Dilarang, Ditolak, Lalu Diterima: Evolusi Musik Barat di Indonesia

4 menit baca
SAEDA AESYA
Ditulis oleh SAEDA AESYA diterbitkan
Vrij Nederland, jilid. 17 Tahun 1956, no. 7, 13-10-1956 13 Oktober 1956. (Sumber: resolver.kb.nl | Foto: Dilansir dari Dhelper)
Vrij Nederland, jilid. 17 Tahun 1956, no. 7, 13-10-1956 13 Oktober 1956. (Sumber: resolver.kb.nl | Foto: Dilansir dari Dhelper)

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musik adalah seni yang menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Musik barat sendiri dapat diartikan seni suara dan nada yang berasal dari budaya Eropa dan Amerika, yang aliran utamanya meliputi Pop, Rock, Jazz, Hip-Hop, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia, kehadiran genre-genre ini tidak serta-merta berjalan mulus. Ada masa di mana ketukan drum dan raungan gitar elektrik dianggap sebagai ancaman serius bagi kedaulatan bangsa.

Pada tahun 1959, Presiden Soekarno secara resmi melarang peredaran dan pemutaran musik Barat di Indonesia. Poin ini berkaitan dengan Manifesto Politik Indonesia yang ditetapkan sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara, larangan tersebut dibuat sebagai bentuk penentangan imperialisme dan neokolonialisme Barat di Indonesia, pemerintah bahkan mengeluarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 11/1963 serta merevisi Pasal 154-157 KUHP untuk mengkriminalisasi penyebaran kebudayaan asing yang dianggap merusak.

Istilah "musik ngak ngik ngok" pun diciptakan Soekarno untuk mengejek musik Barat—khususnya demam British Invasion yang dipelopori The Beatles. yang dianggap merusak jati diri bangsa. Musik Barat seperti Rock n Roll yang mengikuti gaya The Beatles dinilai anti-revolusi oleh Soekarno, PKI, dan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat).

Pemerintah khawatir, gaya hidup kebarat-baratan akan melemahkan semangat nasionalisme dan jiwa patriotik pemuda Indonesia yang saat itu sedang digelorakan untuk menghadapi konfrontasi. Akibatnya, musisi lokal yang nekat memainkan lagu Barat, seperti Koes Bersaudara, harus merasakan dinginnya jeruji besi penjara Glodok pada tahun 1965.

Konser Reality Club, 2024 (Foto: Dokumentasi pribadi/Saeda Aesya)

Namun Aksi dan reaksi masyarakat Indonesia terhadap musik barat sebetulnya menunjukkan dinamika penerimaan yang beragam jika kita menarik garis waktu lebih mundur. Jauh sebelum pelarangan tahun 1950-an, masuknya musik pop/jazz pada abad ke-20 di Batavia melalui piringan hitam (gramofon).

Peneliti musik Alfred D. Ticoalu dalam tulisannya “Irama Jazz dan peranakan Tionghoa” menyebutkan jika The American Jazz Band adalah salah satu pelopor band jazz yang yang diterima baik oleh masyarakat Urban pada masa itu.

Ketika konformitas politik era Orde Baru mulai melonggar pasca-1966, musik Rock n Roll dan Pop Barat mencoba kembali masuk ke lapisan masyarakat. Melihat adanya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap musik pop/jazz terdahulu, membuat para musisi musik Rock n Roll mengupayakan agar genre mereka bisa lebih diterima di lapisan masyarakat.

Namun demikian, Melansir dari arsip koran Berita Yudha keluaran tahun 1970-an hingga 1980-an, musik Rock lokal awal sempat kurang diminati pasar karena dinilai terlalu menjiplak alias menjadi "plagiat" total dari band-band Barat, tanpa menunjukan identitas dan potensi karya sendiri. Musisi lokal harus berjuang ekstra untuk menemukan formula yang pas agar musik modern ini bisa diterima oleh kuping masyarakat Indonesia.

Penggunaan drum masa kini (Foto: Dokumentasi pribadi/Saeda Aesya)

Salah satu jembatan terbesar masuknya pengaruh Barat ini terjadi lewat modernisasi instrumen, khususnya drum set. Sejak era kolonial hingga memasuki tahun 1960-an, komodifikasi drum set modern mulai mendominasi seiring terkenalnya band-band beraliran pop dan rock. Pengaruh instrumen Barat ini bahkan merembes dan memperkaya musik semi-tradisional urban. Seperti musik keroncong modern dan gambang kromong kombinasi yang mulai mengadopsi ketukan drum serta gitar elektrik untuk mengiringi alat musik tradisional.

