Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

3 menit baca
Athhar Jundi Pratama Attaqa
Ditulis oleh Athhar Jundi Pratama Attaqa diterbitkan
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)

Katanya perempuan itu lebih lemah daripada laki-laki? Jika kita berbicara soal menahan rasa sakit fisik, sains justru mengungkap fakta yang mengejutkan bahwa perempuan itu lebih kuat daripada laki-laki.

Sebuah studi ilmiah terbaru membuktikan bahwa otak laki-laki ternyata jauh lebih sensitif dalam merespons rasa sakit yang berulang dibandingkan dengan perempuan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Fenomena medis ini bukan sekadar opini belaka. Perbedaan ketahanan ini berakar pada bagaimana sistem saraf pusat dan memori jangka panjang yang dapat merekam penderitaan fisik, di mana tubuh perempuan terbukti memiliki mekanisme proteksi yang jauh lebih superior dalam bertahan hidup.

Rahasia di Balik Memori Rasa Sakit dan Stres Antisipasi

Perbedaan kekuatan tersebut bukan terletak pada kekuatan otot, melainkan pada cara otak laki-laki dan perempuan merekam memori masa lalu. Berdasarkan studi penelitian yang dipelopori oleh McGill University Kanada dan University of Toronto, ditemukan bahwa laki-laki memiliki ingatan yang sangat kuat dan mendalam terhadap rasa sakit yang pernah mereka alami.

Dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional Current Biology, tim periset melakukan sebuah eksperimen dengan menempatkan subjek manusia dan tikus ke dalam lingkungan yang sebelumnya dihubungkan dengan rasa sakit. Ketika seorang laki-laki dihadapkan kembali pada stimulus atau berada di lingkungan sumber rasa sakit yang sama untuk kedua kalinya, otak mereka secara otomatis mengalami stres antisipasi.

Laki-laki menjadi sangat cemas dan mengalami trauma memori. Lonjakan hormon stres ini secara otomatis mendongkrak intensitas sistem saraf mereka, sehingga membuat rasa sakit yang dirasakan menjadi berkali-kali lipat lebih perih dibandingkan sebelumnya.

Sebaliknya, otak perempuan justru memiliki kemampuan unik untuk memproses memori rasa sakit melalui jalur sistem saraf yang berbeda dari laki-laki, sehingga mereka tidak mengembangkan hipersensitivitas stres ketika kembali ke lingkungan yang sama. Akibatnya, saat merasakan sakit yang berulang di tempat yang sama, perempuan tidak mengalami stres antisipasi yang berlebihan dan bisa menghadapinya dengan jauh lebih tenang.

Dirancang untuk Bertahan pada Nyeri Jangka Panjang

Secara struktur biologis, tubuh perempuan memang dirancang untuk kondisi bertahan hidup yang luar biasa tangguh. Fenomena ini paling jelas terlihat dalam proses persalinan.

Saat melahirkan, tubuh perempuan mengalami lonjakan ekstrem terhadap hormon estrogen dan penurunan drastis progesteron. Kondisi hormonal ini memicu fenomena medis yang disebut Pregnancy-Induced Analgesia atau sistem mati rasa alami. Menurut ulasan ilmiah dari Women in Neuroscience UK, kadar estrogen yang tinggi bekerja aktif untuk memblokir sinyal nyeri di sumsum tulang belakang dan menstimulasi produksi hormon oksitosin dan beta-endorfin dalam jumlah sangat banyak. Senyawa kimia pembawa rasa bahagia ini berfungsi sebagai obat antinyeri alami untuk membantu mereka menahan rasa sakit luar biasa yang bila diibaratkan setara dengan patah tulang secara bersamaan.

Selain itu, fluktuasi hormon bulanan saat menstruasi juga secara tidak langsung terus "melatih" sistem saraf perempuan. Hal ini membantu rahim dan jaringan saraf perifer membentengi diri, membangun toleransi yang tinggi terhadap nyeri kronis jangka panjang.

Mengubah Pandangan Keliru di Masyarakat

Meskipun dalam uji coba laboratorium laki-laki sering kali memiliki ambang batas yang lebih tinggi terhadap sengatan rasa sakit spontan yang singkat seperti cubitan kecil, namun dalam hal menoleransi penderitaan nyeri yang hebat dan berkelanjutan (pain tolerance), perempuan adalah pemenangnya. Laki-laki mungkin unggul dalam menahan kejut nyeri instan, tetapi sistem saraf mereka cepat menyerah ketika dihadapkan pada rasa sakit yang konstan dan berulang.

Fakta ilmiah ini sekaligus mematahkan anggapan keliru bahwa perempuan adalah kaum yang lemah. Di balik kelembutan fisiknya, sistem saraf, hormonal, dan biologis perempuan justru menyimpan kekuatan super yang membuat mereka jauh lebih tegar dalam menahan rasa sakit fisik demi keberlangsungan hidup peradaban manusia. (*)

Referensi:

  • https://www.mcgill.ca/newsroom/channels/news/men-and-women-remember-pain-differently-293050

  • https://www.cell.com/current-biology/fulltext/S0960-9822(18)31496-9

  • https://www.womeninneuroscienceuk.org/post/does-it-hurt-more-being-a-woman-understanding-sex-differences-in-pain-perception

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Athhar Jundi Pratama Attaqa
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)