Visi Kedirgantaraan KDM: Rindu Suara Deru dan Raungan Hercules dari Bandara Husein ke Kertajati  

7 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Komandan Satuan Pemeliharaan 15 (Sathar 15) memimpin serah terima pesawat C-130 Hercules dengan nomor registrasi A-1323. (Sumber: tni-au.mil.id))
Komandan Satuan Pemeliharaan 15 (Sathar 15) memimpin serah terima pesawat C-130 Hercules dengan nomor registrasi A-1323. (Sumber: tni-au.mil.id))

Merindukan deru dan raungan suara Hercules seperti yang sering saya dengan saat masih bekerja di PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Lokasi kerja saya berdampingan dengan bandara Husein Sastranegara dan bengkel pemeliharaan pesawat Hercules milik TNI AU.

Bunyi pesawat Hercules khususnya jenis C-130 sering kali dideskripsikan dengan kedua kata deru dan raungan secara bersamaan. Saat masih di landasan bersiap terbang atau ketika sudah terbang melintas rendah, suaranya diawali dengan deru mesin turboprop yang bising dan berat, yang kemudian memuncak menjadi raungan menggelegar akibat getaran frekuensi rendah serta putaran baling-balingnya.

Hercules TNI AU yang selama ini memiliki bengkel pemeliharaan di Sathar 15, Depohar 10, Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Pemerintah merencanakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau bengkel perawatan pesawat jenis Hercules C-130.  Bengkel pemeliharaan pesawat Hercules TNI AU yang di Lanud Husein Sastranegara,  rencananya akan dipindahkan ke Kertajati. 

Sangat tepat rencana pemerintah menjadikan Kertajati sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules di kawasan Asia.  Rencana ini tidak terlepas dari visi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk mencari solusi terhadap aset milik Pemprov berupa bandara yang selama ini kondisinya sangat memprihatinkan. Lobi dan negosiasi dilakukan oleh KDM terkait dengan BIJB, dari skema tukar guling bandara antara pusat dan daerah, hingga solusi untuk MRO pesawat militer dan sipil serta menjadikan sebagai bandara cargo.

Publik berharap agar visi kedirgantaran KDM bisa diterapkan semua, agar predikat Jabar sebagai provinsi dirgantara semakin kokoh. Visi kedirgantaraan  KDM juga terkait dengan reaktivasi bandara Husein Sastranegara untuk melayani penerbangana dengan jenis pesawat jet pada bulan September mendatang. Visi KDM diatas tentunya mencerahkan perekonomian dan memperluas lapangan kerja terkait infrastruktur penerbangan. 

Presiden Jokowi menyaksikan penyerahan pesawat C-130J Super Hercules dari Kemhan ke TNI AU, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. (Sumber: Humas Setkab | Foto: Rahmat)
Presiden Jokowi menyaksikan penyerahan pesawat C-130J Super Hercules dari Kemhan ke TNI AU, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. (Sumber: Humas Setkab | Foto: Rahmat)

Sejarah dan Jasa Besar Herky

Menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan Hercules di Asia juga merupakan bentuk penghormatan sejarah dan jasa yang luar biasa terhadap peran pesawat jenis Hercules atau biasa disebut dengan istilah Herky.

Kondisi  Kertajati yang memiliki lahan luas dan fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai membuat  Menhan  AS Pete Hegseth tertarik untuk membangun pusat pemeliharaan mesin Hercules di Indonesia . Tujuannya memperkuat kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis. Kemhan RI menegaskan bahwa program ini bukan menjadikan Kertajati sebagai pangkalan militer AS. 

Apalagi TNI AU juga sudah memiliki pesawat C-130J-30 Super Hercules A-1339. Dibandingkan dengan versi terdahulu, Super Hercules C-130J lebih modern karena banyak otomatisasi. Pesawat buatan Lockheed Martin ini mempunyai keunggulan mampu terbang sejauh 4.425 kilometer dengan ketinggian maksimum 8.000 meter dengan muatan 44.000 pounds (19.958 kg). Selain itu, membawa 8 palet atau 97 tandu atau 24 bundel CDS (container delivery system), 128 anggota pasukan tempur, atau 92 anggota pasukan terjun sesuai kapasitas maksimum.

