Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Gilang Fathu Romadhan Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Restu Nugraha Sauqi diterbitkan Jumat 23 Jan 2026, 14:03 WIB
Ilustrasi judi Kamboja.

Ilustrasi judi Kamboja.

AYOBANDUNG.ID - Cengkeraman mafia judi online Kamboja terasa sampai ke gang-gang sempit di Bandung. Ia tidak datang dengan todongan senjata, melainkan lewat notifikasi ponsel, iklan kerja yang terdengar waras, dan janji gaji yang terdengar masuk akal bagi dompet anak muda yang kempis menjelang akhir bulan. Dari luar, kisah ini tampak seperti cerita kriminal lintas negara. Dari dalam, ia lebih mirip kisah keseharian warga kota yang tergelincir pelan-pelan, lalu terbangun di tempat yang salah.

Bandung, kota yang kerap dipuja sebagai kota kreatif, ternyata juga subur bagi imajinasi jalan pintas ekonomi. Dari kamar kontrakan, rumah orang tua, hingga bangunan yang disamarkan sebagai toko kain, roda judi online berputar tanpa suara. Servernya jauh di Kamboja, tetapi operatornya duduk di kursi plastik, ditemani kopi sachet dan monitor bekas. Mereka bukan penjahat kelas kakap. Mereka adalah anak-anak muda yang terlalu cepat percaya bahwa rezeki bisa datang lewat Telegram.

Belum lama ini, muncul kasus empat pemuda Bandung Barat yang terungkap menjadi operator customer service judi online jaringan Kamboja yang diungkap pertengahan Januari 2026 lalu memberi gambaran telanjang tentang bagaimana praktik ini bekerja. Awalnya bukan judi. Awalnya narkoba. Polisi datang karena dugaan sabu. Namun seperti cerita detektif kelas warung kopi, pintu kecil justru membuka ruangan yang lebih besar.

Baca Juga: Hikayat Sarkanjut, Kampung Kecil yang Termasyhur di Priangan

Di sebuah rumah di Kampung Dungus Purna, Batujajar, polisi menemukan empat pemuda dengan peran berbeda-beda dalam satu cerita yang sama. Ada yang lebih dulu terjerumus, ada yang baru masuk. Mereka bekerja pada periode yang berbeda, tetapi duduk di meja yang sama. Monitor ada enam, pekerja ada empat. Sebuah kantor mini dengan target besar.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan bagaimana pengungkapan ini berjalan. “Ketiganya kedapatan sedang menjalankan aktivitas sebagai operator customer service situs judi online,” ujarnya dalam gelar perkara. Pernyataan itu terdengar sederhana, padahal di baliknya ada sistem, alur transaksi, dan jaringan lintas negara yang rapi.

Para pemuda ini bekerja untuk situs dengan nama-nama yang terdengar seperti kode parkir motor: JP6789, RP6789, RR YYY, dan RP88. Gajinya Rp5 juta per bulan. Tidak semuanya sudah menerima. Ada yang baru masuk Januari, ada yang sejak Oktober. Kerjanya bergantian, seperti shift jaga warnet zaman dulu. Bedanya, yang dijaga bukan game online, melainkan nasib orang lain yang sedang kalah taruhan.

Salah satu tersangka, M. Arman Priyatna Wijaya, mengaku terang-terangan bahwa motifnya sederhana. “Di situ saya cari lowongan kerja Kamboja, kemudian melamar ke satu perusahaan judol. Saya sudah lumayan lama, gajiannya Rp5 juta setiap bulan,” katanya. Kalimat itu jujur, datar, tanpa drama. Justru di situlah letak tragedinya. Judi online bukan lagi dunia gelap yang eksotis. Ia sudah menjadi pilihan kerja, setara dengan admin media sosial atau operator marketplace.

Baca Juga: Hikayat Judi Rancaekek Zaman Kolonial, Warga Eropa dan Pribumi Kabur saat Digerebek Polisi

Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis. Ancaman hukuman bisa mencapai 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Angka-angka besar itu terdengar seperti sesuatu yang hanya ada di televisi. Bagi para pelaku, yang terasa nyata justru monitor, target harian, dan pesan masuk dari pemain yang kalah.

Tapi kisah Bandung dan Kamboja tidak berhenti di Batujajar. Ia berkelindan dengan cerita lain, yang sempat menyita perhatian nasional.

Ragam Kasus Sebelumnya

Sebelumnya, ada nama Rizki Nurfadilah sempat menjadi simbol korban. Remaja asal Kabupaten Bandung ini dilaporkan hilang pada November 2025 lalu, disebut-sebut menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Kamboja. Latar belakangnya sebagai mantan pemain Diklat Persib membuat cerita ini terasa lebih dramatis. Publik membayangkan seorang pesepak bola muda yang mimpinya dirampas sindikat internasional.

