Antara Musik dan Sastra: Lahirnya dan Pengaruh Aliran Musik Progresif

4 menit baca
Paduka Narapati Pandya
Ditulis oleh Paduka Narapati Pandya diterbitkan
Kelompok Musik Gang of Harry Roesli. (Sumber: Majalah Aktuil Edisi 126 | Foto: Aktuil)
Kelompok Musik Gang of Harry Roesli. (Sumber: Majalah Aktuil Edisi 126 | Foto: Aktuil)

Skena aliran musik progresif mulai memasuki kancah Indonesia pada era 1970-an, periode yang mengalami perubahan besar setelah peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru, setelah dihapuskannya Manifesto Politik (Manipol) 17 Agustus 1959 yang merupakan upaya membentengi Indonesia dari budaya barat. Perubahan politik ini membuka ruang bagi masuknya berbagai pengaruh budaya, termasuk musik dari Barat yang lebih eksperimental.

Musik yang seringkali memadukan musik barat dengan musik tradisional ini dipelopori Guruh Gipsy, kelompok musik yang diinisiasi oleh Guruh Soekarnoputra. Mereka berhasil memadukan unsur musik tradisional Indonesia dengan progresifitas musik Barat. Selain itu, peran media seperti majalah musik serta eksperimen musikal di lingkungan kampus menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan skena ini.

Majalah musik memiliki peran besar dalam mempengaruhi selera dan dianggap sebagai ”kitab suci” anak muda pada masa itu. Kemunculan berbagai majalah musik menjadi gerbang informasi terhadap perkembangan musik global. Salah satu yang paling berpengaruh adalah Majalah Aktuil, terbit pertama kali pada 8 Juni 1967 di Bandung , yang menjadi kitab utama anak muda dalam mengenal musisi dan genre baru, termasuk musik progresif.

Dikutip dari Pophariini.com, ”Kalau lo berjiwa muda dan lo gak baca aktuil, kayanya ketinggalan jaman,” kata Alm. Andi Julias drammer band rock progresif Makara di era 80an yang juga ketua Indonesian Progressive Society (IPS) ini dalam sebuah wawancara. Melalui ulasan, wawancara, dan liputan konser, majalah ini memperkenalkan band-band progresif Barat sekaligus memberi ruang bagi musisi lokal untuk berkembang pada tahun 70 - an.

Tampak cover majalah Aktuill (Sumber: Pophariini.com)
Tampak cover majalah Aktuill (Sumber: Pophariini.com)

Lingkungan kampus juga menjadi salah satu wadah penting dalam perkembangan musik progresif di Indonesia. Masuknya pengaruh musik barat pada tahun 1970-an melalui mahasiswa yang terpapar budaya barat mendorong munculnya eksperimen musikal. 

Bahkan dikutip dari Bandungbergerak.com Harry Roesli, personil dari kelompok Gang of Harry Roesli, aktif mengajar di Departemen Musik LPKJ Jakarta dan Jurusan Musik UPI Bandung, menggunakan instrumen tidak lazim seperti botol, kaleng bekas, pecahan botol, dan lain-lainnya. “Bunyi-bunyi yang dihasilkannya berupa hiruk yang aneh dan menggedor kesadaran pendengarnya,” jelas Ajip Rosidi dalam bukunya Apa Siapa Orang Sunda. Proses eksperimental ini menghasilkan kelompok – kelompok musik beraliran progresif seperti Abbhama (LKPJ/IKJ), Gang of Harry Roesli (ITB), Shark Move (ITB & UNPAD).

Pengaruh ini bahkan masih terasa hingga sekarang, di mana kampus tetap menjadi ruang bagi lahirnya musisi dengan pendekatan eksperimental yang kuat.

Tampak belakang Album Shark Move "Ghedechokra's" (Sumber: Iramanusantara.com)
Tampak belakang Album Shark Move "Ghedechokra's" (Sumber: Iramanusantara.com)

Tidak hanya menjadi fine art yang mementingkan estetika, tetapi juga applied art sebagai cara berekspresi terutama isu – isu sosial. Misalnya, kekhawatiran Guruh terhadap intervensi budaya Barat, terwakili dalam lagu Chopin Larung yang ditulis dalam bahasa Bali: Sang jukung kelapu-lapu Santukan baruna kroda Nanging Chopin nenten ngugu Kadangipun ngarusak seni budaya (Perahu terombang-ambing Karena dewa laut murka Namun Chopin tiada memahami. Bangsanya merusak seni budaya).

