Ngabuburit dari Masa ke Masa

2 menit baca
Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan Rabu 04 Feb 2026, 08:04 WIB
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)

Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)

Ngabuburit artinya nunggu saat adzan magrib, dilakukan pada setiap bulan Ramadhan. Kegiatan ini entah sejak kapan, mungkin ratusan tahun lalu dilakukan oleh nenek moyang urang Sunda, di tanah Pasundan.

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya. jika dulu warta Jawa Barat termasuk Bandung,  ngabuburit caranya membersihkan diri atau mandi di tempat tertentu, atau main di sawah, nyeuneut lodong, ngaji di mesjid, dan kegiatan bermanfaat lainnya.

Mandi misalnya, di tahun 1990-an, di Bandung bisa dilakukan di beberapa sungai di sudut kota Bandung, Cikendal, Cikapundung, Situ Aksan, atau berenang di Centrum, atau di tempat tempat yang menjadi pos sumur bor buatan pemerintah kolonial.

Kini ngabuburit dilakukan kaum remaja dengan jalan-jalan ke Mall, bergandengan tangan, belanja dan akhirnya masuk kafe untuk buka, atau sekedar ta'jil. Dulu tempat pavorit ngabuburit ada di  jalan Braga, Alun-alun Bandung atau Gedung Sate. Kini, selain tempat tadi ditambah berbagai tempat yang sangat "pabalatak". Cuma caranya yang berbeda, meski tema nya ngabuburit tapi esensi tradisinya menjadi berubah, maknanya pun menjadi berubah pula, tapi mereka tetap menghabiskan waktu dengan beraktifitas sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Memang, ngabuburit tidak dilakukan sendirian, melibatkan komunitas atau kelompok, atau dijadikan arena reuni,juga tentu saja melibatkan perasaan masing-masing. Yang paling sering adalah berkumpul dengan teman atau keluarga.

Di tahun 80 - 90 an, suasana ngabuburit kental dengan nuansa religi,  siswa SD sampai SLTA tak jarang pergi bada Asar menuju mesjid, ngaji, tadarus, atau sekedar menjalankan tugas dari sekolah. Seiring kemajuan zaman, pernah ada zaman nonton bersama film-film Rhoma Irama, Benyamin S, dan Warkop, bukan di bioskop melainkan di layar tv yang diputar melalui kaset "besar" dan membayar dengan uang berbentuk bekas bungkus permen.

Atau pada masa masa sebelumnya ngabuburit diisi dengan permainan Sorodot Gaplok, Rerebonan, Egrang, Engklek (Taplak Gunung), Petak Umpet, Bentengan, dan Lompat Tali Karet, serta permainan keterampilan seperti Kelereng (Gundu), Bola Bekel, Gasing, Congklak (Dakon), l Layang-Layang, dll.

Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)

Bergeser ke tahun 90-an akhir,  mulai anak-anak bermain Tetris, ada Ludo, monopoli, ular tangga dll.

Dan akhirnya awal tahun 2000-an menemukan Super Mario Bros  Pac-Man, tetris, the Legend of Zelda,Space Invaders, yang sebetulnya ada di tahun 90-an, tapi berkembang di tahun 90-an.

Sampai tahun 2000 akhir lahir Permainan-permainan ini meliputi: empat persegi, skittles, mengambil tongkat, domino, menempelkan ekor pada keledai, permainan papan hitam kecil, puzzle, parasut raksasa, lompat tali panjang, balap tiga kaki, hula hoop, hopscotch, "Simon Says", quoits, kelereng, karet gelang, fly/stick, permainan kartu, balap telur dan lain-lain.

Kata ngabuburit kini menjadi kata yang menasional, merasuk ke relung relung budaya  penjuru nusantara, jadi tidak hanya dilakukan oleh orang-orang suku Sunda saja, melainkan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar maupun daerah-daerah lainnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Matdon
Tentang Matdon
Rois 'Am Majelis Sastra Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 06 Jun 2026, 12:29

Sasapedahan

Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.

Asyiknya bermain sepeda. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 20:28

Tanara Berarti Tanah Merah

Toponim Tanara merujuk pada keadaan kawasan tersebut, yaitu tanah yang berwarna merah.

SD Negeri Tanara di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 19:09

Antara Batik dan Jas: Gaya Berpakaian Pribumi di Batavia

Evolusi berpakaian pribumi di Batavia pada tahun 1900-1942.

Kumpulan pribumi menggenakan jas dan sarung batik. (Sumber: Koleksi Digital Universitas Leiden)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:32

Obsesi Nasi: Hilangnya Diversitas Pangan Pokok Indonesia & Lingkaran Setan Food Estate

Membedah kebijakan penguasa membuat rakyat Indonesia ketergantungan beras dan kehilangan keragaman pangan lokal.

Presiden Soeharto panen padi perdana di Desa Jatimulya, Kec. Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/7/1987). (Sumber: Perpusnas | Foto: Perpusnas)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:05

10 Netizen Terpilih Mei 2026 dan Format Baru untuk Bulan Berikutnya

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Warga beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 17:04

Bahan Bakar Plastik Menyisakan Risiko Lingkungan

Sampah dapat berkurang, tapi pencemarannya belum tentu hilang. Inilah sisi lain dari pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang jarang dibahas.

Tumpukan sampah plastik di Indonesia. (Sumber: pexels | Foto: Tom Fisk)
Wisata & Kuliner 05 Jun 2026, 16:46

Panduan Jelajah Dufan: Daftar Wahana Terbaik, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Jelajahi Dunia Fantasi Jakarta dengan panduan lengkap berisi daftar wahana, harga tiket Dufan, jam buka, dan fasilitas yang tersedia.

Wisata Dufan. (Sumber: ancol.com)