Dibalik Super Hercules, kita patut memberikan apresiasi dan terima kasih kepada jenis pesawat Hercules terdahulu yang pernah dioperasikan oleh TNI AU. Banyak pihak yang tidak tahu bahwa selama puluhan tahun teknisi TNI AU telah merawat secara paripurna dan memiliki solusi teknologi untuk Herky yang merupakan sebutan pesawat C-130 Hercules TNI AU. Selama puluhan tahun Herky telah mendatangkan berjuta kenangan khusus yang tak terlupakan bagi jutaan orang, baik personel militer maupun kalangan sipil yang pernah terbang bersamanya.

Hampir semua personel pasukan tempur lintas angkatan dan lintas generasi pernah terbang bersama Herky dalam berbagai operasi. Baik operasi militer maupun operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam. Dahulu Herky juga menjadi dewa penolong bagi mahasiswa dan pelajar yang merantau jauh dari kampung halamannya. Pada saat liburan sekolah mereka menggunakan jasa Herky untuk mudik ke kampung halaman dengan membayar sedikit uang untuk keperluan administrasi.

Selama ini Herky tidak pernah dikomersilkan sebagai transportasi udara. Komandan pangkalan udara mengeluarkan kebijakan bagi keluarga TNI dan sipil terkait tugasnya. Tidak ada salahnya jika memanfaatkan ruang kosong Herky untuk sekedar membantu kalangan pelajar dan mahasiswa serta kalangan sipil yang bertugas di daerah perbatasan atau pedalaman.

Bagi yang pernah terbang bersama Herky, pasti merasa bangga, haru dan takjub yang bercampur menjadi satu. Pesawat berbadan besar itu memiliki suara mesin yang khas. Derunya yang membelah angkasa itu menyiratkan keperkasaan struktur tubuhnya dan keandalan mesinnya. Badan atau fuselage Harky yang lebar itu bisa dimasukan berbagai macam logistik dan kendaraan lewat ramp door atau pintu belakang yang kokoh dengan sistem hidrolik yang khas. Herky tidak memiliki interior yang  mewah seperti pesawat sipil. Saat masuk kedalam kabin dan fuselage kita bisa melihat struktur frame, instalasi sistem maupun wiring.

Banyak yang beranggapan bahwa umur Herky yang sudah tua itu sangat riskan, padahal meski tua sejatinya Herky masih tetap perkasa. Pernyataaan perkasa ini tentunya berdasarkan kajian teknologi dan pengalaman internasional. Karena populasi pesawat jenis Hercules di dunia yang masih beroperasi masih banyak.

Kemampuan teknologi dan daya inovasi para teknisi TNI AU terlihat dalam perawatan pesawat Hercules C-130 bernomor A1301 yang tiada lain adalah Herky seri B pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sekaligus merupakan pesawat pertama C-130 seri B yang di jual ke luar Amerika Serikat berkat diplomasi Presiden RI yang pertama Soekarno. 

Sejarah mencatat bahwa penerbangan terakhir pesawat Hercules A1301 memberikan makna bahwa personil TNI AU memiliki semangat inovasi yang luar biasa. Pada 1987, pesawat A1301 mengalami kerusakan yang cukup parah saat landing di bandara El Tari Kupang. Karena masalah keterbatasan peralatan dan suku cadang, dengan segala cara para teknisi TNI AU melakukan perbaikan yang sifatnya sangat sementara agar pesawat bisa terbang kembali ke pangkalan induk.

Karena kecintaan kepada Herky dan faktor nilai perjuangan, maka personil TNI AU berusaha menerbangkan A1301 dengan sayap “dummy” yang dipinjam dari Herky yang lain. Akhirnya, dengan "one way ticket to hell", A1301 bisa kembali dan ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara untuk selanjutnya difungsikan sebagai simulator sekaligus monumen perjuangan TNI AU.

BIJB Kertajati (Sumber: bijb.co.id)
BIJB Kertajati (Sumber: bijb.co.id)

Prospek Bisnis MRO Pesawat Sipil di Kertajati

Ekosistem bengkel perawatan pesawat terbang sipil cukup prospektif, namun ada kendala karena kapabilitasnya sangat terbatas, menyebabkan maskapai kesulitan melakukan perawan pesawatnya, Sehingga mesti ke luar negeri. 