Menurut drummer ternama Indonesia, Denny Arnold, "Drum merupakan instrumen yang sangat berperan dalam membentuk karakter musik Indonesia masa kini.” Alat musik ini berhasil melintasi batas genre dan menyatukan pengaruh modern dengan estetika lokal. Perkembangan musik Rock n Roll pun semakin pesat seiring dipergunakannya drum dalam berbagai aliran musik modern saat ini.

Kini, di era digital, musik Barat telah menjadi bagian integral dari gaya hidup sehari-hari. Perkembangan teknologi yang sangat cepat memudahkan penyebaran informasi dan musik melintasi sekat ruang dan waktu. Melalui platform musik digital seperti Spotify dan Apple Music, penetrasi lagu-lagu internasional masuk ke gawai generasi muda tanpa sekat ruang dan waktu.

Menariknya, evolusi panjang musik Barat ini tidak lagi ditelan mentah-mentah. Pengaruh musik Rock dan Pop Barat telah berasimilasi dengan sempurna dan melahirkan band-band lokal generasional seperti Reality Club, Perunggu, hingga The Changcuters. Mereka tampil sebagai titik puncak daya tarik baru yang membawakan musik dengan genre rock alternatif yang kental, namun tetap memiliki penjiwaan, lirik, dan identitas yang sangat dekat dengan realitas pendengar di Indonesia saat ini. (*)

REFERENSI

  • Kumparan. 2023. Pengertian Musik Barat dan Konsepnya. kumparan.com.
  • Pertiwi, A. 2014. Larangan Soekarno Terhadap Musik Barat Tahun 1959-1967. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2(3).
  • Saptohutomo, A.P. 2023. Larangan Soekarno soal Lagu “Ngak Ngik Ngok” yang Buat Koes Plus Dibui. kompas.com.
  • Regar, R. F., & S. Dian Andryanto. 2023. Sejumlah Larangan Rezim Orde Lama dan Orde Baru untuk Anak Muda: Musik Ngak Ngik Ngok, Celana Ketat, Rambut Gondrong. tempo.co.
  • Suharyo, P. B. 2022. Industri Musik dalam Geliat Antikolonialisme dan Imperialisme Soekarno di Indonesia (1959-1967). kompasiana.com.
  • Yuliana, S. 2024. Perkembangan Musik Barat di Indonesia: Melankolis Hingga Trendi. tambahpinter.com
  • Curta Music. 2025. Sejarah dan Perkembangan Drum di Indonesia. curtamusic.com
  • Berita Sporty. 2025. Perjalanan Alat Musik Drum di Indonesia: Dari Masa ke Masa. beritasporty.com.
  • ‌Berita Yudha. 1986. Festival Musik Rock Se-Indonesia 1986. sidak. ‌
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

SAEDA AESYA
Tentang SAEDA AESYA
Undergraduate student in History Universitas Padjadjaran with strong in analysis, communication, and leadership.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 16:40

Romantisme Membaca Majalah Monitor : Ketika TVRI Menjadi Jendela Hiburan Keluarga

Membuka kembali Majalah Monitor Radio dan Televisi edisi Agustus 1980 seperti membuka jendela kecil menuju masa lalu.

Majalah Monitor edisi perdana, Agustus 1980, menjadi salah satu bacaan panduan bagi penonton dan pemirsa TVRI untuk mengetahui beragam acara televisi yang ditayangkan pada masa itu. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 15:14

Hari Lahir Kemenlu dan Bandung Gudangnya Diplomat Ulung

Banyaknya diplomat asal Kota Bandung yang berprestasi memberikan citra positif bangsa di mata dunia.

Ilustrasi Gedung Pancasila terkait dengan hari jadi Kementerian Luar Negeri, 19 Agustus (Sumber: galeri kemlu.go.id)
Wisata & Kuliner 20 Agu 2026, 13:22

Panduan Wisata Kebun Raya Kuningan: Taman Batu, Bunga Kuning, dan Udara Ciremai

Panduan lengkap Kebun Raya Kuningan, mulai dari harga tiket, jam buka, Rock Garden, Taman Kuning, hingga tips berkunjung ke kaki Gunung Ciremai.

Kebun Raya Kuningan.
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 13:01

DAMRI Leuwi Panjang—Cibiru: Antara Antusiasme Penumpang dan Berbagi Jatah dengan Angkot

Membicarakan transportasi umum di Bandung memang cukup rumit—baik pembagian rute maupun keterbatasan trayek yang bisa menjangkau setiap sudut Kota Bandung.

Antusiasme Pengguna DAMRI tidak sebanding dengan armada dan waktu yang disediakan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 11:14

Wujudkan Furnitur Fungsional yang Ergonomik untuk Mall di Bandung

Ada kecenderungan Mall yang kini banyak dikunjungi oleh masyarakat karena memiliki furnitur fungsional dan taman yang luas.

