Komunikasi Anti Macet 

3 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Ilustrasi kemacetan. (Sumber: Pexels | Foto: Stan)
Ilustrasi kemacetan. (Sumber: Pexels | Foto: Stan)

Secara bertahap, gelar kota paling macet di Indonesia kini berpindah ke Bandung. Dulu kota termacet itu seringkali dialamatkan ke Jakarta. Namun berdasarkan hasil riset TomTom Traffic Index tahun 2024, lembaga riset transportasi internasional asal Belanda, bahwa Bandung kali ini menduduki posisi teratas untuk kemacetan di Indonesia, sekaligus menempati urutan ke-12 secara global.

Predikat ini tentu memalukan untuk warga Bandung. Kota yang dulunya dijuluki Paris Van Java dengan tagline "Bandung is Beautiful", kini justru identik dengan kemacetan di berbagai sudut. Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk segera bertindak. Memasuki 2026, sudah seharusnya Bandung memantapkan target Bandung bebas macet.

Kemacetan merugikan semua pihak. Dengan macet siapa pun akan kehilangan waktu produktifnya di jalan, yang seharusnya sudah berada di balik kerja dan menuntaskan tugas-tugas, energi terkuras karena harus duduk lama di jalan, emosi dan gelisah campur aduk, hingga produktivitas menurun karena sudah lelah di jalanan waktu macet. Dampak lainnya termasuk polusi udara yang semakin parah, dan pemborosan bahan bakar.

Ada beberapa cara dalam mengatasi kemacetan dari sisi komunikasi. Kita bisa mengawalinya dengan melakukan beberapa langkah, yaitu: pertama, kampanye untuk mengubah perilaku masyarakat dalam berkendara. Pendekatan komunikasi persuasif bisa memanfaatkan influencer lokal, tokoh publik, dan pemimpin komunitas untuk mempromosikan transportasi umum, berbagi kendaraan (carpooling), dan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda. Dulu pernah ada komunitas bike to work, sudah saatnya dibangunkan lagi dengan lebih masif. Kemudian gerakan sehat dengan berjalan kaki ketika beraktivitas. 

Kedua, membangun narasi gaya hidup urban modern di kalangan warga Bandung. Narasi seperti Milenial Bandung Naik Trans Metro Pasundan, dapat mendorong perubahan kebiasaan menuju transportasi publik, sehingga mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan.

Ketiga, komunikasi publik yang jelas tentang keunggulan transportasi massal. Banyak warga yang belum menggunakan Trans Metro Pasundan atau layanan publik lainnya, mungkin karena minimnya informasi tentang itu. Kalau sudah ada aplikasi mobile-nya, kenapa tidak diinformasikan ke publik, dan benar-benar real-time informasi mengenai rute, jadwal, dan estimasi waktu tempuh ketika warga menggunakan transportasi publik.

Keempat, membuat sistem komunikasi lalu lintas berbasis teknologi yang tersedia data tentang kondisi jalan, lokasi macet, dan rute alternatif. Informasi ini harus terintegrasi dengan aplikasi navigasi populer, dan disebarkan melalui radio lalu lintas, papan elektronik (dynamic message signs), serta media sosial resmi Dinas Perhubungan Bandung.

Baca Juga: Melihat 'Apa yang Salah' dari Kemacetan Ciwastra yang Rutin Jadi Sorotan

Kelima, perlu juga ada dukungan dari lembaga pemerintah dan swasta, dengan memberlakukan sistem kerja fleksibel—work from home, jam kerja fleksibel, atau shift working—untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam-jam sibuk. Kalau dirata-rata, Bandung macet parahnya pagi dan sore, yaitu ketika orang berangkat dan pulang kerja. 

Keenam, rebranding transportasi publik. Selama ini, sebagian masyarakat kelas menengah enggan menggunakan transportasi umum, karena stigma negatif atau anggapan bahwa layanan ini hanya untuk kalangan bawah. Di tambah lagi dengan kondisi kendaraan yang kurang layak jalan. Bisa berkaca pada kesuksesan bagaimana upaya rebranding PT Kereta Api Indonesia, yang berhasil menyulap kereta api menjadi transportasi yang memberikan kenyamanan. Perlu juga ditambah dengan menampilkan testimoni dari profesional, selebriti lokal, dan influencer yang rutin menggunakan transportasi umum. Peningkatan kualitas armada, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan layanan juga harus dikomunikasikan dengan baik.

Kemacetan Bandung bukan hanya persoalan infrastruktur fisik, tetapi juga masalah komunikasi, informasi, dan perilaku sosial. Solusinya memerlukan perubahan pola pikir, penyebaran informasi efektif, partisipasi publik, dan pembangunan budaya transportasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Strategi komunikasi transportasi yang komprehensif dan terintegrasi, menjadi fondasi penting dalam upaya membebaskan Bandung dari jeratan kemacetan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)