Saparua Ramai tapi Minim Penataan: Wali Kota Bandung Diharap Lebih Peduli

2 menit baca
Najmi Zahra Aulia
Ditulis oleh Najmi Zahra Aulia diterbitkan
Track lari Saparua yang tampak teduh dari samping namun area sekitarnya masih perlu perbaikan dan penataan. Jumat siang, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Najmi Zahra A)
Track lari Saparua yang tampak teduh dari samping namun area sekitarnya masih perlu perbaikan dan penataan. Jumat siang, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Najmi Zahra A)

Taman Saparua menjadi ruang publik modern, pagi ramai pelari dan malam dipenuhi oleh pencari culinary. Meski hidup sepanjang hari, siapa sangka spot nongkrong kalcer satu ini masih memerlukan perbaikan seperti yang terlihat di Jalan Banda Nomor 28, Citarum, Kecamatan Bandung, (Jumat 28/11/2025).

Via dan Selvi, dua perempuan yang rutin berolahraga menyatakan lebih menyukai lari santai di Saparua dibandingkan dengan Gasibu ataupun kawasan olahraga lainnya.

“Karena banyak pohon di sini jadi lebih nyaman aja soalnya ga terlalu kepanasan kalo siang-siang,” ujar Selvi. Mereka sependapat karena pohon besar sekitar area track lari di Saparua membuat suasana lebih sejuk walaupun banyak sampah daun yang berjatuhan.

Diakui menjadi salah satu spot favorite warga Bandung, namun nyatanya kondisi Saparua masih perlu perubahan terutama pada track lari yang ternyata belum memadai.

"Ga enaknya di sini tuh kalo ujan becek karena tracknya masih tanah dari bata merah, jadi kadang kadang licin juga,” keluh Via.

Selain kawasan olahraga, Saparua juga ramai oleh pedagang kaki lima yang berjualan dari pagi hingga malam. Saat ramai contohnya di akhir pekan, akses menuju lapak menjadi sempit dan lahan parkir jadi terbatas sehingga menyebabkan kemacetan.

Titi, salah satu pedagang makanan, menyebutkan bahwa siang hari memang ramai tetapi di malam hari jauh lebih padat. Wanita paruh baya itu juga mengungkapkan bahwa lahan berjualan memang tidak khusus untuk UMKM namun menurutnya tetap perlu penataan yang lebih baik.

“Buat keperluan yang butuh listrik aksesnya aman. Tapi, buat air susah dan jauh, terus karena parkirnya di pinggir jalan, jadi sering bikin macet kalo lagi rame,” ujarnya. Ia pun berharap ada perhatian dan dukungan dari M. Farhan selaku Wali Kota Bandung.

Suasana trotoar yang menjadi lokasi pedagang berjualan dan ramai dikunjungi masyarakat memerlukan perbaikan serius. Jumat, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Najmi Zahra A)
Suasana trotoar yang menjadi lokasi pedagang berjualan dan ramai dikunjungi masyarakat memerlukan perbaikan serius. Jumat, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Najmi Zahra A)

Kondisi fisik di area tempat pengunjung biasanya duduk bersantai juga memerlukan perbaikan karena trotoar yang retak dan terangkat bisa saja membahayakan para pengunjung serta pejalan kaki. Pencahayaan di lintasan lari pada malam hari juga kurang merata padahal tetap banyak warga yang berolahraga ataupun berlatih sepatu roda.

Tempat favorite masyarakat yang satu ini mempunyai potensi untuk menjadi ruang publik unggulan Kota Bandung. Namun potensi itu belum maksimal karena penataannya yang masih kurang, termasuk penempatan tempat sampah yang tidak memadai sehingga membuat area Saparua terlihat kurang terawat.

Terlihat landmark signage Taman Saparua yang tampak kumuh mengurangi keindahan visual Saparua pada Jumat siang, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Najmi Zahra A)
Terlihat landmark signage Taman Saparua yang tampak kumuh mengurangi keindahan visual Saparua pada Jumat siang, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Najmi Zahra A)

Dengan adanya kekurangan dari area Saparua, para pengunjung berharap Walikota Bandung lebih peduli dan dapat membantu membenahi elemen dasar yang perlu diperbaiki agar Saparua semakin nyaman dan aman.

Para pedagang juga berharap penataan yang lebih baik sehingga dapat membantu meningkatkan kegiatan usaha dan ekonomi mereka. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)