Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

ES CENDOL adalah salah satu minuman tradisional yang masih digemari hingga kini. Apalagi di saat Ramadan ia selalu menjadi minuman “Bintang” di saat kaum muslimin berbuka. Eksistensi es cendol tidak tergantikan meskipun jenis minuman baru bermunculan seperti es campur sultan, sop buah, es kuwut, dan jenis es lainnya.

Minuman tradisional khas tanah Pasundan ini banyak diminati berbagai kalangan.  

Minuman berbahan baku tepung sagu, gula aren, santan kelapa, dan daun suji ini banyak ditemui di Kota Bandung dan rajanya Adalah: Es Cendol Elizabeth. 

Jika sore hari menjelang buka puasa, sepanjang jalan Otista hingga turunannya, kendaraan menjadi tersendat karena di pinggir jalan hampir dipenuhi roda maupun jongko atau melalui pedagang asongan. Mereka berteriak-teriak menawarkan Es Cendol Elizabeth. Ya, cendol Elizabeth sudah melegenda di Kota Kembang sejak dulu.

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya, entah ke mana. Rohman remaja mau tidak mau harus menjadi tulang punggung keluarga di kampung. Ia kemudian nekad mengikuti jejak sang paman berjualan cendol di Kota Bandung.

Haji Rohman berdagang cendol di Bandung berpindah-pindah lokasi. Hingga satu waktu, ia menemukan tempat berjualan tetap di sekitar Jalan Otista--Oto Iskandar Dinata--dan bertemu dengan Eli sang pemilik toko Elizabeth.

Saat itu, Eli sering menitipkan tas jualannya ke Haji Rohman. Jika tas itu terjual, pelanggan sering meminta gratis cendol Haji Rohman. Kejadian yang berulang itu akhirnya membuat cendol dagangannya disandingkan dengan nama toko Elizabeth. Lantas dari sana cendol Haji Rohman resmi bernama Cendol Elizabeth.

Dalam perjalanannya, bisnis cendol Haji Rohman penuh dengan lika liku. Penamaan Elizabeth yang membawa nama cendol melesat mendapat tantangan pula di kemudian hari. Anak kedua Haji Rohman, Nur Hidayah (30) mengungkapkan, suatu waktu bisnis ayahnya yang dianggap menggiurkan diikuti oleh orang-orang. Bukan hanya cendol yang dijual, penamaan Elizabeth tanpa persetujuan ayahnya pun disematkan pada barang jualan mereka.

Nur pun menyadari, jika penamaan Elizabeth belum dipatenkan Haji Rohman. Wajar, banyak orang melihat kesempatan untuk berjualan cendol dengan nama Elizabeth. Namun, ia mengakui, Haji Rohman bisa bijak dan tidak mempermasalahkan soal merek ini.

Menurut Haji Rohman, rejeki sudah ada yang mengatur. Toh, dengan berjualan mereka bisa menghidupi anak istri, jadi nggak ganggu orang lain.

Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, usaha Haji Rohman memang menemukan kesuksesan sendiri dan membawa nama baik bagi Kota Bandung. Haji Rohman sendiri memiliki empat cabang Cendol Elizabeth, di antaranya di Jalan Inhoftank dan Jalan Otista. Dua cabang lain di luar Bandung, di Tasikmalaya dan Majalaya.

Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

Es Cendol Gentong Alkateri

Cendol yang satu ini berbeda. Es Cendol Gentong yang terletak di Jalan Alkateri ini, punya ciri khas tersendiri. Warna cendolnya putih, memakai gula aren, dan cendolnya disimpan di dalam gentong. Asep Nurdin (47) sudah berjualan es cendol gentong sejak 1994. Setiap hari es cendolnya ludes dijual hingga 200 gelas. Keunggulan lain adalah terletak pada gula. Asep masih menggunakan gula aren sebagai pemanis asli untuk minumannya.

Keunikan es cendol gentong adalah tempat penyimpanan cendol yang benar-benar di dalam sebuah gentong. Asep menilai, gentong dapat memberikan rasa dingin lebih lama disebabkan  es batu menjadi tidak mudah mencair.

Cendol putih yang sudah tercampur santan dimasukkan dengan es batu ke dalam gentong yang dilapisi plastik. Kemudian cairan gula aren dimasukkan setelah es cendol dituangkan ke dalam gelas.

Cukup mudah menemukan lokasi es cendol gentong milik Asep. Tengok saja lokasi Lotek Alkateri legendaris dan di situ lah gerobak Es Cendol Gentong Asep bertengger. 

Es Cendol Katapang

Berbeda lagi kisah es cendol di Kabupaten Bandung. Saat Ramadhan, ES Cendol Katapanglah yang berjaya dan laris manis. Jongko cendolnya ada di Jalan Raya Kopo-Katapang KM 12,5—sebelah kiri setelah Borma Katapang—kalau dari arah Bandung. Kalau dari arah Soreang sebelah kanan. Berada di pojok depan toko plastik, di bawah lampu merah Katapang.

Saat bulan puasa buka setelah Asar. Berproduksi lebih banyak beberapa kali lipat dari hari-hari biasa, pake mobil bak. Pembeli mengantre. Pelayannya bertambah.

Jangan datang telat, sebab setengah enam sudah habis. Pembeli kebanyakan dibungkus. Sudah tersedia paket kecil, sedang, dan besar.

Baca Juga: Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

És Cendol Katapang terkenal di sekitar Kopo-Katapang-Soréang-Banjaran. Soal rasa, es cendol Katapang berani beradu dengan es cendol lain seperi Cendol Elizabeth di Tegallega. Gurih: santannya kental, dan cendolnya itu enak sekali meski diminum tanpa santan dan gula.

Tapi, kata Pa Ahmad—yang punya es cendol Katapang—usahanya itu terinspirasi dari kesuksesan Es Cendol Elizabeth Tegallega. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)