Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)

Hanya dalam hitungan hari, seluruh Indonesia khususnya Jawa Barat, akan kembali menjumpai fenomena tahunan yang sangat khas: War Takjil dan Ngabuburit. Jalanan yang semula lengang, tiba-tiba menjelma menjadi lautan manusia yang rela beradu siku demi segelas es buah atau gorengan hangat. Memang melelahkan, tapi di situlah letak keseruan dan 'keberkahan' unik yang selalu kita rindukan setiap tahunnya.

Tapi kalau diperhatikan, zaman sekarang ada pergeseran yang cukup menarik. Di tengah hiruk-pikuk klakson yang saling bersahutan, sebagian orang mulai memilih untuk 'menepi'. Mereka adalah kelompok yang enggan beradu peluh di tengah kemacetan dan lebih memilih mencari ketenangan di ruang privat. Bagi mereka, definisi ngabuburit bukan lagi soal aktivitas fisik, melainkan sebuah perjalanan digital yang terasa lebih intim.

Pergeseran ini cuma bentuk pertahanan diri yang logis. Saat raga sudah mencapai batasnya setelah bekerja, yang kita cari bukan lagi keramaian sore yang bising, tapi jeda yang hening. Rasanya, drama antrean di luar sana terkadang terlalu mahal harganya untuk dibayar dengan sisa tenaga kita yang tinggal sedikit.
Itulah mengapa istilah 'Ngabuburead' atau ngabuburit dengan literasi digital mulai populer. Terdengar lebih keren, bukan? Di momen ini, waktu tunggu berbuka dialihkan untuk menyerap insight baru.

Karena perlu disadari, Ngabuburead di era sekarang bukan hanya soal membaca buku fisik, tapi juga 'membaca' keadaan dan menyerap ilmu lewat narasi visual di layar. Daripada sekadar doomscrolling tanpa tujuan yang hanya menguras baterai ponsel dan emosi, kita bisa memilih untuk 'mengisi ulang' isi kepala lewat tayangan berkualitas.

Bagi saya yang juga kerap merasa kewalahan dengan ritme harian, memilih 'menepi' secara digital bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara untuk menjaga kewarasan. Saat ini, banyak sekali program di YouTube yang sangat layak menemani aktivitas ngabuburit digital ini. Sebut saja kanal Escape milik Raymond Chin. Program yang awalnya identik dengan diskusi bersama Ustadz Felix Siauw ini, kini semakin berwarna dengan kehadiran Varen dan Koiyocabe. Formasi mereka berhasil memperkenalkan perspektif segar tentang bagaimana Islam memberikan kemudahan di tengah tantangan hidup yang kian kompleks

Pada awalnya, menyimak tayangan ini mungkin terasa sedikit berat atau 'suntuk', namun setelah menuntaskan beberapa episode, waktu rasanya tidak berjalan lama karena penyampaiannya yang mengalir seperti obrolan di tongkrongan anak muda biasa. Saya pribadi merasa kehadiran sosok Varen dalam diskusi tersebut menjadi poin yang sangat menarik. Pertanyaan-pertanyaan polos namun mendasar yang ia ajukan sering kali mewakili kebingungan kita selama ini—hal-hal yang ingin kita tanyakan, tapi bingung harus mengadu kepada siapa. Melalui dialog yang santai, 'Ngabuburead' melalui kanal ini menjadi sangat bermakna.

Bergeser sedikit ke tayangan lainnya, jika kita merindukan diskusi lintas iman yang renyah namun tetap 'bergizi', program Log In milik Deddy Corbuzier tetap menjadi primadona. Bersama Habib Ja'far, penonton diajak menyelami keberagaman dengan cara yang tidak kaku—sangat cocok dengan napas masyarakat Jawa Barat yang dikenal toleran dan inklusif.

Fenomena ini mulai terlihat di berbagai sudut daerah; para pemuda yang memilih menepi dengan earphone terpasang demi menyimak tayangan yang berisi.

Baca Juga: Lembang Tempo Dulu

Tentu saja, daftar ini hanya sebagian kecil. Masih banyak podcast atau kanal YouTube lain yang isinya 'daging' semua dan siap menemani perjalanan puasa kita.

Tulisan ini bukan bermaksud membandingkan mana yang lebih baik, karena bagaimanapun, ngabuburit fisik di jalanan maupun 'Ngabuburead' secara digital memiliki keasyikannya sendiri.

Dua-duanya memang bagian dari warna Ramadan di Tanah Pasundan. Tapi di tengah dunia yang makin bising, memilih untuk memberi asupan berkualitas bagi pikiran adalah cara paling tulus bagi kita untuk mengapresiasi diri sendiri. Walhasil, apa pun pilihan kita sore ini—mau ikut beradu siku di riuhnya pasar takjil atau memilih menyelami insight baru lewat layar ponsel—pastikan jeda waktu tunggu itu tidak lewat begitu saja tanpa arti. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)