Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Minggu 22 Feb 2026, 18:04 WIB
Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

ES CENDOL adalah salah satu minuman tradisional yang masih digemari hingga kini. Apalagi di saat Ramadan ia selalu menjadi minuman “Bintang” di saat kaum muslimin berbuka. Eksistensi es cendol tidak tergantikan meskipun jenis minuman baru bermunculan seperti es campur sultan, sop buah, es kuwut, dan jenis es lainnya.

Minuman tradisional khas tanah Pasundan ini banyak diminati berbagai kalangan.  

Minuman berbahan baku tepung sagu, gula aren, santan kelapa, dan daun suji ini banyak ditemui di Kota Bandung dan rajanya Adalah: Es Cendol Elizabeth. 

Jika sore hari menjelang buka puasa, sepanjang jalan Otista hingga turunannya, kendaraan menjadi tersendat karena di pinggir jalan hampir dipenuhi roda maupun jongko atau melalui pedagang asongan. Mereka berteriak-teriak menawarkan Es Cendol Elizabeth. Ya, cendol Elizabeth sudah melegenda di Kota Kembang sejak dulu.

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya, entah ke mana. Rohman remaja mau tidak mau harus menjadi tulang punggung keluarga di kampung. Ia kemudian nekad mengikuti jejak sang paman berjualan cendol di Kota Bandung.

Haji Rohman berdagang cendol di Bandung berpindah-pindah lokasi. Hingga satu waktu, ia menemukan tempat berjualan tetap di sekitar Jalan Otista--Oto Iskandar Dinata--dan bertemu dengan Eli sang pemilik toko Elizabeth.

Saat itu, Eli sering menitipkan tas jualannya ke Haji Rohman. Jika tas itu terjual, pelanggan sering meminta gratis cendol Haji Rohman. Kejadian yang berulang itu akhirnya membuat cendol dagangannya disandingkan dengan nama toko Elizabeth. Lantas dari sana cendol Haji Rohman resmi bernama Cendol Elizabeth.

Dalam perjalanannya, bisnis cendol Haji Rohman penuh dengan lika liku. Penamaan Elizabeth yang membawa nama cendol melesat mendapat tantangan pula di kemudian hari. Anak kedua Haji Rohman, Nur Hidayah (30) mengungkapkan, suatu waktu bisnis ayahnya yang dianggap menggiurkan diikuti oleh orang-orang. Bukan hanya cendol yang dijual, penamaan Elizabeth tanpa persetujuan ayahnya pun disematkan pada barang jualan mereka.

Nur pun menyadari, jika penamaan Elizabeth belum dipatenkan Haji Rohman. Wajar, banyak orang melihat kesempatan untuk berjualan cendol dengan nama Elizabeth. Namun, ia mengakui, Haji Rohman bisa bijak dan tidak mempermasalahkan soal merek ini.

Menurut Haji Rohman, rejeki sudah ada yang mengatur. Toh, dengan berjualan mereka bisa menghidupi anak istri, jadi nggak ganggu orang lain.

Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, usaha Haji Rohman memang menemukan kesuksesan sendiri dan membawa nama baik bagi Kota Bandung. Haji Rohman sendiri memiliki empat cabang Cendol Elizabeth, di antaranya di Jalan Inhoftank dan Jalan Otista. Dua cabang lain di luar Bandung, di Tasikmalaya dan Majalaya.

Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

Es Cendol Gentong Alkateri

Cendol yang satu ini berbeda. Es Cendol Gentong yang terletak di Jalan Alkateri ini, punya ciri khas tersendiri. Warna cendolnya putih, memakai gula aren, dan cendolnya disimpan di dalam gentong. Asep Nurdin (47) sudah berjualan es cendol gentong sejak 1994. Setiap hari es cendolnya ludes dijual hingga 200 gelas. Keunggulan lain adalah terletak pada gula. Asep masih menggunakan gula aren sebagai pemanis asli untuk minumannya.

Keunikan es cendol gentong adalah tempat penyimpanan cendol yang benar-benar di dalam sebuah gentong. Asep menilai, gentong dapat memberikan rasa dingin lebih lama disebabkan  es batu menjadi tidak mudah mencair.

Cendol putih yang sudah tercampur santan dimasukkan dengan es batu ke dalam gentong yang dilapisi plastik. Kemudian cairan gula aren dimasukkan setelah es cendol dituangkan ke dalam gelas.

Cukup mudah menemukan lokasi es cendol gentong milik Asep. Tengok saja lokasi Lotek Alkateri legendaris dan di situ lah gerobak Es Cendol Gentong Asep bertengger. 

Es Cendol Katapang

Berbeda lagi kisah es cendol di Kabupaten Bandung. Saat Ramadhan, ES Cendol Katapanglah yang berjaya dan laris manis. Jongko cendolnya ada di Jalan Raya Kopo-Katapang KM 12,5—sebelah kiri setelah Borma Katapang—kalau dari arah Bandung. Kalau dari arah Soreang sebelah kanan. Berada di pojok depan toko plastik, di bawah lampu merah Katapang.

Saat bulan puasa buka setelah Asar. Berproduksi lebih banyak beberapa kali lipat dari hari-hari biasa, pake mobil bak. Pembeli mengantre. Pelayannya bertambah.

Jangan datang telat, sebab setengah enam sudah habis. Pembeli kebanyakan dibungkus. Sudah tersedia paket kecil, sedang, dan besar.

Baca Juga: Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

És Cendol Katapang terkenal di sekitar Kopo-Katapang-Soréang-Banjaran. Soal rasa, es cendol Katapang berani beradu dengan es cendol lain seperi Cendol Elizabeth di Tegallega. Gurih: santannya kental, dan cendolnya itu enak sekali meski diminum tanpa santan dan gula.

Tapi, kata Pa Ahmad—yang punya es cendol Katapang—usahanya itu terinspirasi dari kesuksesan Es Cendol Elizabeth Tegallega. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)