparua seperti Hullabaloo (1994), Hullabaloo 2 (1995), Bandung Underground (1996), Gorong-Gorong (1997), Bandung Berisik (1997), terus hingga awal tahun 2000 an dikutip dari Prasetyo dalam artikel Kompasiana. GOR Saparua adalah tempat sakral untuk bermusik pada zamannya, tempat ini dikenal dengan perhelatan musik cadasnya, gemuruh dentuman perkusi dan distorsi tajamnya yang banyak melahirkan band-band ternama seperti Burgerkill, Jasad, Pure Saturday, Puppen, Turtle jr, Pas Band, Cherry Bomshell, Forgotten, Homicide dan masih banyak lagi. Tempat ini menjadi wadah untuk musisi muda Bandung menyalurkan kreativitas mereka dan mendobrak panggung musik lokal dengan berbagai macam keunikan nya. Bukan hanya musik ekstrim, musik dari berbagai genre pun ikut meramaikan tempat bersejarah ini, seperti ska, pop, jazz, dan keroncong. Bisa dibilang, GOR Saparua sebagai tonggak musik kreatif Bandung.

GOR Saparua yang sekarang dikenal sebagai sarana olahraga ini ternyata dulu dikenal sebagai melting pot anak muda dan salah satu tempat lahirnya industri musik Kota Bandung yang melahirkan banyak band dan pemusik ternama yang terkenal bukan lagi di kancah nasional bahkan sampai Internasional.
Tempat ini adalah sejarah perjalanan individu yang berbeda saling bercengkrama dan menikmati momen dalam satu ruang, GOR Saparua adalah titik kumpul energi, tempat lahirnya seniman, para eksentrik dan suaka untuk anak muda Bandung pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an. (*)
