Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

YAYASAN KEBUDAYAAN RANCAGE memberikan Hadiah Jasa tahun 2026 untuk penulis dan sastrawan Aan Merdeka Permana. Hadiah Jasa adalah bentuk penghargaan dari kepada individu atau lembaga yang berjasa dalam pengembangan bahasa dan sastra daerah. Hadiah Jasa diberikan sejak 1990, tetapi terhenti tahun 2018. Mulai tahun 2025, memberikan kembali hadiah tersebut.

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. Ia merupakan pengarang produktif yang konsisten menulis karya sastra dalam berbagai genre seperti roman, cerpen, dan esai. Ia adalah wartawan senior yang telah berbakti pada dunia jurnalistik sejak 1960-an. Tahun 2025, Aan juga menerbitkan tiga roman yaitu Balada Cinta Nok Sondari, Saritem, dan Siti Munigar.

Aan telah menulis ratusan buku. Sejak 1968, ia terus mengarang tanpa henti. Tak hanya menulis, Aan juga menerbitkan sendiri karya-karyanya, bahkan pergi ke berbagai pelosok Jawa Barat untuk mengantar buku tersebut kepada pelanggan setianya. 

Ia juga disebut Sebagian kalangan sebagai penulis dan sastrawan dengan spesialisasi Padjadjaran. Ia sudah menulis buku bertéma Padjadjaran lebih dari 150 buku. Itu belum termasuk roman panjang Sareupna di Pajajaran yang berharap terbit 100 episode (sekarang baru terbit 80 episode). Buku-bukunya tentang Padjadjaran yang lain di antaranya: Senja Jatuh di Pajajaran; Kunanti di Gerbang Pakuan; Memburu Kitab Karatuan Sunda; Dendam Surawisesa, dll.

Buku karya Aan M.P. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku karya Aan M.P. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di masa tuanya sekarang (76), semangat menulis dan dedikasinya terhadap sastera Sunda tak kunjung padam. Berikut wawancara penulis dengan Aan Merdeka Permana tentang menulis, Padjadjaran, dan rencana masa tuanya.

Bagaimana perasaan Akang dinyatakan sebagai pemenang Hadiah Jasa Rancage?

Ya, senang atuh ada yang memberi penghargaan. Masa harus ngambeuk? Itu merupakan hadiah buat kakek-kakek yang tidak ada kata bosan menulis.

Ya, semangat menulis itu merupakan kelebihan Akang, kan?

Ya, memang hanya itu. Jadi kuli mencangkul tidak bisa; kerja di pabrik enggak bisa. Apalagi disuruh dagang harus ada modal. Sekarang mah saya menulis hanya sekadar untuk dokumentasi, tidak untuk dibukukan. Menulis carpon atau artikel juga sekadar buat dokumen, tidak untuk dikirim ke media mana-mana--cukup untuk dimuat di fb penulis .

Ah, menulis apa saja. Juga tentang keluhan. Sebab, kini, media untuk menulis semakin berkurang. Media ada yang memberi honor dan lebih banyak yang tidak. Menulis di media besar juga banyak saingan. Sebagai penulis yang sudah tua, seharusnya saya sudah berhenti menulis. Juga tulisan saya banyak yang tidak dimuat redaktur.

Siapa tahu keluhan Akang dibaca Kang Dedi Mulyadi (KDM)?

Deuh. KDM mah senangnya membantu orang awam yang miskin, tetapi tidak senang menolong sastrawan miskin.

Mulai kapan Akang menulis tema tentang Padjadjaran? 

Menulis buku bertéma Padjadjaran sudah lebih dari 150 buku. Itu belum termasuk roman panjang Sareupna di Pajajaran yang berharap terbit 100 episode (sekarang baru terbit 80 episode karena kekurangan uang. Untuk membuat satu episode itu perlu mengadakan investigasi dulu. Biasanya penulisan satu episode selesai dalam satu bulan. Tetapi, sekarang sudah tiga bulan saya belum menulis lagi. Ya, karena sudah tidak ada biaya. Padahal hanya tinggal 20 episode.

Jangankan menulis sejarah di luar tema itu, pengetahuan saya tentang Padjadjaran juga  belum ada seperempatnya. Semakin diteliti, semakin beda kisah tentang Padjadjaran itu—berbeda dengan tulisan versi para sejarawan yang resmi diakui.

Sekarang, saya sedang meneliti mengapa setiap raja Padjadjaran yang lengser keprabon oleh para sejarahwan sering disebut wafat? Hasil penelitian saya, justru kisahnya masih panjang. Nah, tentang hal ini perlu biaya untuk melakukan investigasi. Apalagi biaya itu keluar dari saku sendiri.

Bukankah buku Sareupna di Pajajaran diterbitkan ulang?

Ya, tapi hal itu tidak signifikan. Sebab, uang buku itu bergantung pada oplag. Tahun lalu, buku itu dicetak ulang oleh seorang anggota déwan dengan jumlah cetak terbatas dan dibagikan ke peserta diskusi. Memang saya dapat uang. Tapi sipatnya bukan jual beli. Hanya stimulan begitulah.

KDM keturunan Padjadjaran?

Semua orang Sunda boleh berdalih keturunan Padjadjaran. Misalnya, nenek, kakek, dan buyut saya yang tinggal di tanah Sunda ini pasti keturunan Padjadjaran. Tetapi, ya, paling keturunan petani, pehuma, penggawa paling bawah, atau keturunan pembantu zaman Padjadjaran.

Berapa usia Akang sekarang? Mau terus menulis?

Maju ke 76 tahun. Sebentar lagi meninggal. Takutnya tidak selesai menulis tuntas episode Padjadjaran hingga tamat 100 episode.

Ada anak yang meneruskan?

Tidak ada. Tidak ada anak yang meneruskan. Malah anak saya jadi sopir ojek, sopir Grab.Mus

Mudah-mudahan tulisan ini dibaca KDM. Kemudian buku-buku tentang Padjadjaran karya Akang dibeli.

Lah, meski dibaca juga tetap tidak akan diperhatikan. Tidak akan viral.

Eh, siapa tahu. Tukang es gabus juga viral?

Iya, tapi saya aminkan saja. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)