Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

6 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026. Hadiah Jasa adalah bentuk penghargaan dari kepada individu atau lembaga yang berjasa dalam pengembangan bahasa dan sastra daerah. Hadiah jasa diberikan sejak tahun 1990, tetapi terhenti tahun 2018. Mulai tahun 2025, memberikan kembali hadiah tersebut.

Tempat tinggal Kang Aan, sapaan akrab, penulis Aan Merdeka Permana, berada di kawasan Bandung timur. Kalau dari arah Cicaheum, teruslah hingga tiga kilometer lagi ke arah timur. Pas tikungan sebelum tanjakan Sukamiskin, berhentilah. Ada gang kecil ke kiri. Sebuah gang sempit, yang cukup untuk satu motor.

Rumah-rumah berimpitan di kanan kiri. Semakin ke dalam, semakin menanjak, dan semakin menyempit seperti leher botol. Kalau ada motor yang datang dari arah berlawanan, tampaknya salah satu harus berhenti mengalah. Nah, sekira 150 meter, tanyakan nama Pak Aan Wartawan, pasti orang-orang akan menunjukkan rumahnya.

Tepatnya rumah Kang Aan berada di Kampung Kertasari Kelurahan Karangpamulang Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung. Dulu, kampung ini terkenal dengan sebutan Kampung Newblek. 

Di ruang kerja sekaligus ruang tamu itu penuh dengan buku dan naskah-naskah garapannya. Kursi sofa kesayangan Kang Aan masih ada. Kursi Sofa itulah tempatnya setiap hari duduk mengetik, menulis artikel, menulis naskah buku, dan lain-lain. 

Kemarin, Senin, 1 Februari 2026 ketika penulis mengabarkan lewat whats up bahwa Kang Aan dinyatakan sebagai pemenang Hadiah Jasa dari Yayasan Kebudayaan Rancage, ia tampak gembira sekali dan memperlihatkan sebuah foto saat ia sedang menulis di sofa kesayangannya di tengah tumpukan naskah-naskah. 

Ketika ditanya senang tidak mendengar kabar itu?

Nya atoh we. Maenya kudu ambeuk. Hadiah jang aki aki nu haben nulis taya kabosen,” jawabnya.

Dari sofa di rumah sempit warna merah itulah, lahir sejumlah karya tulis.  Ia menyebutkan bagaimana kegiatan sehari-harinya.

“Saya tidur setelah Isya. Bangun pukul dua malam. Mulai duduk di sofa itu. Buka laptop. Terus mengetik hingga ketemu Isya lagi. Saya baru beranjak kalau salat, mandi, makan. Begitu setiap hari.

Kalau ditanya sudah berapa banyak karya yang dihasilkan--saking banyaknya--ia lupa. 

“Kalau dikira-kira, ya sekitar 150 novel. Kalau carpon atau cerpen lebih dari 1.000 judul. Belum dihitung, satu novel itu ada yang 12 seri seperti misalnya Silalatu Gunung Salak.

Soal kualitas karya-karyanya, bagi Kang Aan itu bukan tujuan utama. Terserah ia mau disebut sastrawan atau bukan. Terserah ia mendapat cibiran atau sanjungan dari pengamat sastra. 

“Semua karya saya, saya serahkan kepada pembaca yang menilai. Saya percaya, setiap penulis mempunyai pasarnya sendiri. Ada yang suka buku-buku sastra. Begitu pun karya saya ada pembacanya sendiri. Yang penting saya bisa terus menulis. Sebab, kabisa saya ngan cuma menulis. Dapur saya ngebul karena saya menulis,” katanya.

Meskipun begitu, di antara karyanya Sasakala Bojong Emas meraih penghargaan “Hadiah Samsudi Rancage” pada tahun 2009 dari Yayasan Kebudayaan Rancage. Kang Aan sendiri meraih penghargaan Anugerah Budaya Nusantara dari Partai Amanat Nasional Tahun 2017.

Sejumlah karya Kang Aan di antaranya, buku Sunda: Silalatu Gunung Salak; Sasakala Bojong Emas; Pasukan Siluman H. Prawatasari; Sriman Sriwacana Palangka Raja; Rambut Kasih; Misteri Rawa Onom; Rusiah Pelet Marongge; Saritem. Buku Bahasa Indonesia: Senja Jatuh di Pajajaran; Kunanti di Gerbang Pakuan; Memburu Kitab Karatuan Sunda; Dendam Surawisesa; Gadis Tionghoa; Pangeran Nusantara Jaya.

Bakat yang Diturunkan dari Ayahnya

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menurut Kang Aan, ia menulis sejak SMP. Mungkin bakatnya itu diturunkan dari ayahnya yang suka menulis naskah drama di Gang Masjid, Cicadas. Selain itu, sejak SD, Kang Aan memang suka menonton drama Sunda di Cicadas. Dari menonton drama itulah, ia mengenal Pajajaran. Prabu Siliwangi. Dan ia mulai senang bercerita. Dari situlah, bakat menulisnya tumbuh.

