Kemacetan di Jalan Kopo yang Tak Pernah Usai

2 menit baca
Zaskia Naura Adilia Putri
Ditulis oleh Zaskia Naura Adilia Putri diterbitkan
Pengendara melewati jalur Imanuel menuju kawasan Miko Mall pada Selasa 02 Desember 2025 usai hujan, terlihat merayap di tengah antrean kendaraan yang memanjang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)
Pengendara melewati jalur Imanuel menuju kawasan Miko Mall pada Selasa 02 Desember 2025 usai hujan, terlihat merayap di tengah antrean kendaraan yang memanjang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)

Hujan telah berhenti tepat saat lalu lintas mulai melaju dengan pelan. Para pengendara sepeda motor, mobil pribadi, dan ojek online terlihat mengurangi kecepatan mereka saat melewati genangan air yang tersisa setelah hujan. Kondisi ini sudah sangat dikenali oleh masyarakat di Jalan Raya Kopo yang setiap hari melintasi lokasi tersebut, (Selasa, 2 Desember 2025)

Di bawah teduhnya pohon dipinggir jalan, beberapa pengemudi tampak berhenti sejenak, menunggu saat untuk melanjutkan perjalanan mereka lebih lanjut. Suara klakson yang lembut bukanlah tanda kemarahan, melainkan mencerminkan kelelahan akibat rutinitas terjebak dalam kemacetan yang tak berujung. Jalan Kopo tampaknya mengikuti ritme serupa setiap kali hujan mulai mengguyur. Jumlah kendaraan meningkat, dan kemacetan tampak tak terhindarkan.

Keira Khalila, seorang penduduk asli Kopo, menyampaikan bahwa kemacetan seperti ini sudah dialami selama bertahun-tahun.

“Kemacetan telah menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Apalagi setelah pukul empat sore, biasanya langsung ramai,” katanya

Ucap seorang perempuan asli daerah Kopo ini melanjutkan bahwa kemacetan ini terutama disebabkan oleh tingginya jumlah kendaraan yang lalu lalang setiap hari. Pertemuan arus dari berbagai arah, mulai dari jalur Imanuel, jalan lurus menuju Jogja Kopo, hingga perempatan menuju Miko Mall, menjadikan kawasan ini hampir selalu ramai, terutama di waktu-waktu sibuk.

“Dari Jalan Imanuel menuju Miko Mall, biasanya hanya bergerak satu atau dua meter saja,” ujarnya

Sepanjang jalur Kopo, berbagai papan iklan dan informasi terlihat mencolok, namun masyarakat justru mempertanyakan sejauh mana tindakan konkret Walikota Bandung M.Farhan di lapangan. Banyak pengguna jalan merasakan bahwa belum ada perubahan yang berarti, meskipun keluhan mengenai kemacetan sudah ada sejak lama. 

Keira Khalila menyebutkan bahwa kemacetan tidak hanya menyita waktu perjalanan, tetapi juga mempengaruhi stamina seseorang. Banyak warga harus mengatur waktu pulang mereka agar terhindar dari jam sibuk, meskipun tidak selalu berhasil.

“Kalau hujan, siapkan mental saja. Bisa lama terjebak di jalan,” katanya.

Baca Juga: Meneguhkan Rumah Bersama

Kondisi ini secara langsung membuat dampak pada penduduk sekitar dari segi waktu perjalanan yang semakin lama. warga mengharapkan agar Walikota Bandung M.Farhan ini mengambil langkah yang nyata dan lebih tegas. dimulai dari pengaturan lalu lintas langsung di lapangan. 

Dikarenakan kemajuan Kota Bandung yang terus berlanjut, semakin banyak pula tuntutan untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada di Bandung. Masyarakat menginginkan tindakan langsung dari pemerintah, buka sekedar datang dan pergi. Bagi pengguna jalan Kopo, kemacetan yang tak kunjung reda telah menjadi kisah yang panjang dan diharapkan memiliki akhir yang berbeda dengan sebelum sebelumnya.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zaskia Naura Adilia Putri
Mahasiswi Aktif S1 Digital Public Relations Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)