Ngabuburit dari Masa ke Masa

2 menit baca
Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)

Ngabuburit artinya nunggu saat adzan magrib, dilakukan pada setiap bulan Ramadhan. Kegiatan ini entah sejak kapan, mungkin ratusan tahun lalu dilakukan oleh nenek moyang urang Sunda, di tanah Pasundan.

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya. jika dulu warta Jawa Barat termasuk Bandung,  ngabuburit caranya membersihkan diri atau mandi di tempat tertentu, atau main di sawah, nyeuneut lodong, ngaji di mesjid, dan kegiatan bermanfaat lainnya.

Mandi misalnya, di tahun 1990-an, di Bandung bisa dilakukan di beberapa sungai di sudut kota Bandung, Cikendal, Cikapundung, Situ Aksan, atau berenang di Centrum, atau di tempat tempat yang menjadi pos sumur bor buatan pemerintah kolonial.

Kini ngabuburit dilakukan kaum remaja dengan jalan-jalan ke Mall, bergandengan tangan, belanja dan akhirnya masuk kafe untuk buka, atau sekedar ta'jil. Dulu tempat pavorit ngabuburit ada di  jalan Braga, Alun-alun Bandung atau Gedung Sate. Kini, selain tempat tadi ditambah berbagai tempat yang sangat "pabalatak". Cuma caranya yang berbeda, meski tema nya ngabuburit tapi esensi tradisinya menjadi berubah, maknanya pun menjadi berubah pula, tapi mereka tetap menghabiskan waktu dengan beraktifitas sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Memang, ngabuburit tidak dilakukan sendirian, melibatkan komunitas atau kelompok, atau dijadikan arena reuni,juga tentu saja melibatkan perasaan masing-masing. Yang paling sering adalah berkumpul dengan teman atau keluarga.

Di tahun 80 - 90 an, suasana ngabuburit kental dengan nuansa religi,  siswa SD sampai SLTA tak jarang pergi bada Asar menuju mesjid, ngaji, tadarus, atau sekedar menjalankan tugas dari sekolah. Seiring kemajuan zaman, pernah ada zaman nonton bersama film-film Rhoma Irama, Benyamin S, dan Warkop, bukan di bioskop melainkan di layar tv yang diputar melalui kaset "besar" dan membayar dengan uang berbentuk bekas bungkus permen.

Atau pada masa masa sebelumnya ngabuburit diisi dengan permainan Sorodot Gaplok, Rerebonan, Egrang, Engklek (Taplak Gunung), Petak Umpet, Bentengan, dan Lompat Tali Karet, serta permainan keterampilan seperti Kelereng (Gundu), Bola Bekel, Gasing, Congklak (Dakon), l Layang-Layang, dll.

Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)

Bergeser ke tahun 90-an akhir,  mulai anak-anak bermain Tetris, ada Ludo, monopoli, ular tangga dll.

Dan akhirnya awal tahun 2000-an menemukan Super Mario Bros  Pac-Man, tetris, the Legend of Zelda,Space Invaders, yang sebetulnya ada di tahun 90-an, tapi berkembang di tahun 90-an.

Sampai tahun 2000 akhir lahir Permainan-permainan ini meliputi: empat persegi, skittles, mengambil tongkat, domino, menempelkan ekor pada keledai, permainan papan hitam kecil, puzzle, parasut raksasa, lompat tali panjang, balap tiga kaki, hula hoop, hopscotch, "Simon Says", quoits, kelereng, karet gelang, fly/stick, permainan kartu, balap telur dan lain-lain.

Kata ngabuburit kini menjadi kata yang menasional, merasuk ke relung relung budaya  penjuru nusantara, jadi tidak hanya dilakukan oleh orang-orang suku Sunda saja, melainkan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar maupun daerah-daerah lainnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Matdon
Tentang Matdon
Rois 'Am Majelis Sastra Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)