Tulisan pertamanya tahun 1964-an berupa sajak dimuat di rubrik “Pertemuan Kecil” asuhan Saini KM di Pikiran Rakyat

“Waktu itu saya bangga sekali. Tulisan saya berjejer dengan sastrawan Yayat Hendayana dan Wahyu Wibisana.”

Setelah itu, carponnya dimuat di majalah Mangle. Temanya bukan tentang anak-anak, melainkan  tentang kesengsaraan seorang guru.

“Carpon itu sebenarnya bercerita tentang ayah saya yang merupakan seorang guru,” kenangnya.

Lalu, pergilah Kang Aan bersepeda mengambil honor ke majalah Mangle. Si sekretaris redaksinya, bertanya kepada Aan kecil mana surat kuasanya? Aan kecil waktu itu bingung surat kuasa apa sebab dia sendiri yang menulis carpon itu. Rupanya si sekred tidak percaya bahwa carpon itu dibuat oleh Kang Aan yang masih SMP.

Setelah itu, tulisan demi tulisan mengalir. Tahun 1974 Abdullah Mustafa, yang bekerja di Mangle, meminta Kang Aan untuk magang, membantunya di Mangle. Di Mangle, Kang Aan hanya bisa bertahan empat tahun.

Lalu, Kang Aan tahun 1978 pindah menjadi Redaktur Pelaksana koran Sipatahoenan. Kantor Sipatahoenan bertempat di Jalan Sumatra. Kini, kantor Paguyuban Pasundan. 

“Di Sipatahoenan gajinya lebih besar, tetapi lebih capek karena berupa koran harian. Jadi, harus kerja setiap hari,” kata Kang Aan. Di Sipatahoenan, Kang Aan digembleng oleh penulis-penulis besar.

Sama, di Sipatahoenan Kang Aan bertahan empat tahun hingga tahun 1982. Setelah itu, bergabung dengan Galura bersama Us Tiarsa, baik sebelum atau sesudah diambil alih oleh Pikiran Rakyat. “Di Pikiran Rakyat jadi tenaga magang selama 13 tahun. Tapi, setiap tulisan yang dimuat dibayar. Jadi gajinya terasa besar,” kata penulis yang tak lulus dari Akademi Bahasa Asing Jurusan Bahasa Jepang ini.

Di Grup Pikiran Rakyat, selain di Galura, juga membantu Kabar Priangan di Tasikmalaya. Pensiun di PR tahun 2007. Lalu, mendirikan Ujung Galuh yang karena kurang modal hanya bertahan 22 nomor.

Ide Menulis Tak Pernah Kering

Buku karya Aan M.P. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku karya Aan M.P. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Kang Aan setiap hari menulis. Tak peduli apakah tulisannya bakal dimuat/diterbitkan atau tidak. Yang penting menulis. Entahlah, idenya selalu ada. Tak pernah kering. Kalau tidak dituliskan hari itu, besok takut lupa. Katanya, di dalam pikiran ini antre berbagai ide yang belum tertuliskan. 

“Malah, saya takut mati karena belum semua ide ini tertuliskan semua,” kata Aan berseloroh.

Kang Aan tak pernah menawarkan tulisan ke penerbit, apalagi setelah ia pensiun dari Pikiran Rakyat. Ia fokus mendirikan Penerbit CV Pajajaran Mandiri untuk menampung tulisan-tulisannya. Lalu, buku-bukunya ia jual sendiri melalui facebook. 

“Ada saja pembelinya. Kebanyakan dari luar daerah,” katanya. 

Tapi ada juga  penerbit lain yang datang. Ia tinggal menyodorkan naskah yang sudah ada. 

“Saya tidak menawarkan tulisan ke koran. Suka tidak dikasih tahu apakah itu terbit atau tidak. Malah, tahunya kata orang. Kecuali kalau redakturnya yang minta, saya kasih.”

Baca Juga: Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Menurutnya, ia pernah menulis tiga novel dalam dua hari. Ketika itu ada yang pesan buku banyak. Pembelinya berjanji akan membeli semua judul bukunya, termasuk di antaranya buku yang baru dibuat berupa judulnya saja. 

“Saya menulis tiga novel selama dua hari. Dua hari itu, saya ngagudrud we ngeutik. Tidak beranjak dari kursi sofa. Untung setiap novel isinya tak terlalu panjang, berupa novelet. Ya, 70 halamanan lah,” jelasnya.

Selama 50 tahun jadi penulis, ia tidak pernah merasa kaya. “Tapi, keluarga saya tidak mati karena kurang makan.” (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.