Resolusi Ketenagakerjaan 2026 dan Hilirisasi Produk Futuristik

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Minggu 18 Jan 2026, 10:08 WIB
Pameran Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sabuga ITB. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pameran Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sabuga ITB. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kondisi ketenagakerjaan memasuki tahun 2026 diliputi faktor ketidakpastian yang melanda dunia industri. Lapangan kerja yang layak bagi mereka yang memiliki kompetensi dan tingkat pendidikan yang tinggi semakin langka. Pemkot Bandung perlu memikirkan strategi industrialisasi untuk membuka lapangan kerja dengan jalan hilirisasi produk futuristik. Apalagi di Kota Bandung ada Politeknik Manufaktur Bandung  (Polman). Serta banyak perusahaan manufacturing BUMN dan perusahaan swasta yang memiliki kemampuan untuk membuat produk futuristik seperti PT Pindad, PT Pudak dan lain-lain.

Memasuki tahun 2026 ada harapan yang tersisa bagi pekerja terkait dengan pelaksanaan hilirisasi produk futuristik yang digadang-gadang bisa menciptakan lapangan kerja layak bagi angkatan kerja berpendidikan.

Hilirisasi terkait dengan produk futuristik membutuhkan Manufacturing Extension Centers (MEC) yang selama ini telah menjadi model yang efektif di negara maju.  Eksistensi MEC menyediakan layanan khusus kepada manufaktur kecil dan menengah untuk meningkatkan proses produksi, upgrade teknologi, pelatihan tenaga kerja, optimalisasi rantai pasokan, dan peluang ekspor.

Selama ini Amerika Serikat yang menerapkan MEC mempekerjakan para insinyur yang berpengalaman dalam bidang teknologi industri untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar, menghubungkan dengan sumber daya yang tepat, dan mengembangkan beragam proyek yang strategis. Indonesia perlu mengadopsi fleksibilitas MEC yang sesuai dengan  lokalitas dan klasterisasi yang sesuai dengan kondisi geografis.

Penerapan MEC bisa mengatasi masalah yang selama ini dihadapi Indonesia terkait dengan kondisi perdagangan logam dunia, seperti halnya permintaan aluminium global yang fluktuatif bahkan sering lesu. Industri aluminium di tanah air justru harus lebih digenjot dan mampu berperan sebagai startup nation yang melakukan berbagai inovasi untuk pengembangan produk futuristik seperti halnya produk Alcoa yang bernama Micro Mill.

Teknologi Micro Mill yang telah dipatenkan Alcoa ini, mampu mengubah struktur mikro logam yang memungkinkan pabrik menghasilkan aluminium terbaik. Yaitu 40 persen lebih mudah dibentuk dan 30 persen lebih kuat dibanding aluminium yang digunakan dalam industri otomotif yang ada saat ini.Alcoa Micro Mill merupakan inovasi besar dalam material aluminium. Selama ini alumunium konvensional tidak bisa di press menjadi bentuk yang rumit karena memiliki batas kelenturan dengan toleransi yang sangat kecil.

Peringatan sejumlah ekonom yang menyatakan bahwa Indonesia mulai mengalami deindustrialisasi patut mendapat perhatian serius memasuki 2026. Kondisi industri manufaktur atau pengolahan hasilnya tidak mencapai 20 persen terhadap PDB. Padahal peran industri pengolahan dalam negeri sempat menyentuh level 29 persen pada masa rezim orde baru. Masalah ketenagakerjaan kian hari semakin krusial. Sektor ketenagakerjaan semakin banyak terkena disrupsi.

Elastisitas ketenagakerjaan atau employment elasticity cenderung terus berkurang selama lima tahun terakhir. Kondisi lima tahun terakhir masih memprihatinkan. Elastisitas serapan tenaga kerja per satu persen pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi hanya menyerap 250 ribu tenaga kerja. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan elastisitas serapan tenaga kerja pada 10 tahun lalu yang mencapai 500 ribu tenaga kerja.
Penurunan elastisitas ketenagakerjaan semakin rendah karena kurangnya perlindungan terhadap pasar domestik dari serbuan produk impor. Selain itu tingginya impor bahan baku dan barang modal membuat pertumbuhan industri domestik semakin berat.
Industri di Indonesia semakin tertinggal  oleh ekosistem advanced manufacturing yang sedang getol dilakukan oleh negara maju. Ekosistem tersebut bukan sekadar soal mesin canggih atau robot pintar, yakni ekosistem yang menghubungkan riset fundamental dengan dominasi pasar global.

Ada seberkas harapan terkait program hilirisasi aluminium yang didukung oleh Danantara. Hal itu di masa mendatang sangat mendukung pengembangan industri otomotif. Industri otomotif bisa rancang bangun ulang karena lembaran aluminium Micro Mill lebih mudah diubah menjadi bentuk yang lebih rumit seperti pada panel-panel di dalam pintu dan fender eksternal yang saat ini hanya bisa dibuat dengan lembaran baja. Teknologi Micro Mill akan menjadi logam dengan proses pembentukan menjadi komponen tercepat.

 Perlu strategi dan terobosan industri aluminium nasional yang mampu menumbuhkan produksi hingga 12 persen. Mestinya industri aluminium tumbuh signifikan seiring pertumbuhan industri otomotif dan properti, yang notabene adalah sektor terbesar pengguna aluminium.Pertumbuhan industri aluminium idealnya dua kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi pengembangan industri aluminium nasional juga harus mampu memproyeksikan kebutuhan aluminium hingga 2030 dan mewujudkan mekanisme penyerapan produk PT Inalum secara ideal bagi industri hilir .

Industri aluminium adalah industri logam dasar di samping industri besi, tembaga dan lain-lain yang sangat dibutuhkan terutama pada infrastruktur dan pendukung sektor industri lainnya. Dalam rangka meningkatkan nilai tambah aluminium, perlu mendirikan pabrik aluminium alloys yang tangguh, yaitu industri antara yang menghubungkan industri primer dengan industri hilir aluminium.

Baca Juga: Lomba, Hadroh, dan Rajaban

Selama ini ada kondisi yang belum ideal dan cenderung merugikan karena industri hilir masih mengimpor produk industri antara dalam bentuk log atau alloy sebelum dilakukan proses ekstrusi untuk mendapatkan produk akhir.Kawasan industri Kuala Tanjung harus segera digenjot perkembangannya terkait dengan pengembangan industri antara dan hilir aluminium. Kuala Tanjung memiliki keunggulan kompetitif karena potensi pembelian bahan baku aluminium cair dan biaya transportasi bahan baku yang rendah.

Aluminium dihasilkan pabrik peleburan aluminium melalui proses terhadap bahan baku berupa alumina didalam tungku yang dikenal sebagai pot reduksi. Produk yang dihasilkan berupa aluminium primer yang selanjutnya akan diproses lanjut menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi seperti batangan ingot, pelet,butiran, serbuk, slab/pelat, billet/pipa pejal dan pipa berlubang. PT Inalum adalah salah satu produsen dunia aluminium primer dalam bentuk ingot.

Pemerintah harus mampu menjadikan industri aluminium sebagai industri strategis. Untuk itu sudah mendesak pembenahan industri antara berupa pabrik paduan aluminium (aluminium alloy cast house) dengan billet dan foundry alloy sebagai produk utamanya.  (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

Komunikasi Anti Macet 

Ayo Netizen 15 Jan 2026, 18:21 WIB
Komunikasi Anti Macet 

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)