Tetapi narasi itu cuma hidup beberapa hari, sampai sebuah video beredar. Dalam video tersebut, Rizki menyatakan dirinya pergi ke Kamboja atas kemauan sendiri dan dalam kondisi baik. Publik pun terbelah. Ada yang percaya, ada yang curiga. Di dunia judi online dan scam, kebenaran memang jarang tampil sendirian. Ia selalu datang beriringan dengan kepentingan.

Pihak keluarga menunjukkan foto Rizki Nurfadilah.
Pihak keluarga menunjukkan foto Rizki Nurfadilah.

Baca Juga: Sejarah Pacuan Kuda Tegallega Bandung, Panggung Ratu Wilhelmina yang Jadi Sarang Judi dan Selingkuh Tuan Eropa

Pemerintah turun tangan. Rizki dipulangkan pada 22 November 2025. Pemeriksaan dilakukan. Hasilnya mengubah arah cerita. Polisi menyatakan Rizki tidak terbukti sebagai korban TPPO. Ia berangkat secara sadar setelah menerima tawaran pekerjaan melalui media sosial. Pekerjaan itu berkaitan dengan aktivitas scam online. Ia tahu akan bekerja apa, meski mungkin tidak sepenuhnya memahami risikonya.

Di titik ini, batas antara korban dan pelaku menjadi kabur. Apakah orang seperti Rizki sepenuhnya pelaku? Ataukah ia korban dari ilusi ekonomi digital yang menjanjikan uang cepat tanpa syarat rumit? Negara memilih jalan tengah: tetap menyelidiki jaringan perekrut, sambil menegaskan bahwa bujuk rayu di media sosial adalah pintu masuk utama ke kejahatan ini.

Cerita serupa muncul dari Kabupaten Bandung Barat. Tiga warga tergiur iklan lowongan kerja di Facebook yang menjanjikan posisi operator di Thailand. mereka lantas berangkat pada Juni 2025. Nyatanya, mereka hanya transit. Tujuan akhirnya Kamboja. Di sana, mereka dipaksa menjadi operator judi online dan scam. Gaji tinggi berubah menjadi jerat.

Kepala Bidang P3TKT Disnakertrans KBB, Dewi Andani, menyebut mereka terbujuk iklan Facebook. “Jadi hampir sama dengan kasus-kasus sebelumnya. Mereka terbujuk oleh rayuan iklan di media sosial,” ujarnya.

Karena berangkat tanpa prosedur resmi, ketiganya tercatat sebagai Pekerja Migran Indonesia ilegal. Mereka juga telah overstay berbulan-bulan di Kamboja. Akibatnya, satu-satunya jalan pulang adalah deportasi. Pilihan lain sebenarnya ada, tapi biayanya membuat dahi berkerut. Denda overstay di Kamboja bisa mencapai sekitar Rp40 juta per orang. Angka yang bagi banyak keluarga di Bandung Barat terdengar seperti harga rumah kecil, bukan ongkos pulang kampung.

Baca Juga: Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Pada November 2024, polisi menggerebek sebuah rumah di kawasan Muara Indah, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Dari luar, rumah itu tampak biasa. Bahkan dikamuflase sebagai tempat penjualan kain. Tapi di dalamnya, aktivitasnya jauh dari tekstil.

Rumah itu menjadi markas admin dan telemarketing judi online. Lima orang diamankan, satu supervisor dan empat telemarketing perempuan. Bisnisnya sudah berjalan dua tahun. Omzetnya mencengangkan: ratusan juta rupiah per bulan. Servernya? Lagi-lagi Kamboja.

Jejaring mata rantai ini terlihat jelas. Di satu sisi, warga desa tergiur iklan kerja dan berakhir sebagai operator judol di luar negeri. Di sisi lain, rumah-rumah di kota dijadikan cabang sunyi industri yang sama. Judi online bekerja lintas negara, lintas kelas sosial, dan lintas rasa bersalah.

Bandung dalam peta ini berperan ganda. Ia adalah pemasok tenaga kerja murah dan pasar potensial. Anak mudanya cakap teknologi. Warganya akrab dengan gawai. Sebuah kombinasi yang, tanpa literasi digital dan perlindungan ekonomi, mudah dibajak.

Yang menarik, banyak pelaku bukan datang dari latar kriminal. Mereka tidak tumbuh dengan mimpi jadi penipu. Mereka hanya tumbuh di zaman yang memuja kecepatan dan hasil instan. Judi online dan scam menawarkan ilusi profesionalisme: jam kerja jelas, target jelas, gaji bulanan. Mirip startup, tapi minus legalitas dan etika.

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)