Kemacetan di Jalan Kopo yang Tak Pernah Usai

Zaskia Naura Adilia Putri
Ditulis oleh Zaskia Naura Adilia Putri diterbitkan Selasa 06 Jan 2026, 17:02 WIB
Pengendara melewati jalur Imanuel menuju kawasan Miko Mall pada Selasa 02 Desember 2025 usai hujan, terlihat merayap di tengah antrean kendaraan yang memanjang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)

Pengendara melewati jalur Imanuel menuju kawasan Miko Mall pada Selasa 02 Desember 2025 usai hujan, terlihat merayap di tengah antrean kendaraan yang memanjang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)

Hujan telah berhenti tepat saat lalu lintas mulai melaju dengan pelan. Para pengendara sepeda motor, mobil pribadi, dan ojek online terlihat mengurangi kecepatan mereka saat melewati genangan air yang tersisa setelah hujan. Kondisi ini sudah sangat dikenali oleh masyarakat di Jalan Raya Kopo yang setiap hari melintasi lokasi tersebut, (Selasa, 2 Desember 2025)

Di bawah teduhnya pohon dipinggir jalan, beberapa pengemudi tampak berhenti sejenak, menunggu saat untuk melanjutkan perjalanan mereka lebih lanjut. Suara klakson yang lembut bukanlah tanda kemarahan, melainkan mencerminkan kelelahan akibat rutinitas terjebak dalam kemacetan yang tak berujung. Jalan Kopo tampaknya mengikuti ritme serupa setiap kali hujan mulai mengguyur. Jumlah kendaraan meningkat, dan kemacetan tampak tak terhindarkan.

Keira Khalila, seorang penduduk asli Kopo, menyampaikan bahwa kemacetan seperti ini sudah dialami selama bertahun-tahun.

“Kemacetan telah menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Apalagi setelah pukul empat sore, biasanya langsung ramai,” katanya

Ucap seorang perempuan asli daerah Kopo ini melanjutkan bahwa kemacetan ini terutama disebabkan oleh tingginya jumlah kendaraan yang lalu lalang setiap hari. Pertemuan arus dari berbagai arah, mulai dari jalur Imanuel, jalan lurus menuju Jogja Kopo, hingga perempatan menuju Miko Mall, menjadikan kawasan ini hampir selalu ramai, terutama di waktu-waktu sibuk.

“Dari Jalan Imanuel menuju Miko Mall, biasanya hanya bergerak satu atau dua meter saja,” ujarnya

Sepanjang jalur Kopo, berbagai papan iklan dan informasi terlihat mencolok, namun masyarakat justru mempertanyakan sejauh mana tindakan konkret Walikota Bandung M.Farhan di lapangan. Banyak pengguna jalan merasakan bahwa belum ada perubahan yang berarti, meskipun keluhan mengenai kemacetan sudah ada sejak lama. 

Keira Khalila menyebutkan bahwa kemacetan tidak hanya menyita waktu perjalanan, tetapi juga mempengaruhi stamina seseorang. Banyak warga harus mengatur waktu pulang mereka agar terhindar dari jam sibuk, meskipun tidak selalu berhasil.

“Kalau hujan, siapkan mental saja. Bisa lama terjebak di jalan,” katanya.

Baca Juga: Meneguhkan Rumah Bersama

Kondisi ini secara langsung membuat dampak pada penduduk sekitar dari segi waktu perjalanan yang semakin lama. warga mengharapkan agar Walikota Bandung M.Farhan ini mengambil langkah yang nyata dan lebih tegas. dimulai dari pengaturan lalu lintas langsung di lapangan. 

Dikarenakan kemajuan Kota Bandung yang terus berlanjut, semakin banyak pula tuntutan untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada di Bandung. Masyarakat menginginkan tindakan langsung dari pemerintah, buka sekedar datang dan pergi. Bagi pengguna jalan Kopo, kemacetan yang tak kunjung reda telah menjadi kisah yang panjang dan diharapkan memiliki akhir yang berbeda dengan sebelum sebelumnya.(*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zaskia Naura Adilia Putri
Mahasiswi Aktif S1 Digital Public Relations Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)