Kolase foto penulis disekitar furnitur fungsional Mall Sumaba (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Beranda 20 Agu 2026, 09:44

Menelusuri Jejak Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Arcamanik, Lapang Golf sampai Buruan Sae

Data BPS 2019–2024 mengungkap luas ruang terbuka hijau tiap kelurahan di Kecamatan Arcamanik, dari taman raksasa Sukamiskin hingga kebun warga Buruan Sae.

Pengendara melintasi jalan Pacuan Kuda Arcamanik pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tampak jalan tersebut teduh karena masih ditumbuhi pohon-pohon berukuran besar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 08:25

Apakah Kita Sudah Benar-Benar Merdeka untuk Bersuara?

Di negara kita yang menganut sistem demokrasi seharusnya suara adalah bentuk dari aspirasi masyarakat.

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 17 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 07:45

Jet Kembali ke Bandung: Kebangkitan Husein atau Euforia Sesaat? 

Dalam bisnis penerbangan, satu pesawat penuh belum cukup untuk menyimpulkan sebuah rute akan sehat selamanya.

Pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 19 Agu 2026, 19:06

Media Lokal Minta Revisi UU Hak Cipta Tak Mengorbankan Distribusi Digital

Saat ini Kementerian Hukum RI mulai mendorong revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Local Media Community (LMC). (Sumber: LMC)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 18:01

Cigenjlong Pernah Diguncang Gempa Sangat Kuat

Di balik tanjakan yang menantang pesepeda, Cigenjlong menyimpan jejak gempa dahsyat yang membentuk bentang alam sekaligus meninggalkan cerita dalam nama kampungnya.

Di balik tanjakan yang menantang pesepeda, Cigenjlong menyimpan jejak gempa dahsyat yang membentuk bentang alam sekaligus meninggalkan cerita dalam nama kampungnya. (Sumber: Dokumentasi T. Bachtiar)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 17:06

Peran Metode REBA dalam Menciptakan Lingkungan Kerja yang Ergonomis

Pentingnya postur kerja yang masih sering diabaikan, apabila permasalahan ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan risiko cedera yang serius

Ilustrasi lingkungan kerja. (Sumber: Pexels | Foto: Mandiri Abadi)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 16:16

Agustusannya Tetap Ramai dan Nasib Sial Yang Tak Kunjung Usai

Ketika lampu Agustusan padam, realitas pahit kembali menyapa tanpa permisi. Bagi mereka yang terjebak dalam “nasib sial yang tak kunjung usai”,

Pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 15:28

Transformasi Pramuka di Ruang Digital

Pramuka dapat hadir di tengah oase dalam mendukung partisipasi isu strategi nasional. Sebab dari pramukalah kita mampu menggerakkan pemuda dalam menggapai karakter solutif dan adaptif.

Anak pramuka. (Sumber: Pexels | Foto: Muhaimin Abdul Aziz)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 15:02

Sejarah Lomba-Lomba Agustusan

Tradisi lomba Agustusan mulai populer sekitar 1950, setelah situasi Indonesia berangsur pulih pasca-Konferensi Meja Bundar 1949.

Kartu pos yang menggambarkan tradisi panjat pinang di negri ini sejak masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 19 Agu 2026, 13:09

Self-Reward Anak Muda dan Jebakan Mental Accounting

Belajar bagaimana mengelola keuangan yang baik, tapi keuangan sendiri masih berantakan. Artikel ini mengupas tentang self-reward impulsif anak muda lewat kacamata akuntansi.

Ilustrasi self reward. (Sumber: Pexels | Foto: Kristina Paukshtite)
Linimasa 19 Agu 2026, 13:06

Habis Karnaval Terbitlah Sampah, Sisi Lain Perayaan Kemerdekaan

Karnaval 17 Agustus di Cicalengka dan Nagreg meriah, tetapi menyisakan properti dan sampah yang harus dibersihkan setelah acara.

Tampkan salah satu sampah karnaval 17 Agustus 2026 di kawasan Cicalengka. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 19 Agu 2026, 12:26

Punahnya Angkot di Kota Bandung, Dalam 8 Tahun Susut Ribuan Unit

Jumlah angkot di Bandung terus menyusut. Dalam delapan tahun, ribuan unit menghilang. Apa yang terjadi dengan angkot dan bagaimana nasib transportasi publik Kota Bandung?

Suasana lengang di Terminal Cicaheum pada Rabu 22 April 2026. Di tahun 1990-an, angkot berbagai trayek ini berderet rapi dan panjang terutama di jam-jam sibuk. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)