Enak dan Asyik, Munggahan di Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar TKI

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

BERBICARA tentang kuliner sop kambing, tak lengkap rasanya kalau tak menyebut Sop Kambing Jakarta 999 Pak Kumis. Nama 999 dan Pak Kumis tampaknya menjadi jaminan enak rasa sop kambing Jakarta. Tetapi, siapa sangka alih-alih diduga punya banyak cabang, eh, ternyata antara satu warung sop dengan warung sop kambing lainnya tak ada hubungan perkongsian.

Saya pernah mencicipi Sop Kambing 999 di depan Kolam Renang Jongor Ciparay. Pemiliknya, Budi (50 tahun), menyebutkan, “Saya tidak tahu siapa yang pertama kali memakai nama 999,” katanya.

Menurutnya, warung sopnya pun tak ada hubungan dengan warung sop kambing yang ada di Bandung.

“Yang saya tahu yang paling pertama kali membawa sop kambing Jakarta ke Bandung adalah Pak Kumis,” katanya beberapa waktu yang lalu.

Menurut Budi, biasalah bangsa kita mah kalau ada makanan yang laku, terus yang lain ikut-ikutan mendompleng jualan makanan yang sama di tempat lain. Merek dagangnya diutak-atik sedikit. Resepnya diikuti.

“Saya pun berjualan sop kambing Jakarta tak ada hubungan dengan Jakarta. Saya USA—Urang Sunda Asli. Tapi, resep sop kambing saya berani diadu dengan sop kambing Jakarta. Resepnya saya peroleh dari teman saya pedagang sop kambing terbaik di Bandung,” kata Budi.

Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Warung sop kambing Budi memang selalu ramai pengunjung, terutama sore menjelang malam. Meskipun ia orang Sunda, rasa sopnya khas Jakarta pisan. Boleh pilih, mau daging sapi atau kambing. Mau jeroan, kikil, atau daging, tinggal pilih. Daging empuk itu dipotong kecil-kecil, lalu diguyur kuah panas bersantan. Taburi emping. Potongan tomat. Daun bawang. Sajikan bersama sepiring nasi putih yang bertabur goreng bawang.

Dulu, seporsi Rp30.000-Rp35.000 termasuk nasi. Teh panas secangkir gede mah tak usah bayar alias gratis. Boleh juga minta lagi.Menurut Budi, warung sopnya  sudah punya cabang. Satu lagi buka di Sukamanah Majalaya. 

Beda lagi cerita ketika suatu malam kami--baru-baru ini--bersama bapak-bapak teman nongkrong se-komplek munggahan ke warung Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah. Warung ini termasuk Sop Kambing 999 Pak Kumis legendaris. 

Baca Juga: Sate Murah di Tikungan Jalan Manisi, Favorit Mahasiswa Cibiru

Yang disebut Pak Kumis adalah Pak Sumitra (60), nama pemiliknya. Menurutnya, warungnya sudah berjualan di Pasar Segar selama 10 tahun. Berjualan memakai tenda di parkiran Pasar Segar bersama puluhan pedagang lain.

“Alhamdulillah kami mulai jualan sore hari, ramai hingga malam. Jam 10 juga sudah habis. Bahkan saya sempat membuka cabang di Katapang, tetapi kini tutup,” katanya.

Sebenarnya di Exit Tol Soroja ada juga Sop Kambing 999 Pak Kumis, tapi kata Pak Sumitra itu bukan cabangnya.

“Cuma kenal ke pemiliknya,” sambungnya.

Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. Dua belas porsi sop ditambah nasi, ditambah 30 kerupuk, kami hanya menghabiskan Rp420.000 an. “Hari Jumat di sini nasi gratis,” katanya. 

Enak, cocok di saat Bandung sedang tiris-tiris-nya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)