Sunda di Mata Eropa: Membaca Catatan Penjelajahan (Penjajahan) Paling Awal tentang Kita

3 menit baca
Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan
Suasana Pasar Kosambi, Bandung, tahun 1938. (Sumber: KITLV)
Suasana Pasar Kosambi, Bandung, tahun 1938. (Sumber: KITLV)

Suma Oriental (1512-1515) mahakarya dari Tome Pires. Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Armando Cortesao dan diterbitkan oleh Robert MacLehose and Co. Ltd., The University Press, Glasgow (1944), menarik.

Ia adalah arsip kolonial awal, panduan strategis bagi Portugis, sekaligus jendela pertama bagi Eropa untuk memetakan potensi kita. Di balik catatan detail yang kaya dengan daya eksplorasinya, ada sayup-sayup superioritas kolonial.

Sunda digambarkan sebagai medan liar yang eksotis, megah, tapi tetap berada dalam bingkai yang subaltern. Membaca ulang Pires Si Apoteker dan Penjelajah ulung hari ini melalui lensa pascakolonial bukan sekadar sejarah, tapi praktik kritik. Kita akan menelisik kuasa, melihat soal narasi yang dibentuk, dan menyadari bagaimana sejarah masa lalu membentuk persepsi hari ini.

Inilah yang Dituliskannya

Pires membuka narasinya dengan mendeskripsikan kota Dayo, tempat raja sering tinggal, dan pelabuhan Calapa. Tiap tiang rumah raja setinggi lima fathoms, lima ratus kayu menopang rumah besar, ukiran indah menghias puncak tiang. Semua tercatat dengan presisi Portugis.

Raja digambarkan sebagai penguasa gagah, atlet berburu, dikelilingi dua permaisuri dan ribuan selir, punya ribuan kuda dan puluhan gajah. Dalam catatan Pires, Sunda tampak memukau, meskipun pada akhirnya dibingkai juga sebagai “heathen”. Sebuah ungkapan yang menaklukan ala kolonial. Eksotika selalu jadi alasan untuk intervensi. Ini adalah siasat kuasa yang menegaskan posisi Portugis. Kemegahan Sunda dilihat sebagai sebagai peluang eksploitasi.

Lihatlah cara Pires mencatat Sunda sebagai pusat perdagangan yang kaya. Lada berkualitas lebih baik dari Malaka, beras melimpah hingga sepuluh junk per tahun, emas delapan mate, kain kasar, dan budak dari Maladewa. Ekonomi lokal hanya menjadi soal komoditas, dicatat guna kepentingan kolonial. Narasi yang mempertontonkan soal kuasa ekonomi yang membentuk pengetahuan.

Jalan Braga tahun 1930-an. (Sumber: KITLV)
Jalan Braga tahun 1930-an. (Sumber: KITLV)

Pelabuhan-pelabuhan Sunda, dituliskan seperti Bantam, Pontang, Cheguide, Tamgara, Calapa diuraikan rinci. Jalur pelayaran, letak sungai, kota-kota perdagangan. Catatannya melampaui geografi, diam-diam Pires menunjukkan di mana Eropa bisa menancapkan dirinya. Nama-nama tempat disesuaikan dengan peta Portugis, ia membentuk simbol kolonial atas ruang Sunda. Inilah laut dan perdagangan, sebuah inti dari kolonialisme awal.

Pires juga menyoal ritual pembakaran diri istri dan elit lokal ketika raja mangkat. Catatan itu, meskipun detil, dibingkai sebagai keanehan yang mengagumkan sekaligus memicu jarak moral antara Eropa dan “heathen”.

Orang Sunda digambarkan gagah, jujur, dan tangkas, sementara tetangganya Jawa disebut licik dan diabolik. Nada ini tentunya menegaskan binaritas kolonial. Berkali-kali kita diobjektivikasi menjadi sumber pengamatan dan strategi penaklukan.

Relevansi Hari Ini

Membaca Suma Oriental hari ini penting bukan hanya untuk memahami logika kolonial masa lalu, tetapi juga untuk bercermin pada praktik representasi kita sendiri di masa kini.

Jika pada abad ke-16 catatan Tome Pires jelas berfungsi sebagai pengetahuan untuk membuka gerbang penjajahan fisik, dengan memetakan ruang, ekonomi, dan budaya demi kontrol. Maka hari ini bias serupa bisa muncul dalam bentuk yang lebih senyap. Ia tidak selalu datang dari orang asing, tetapi justru dari kita sendiri, ketika menuliskan kebudayaan Sunda (atau kebudayaan sesama orang Sunda) dengan cara merendahkan, mengerdilkannya. Bukan lagi untuk penaklukan wilayah, melainkan untuk kontrol simbolik. Menentukan siapa yang dianggap maju, siapa yang dianggap tertinggal.

Di titik inilah bacaan pascakolonial menjadi praksis etis. Kita diajak untuk tidak menjadi pelaku maupun korban, tidak menjadi penjajah baru dalam bahasa, pengetahuan, dan kebijakan, sekaligus tidak pasrah sebagai yang terjajah secara simbolik.

Penting bagi komunitas terutama yang berada dalam posisi rentan untuk berani berbicara, unjuk diri secara tepat, dan membuka ruang-ruang representasi yang asertif.

Pesan Suma Oriental justru terletak pada kehalusannya. Tentang cara kuasa penjajahan yang beroperasi melalui deskripsi yang tampak netral atas nama penjelajahan.

Karena itulah, membaca Pires secara kritis juga berarti waspada terhadap narasi-narasi tentang Sunda yang berkembang hari ini. Yang hadir dari diri sendiri maupun  orang lain, agar kita tidak mengulang logika kolonial dalam wajah yang berbeda, dan mampu memaknai sejarah serta kebudayaan kita dengan martabat dan kesadaran kritis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arfi Pandu Dinata
Menulis tentang agama, budaya, dan kehidupan orang Sunda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.