Sebagai contoh catatan pesawat jenis Boeing 737-500 yang telah berumur sekitar 20 tahun tentunya membutuhkan perawatan yang sangat intens.  PT GMF sebagai perusahaan jasa perawatan atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO) perlu mendirikan cabang di Kertajati. Perawatan dan inspeksi pesawat tentu saja membutuhkan biaya yang cukup mahal. Selama ini bisnis MRO terbilang sangat prospektif. Untuk aktivitas perawatan medium sekelas Boeing 737 maskapai mesti mengeluarkan biaya hingga 500.000 dollar AS bahkan untuk perawatan total atau overhaul bisa mencapai 2 juta hingga 3 juta dollar AS.

Selama ini pihak maskapai di tanah air juga mengalami kendala keterbatasan kapabilitas yang dimiliki MRO dalam negeri, sehingga terpaksa melakukan perawatan ke luar negeri. Selain itu kapasitas MRO lokal ada beberapa case yang belum bisa memenuhi standar perawatan pesawat jenis tertentu.

Apalagi tanpa sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) dan International Aviation Safety Assessments (IASA), MRO atau bengkel pesawat yang ada di tanah air tidak bisa melakukan perawat level medium hingga menyeluruh untuk pesawat tertentu.

Sistem navigasi pesawat tua juga mesti lebih sering dirawat karena sangat sensitif dan bisa berakibat fatal jika ditunda. Ada perbedaan yang paling mencolok yakni pada radar cuaca di kokpit. Untuk pesawat Boeing 737 seri 300 dan 400 sudah menggunakan sistem otomatis. Tetapi 737-500 masih manual untuk membaca cuaca.

Jadi agar pilot tahu apakah awan di lintasan pesawat itu aktif atau tidak maka sudut radar harus presisi. Untuk seri 300 dan 400 sudah otomatis diketahui kondisinya. Untuk seri 500 agar presisi mesti sering dikalibrasi sensornya.  Perawatan kalibrasi selama ini juga sering mengalami kendala.

Perawatan mesin pesawat berikut komponen penunjangnya dikerjakan berdasar interval waktu pelaksanaan. Perawatan pesawat dikelompokkan menjadi perawatan rutin (scheduled maintenance) dan non rutin (non-scheduled maintenance).

Untuk perawatan rutin, interval yang sudah ditetapkan harus diulang dalam interval waktu tersebut. Sementara itu, perawatan nonrutin akan dilakukan berdasarkan temuan yang didapat saat pengoperasian pesawat.

Perawatan rutin terhadap pesawat sekelas Boeing 737 dibagi menjadi perawatan harian yang dilakukan pada saat sebelum terbang atau before departure check (BDC), kemudian saat singgah di suatu bandara atau transit check, serta pemeriksaan harian atau daily inspection atau 24 hours check. Sedangkan perawatan berkala dilakukan dalam interval waktu tertentu sesuai dengan maintenance schedule inspection. Contoh perawatan berkala dan nomenklatur perawatan.

Potensi Bandara Kargo

Visi KDM untuk Kertajati juga terkait dengan Aspek indeks konektivitas antar bandara. Ini merupakan hal yang sangat penting agar Kertajati tidak sepi. Perlu strategi pengembangan bandara agar kinerjanya tidak terpuruk. Pihak pengelola bandara harus bekerja keras dan inovatif agar jumlah penerbangan ke bandaranya terus meningkat dan tidak kalah bersaing dengan bandara lain.

Potensi bandara harus terus dikembangkan. Seperti misalnya potensi kargo udara dan pusat perawatan pesawat terbang atau repair shop aircraft. Beberapa pihak sempat mengkhawatirkan bahwa potensi bandara kargo untuk Kertajati kurang memiliki prospek karena kurang terkait dengan aktivitas bisnis, industri dan budaya yang ada. Kondisinya sangat jauh berbeda dengan Bandara Husein Sastranegara yang lokasinya di tengah kota. Sehingga sangat nyaman bagi penumpang dan kalangan bisnis.

Kekhawatiran prospek bandara kargo sebenarnya bisa dieliminir mengingat potensi industri, agronomi, dan wisata di Kertajati cukup besar. (*)


Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)