Reunian, Yuk!

11 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Aa Akil, Affan, Mang Ali asyik bergaya di mobil ala Indomotor EV saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil, Affan, Mang Ali asyik bergaya di mobil ala Indomotor EV saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Pagi itu, langit Cibiru Bandung dan sekitarnya tampak bersahabat. Matahari belum terlalu tinggi saat halaman depan Gedung Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung mulai dipenuhi tenda-tenda makanan.

Aroma jajanan bercampur dengan gelak tawa, sapaan, dan pelukan hangat orang-orang yang telah lama tak berjumpa.

Ya di sekitar Tugu Kujang, langkah demi langkah mengarah ke Aula. Mereka datang dari berbagai kota, desa, tua, muda, laki-laki, perempuan, lintas generasi.

Suasana bermain saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Suasana bermain saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Merawat Ingatan, Imajinasi, dan Meneguhkan Rumah Bersama

Ada yang rambutnya telah memutih, ada pula yang baru dua-tiga tahun meninggalkan bangku kuliah. Semua dipertemukan dalam bingkai Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bertajuk "Menghimpun yang Terserak, Membangun Kolaborasi Berdampak."

Tema itu terasa sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan makna yang dalam. Pasalnya, hidup memang sering membuat manusia tercerai oleh pekerjaan, jarak, dan kesibukan. Namun, selalu ada rumah yang membuat setiap orang ingin pulang. Kampus salah satunya.

Sebelum memasuki aula, suasana di pelataran Gedung Rektor Pertama justru lebih dulu mencuri perhatian. Berbagai stan berjejer menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada Science for Kids, robotika, area bermain anak, simulasi sains, kendaraan listrik, hingga beragam booth mitra industri (Toyota, Indomotor EV). Tak ketinggalan meja daftar absensi kehadiran tamu undangan, peserta reuni.

Hari itu, Sabtu (4/7/2026) kampus bukan sekadar ruang akademik. Justru menjelma menjadi ruang perjumpaan lintas usia, tempat ilmu pengetahuan dan keceriaan berjalan beriringan.

Di tengah-tengah keramaian itu, Aa Akil, anak kedua, memilih menikmati kampus dengan caranya sendiri. Dengan mengayuh sepeda kecilnya warisan dari Kaka Fia, anak pertama untuk mengelilingi sudut-sudut FST.

Sesekali berhenti di depan GOR, lalu kembali mengayuh mengelilingi kampus dari pintu Doraemon, dekat Tugu Elektro, memutar ke Mahad Al-Jamiah, DPR (di bawah pohon rindang), sampai gerbang utama, depan Rektorat, Gedung O. Djauharuddin AR. Tanpa diduga, bertemu teman sekelasnya di sekolah.

"Daffa!" Seruan itu disambut tawa. Daffa datang bersama adiknya, Azfar, yang akrab dipanggil "De AI" plesetan lucu dari namanya yang mengingatkan pada kecerdasan buatan. Kakak mereka, Haikal, turut menemani. Tanpa perlu banyak basa-basi, bocil itu kembali menjadi anak-anak. Persahabatan memang tidak memerlukan protokol dan membuat janji terlebih dahulu.

Saat orang tua asyik menyimak, bertegur sapa, kongres, di dalam Gedung Anwar Musaddad dari rangkaian Dies Natalis ke-20 FST. Dengan parade festival sambutan (Ketua IKA FST Dian Nuraiman, Wakil Sekretaris PP IKA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Iwan Setiawan, Dekan FST Hasniah Aliah). Kongkow bareng.

Pementasan angklung ala FST saat bernyanyi Rumah Kita yang dipopulerkan grup musik God Bless, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Dokumentasi Panitia)
Pementasan angklung ala FST saat bernyanyi Rumah Kita yang dipopulerkan grup musik God Bless, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Dokumentasi Panitia)

Suasana mulai cair dengan hadirnya stand-up comedy Zahra Petani (Zahra Shafiyah), alumni Agroteknologi. Semakin terasa pecah waktu bernyanyi bersama-sama Rumah Kita yang dipopulerkan grup musik God Bless.

Di bawah arahan seorang dirigen. Pementasan angklung yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan fakultas, hingga dekan.

Lebih baik di sini

Rumah kita sendiri

Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa

Semuanya ada di sini

Rumah kita

Lirik yang menggerakkan untuk bangkit berdiri, melambaikan tangan ke kiri, kanan, dengan mengikuti irama, nada, kaki dihentak-hentak, tepuk tangan. Ada yang bersiul, menyala cahaya dari ponsel. Sungguh indah. Seru.

Penampilan unik, apik ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan dan penegasan identitas FST sebagai bagian utuh dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Alunan harmoni bunyi angklung dan lirik yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, tersampaikan pesan soal ilmu-ilmu sains dan teknologi telah tumbuh dan berkembang sebagai penghuni resmi rumah besar UIN, berjalan seiring dengan ilmu-ilmu keislaman dalam membangun peradaban yang berlandaskan wahyu, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan.

Hasil tangkapan layar dari bertumbuh menjadi unggul, jejak prestasi FST (Sumber: Istimewa)
Hasil tangkapan layar dari bertumbuh menjadi unggul, jejak prestasi FST (Sumber: Istimewa)

Kilas Balik Menuju FST Juara

Dua dekade perjalanan 20 tahun FST menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pada tahun 2006, FST memulai langkahnya dengan 4 program studi, 230 mahasiswa, dan 19 dosen

Pada tahun 2026, FST telah berkembang menjadi 9 program studi yaitu Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, Agroteknologi, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan dan S2 Informatika. Terdapat kurang lebih 3800 mahasiswa dan didukung oleh 109 dosen.

Angka-angka ini menunjukkan FST tidak hanya tumbuh dari sisi kuantitas, tetapi mengalami penguatan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas akademik.

Tentunya perjalanan 20 tahun FST tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih.

Dalam 5 tahun terakhir, sebanyak 548 prestasi mahasiswa telah mengharumkan nama fakultas dan universitas melalui berbagai kompetisi akademik maupun non-akademik di tingkat nasional maupun internasional. Ini menunjukan bahwa mahasiswa FST mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi global.

Pada aspek mutu akademik, 6 dari 7 prodi awal di FST telah terakreditasi Unggul. Ini sebagai bukti komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Salah satu kebanggaan FST adalah kontribusinya dalam bidang riset dan inovasi. Dalam lima tahun terakhir, telah dihasilkan 289 publikasi internasional dan 23 paten dari total 25 paten UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Artinya, lebih dari 90 persen paten universitas lahir dari ekosistem riset FST, yang turut mengantarkan UIN Bandung menjadi PTKIN dengan jumlah paten terbanyak di Indonesia.(diolah dari sambutan Dekan FST)

Semakin akrab, hangat saat door prize dibagikan. Ada yang menang alat elektronik, perabot rumah, sepeda, voucher potongan harga.

Meskipun seorang kawan berkata, "Emang alumni Saintek? Bukannya Ushuluddin. Bisa aja hadir di reunian 20 tahun?" selorohnya

"Muhun!" jawabku singkat.

Dari area tempat bermain Kakang, anak ketiga memanggil, "Bah boleh naik kuda-kudaan"

Pertanyaan Kakang yang sehari lagi genap berusia lima tahun membuat kaget pria berbadan gempal itu. "Pantas sedang jaga anak bermain ya!" ucapnya.

Asyiknya Kakang bermain dan bergaya saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Asyiknya Kakang bermain dan bergaya saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Bukan Ajang CLBK, Dari yang Terserak, Bangun Kolaborasi Berdampak

Selama ini kita sering beranggapan cinta lama bersemi kembali (CLBK) saat reuni sekolah, kampus bukan sekadar mitos. Dalam kajian psikologi, nostalgia, cara otak mengingat masa lalu, hingga kondisi hubungan yang sedang dijalani menjadi faktor pemicu yang dapat membuat seseorang kembali memikirkan mantan, gebetan lama. Namun, reuni bukanlah penyebab utama perselingkuhan.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin, manusia secara alami sering memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak terjadi dalam hidupnya. Pikiran semacam ini dapat memunculkan rasa penasaran sekaligus kedekatan emosional yang sebelumnya mungkin tidak terlalu terasa.

Selain faktor psikologis dari dalam diri, ada faktor luar yang dapat memengaruhi psikologis seseorang. Teman lama, mantan, atau gebetan masa sekolah memiliki sejarah dan kenangan bersama. Kedekatan ini dapat menimbulkan rasa nyaman dan aman, sehingga komunikasi terasa lebih mudah.