Selain dari Guruh Gipsy, juga dari band Shark Move yang menyinggung isu yang sangat sensitif yaitu pembantaian PKI 1965,”People run, my people run, Sacrifice will come again and soon be there, See those people one by one, One by one, Evil come evil come, Evil War is come again soon be there, See they dies one by one, See those bodies on the ground, on the ground ” lirik dari lagu Evil War – Shark Move. “Lagu ini didedikasikan untuk orang yang tidak bersalah, yang menjadi korban dari arogansi rezim“ Benny Soebardja dalam kanal Youtubenya. “Di tulis dalam Bahasa Inggris, saya menduga untuk menghindari sensor aparat Orde Baru yang baru menancapkan kuku kekuasaaanya, lagu ini bercerita tentang pogrom terhadap kaum komunis paska G30-S yang dialusikan oleh Benny Soebardja (Personel Shark Move) sebagai Perang Jahat.

Di lagu ini Benny berkisah tentang “run, my people run, see their bodies underground”. Ini adalah referensi yang mendirikan bulu roma terhadap mereka yang dieksekusi tanpa pengadilan dan dikuburan tanpa nisan karena dugaan keterlibatan dengan PKI”. (dikutip dari artikel Taufiq Rahman ‘Album Pencerahan Indie Ghede Chokra’ di Jakarta Beat).

Perkembangan musik progresif di Indonesia pada era 1970-an dipengaruhi oleh perubahan kondisi politik dari Orde Lama ke Orde Baru yang membuka jalan masuknya budaya Barat, serta didukung oleh peran musisi seperti Guruh Gipsy, majalah musik seperti Majalah Aktuil, dan lingkungan kampus sebagai wadah kreatifitas dan eksperimentasi musik.

Musik progresif tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menjadi sarana kritik sosial dan refleksi terhadap realitas zamannya. Daya tarik utama musik progresif terletak pada kenekatannya mengangkat isu sensitif di tengah situasi represif, sehingga menjadikannya bukan sekadar hiburan, melainkan juga bentuk ekspresi intelektual dan perlawanan simbolik dengan seni. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Paduka Narapati Pandya
Mahasiswa

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Jun 2026, 19:12

Strategi Pengembangan Kompetensi ASN

Pengembangan kompetensi harus diselaraskan dengan tujuan dan visi misi organisasi.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)
Bandung 28 Jun 2026, 19:11

Modal Jeli Intip Peluang: Kisah dari Pinggiran Kiaracondong, Saat Warmindo Dituntut Kreatif dan Naik Kelas

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas.

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 18:16

Hari Keluarga Nasional Lebih Afdol Diperingati dengan Wisata Jalan Kaki

Bentuk "Keluarga Berencana" yang hakiki adalah berjalan kaki.

Wisata jalan kakai di sekitar Alun-Alun Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 17:00

Di Dalam Iklan Surat Kabar pada Masa Kolonial di Batavia

Iklan surat kabar kolonial Batavia bukan sekadar promosi,

Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 15:57

Mampukah Bajigur Merebut Hati Anak Muda? Melawan Gempuran Kedai Minuman Modern

Agar tidak hilang tergerus zaman, bajigur harus bersedia bersolek dan beradaptasi.

Minuman tradisional bagjigur. (Sumber: flickr.com | Foto: Yopi Pratama)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 12:01

Antara Musik dan Sastra: Lahirnya dan Pengaruh Aliran Musik Progresif

Mari mengintip era keemasan musik Indonesia, dengan sejarah lahirnya musik progresif.

Kelompok Musik Gang of Harry Roesli. (Sumber: Majalah Aktuil Edisi 126 | Foto: Aktuil)
Wisata & Kuliner 28 Jun 2026, 11:25

Panduan Tamasya ke Kuta Bali, Kawasan Pantai yang jadi Gerbang Wisata Pulau Dewata

Dekat bandara, mudah dijelajahi, dan penuh pilihan hiburan. Kuta Bali menjadi destinasi ideal bagi wisatawan yang pertama kali ke Bali.

Sunset di Pantai Kuta. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 10:41

Pabrik Kina, Cagar Budaya yang Berdampak Besar pada Masa Kolonial

Sejarah Pabrik Kina pada masa kolonial Belanda.

Bangunan Bandoengsche Kinine Fabriek NV yang kini dikenal sebagai pabrik kina Kimia Farma di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Mayantara 28 Jun 2026, 09:49

Ketika Teknologi Mengubah Cara Kita Menjaga Tradisi

Media digital tidak menggantikan tradisi, tetapi menjadi ruang baru tempat tradisi dijalankan.

Ilustrasi teknologi pembayaran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Proxyclick Visitor Management System)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:48

Mewujudkan Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Lingkungan sekolah nyaman akan tercipta manakala pemangku kebijakannya mengelola dengan baik.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: ubed)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:41

Ketika Negara Kehilangan Kata-Kata

Public speaking ASN sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik, menyampaikan informasi kebijakan secara efektif.

Pejabat bicara dengan pendemo (Sumber: malukuprov.go.id)
Linimasa 27 Jun 2026, 21:52

Dari Kencleng Polisi Menjadi Bangunan Nyaman dan Aman

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung.

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)