Jejak Tentara Bayaran Rusia dari Indonesia, Kisah Para Desertir di Bawah Komando Kremlin

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Muhammad Rio (tengah), mantan polisi Indonesia yang menjadi tentara bayaran di Rusia berfoto bersama kesatuannya.
Muhammad Rio (tengah), mantan polisi Indonesia yang menjadi tentara bayaran di Rusia berfoto bersama kesatuannya.

AYOBANDUNG.ID - Perang Rusia-Ukraina adalah perang yang jauh dari Indonesia. Jaraknya ribuan kilometer, iklimnya dingin, bahasanya asing, dan kepentingannya tidak pernah tercantum dalam pidato kenegaraan di Istana. Namun perang ini, seperti magnet raksasa, tetap mampu menarik orang orang dari negeri tropis untuk ikut terjerumus ke dalam pusaran peluru, parit lumpur, dan drone kamikaze. Dua di antaranya adalah warga negara Indonesia sendiri.

Sosok Satria Arta Kumbara dan Muhammad Rio mendadak muncul ke permukaan bukan karena prestasi militer, melainkan karena pilihan hidup yang ganjil sekaligus berisiko. Mereka bukan tentara yang dikirim negara, bukan pula relawan kemanusiaan. Mereka datang atas nama pribadi, membawa beban masing masing, lalu masuk ke salah satu konflik paling brutal abad ini.

Indonesia, yang sejak lama membanggakan politik luar negeri bebas aktif, mendadak dihadapkan pada kenyataan bahwa warganya ikut berperang di medan yang sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan nasional. Kisah ini bukan soal geopolitik tingkat tinggi, melainkan soal manusia biasa dengan seragam, utang, ambisi, dan keputusan yang berujung panjang.

Baca Juga: Sampai ke Bandung, Sejarah Virus Hanta Bermula dari Perang Dunia 1

Satria Arta Kumbara adalah tokoh pertama yang membuka tabir ini. Ia sebelumnya berdinas sebagai Sersan Dua Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Bukan pasukan sembarangan, sebab Marinir identik dengan fisik keras, disiplin, dan kebanggaan korps. Namun di balik seragam loreng itu, karier Satria pelan pelan retak.

Sejak pertengahan 2022, ia meninggalkan kesatuan tanpa izin. Dalam dunia militer, itu bukan pelanggaran ringan. Itu adalah desersi, sebuah kata yang berat maknanya dan panjang konsekuensinya. Pengadilan Militer Jakarta akhirnya menjatuhkan hukuman penjara satu tahun serta pemecatan tidak hormat. Putusan itu dibacakan tanpa kehadiran terdakwa, karena Satria sudah lebih dulu menghilang dari radar.

Hilangnya Satria sempat menjadi cerita internal militer. Sampai suatu hari pada Mei 2025, publik dikejutkan oleh unggahan video dan foto di media sosial. Seorang pria berwajah Asia Tenggara, mengenakan seragam militer Rusia, berbicara dengan percaya diri. Ia mengaku sebagai bagian dari pasukan Rusia yang bertugas di Ukraina. Dari situ, kisah ini mulai melebar ke mana mana.

Jejak perjalanan Satria memperlihatkan rute yang lazim bagi rekrutan asing. Dari Asia Tenggara menuju Rusia, singgah di kota kota seperti Ufa dan Ishimbay. Kota kota ini bukan destinasi wisata, melainkan simpul administrasi dan logistik yang belakangan sering dikaitkan dengan perekrutan personel militer kontrak.

Baca Juga: Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Satria membantah disebut tentara bayaran. Ia menyebut dirinya tentara reguler. Namun dalam konteks perang Ukraina, perbedaan itu sering kabur. Kontrak ditandatangani, gaji diterima, dan tugasnya sama, maju ke medan tempur.

Soal finansial kerap disebut sebagai latar belakang keputusan ini. Setelah dipecat dari TNI, kehidupan sipil tidak berjalan mulus. Utang, gaya hidup, dan kebiasaan berjudi daring disebut sebut ikut mempersempit ruang geraknya. Rusia datang dengan tawaran yang terdengar rasional sekaligus berbahaya. Bayaran besar, status militer, dan kesempatan bertahan hidup dari satu kontrak ke kontrak berikutnya.

Jika Satria adalah pembuka jalan, Muhammad Rio adalah penguat pola. Rio adalah anggota Brimob Polda Aceh berpangkat Brigadir Dua. Kariernya juga tersandung masalah disiplin. Pelanggaran kode etik, persoalan rumah tangga, dan sanksi demosi membuat posisinya di institusi kepolisian kian terjepit.

Pada akhir 2025, Rio meninggalkan Indonesia. Ia terbang ke Shanghai, lalu menghilang. Tak lama kemudian, kepolisian menetapkannya sebagai orang yang dicari. Namun bersamaan dengan itu, pesan digital berisi foto dan video muncul. Rio terlihat mengenakan atribut militer Rusia dan menjelaskan bahwa ia telah bergabung dengan satuan asing di wilayah Donbass.

