AYOBANDUNG.ID -- Menjelang dan selama bulan puasa nanti, Bandung Raya selalu mengalami perubahan. Bukan hanya pada ritme ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari warganya.
Tradisi kembali menguat, aktivitas ekonomi meningkat, pariwisata tetap berjalan, dan pada saat yang sama berbagai persoalan sosial kota terasa lebih nyata. Dari pasar takjil yang tumbuh musiman, ruang publik yang semakin padat, hingga cerita warga yang berjuang menjaga dapur tetap mengepul di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Melihat dinamika tersebut, Ayo Netizen Ayobandung.id pun mengangkatnya jadi tema untuk edisi Februari 2026.
Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini
Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk merekam, merefleksikan, dan membagikan pandangan tentang kehidupan Bandung Raya menjelang maupun selama Ramadan.
Tulisan dapat berangkat dari pengalaman personal, pengamatan di lingkungan sekitar, hingga kegelisahan sosial yang dirasakan bersama sebagai warga kota.
Beragam sudut pandang terbuka untuk diangkat, di antaranya:
- Budaya dan tradisi puasa di Bandung Raya, seperti munggahan, ngabuburit, atau kebiasaan lokal yang bertahan maupun berubah seiring waktu.
- Ekonomi warga dan UMKM, termasuk cerita rezeki musiman, pedagang kecil, hingga tantangan ekonomi jelang Ramadan.
- Pariwisata dan ruang kota, serta dampaknya bagi kehidupan warga selama bulan puasa.
- Realita sosial, seperti ketimpangan, harga kebutuhan pokok, praktik solidaritas, dan kehidupan kelompok rentan di perkotaan.
Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan
Tulisan dapat disajikan dalam berbagai bentuk, mulai dari:
- Opini reflektif
- Cerita pengalaman pribadi
- Observasi sosial
- Gagasan atau ajakan perubahan kecil yang realistis dan membumi
Tulisan tidak harus akademis atau muluk-muluk. Bahasa boleh personal, jujur, dan cair, selama tetap empatik, berimbang, serta berpijak pada pengalaman nyata.
Bulan puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk melihat wajah kota dengan lebih jernih—apa yang menguat, apa yang berubah, dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama di Bandung Raya.
Baca Juga: Cara Baru Menulis di Ayobandung.id, Tak Perlu Kirim Tulisan ke Email
Melalui Ayo Netizen, mari berbagi cerita, pandangan, dan gagasan untuk Bandung Raya.
Tulisan dapat dikirimkan melalui akun penulis masing-masing di Ayobandung.id, dengan periode publikasi Februari 2026.
Untuk pertanyaan atau kendala terkait pengiriman tulisan, penulis dapat menghubungi:
