Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)

Minggu-minggu ini dunia sejarah kota Bandung sedang digegerkan oleh hilangnya dua artefak peninggalan bersejarah. Dua buah arca yang selama ini disimpan di Kebun Binatang Bandung telah raib. Dua buah arca tersebut adalah arca Durga dan arca Agastya, namun tidak ada data mengapa kedua arca ini bisa berada di kawasan Kebun Binatang Bandung yang beberapa waktu lalu melalui polemik panjang.

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung. Konon kedua arca Ganesha tersebut memang telah ada saat ITB masih bernama Technische Hoogeschool (THS), dan kedua arca Ganesha tersebutlah yang menjadi inspirasi lambang kampus ITB. Catatan foto lama tahun 1925 menunjukkan adanya arca Ganesha yang berdiri di atas lingga di kawasan Dago.

Berjalan agak ke utara dari ITB kita pun akan menemukan sebuah lingga dan yoni di rimbunnya pepohonan Babakan Siliwangi. Pada zaman penjajahan Belanda kawasan Babakan Siliwangi dikenal dengan kawasan Lebak Gede, sebuah sabuk hijau yang tak mungkin terpisahkan dari kota Bandung. Kawasan Babakan Siliwangi dibentuk oleh sungai Cikapundung puluhan ribu tahun yang lalu, dan kawasan Lebak Gede dianggap sebagai warisan alam bagi kota Bandung. Hingga kini kawasan Babakan Siliwangi terkenal sebagai hutan kota. Namun, sebetulnya kawasan hutan kota ini telah digagas sejak 1920-an.

Dalam buku Semerbak Bunga di Bandung Raya karya sang kuncen Bandung, Haryoto Kunto dituliskan bahwa pada tahun 1950-an ada tiga orang budayawan Sunda yang bekerja sama dengan orang Swiss yang bernama W. Roth Pletz. Ketiga budayawan itu adalah Sursa yang merupakan seorang sastrawan, M.A. Salmun pun seorang sastrawan dan Suharmin yang merupakan seorang arsitek. Mereka adalah orang-orang yang melacak sejarah di kawasan perbukitan Ciumbuleuit dan Hegarmanah. Mereka menemukan keramik-keramik porselin Cina, peralatan-peralatan upacara ritual yang terbuat dari perunggu dan perhiasan manik-manik. Banyak warga lama Ciumbuleuit mengatakan, kemungkinan yang didapatkan para peneliti itu adalah sisa-sisa dari sebuah mandala yang bernama Campaka Warna. Namun, hasil penelitian mereka kini sulit sekali dilacak, seperti ada pihak yang hendak menyembunyikan sesuatu.

Masih dari buku Semerbak Bunga di Bandung Raya, karya Haryoto Kunto, disebutkan bahwa kawasan Universitas Pendidikan Indonesia dahulu merupakan sebuah perkampungan tua. Maka dari itu pada saat pembangunan kembali Villa Isola menjadi Bumi Siliwangi banyak ditemukan batuan-batuan obsidian. Bahkan ketika pemilik Villa Isola yang bernama Berrety meresmikan Villa tersebut di 1933, ia memutarkan sebuah film dokumenter sejarah dari Villa Isola dan terdapat keterangan dalam film bahwa lahan yang dipakai untuk pembangunan Villa Isola adalah sebuah perkampungan tua yang telah terbengkalai.

Terus menuju ke utara kita akan menemukan kampung Cirateun yang dituliskan dalam catatan seorang Preanger Planter yang bernama Andies De Wilde yang diterbitkan tahun 1829. Dalam catatan perjalanannya tersebut disebutkan bahwa untuk mendaki hingga Tangkuban Parahu, kuda-kuda tidak dapat ikut hingga atas, namun mereka menitipkan kuda-kuda mereka di perkampungan terakhir sebelum menuju Tangkuban Parahu di kawasan Cirateun. Dan pada masa riset saya di 2022 saya menemukan banyak makam tua di sana, menurut warga sekitar perkampungan Cirateun adalah salah satu perkampungan tua di Utara Bandung.

Salah satu gedung bersejarah di Lembang yang luput dari pantauan kita selama ini pun diberi nama “Gedong Arca” karena tepat di teras depannya terdapat satu buah arca Durga yang terpajang rapih. Menurut penuturan warga sekitar, arca tersebut ada ketika rumah tersebut dibangun, dan diperkirakan dibangun pada tahun 1922. Sayangnya, halaman luas dari Gedong Arca tersebut kini disewakan dan dibangun sebuah minimaret terkenal, dan sayangnya arca Durga itu pun hilang, menurut kabar di lapangan kemungkinan diambil oleh seorang kolektor.

Di timur Lembang kita masih dapat menemukan situs Batu Lonceng yang masih lestari dan terjaga hingga kini. Situs Batu Lonceng adalah sebuah batu yang berbentuk seperti lonceng yang ditemukan pada abad ke-16. Batu tersebut diyakini terkait dengan legenda Ciungwanara (Sunan Dalem Margataka) dari kerajaan Pajajaran yang berfungsi sebagai penanda apabila akan datang sebuah bencana besar. Situs Batu Lonceng adalah sebuah prasasti atau alat peringatan dini, mengingat lokasinya yang berada di sektor timur patahan Lembang.

Satu lagi temuan adalah batu besar yang diduga juga berasal dari abad ke-16 yang berada di kawasan bukit Propelat, Lembang. Batu besar itu dipercaya sebagai tempat beribadah warga kerajaan Saunggalah. Sebuah mandala yang awalnya berdiri di kawasan Kabupaten Kuningan sekarang. Batu besar itu dipercaya sebagai simbol kerukunan umat beragama di masa mandala Saunggalah tersebut. Namun, sayangnya karena kawasan bukit Propelat ini pernah masuk ke dalam konten-konten horor, baik itu di YouTube atau di televisi swasta, yang membuat bukit Propelat ini justru lebih dikenal sebagai kawasan urban legend di Lembang.

Begitu banyak misteri masa lalu di utara Bandung yang ada di depan mata kita, namun minim sekali informasi. Sekarang kembali menggeliat sekadar mengingatkan kita semua manusia masa kini bahwa di masa lalu pernah ada peradaban yang maju dan ini sebagai pecut bagi kita semua untuk terus maju mengisi peradaban dengan nilai-nilai kemuliaan yang menjunjung kejujuran, sehingga peradaban lama ini dapat menjadi cerminan untuk segala tindakan kita sekarang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)