Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

5 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID — Bagi warga Kota Bandung, Jalan Soekarno-Hatta bukan sekadar jalan arteri terpanjang yang membentang sejauh 18,46 kilometer. Jalur ini adalah urat nadi sekaligus "jalur tengkorak" yang setiap jengkal aspalnya seolah menyimpan cerita duka. Hampir setiap pekan, kabar mengenai tubuh yang tergeletak di tengah jalan ini tersiar, memperpanjang daftar panjang korban di jalur maut milik pemerintah pusat tersebut.

Deretan Tragedi

Riuh rendah deru mesin kendaraan dan klason di Jalan Soekarno Hatta seakan tiba-tiba berhenti pada Selasa, 16 Juni 2026. Tergeletak di aspal, seorang pelajar berusia 14 tahun, yang meregang nyawa. Pelajar asal Arcamanik ini terlibat kecelakaan dengan truk Hino Tractor Head di depan PT TAKA. Berdasarkan penyelidikan polisi, korban yang saat itu bersepeda melaju dari jalur lambat dan mencoba berbelok ke jalur cepat. Namun, maut menjemputnya saat truk yang dikemudikan JS (52) melintas di lajur yang sama.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, mengungkapkan bahwa faktor manusia menjadi dugaan utama. "Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, bahwa pesepeda DPM pada saat berbelok tidak mengamati situasi arus lalu lintas dari arah depan dan samping kanan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas," jelas Fiekry. Ia pun menambahkan, "Pesepeda angin diduga lalai, dengan tidak berperilaku tertib".

Kematian DPM hanyalah satu fragmen dari rangkaian tragedi di jalur ini. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya di depan bangunan No. 767 Kelurahan Jatisari, seorang pengendara motor berinisial APS (29) tewas mengenaskan setelah terlindas truk box. Kejadian bermula saat motor yang dikendarai IN (20) menabrak bagian belakang motor APS di jalur lambat, menyebabkannya terpelanting ke jalur cepat dan masuk ke kolong truk.

Tak hanya itu, kelalaian dalam bentuk parkir sembarangan juga terbukti fatal. Seorang warga berusia 69 tahun, berinisial D, meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang parkir di bahu jalan depan PT Usaha Tangguh Mandiri. Fiekry menegaskan, "Penyebab lakalantas ini karena kelalaian manusia atau pengemudi truk tronton yang parkir sembarangan".

Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak bagian belakang truk yang tengah berhenti di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis, 25 September 2025, siang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak bagian belakang truk yang tengah berhenti di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis, 25 September 2025, siang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Kondisi yang tak kunjung membaik memicu kemarahan komunitas. Sabtu pagi, 20 Juni 2026, komunitas Bike to Work (B2W) Bandung menggelar aksi Ride in Peace dan memasang Ghost Bike—sebuah sepeda putih sebagai memorial—di Jalan Soekarno-Hatta.

Ketua B2W Bandung, Mochamad Andi Nurfauzi, menegaskan bahwa aksi ini adalah pengingat bagi penguasa. "Ini menjadi sebuah gerakan untuk memunculkan sense of urgency bahwa Jalan Soekarno-Hatta ini ternyata dari tahun ke tahun kondisinya tidak berubah dan selalu memakan korban," tegas Andi. Ia mengkritik keras status "lajur" sepeda yang hanya berupa marka tanpa perlindungan fisik. "Kenapa di Bandung masih belum aman? Karena kami belum mendapatkan jalur yang terproteksi. Lajur yang ada pun kondisinya rusak, terkena overlay [pengaspalan ulang], dijadikan parkir liar, hingga minim penerangan dan berlubang".

Komunitas Bike to Work (B2W) Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta, penanda di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar berusia 14 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Komunitas Bike to Work (B2W) Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta, penanda di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar berusia 14 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Keluhan senada datang dari mereka yang setiap hari mencari nafkah di aspal tersebut. Da’an Darmawan (42), seorang pengemudi ojek online, menyoroti minimnya cahaya saat malam tiba. “Lumayan sering, kalau malam jarang sih, tapi kalau siang, di perempatannya saja macet, kalau malam penerangannya kurang terang,” ujarnya.

Minimnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) juga memaksa pejalan kaki bertaruh nyawa dengan menyeberang langsung di badan jalan yang arusnya sangat kencang. Di sepanjang jalan yang sangat panjang itu, tercatat hanya ada satu JPO yang layak di depan Kompleks Margahayu Raya. Andi Mawardi (26), pengemudi ojol lainnya, menambahkan bahwa kondisi JPO yang ada pun sudah sangat mengkhawatirkan. “Iya, itu kalau kan berkarat itu kalau ada angin kenceng juga, si karatnya kan otomatis jatuh ke bawah dan itu bisa membahayakan,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, Rasdian Setiadi, mengakui bahwa penerangan jalan sering kali terhalang oleh vegetasi. "Walaupun ada penerangan jalan umumnya, tapi posisinya kan di median tengah jalan... Jadi terhalang oleh pohon-pohon besar".

Akibat minimnya Jembatan Penyeberangan Orang, warga melintas di jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin 13 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Akibat minimnya Jembatan Penyeberangan Orang, warga melintas di jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin 13 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Perlu Bypass Birokrasi

Persoalan utama yang membuat perbaikan terasa lamban adalah status Jalan Soekarno-Hatta sebagai jalan nasional. Hal ini menciptakan labirin birokrasi di mana pemerintah daerah tidak bisa bertindak sembarangan. Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dhani Gumelar, menegaskan, "Jalan Soekarno-Hatta masuk kewenangan pemerintah pusat".

Meskipun komunikasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) diklaim lancar melalui izin via telepon, namun realisasinya tetap memerlukan proses administratif yang panjang. Pemkot Bandung sendiri baru berencana menambah 126 titik PJU setinggi 9 meter di jalur turunan Flyover Kopo hingga Batununggal, sementara jalur maut Samsat hingga Cibiru kemungkinan baru digarap di Triwulan IV 2026 oleh Dishub Jabar.

Pemandangan sehari-hari di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemandangan sehari-hari di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Ketidakpastian ini memancing reaksi dari legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady, mendesak agar Kementerian Pekerjaan Umum melakukan kontrol rutin. "Saya tentu tidak ingin jalan rusak dibiarkan, apalagi sampai terjadi kecelakaan. Satker Kementerian PU mestinya kontrol itu dan laporkan secepatnya".

Bagi warga Bandung, setiap detik keterlambatan dalam membenahi infrastruktur ini berarti satu langkah lebih dekat menuju kecelakaan berikutnya. Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)