Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

5 menit baca
Gilang Fathu Romadhan Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Ilustrasi judi Kamboja.
Ilustrasi judi Kamboja.

AYOBANDUNG.ID - Cengkeraman mafia judi online Kamboja terasa sampai ke gang-gang sempit di Bandung. Ia tidak datang dengan todongan senjata, melainkan lewat notifikasi ponsel, iklan kerja yang terdengar waras, dan janji gaji yang terdengar masuk akal bagi dompet anak muda yang kempis menjelang akhir bulan. Dari luar, kisah ini tampak seperti cerita kriminal lintas negara. Dari dalam, ia lebih mirip kisah keseharian warga kota yang tergelincir pelan-pelan, lalu terbangun di tempat yang salah.

Bandung, kota yang kerap dipuja sebagai kota kreatif, ternyata juga subur bagi imajinasi jalan pintas ekonomi. Dari kamar kontrakan, rumah orang tua, hingga bangunan yang disamarkan sebagai toko kain, roda judi online berputar tanpa suara. Servernya jauh di Kamboja, tetapi operatornya duduk di kursi plastik, ditemani kopi sachet dan monitor bekas. Mereka bukan penjahat kelas kakap. Mereka adalah anak-anak muda yang terlalu cepat percaya bahwa rezeki bisa datang lewat Telegram.

Belum lama ini, muncul kasus empat pemuda Bandung Barat yang terungkap menjadi operator customer service judi online jaringan Kamboja yang diungkap pertengahan Januari 2026 lalu memberi gambaran telanjang tentang bagaimana praktik ini bekerja. Awalnya bukan judi. Awalnya narkoba. Polisi datang karena dugaan sabu. Namun seperti cerita detektif kelas warung kopi, pintu kecil justru membuka ruangan yang lebih besar.

Baca Juga: Hikayat Sarkanjut, Kampung Kecil yang Termasyhur di Priangan

Di sebuah rumah di Kampung Dungus Purna, Batujajar, polisi menemukan empat pemuda dengan peran berbeda-beda dalam satu cerita yang sama. Ada yang lebih dulu terjerumus, ada yang baru masuk. Mereka bekerja pada periode yang berbeda, tetapi duduk di meja yang sama. Monitor ada enam, pekerja ada empat. Sebuah kantor mini dengan target besar.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan bagaimana pengungkapan ini berjalan. “Ketiganya kedapatan sedang menjalankan aktivitas sebagai operator customer service situs judi online,” ujarnya dalam gelar perkara. Pernyataan itu terdengar sederhana, padahal di baliknya ada sistem, alur transaksi, dan jaringan lintas negara yang rapi.

Para pemuda ini bekerja untuk situs dengan nama-nama yang terdengar seperti kode parkir motor: JP6789, RP6789, RR YYY, dan RP88. Gajinya Rp5 juta per bulan. Tidak semuanya sudah menerima. Ada yang baru masuk Januari, ada yang sejak Oktober. Kerjanya bergantian, seperti shift jaga warnet zaman dulu. Bedanya, yang dijaga bukan game online, melainkan nasib orang lain yang sedang kalah taruhan.

Salah satu tersangka, M. Arman Priyatna Wijaya, mengaku terang-terangan bahwa motifnya sederhana. “Di situ saya cari lowongan kerja Kamboja, kemudian melamar ke satu perusahaan judol. Saya sudah lumayan lama, gajiannya Rp5 juta setiap bulan,” katanya. Kalimat itu jujur, datar, tanpa drama. Justru di situlah letak tragedinya. Judi online bukan lagi dunia gelap yang eksotis. Ia sudah menjadi pilihan kerja, setara dengan admin media sosial atau operator marketplace.

Baca Juga: Hikayat Judi Rancaekek Zaman Kolonial, Warga Eropa dan Pribumi Kabur saat Digerebek Polisi

Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis. Ancaman hukuman bisa mencapai 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Angka-angka besar itu terdengar seperti sesuatu yang hanya ada di televisi. Bagi para pelaku, yang terasa nyata justru monitor, target harian, dan pesan masuk dari pemain yang kalah.

Tapi kisah Bandung dan Kamboja tidak berhenti di Batujajar. Ia berkelindan dengan cerita lain, yang sempat menyita perhatian nasional.

Ragam Kasus Sebelumnya

Sebelumnya, ada nama Rizki Nurfadilah sempat menjadi simbol korban. Remaja asal Kabupaten Bandung ini dilaporkan hilang pada November 2025 lalu, disebut-sebut menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Kamboja. Latar belakangnya sebagai mantan pemain Diklat Persib membuat cerita ini terasa lebih dramatis. Publik membayangkan seorang pesepak bola muda yang mimpinya dirampas sindikat internasional.