Dua kisah ini memperlihatkan benang merah yang jelas. Keduanya berasal dari institusi bersenjata Indonesia. Keduanya memiliki catatan disiplin. Keduanya menghadapi tekanan pribadi. Dan keduanya melihat perang Rusia Ukraina sebagai jalan keluar, bukan sebagai ancaman.

Baca Juga: Jejak Kapal Cicalengka di Front Eropa Perang Dunia II

Satria Kumbara.
Satria Kumbara.

Wagner Group dan Daya Tarik Perang

Untuk memahami mengapa orang seperti Satria dan Rio bisa masuk ke medan perang Eropa Timur, kita harus melihat bagaimana perang modern bekerja. Rusia tidak hanya mengandalkan tentara reguler. Mereka juga menggunakan perusahaan militer swasta, yang paling terkenal adalah Wagner Group.

Wagner Group beroperasi seperti bayangan negara. Mereka hadir di berbagai konflik global, dari Timur Tengah hingga Afrika. Dalam perang Ukraina, peran mereka sangat besar. Mereka merekrut dari berbagai sumber, termasuk mantan tentara, polisi, warga sipil, bahkan narapidana.

Tata cara perekrutan ini praktis dan dingin. Siapa pun yang mau bertempur bisa masuk. Rekrutan harus menyerahkan paspor, menandatangani perjanjian kerahasiaan panjang, dan menerima identitas berupa nomor. Nama menjadi tidak penting. Yang penting adalah fungsi.

Bagi Rusia, ini efisien. Bagi rekrutan asing, ini tampak seperti kontrak kerja ekstrem. Namun medan perang tidak mengenal konsep kerja delapan jam. Di sekitar wilayah seperti Bakhmut dan Donbass, tingkat kematian sangat tinggi. Gelombang demi gelombang prajurit dikirim ke garis depan, sering kali tanpa perlindungan memadai.

Di titik inilah romantisme perang runtuh. Satria Arta Kumbara dilaporkan mengalami luka parah akibat serangan drone. Dalam kondisi itu, ia menyadari konsekuensi hukum yang sebelumnya luput dari perhatian. Bergabung dengan militer asing tanpa izin berarti kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

Baca Juga: Serdadu Cicalengka di Teluk Tokyo, Saksi Sejarah Kekalahan Jepang di Perang Dunia II

Tentara Ukraina dalam pertempuran di Kiev. (Sumber: Sergei Supinsky | Foto: AFP)
Tentara Ukraina dalam pertempuran di Kiev. (Sumber: Sergei Supinsky | Foto: AFP)

Undang-undang Indonesia mengaturnya secara tegas. Masuk dinas militer asing secara sukarela sama artinya dengan melepaskan status sebagai warga negara. Negara tidak melihat motif, apakah karena ekonomi atau petualangan. Yang dilihat adalah tindakan.

Permohonan untuk kembali ke Indonesia pun muncul. Namun hukum bekerja seperti mesin. Tidak emosional, tidak lentur. Status kewarganegaraan tidak bisa dikembalikan begitu saja. Jalan yang tersedia adalah naturalisasi, proses panjang yang harus ditempuh dari awal, seperti orang asing yang ingin menjadi warga negara Indonesia.

Setali tiga uang, nasib Muhammad Rio pun berada di jalur serupa. Selama ia tetap berada dalam dinas militer Rusia, status kewarganegaraannya terancam hilang. Negara tidak punya kewajiban untuk menyelamatkan warga yang secara sadar masuk ke dinas militer asing.

Baca Juga: Sejarah Pembangunan Tembok Berlin, Operasi Senyap Dini Hari Komunis Jerman Timur

Duta Besar Rusia menegaskan bahwa keputusan Satria dan Rio adalah keputusan pribadi. Kedutaan tidak merekrut, tidak memfasilitasi, dan tidak bertanggung jawab atas konsekuensi hukum di Indonesia. Dalam logika diplomasi, pernyataan ini masuk akal. Dalam logika kemanusiaan, ini terdengar dingin.

Tapi perang tidak pernah peduli pada niat baik atau alasan pribadi. Ia hanya mengenal korban. Satria dan Rio adalah contoh bagaimana pilihan individual bisa berbenturan keras dengan realitas negara dan hukum. Mereka pergi sebagai warga Indonesia, tapi bertempur tanpa negara yang bisa mereka panggil sebagai rumah.

Perang Rusia-Ukraina mungkin akan berakhir entah kapan. Tapi kisah ini akan tetap menjadi catatan ganjil dalam sejarah Indonesia modern. Sebuah cerita tentang dua pria yang meninggalkan tropis, mengejar solusi cepat, dan menemukan bahwa perang tidak pernah menawarkan jalan pulang yang sederhana.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)