Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Minggu 22 Feb 2026, 15:02 WIB
Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)

Hanya dalam hitungan hari, seluruh Indonesia khususnya Jawa Barat, akan kembali menjumpai fenomena tahunan yang sangat khas: War Takjil dan Ngabuburit. Jalanan yang semula lengang, tiba-tiba menjelma menjadi lautan manusia yang rela beradu siku demi segelas es buah atau gorengan hangat. Memang melelahkan, tapi di situlah letak keseruan dan 'keberkahan' unik yang selalu kita rindukan setiap tahunnya.

Tapi kalau diperhatikan, zaman sekarang ada pergeseran yang cukup menarik. Di tengah hiruk-pikuk klakson yang saling bersahutan, sebagian orang mulai memilih untuk 'menepi'. Mereka adalah kelompok yang enggan beradu peluh di tengah kemacetan dan lebih memilih mencari ketenangan di ruang privat. Bagi mereka, definisi ngabuburit bukan lagi soal aktivitas fisik, melainkan sebuah perjalanan digital yang terasa lebih intim.

Pergeseran ini cuma bentuk pertahanan diri yang logis. Saat raga sudah mencapai batasnya setelah bekerja, yang kita cari bukan lagi keramaian sore yang bising, tapi jeda yang hening. Rasanya, drama antrean di luar sana terkadang terlalu mahal harganya untuk dibayar dengan sisa tenaga kita yang tinggal sedikit.
Itulah mengapa istilah 'Ngabuburead' atau ngabuburit dengan literasi digital mulai populer. Terdengar lebih keren, bukan? Di momen ini, waktu tunggu berbuka dialihkan untuk menyerap insight baru.

Karena perlu disadari, Ngabuburead di era sekarang bukan hanya soal membaca buku fisik, tapi juga 'membaca' keadaan dan menyerap ilmu lewat narasi visual di layar. Daripada sekadar doomscrolling tanpa tujuan yang hanya menguras baterai ponsel dan emosi, kita bisa memilih untuk 'mengisi ulang' isi kepala lewat tayangan berkualitas.

Bagi saya yang juga kerap merasa kewalahan dengan ritme harian, memilih 'menepi' secara digital bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara untuk menjaga kewarasan. Saat ini, banyak sekali program di YouTube yang sangat layak menemani aktivitas ngabuburit digital ini. Sebut saja kanal Escape milik Raymond Chin. Program yang awalnya identik dengan diskusi bersama Ustadz Felix Siauw ini, kini semakin berwarna dengan kehadiran Varen dan Koiyocabe. Formasi mereka berhasil memperkenalkan perspektif segar tentang bagaimana Islam memberikan kemudahan di tengah tantangan hidup yang kian kompleks

Pada awalnya, menyimak tayangan ini mungkin terasa sedikit berat atau 'suntuk', namun setelah menuntaskan beberapa episode, waktu rasanya tidak berjalan lama karena penyampaiannya yang mengalir seperti obrolan di tongkrongan anak muda biasa. Saya pribadi merasa kehadiran sosok Varen dalam diskusi tersebut menjadi poin yang sangat menarik. Pertanyaan-pertanyaan polos namun mendasar yang ia ajukan sering kali mewakili kebingungan kita selama ini—hal-hal yang ingin kita tanyakan, tapi bingung harus mengadu kepada siapa. Melalui dialog yang santai, 'Ngabuburead' melalui kanal ini menjadi sangat bermakna.

Bergeser sedikit ke tayangan lainnya, jika kita merindukan diskusi lintas iman yang renyah namun tetap 'bergizi', program Log In milik Deddy Corbuzier tetap menjadi primadona. Bersama Habib Ja'far, penonton diajak menyelami keberagaman dengan cara yang tidak kaku—sangat cocok dengan napas masyarakat Jawa Barat yang dikenal toleran dan inklusif.

Fenomena ini mulai terlihat di berbagai sudut daerah; para pemuda yang memilih menepi dengan earphone terpasang demi menyimak tayangan yang berisi.

Baca Juga: Lembang Tempo Dulu

Tentu saja, daftar ini hanya sebagian kecil. Masih banyak podcast atau kanal YouTube lain yang isinya 'daging' semua dan siap menemani perjalanan puasa kita.

Tulisan ini bukan bermaksud membandingkan mana yang lebih baik, karena bagaimanapun, ngabuburit fisik di jalanan maupun 'Ngabuburead' secara digital memiliki keasyikannya sendiri.

Dua-duanya memang bagian dari warna Ramadan di Tanah Pasundan. Tapi di tengah dunia yang makin bising, memilih untuk memberi asupan berkualitas bagi pikiran adalah cara paling tulus bagi kita untuk mengapresiasi diri sendiri. Walhasil, apa pun pilihan kita sore ini—mau ikut beradu siku di riuhnya pasar takjil atau memilih menyelami insight baru lewat layar ponsel—pastikan jeda waktu tunggu itu tidak lewat begitu saja tanpa arti. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 08:59

Taman Uncal Soreang, Wisata Edukatif Murah Meriah

Taman Uncal di Soreang menawarkan wisata edukatif gratis dengan rusa totol. Cocok untuk liburan keluarga murah meriah di Bandung.

Taman Uncal Soreang, tempat wisata murah meriah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 08:49

'Mana Tahan ...' dan Kosakata Gaul Tahun 1980-an

Mengenang kata-kata para kawula muda khususnya Bandung tahun 1980-an penuh persahabatan dan canda.

Ilustrasi anak muda tahun 1980-an. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)