Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Potret Pocong QRIS, Potret Kreativitas Jalanan di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Sabtu 07 Feb 2026, 12:14 WIB
Cosplayer pocong di Lembang memanfaatkan QRIS untuk menerima uang dari warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Cosplayer pocong di Lembang memanfaatkan QRIS untuk menerima uang dari warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Kabut tipis mulai menyelimuti kawasan Ledeng menuju Lembang ketika jarum jam menunjukkan pukul enam sore. Di tepi jalan yang riuh oleh deru mesin angkot dan kendaraan pribadi, sesosok putih berdiri tegak di antara temaram lampu jalan.

Kain kafannya tampak tak lagi bersih. Noda coretan, tanah, dan debu jalanan melekat di permukaannya. Namun, ada satu hal yang membuat “hantu” ini tampak berbeda. Di dadanya tergantung selembar kertas kecil berlapis laminasi, bertuliskan kode batang statis: QRIS “Pocong Lembang, Hiburan”.

Inilah “Pocong Digital” yang belakangan menarik perhatian pengguna jalan di jalur Ledeng–UPI hingga Borma Lembang. Di balik lapisan kain kafan itu, terdapat Toni (40), seorang pria yang berusaha beradaptasi dengan perkembangan zaman demi mempertahankan hidupnya.

Baca Juga: Hantu Asia-Afrika: Antara Daya Tarik Wisata dan Kerentanan Sosial

Pocong ‘Zaman Now’

Toni bukanlah pendatang baru dalam dunia “pocong-pocongan” di Bandung. Sejak 2023, ia telah menekuni profesi ini setelah pekerjaan serabutan di proyek bangunan tak lagi memberikan kepastian. Namun, baru sekitar tiga bulan terakhir ia memutuskan untuk menyediakan alternatif pembayaran nontunai bagi para pengendara.

“Sekarang, kan, serba digital. Ya, mengikuti zaman lah,” ujar Toni saat ditemui di sisi jalan kawasan Ledeng.

Alasannya sederhana. Ia kerap melihat pengendara mobil atau motor yang ingin memberi, tetapi ragu karena tidak membawa uang kecil. Dengan QRIS yang tergantung di dadanya, persoalan itu bisa teratasi. Siapa pun dapat memindai kode tersebut tanpa perlu membuka jendela kendaraan terlalu lama.

Meski telah beralih ke sistem digital, penghasilan Toni tetap tidak menentu. Dalam sehari, ia rata-rata memperoleh sekitar Rp100.000, dengan separuhnya biasanya berasal dari uang tunai.

“Tunai paling Rp50.000, sisanya dari sini (QRIS),” tambahnya.

Bagi para pengguna jalan, sosok Toni kerap tampak unik, bahkan mengundang senyum. Tak jarang, mobil-mobil mewah berhenti sejenak hanya untuk berfoto atau mencoba memindai kode di dadanya.

Pocong QRIS bisa ditemukan wisatawan di jalur Bandung-Lembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pocong QRIS bisa ditemukan wisatawan di jalur Bandung-Lembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kafan yang Terpaksa Disandang

Di balik inovasinya memanfaatkan QRIS dan menjadikan dirinya berbeda dari pocong-pocongan lain, tersimpan beban berat dalam setiap perkataan Toni. Menjadi “pocong” bukanlah impiannya, melainkan jalan terakhir ketika peluang kerja formal terasa semakin tertutup bagi pria seusianya.

Sebelum berdiri di pinggir jalan dari siang hingga petang, Toni bekerja sebagai tukang bangunan di berbagai proyek.

“Kerjaannya, kan, serabutan. Kadang bangunan, kadang enggak, tergantung ada proyek atau tidak,” katanya, dengan wajah tertutup topeng hantu dan hidung disumbat kapas, seperti gambaran pocong dalam imajinasi banyak orang.

Meski tampak menikmati perannya sebagai “Pocong Digital”, Toni tak mampu menyembunyikan keinginannya untuk menjalani kehidupan yang lebih normal. Ia menyimpan harapan agar akses terhadap pekerjaan lebih terbuka, sehingga ia tak perlu lagi berdiri di pinggir jalan dengan kostum hantu.

“Sebenarnya enggak mau lah, kayak gini-ginian. Harapannya kalau bisa, kerjaan dipermudah,” ungkapnya jujur.

Suka Duka di Bawah Lampu Jalan

Dua tahun menghabiskan waktu di jalan memberi Toni banyak pengalaman. Ia menyadari semakin banyak orang yang tertarik mendekat karena menganggapnya berbeda.

Namun, di balik perhatian itu, ia juga harus menghadapi cuaca yang tak menentu serta penghasilan yang sulit diprediksi. Ada hari-hari ketika ia menerima pemberian yang cukup layak, tetapi tak jarang pula hanya mendapat nominal sangat kecil.

“Rata-rata ada yang kasih Rp2.000, malah pernah juga ada yang kasih Rp100.000,” tuturnya sambil terkekeh pelan.

Ia menanggung sendiri suka duka sebagai “pocong” jalanan. Bagi Toni dan rekan-rekannya sesama pekerja “hantu-hantuan”, yang terpenting adalah ada hasil yang bisa dibawa pulang—entah berupa koin di dalam kotak kayu atau notifikasi saldo masuk di ponsel.

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 14:48

Anno Horribilis: Cegah Gangguan Jantung Akibat Stress Kerja

Ternyata stress akibat kerja bisa menyebabkan gangguan jantung dan sakit jiwa.

Iliustrasi gangguan jantung akibat stress kerja. (Sumber: Pexels | Foto: freestocks.org)