Tetapi narasi itu cuma hidup beberapa hari, sampai sebuah video beredar. Dalam video tersebut, Rizki menyatakan dirinya pergi ke Kamboja atas kemauan sendiri dan dalam kondisi baik. Publik pun terbelah. Ada yang percaya, ada yang curiga. Di dunia judi online dan scam, kebenaran memang jarang tampil sendirian. Ia selalu datang beriringan dengan kepentingan.

Pihak keluarga menunjukkan foto Rizki Nurfadilah.
Pihak keluarga menunjukkan foto Rizki Nurfadilah.

Baca Juga: Sejarah Pacuan Kuda Tegallega Bandung, Panggung Ratu Wilhelmina yang Jadi Sarang Judi dan Selingkuh Tuan Eropa

Pemerintah turun tangan. Rizki dipulangkan pada 22 November 2025. Pemeriksaan dilakukan. Hasilnya mengubah arah cerita. Polisi menyatakan Rizki tidak terbukti sebagai korban TPPO. Ia berangkat secara sadar setelah menerima tawaran pekerjaan melalui media sosial. Pekerjaan itu berkaitan dengan aktivitas scam online. Ia tahu akan bekerja apa, meski mungkin tidak sepenuhnya memahami risikonya.

Di titik ini, batas antara korban dan pelaku menjadi kabur. Apakah orang seperti Rizki sepenuhnya pelaku? Ataukah ia korban dari ilusi ekonomi digital yang menjanjikan uang cepat tanpa syarat rumit? Negara memilih jalan tengah: tetap menyelidiki jaringan perekrut, sambil menegaskan bahwa bujuk rayu di media sosial adalah pintu masuk utama ke kejahatan ini.

Cerita serupa muncul dari Kabupaten Bandung Barat. Tiga warga tergiur iklan lowongan kerja di Facebook yang menjanjikan posisi operator di Thailand. mereka lantas berangkat pada Juni 2025. Nyatanya, mereka hanya transit. Tujuan akhirnya Kamboja. Di sana, mereka dipaksa menjadi operator judi online dan scam. Gaji tinggi berubah menjadi jerat.

Kepala Bidang P3TKT Disnakertrans KBB, Dewi Andani, menyebut mereka terbujuk iklan Facebook. “Jadi hampir sama dengan kasus-kasus sebelumnya. Mereka terbujuk oleh rayuan iklan di media sosial,” ujarnya.

Karena berangkat tanpa prosedur resmi, ketiganya tercatat sebagai Pekerja Migran Indonesia ilegal. Mereka juga telah overstay berbulan-bulan di Kamboja. Akibatnya, satu-satunya jalan pulang adalah deportasi. Pilihan lain sebenarnya ada, tapi biayanya membuat dahi berkerut. Denda overstay di Kamboja bisa mencapai sekitar Rp40 juta per orang. Angka yang bagi banyak keluarga di Bandung Barat terdengar seperti harga rumah kecil, bukan ongkos pulang kampung.

Baca Juga: Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Pada November 2024, polisi menggerebek sebuah rumah di kawasan Muara Indah, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Dari luar, rumah itu tampak biasa. Bahkan dikamuflase sebagai tempat penjualan kain. Tapi di dalamnya, aktivitasnya jauh dari tekstil.

Rumah itu menjadi markas admin dan telemarketing judi online. Lima orang diamankan, satu supervisor dan empat telemarketing perempuan. Bisnisnya sudah berjalan dua tahun. Omzetnya mencengangkan: ratusan juta rupiah per bulan. Servernya? Lagi-lagi Kamboja.

Jejaring mata rantai ini terlihat jelas. Di satu sisi, warga desa tergiur iklan kerja dan berakhir sebagai operator judol di luar negeri. Di sisi lain, rumah-rumah di kota dijadikan cabang sunyi industri yang sama. Judi online bekerja lintas negara, lintas kelas sosial, dan lintas rasa bersalah.

Bandung dalam peta ini berperan ganda. Ia adalah pemasok tenaga kerja murah dan pasar potensial. Anak mudanya cakap teknologi. Warganya akrab dengan gawai. Sebuah kombinasi yang, tanpa literasi digital dan perlindungan ekonomi, mudah dibajak.

Yang menarik, banyak pelaku bukan datang dari latar kriminal. Mereka tidak tumbuh dengan mimpi jadi penipu. Mereka hanya tumbuh di zaman yang memuja kecepatan dan hasil instan. Judi online dan scam menawarkan ilusi profesionalisme: jam kerja jelas, target jelas, gaji bulanan. Mirip startup, tapi minus legalitas dan etika.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)