Psikolog Robert Zajonc memperkenalkan konsep ‘mere exposure effect’ yang menjelaskan kecenderungan manusia untuk menyukai yang lebih familiar. Ini menjadi alasan mengapa bertemu dengan teman-teman lama terasa menyenangkan dan seru. Meski demikian, rasa nyaman ini tidak otomatis berarti cinta lama benar-benar kembali. Dalam banyak kasus, yang muncul sebenarnya adalah nostalgia.

Para ahli hubungan justru menilai faktor terbesar perselingkuhan setelah reuni, bukan terletak pada acara reuninya, melainkan kondisi hubungan yang sedang dijalani.

Penelitian yang dilakukan psikolog Dylan Selterman dari University of Maryland menunjukkan ketidakpuasan dalam hubungan, kesepian, kurangnya perhatian, serta kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi menjadi faktor yang lebih kuat dalam munculnya perselingkuhan.

Dalam kondisi itu, perhatian kecil dari orang lama bisa terasa sangat berarti. Bukan karena orangnya lebih baik, melainkan karena hadir di saat seseorang sedang merasa kesepian, tidak mendapatkan kebutuhan emosionalnya.

Bila dahulu reuni hanya terjadi beberapa tahun sekali, kini media sosial membuat ‘orang lama’ bisa muncul kapan saja. Foto lama, grup alumni, hingga pesan pribadi membuat interaksi menjadi jauh lebih mudah. Penelitian yang dimuat dalam Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking menemukan bahwa media sosial dapat memudahkan seseorang menjalin kembali hubungan dengan mantan (kenalan lama). Kemudahan akses ini meningkatkan peluang munculnya nostalgia maupun kedekatan emosional.

Tidak ada teori secara keilmuan yang mengatakan acara reuni dapat menjadi sebab perselingkuhan. Reuni lebih tepat disebut sebagai katalis (pemicu) yang mempertemukan orang-orang dengan sejarah masa lalu.

CLBK saat reuni bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru penyebabnya bukan semata-mata karena acaranya, melainkan kombinasi antara cara otak bekerja, nostalgia, dan kondisi emosional seseorang pada saat itu. (Bacaini.ID 28 Juni 2026 06:05 WIB)

Hasil tangkapan layar alumni bagian dari sejarah dan masa depan (Sumber: Istimewa)
Hasil tangkapan layar alumni bagian dari sejarah dan masa depan (Sumber: Istimewa)

Sejatinya reuni menjadi momentum yang tepat untuk menyambung silaturahmi dan bernostalgia, bukan ajang mencari pasangan atau CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Menjaga fokus acara tetap positif sangat penting agar esensi kumpul bersama teman lama tidak ternodai.

Pentingnya mengalihkan fokus reuni menjadi ajang berbagi inspirasi hingga menggalang dana untuk almamater.

Ikhtiar ini menjadi bagian dari peluncuran alumni hub. Salah satu bentuk layanan untuk alumni adalah hadirnya PLIS yang kemudian bertransformasi menjadi sipandu. Melalui platform ini, alumni dapat mengakses berbagai layanan administrasi, seperti legalisir ijazah maupun layanan persuratan lainnya secara lebih mudah, cepat, dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa hubungan alumni dengan almamater tetap terjalin tanpa dibatasi oleh jarak.

Pada hari ini memperkenalkan sekaligus menyerahkan pengelolaan PUTRI kepada Ikatan Alumni FST. Putri (Pinjaman UKT Tanpa Riba) lahir dari kepedulian bersama para dosen, tenaga kependidikan dan alumni terhadap mahasiswa yang terjerat pinjol dan putus kuliah karena tidak ada biaya untuk membayar UKT. Selama 8 semester berjalannya Putri, telah membantu 194 mahasiswa dengan total manfaat bantuan sebesar Rp. 690 juta.

Prosesi serah terima kita lakukan hari ini bukan sekadar serah terima program, tetapi simbol bahwa pembangunan FST tidak hanya menjadi tanggung jawab fakultas, melainkan juga dilanjutkan bersama alumni sebagai mitra strategis.

Bagi para alumni yang mungkin sudah lama tidak berkunjung ke kampus, inilah sebagian wajah baru FST. Laboratorium, ruang baca, PTSP, fasilitas disabilitas, student corner, ruang laktasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya terus kami kembangkan agar lingkungan belajar semakin nyaman, inklusif, dan mendukung pembelajaran berkualitas.

