Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

4 menit baca
Mildan Abdalloh
Ditulis oleh Mildan Abdalloh diterbitkan
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

AYOBANDUNG.ID — Tangan kecil Tejo begitu lincah memasang huruf demi huruf styrofoam pada papan berbalut spon. Sebuah penggaris pun ditempelkan pada bagian bawah huruf, sesekali dia memastikan jejeran huruf membentuk kata dan kalimat berjejer rapi.

Setelah dirasa rapi, penggaris berbahan aluminium dipukulkan, tujuannya mungkin untuk memastikan lem menempel ke spon.

Huruf demi huruf kembali diberi lem kayu, pemuda berbadan gelap tersebut kembali mengulang hal yang sama. Entah kesekian kalinya dia melakukan hal yang sama, namun yang jelas, papan-papan karangan bunga telah bertumpuk.

Suasana tersebut lumrah terlihat di Jalan Pasirluyu Selatan yang dalam beberapa tahun ini menjadi salah satu pusat toko bunga di Kota Bandung.

Baca Juga: Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Terlebih pada bulan-bulan sekarang, ketika resepsi pernikahan banyak berlangsung.

“Bulan Rajab sampai menjelang Ramadan memang menjadi berkah bagi kami,” ucap Jenal, pemilik N-Three Florist, Selasa, 3 Februari 2026.

Pada penanggalan Hijriah, bulan Rajab hingga Sya’ban dipercaya menjadi bulan yang baik untuk melaksanakan pernikahan atau khitanan. Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha karangan bunga, tidak terkecuali di kawasan Pasirluyu.

Hampir setiap hari, pesanan untuk ucapan selamat menikah atau happy wedding datang. Tidak heran, para pekerja pembuat papan karangan bunga pun hampir setiap hari sibuk.

Tidak jarang, pesanan yang masuk bukan dalam jumlah satu, tapi bisa belasan bahkan puluhan papan.

N-Three Florist yang dikelola Jenal pun beberapa waktu lalu sempat mendapat pesanan hingga puluhan papan karangan bunga. Bukan hanya dari Bandung, tetapi juga dari kota lainnya.

Baca Juga: Kisah Para Pelindung Pegunungan Karst dari Cidadap

“Biasanya kalau pesanan ke luar daerah, kami memanfaatkan jaringan di daerah asal. Kecuali kalau jumlahnya puluhan seperti kemarin, baru dikerjakan di sini dan dikirim ke luar daerah,” ucapnya.

Pertimbangannya adalah masalah biaya kirim. Biasanya para pelaku usaha florist memanfaatkan jasa kirim sendiri yang disebut luper. Untuk satu papan karangan bunga, ongkos kirimnya antara Rp30.000 hingga Rp200.000 tergantung jarak. Jasa tersebut hanya untuk kawasan Bandung. Untuk luar daerah dipastikan lebih tinggi lagi, sehingga pengiriman ke luar kota harus memanfaatkan jasa ekspedisi.

“Makanya kalau pesanan dari luar kota hanya satu atau dua, tetap kami terima, tapi pengerjaan menggunakan jaringan. Kalau jumlahnya banyak kami buat di sini dan dikirim, itu untuk menghemat ongkos,” katanya.

Sebagian toko bunga memang membebankan jasa kirim kepada pelanggan. Jenal sendiri, jika jaraknya dekat, tidak membebankan biaya tersebut kepada pelanggannya.

Baca Juga: Cibaduyut: Sentra Sepatu yang Berubah Menjadi Sentra Kemacetan

Terlepas dari itu, Jenal mengaku selama kurun dua bulan ini memang lumayan mendapat banyak pesanan, khususnya untuk resepsi pernikahan.

Kendati demikian, ucapan duka cita atau ucapan selamat dan sukses lainnya juga tetap diterima selama dua bulan terakhir ini.

“Berkah bagi kami, juga pelaku usaha lainnya,” katanya.

Dalam bisnis karangan bunga, memang terdapat mata rantai yang cukup panjang, mulai dari penjual jasa perangkai bunga, tukang bunga, petani bunga, hingga pelaku usaha styrofoam dan spon, termasuk perajin frame yang menjadi bahan dasar pembuatan karangan bunga.

Selama dua bulan terakhir, mereka mendapat berkah dari bulan Rajab dan Sya’ban dengan pesanan yang melimpah.

Jenal menambahkan, pemesanan bisa dilakukan dengan datang langsung ke tokonya maupun melalui nomor WhatsApp 0878-1100-6669. Harga yang ditawarkan mulai Rp500.000 sampai Rp2 juta tergantung ukuran dan spesifikasinya.

Salah satu pengrajin di Pasirluyu sedang merakit karangan bunga pesanan konsumen. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Salah satu pengrajin di Pasirluyu sedang merakit karangan bunga pesanan konsumen. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

Dari Tempat Pembuangan Sampah

Deretan toko bunga Pasirluyu memang baru ada beberapa tahun terakhir, bahkan kurang dari 10 tahun.

Adis, salah seorang pedagang di Pasirluyu, mengatakan sebelum menjadi salah satu pusat toko karangan bunga, Jalan Pasirluyu Selatan pada mulanya hanyalah tempat biasa.

Bahkan bisa dibilang sebagai tempat pembuangan sampah. Selain terdapat sebuah TPS dan bangunan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung, di kawasan tersebut juga mengalir sebuah sungai.

“Dulu mah ini seperti jarian (tempat pembuangan sampah). Kemudian diurug dan dijadikan toko-toko,” ucapnya.

Pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung, di Jalan Pasirluyu Selatan dibangun sebuah taman yang diberi nama Taman Regol.

Pada waktu itu, di kawasan tersebut mulai tumbuh warung-warung kaki lima. Di bagian lain, mulai ada pembangunan toko-toko di area pinggir sungai yang diurug.

Baca Juga: Kisah Hidup Perempuan Penyintas HIV di Bandung, Bangkit dari Stigma dan Trauma

Mulanya, mungkin toko-toko tersebut hanya akan disewakan sebagai tempat berjualan biasa. Akan tetapi, para penyewanya merupakan orang-orang yang bergerak dalam bidang jasa pembuatan karangan bunga.

Mereka yang sebelumnya memiliki toko serupa di kawasan Palasari dan Jalan Suci memilih berjualan di Pasirluyu karena harga sewa yang lebih ramah.

Seiring berjalannya waktu, kawasan Pasirluyu Selatan berubah wujud dari tanaman perdu menjadi salah satu pusat toko karangan bunga di Bandung. Ada belasan toko papan karangan bunga di kawasan tersebut.

Pada bulan-bulan seperti sekarang, mereka kebanjiran pesanan. Namun saat Ramadan biasanya terjadi penurunan karena sedikit orang yang menggelar pesta saat berpuasa. Pada bulan Ramadan, bahkan hanya satu atau dua papan saja yang terjual.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)