FST tidak dibangun oleh gedung semata. FST dibangun oleh orang-orang yang pernah belajar, mengajar, bekerja, dan mengabdi di dalamnya. Karena itu, keberhasilan setiap alumni adalah keberhasilan almamater. Di mana pun kalian berkarya sebagai akademisi, peneliti, ASN, profesional, maupun wirausahawan, di sanalah nama FST ikut hadir.

Memasuki usia dua puluh tahun, kami menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin besar. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh alumni untuk terus menjadi bagian dari perjalanan FST. Melalui kolaborasi dalam pendidikan, riset, dunia industri, pembinaan mahasiswa, pemberian beasiswa, maupun penguatan jejaring nasional dan internasional, kita dapat menghadirkan dampak yang lebih luas.

Saintek Juara bukanlah hasil kerja satu orang, satu unit. Saintek Juara hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh komponen FST: dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra. Karena itu, semangat Saintek Sinergi Juara bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kita untuk terus tumbuh bersama dan saling menguatkan. (diolah dari sambutan Dekan FST)

Asyiknya Aa Akil tengah bermain Robot Soccer Junior saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Asyiknya Aa Akil tengah bermain Robot Soccer Junior saat Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Merayakan Kebersamaan, Memupuk Cerita

Sore harinya, setibanya di rumah Akil bercerita panjang tentang aktivitas dan pertemuan berharga itu dengan mata berbinar.

"Tadi Aa sama Affan main bola pakai robot. Terus ke tempat yang ada lava lamp. Habis itu main balon ikan buntal. Lanjut naik mobil tenaga listrik. Balik lagi ke tempat lava lamp sama balon ikan buntal. Terus lihat simulasi gunung berapi. Habis itu bikin secret message. Baru deh keluar main sepeda. Eh, ketemu Daffa. Tadinya cuma main sepeda, tapi akhirnya main ke playground. Di sana kita main zombie-zombie-an."

"Bah, tadi Aa ketemu sama Musa, Abah, Amah, guru ngaji. Emang Amah alumni Biologi ya!"

"Muhun," jawabku singkat.

"Pantas aja tadi hadir ya!"

Deretan kalimatnya mengalir tanpa jeda, seolah-olah takut ada satu kenangan yang tertinggal. Bagi bocil, hari itu bukan tentang reuni. Apalagi tentang pidato, jejaring alumni, kolaborasi. Melainkan yang dibawa pulang itu rasa takjub, kegembiraan, dan pengalaman berharga.

Mendengar ceritanya, menyadari ihwal kampus sesungguhnya tidak hanya mencetak sarjana. Justru menjadi sarana untuk menanamkan rasa ingin tahu, membuka ruang imajinasi, dan menghadirkan cerita, keseruan yang akan dikenang bertahun-tahun kemudian.

Barangkali itulah makna terdalam dari perjumpaan yang tak direncanakan. Bila orang dewasa datang untuk mengenang masa lalu dan merancang masa depan. Anak-anak hadir untuk menikmati hari ini dengan penuh rasa ingin tahu.

Walhasil, di antara keduanya, kampus menjadi jembatan. Tempat ilmu bertemu permainan, teknologi bertemu tawa, alumni bertemu sahabat lama, kawan seperjuangan dan seorang anak menemukan kebahagiaannya sendiri.

Hasil karya mewarnai Aa Akil dan Affan, Sabtu (4/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Memang benar, ada tempat-tempat yang tidak sekadar kita kunjungi. Ada suasana yang diam-diam mengajarkan ihwal pulang bukan hanya soal kembali ke bangunan, melainkan menjelma pada rasa.

Dengan demikian, saat ilmu, persahabatan, dan keluarga bertemu dalam satu ruang, yang tumbuh bukan sekadar kenangan, melainkan harapan soal kampus akan selalu menjadi rumah bagi setiap generasi.

Sungguh benar apa yang dikatakan seorang kawan lama yang menjadi dosen berkomentar saat Reuni Akbar 20 Tahun. "Coba kalau tiap hari begini, pasti seru. Bapak, Emak asyik ngumpul di acara. Anak-anak ikut bahagia di area permainan. Benar-benar FST Juara."

Mari kita jaga warisan yang telah dibangun selama dua puluh tahun, dan bersama-sama mewujudkan masa depan FST yang lebih unggul, lebih berdampak, dan lebih membanggakan. Selamat mengikuti Reuni Akbar Ikatan Alumni Fakultas Sains dan Teknologi.

Saat asyik menulis ini, tiba-tiba Kakang manggil "Bah tulisin nama Goku di kertas secret message?" Cag ah!

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)