Jalan Soekarno-Hatta Bandung: Jalan Terpanjang Sepanjang Permasalahannya

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Lampu Merah Kiaracondong-Soekarno Hatta (Kircon) di Kota Bandung sudah lama ditetapkan sebagai stopan “Lampu Merah Terlama di Indonesia”. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)
Lampu Merah Kiaracondong-Soekarno Hatta (Kircon) di Kota Bandung sudah lama ditetapkan sebagai stopan “Lampu Merah Terlama di Indonesia”. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)

KEBANYAKAN warga Bandung menyebutnya "Jalan Bypass". Tapi, sejak 2015--bertepatan dengan Hari Pahlawan--jalan yang punya empat ruas jalan resmi bernama Jalan Soekarno-Hatta. Penamaan Jalan Soekarno-Hatta terkait erat dengan perjuangan Soekarno di Bandung, dimulai dari rumah Inggit Garnasih, Penjara Banceuy, dan Gedung "Indonesia Menggugat" tempat Sang Proklamator membacakan pleidoi, hingga akhirnya Namanya diabadikan menjadi nama jalan utama di Bandung sebagai penghormatan atas jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia. 

Dengan panjang sekitar 18,46 km, Jalan Soekarno-Hatta membentang dari Bundaran Cibeureum hingga Bundaran Cibiru menjadikan jalan ini jalan terpanjang di Kota Bandung. Jalan Nasional III ini pengelolaannya di bawah pemerintah pusat dan menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah selatan Bandung juga menjadi pilihan warga yang menuju arah timur dan barat Bandung Raya. 

Dengan posisi yang sangat penting itu, tak heran bila Jalan Soekarno-Hatta menjadi pusat aktivitas komersial dan residensial. Tapi, ketahuilah di sepanjang jalurnya yang Panjang itu tersimpan beragam cerita yang panjang pula yang tentu saja menjadi PR Kang Farhan sebagai Wali Kota Bandung:

1. Jalan Soekarno-Hatta terkenal sebagai jalur macet terparah. Di jalan ini pula terdapat persimpangan Samsat/Kiaracondong yang terkenal lampu merahnya bisa mencapai 12 menit—lampu merah terlama se-Indonesia. Kemacetan di sejumlah titik di Jalan Soekarno Hatta sudah menjadi pemandangan biasa setiap harinya. Para pengendara harus punya kesabaran ekstra karena setiap pengendara berlomba-lomba memacu kendaraan agar tak terlambat tiba di tempat tujuannya.

Biasanya kemacetan terjadi mulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB dan pada saat bubaran kantor pukul 16.00 hingga pukul 19.00 WIB. Mulai pukul 7 para pengendara berpacu dengan waktu untuk tiba di kantor tanpa terlambat. Para pelajar juga berbondong-bondong berangkat supaya tak telat sampai di sekolah. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta saat jam kerja ini tak terhindarkan lagi. Perempatan Samsat Soekarno-Hatta, atau bagi orang Bandung lebih dikenal dengan Stopan Kiaracondong, menjadi salah satu titik paling krusial.

Kemacetan di jalan Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi))
Kemacetan di jalan Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi))

Di lokasi ini, kemacetan menjadi pemandangan yang tak bisa dihindarkan karena keberadaan traffic light atau lampu merah yang terkenal begitu lama. Akibatnya, kemacetan mengular hingga sejauh 1 kilometer panjangnya. Saking lamanya menunggu, tak heran kalau stopan itu dijuluki sebagai "Stopan Perenggut Masa Muda", "Stopan Penguji Iman" atau “Stopan Paling Rudet” di Bandung. Atau muncul ledekan yang lebih sarkastis, “Menunggu lampu merah di Stopan Kircon kita bisa jajan seblak dulu atau bisa masak mi instan dulu”. 

Kemacetan tak hanya terjadi dari dua arah Jalan Soekarno Hatta saja. Kepadatan kendaraan juga tampak terlihat di Jalan Ibrahim Adjie arah Kiaracondong maupun dari Ciwastra.
Bukan hanya itu, kemacetan di lokasi ini dipengaruhi mobil-mobil besar ekspedisi atau kendaraan angkutan barang yang lalu lalang. Belum lagi masalah angkot yang ngetem sembarangan, sehingga kendaraan sulit melintas meski Jalan Soekarno-Hatta punya 4 lajur jalan yang begitu besar.

3. Saat menunggu lama, dimanfaatkan para pengamen dan pedagang asongan untuk beraksi dan menjajakan dagangannya. Ulah pengamen dan pedagang asongan menambah ruwet pemandangan.

4. Saat malam hari dikeluhkan warga penerangan terasa minim alias gelap. Malah, sekarang semakin gelap karena banyak lampu jalan yang mati. Di jalan sebesar dan sesibuk itu, keadaan gelap jelas membuat bahaya.

Beberapa media juga sudah menulis tentang  ini. Lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta katanya sudah lama tidak berfungsi. Di Instagram, unggahan @sekitarbandungcom pada 3 Desember 2025 ramai dengan banyak komentar. 

Warga membagikan curhat mereka. Ada yang bercerita hampir celaka karena gelapnya jalan; ada yang bilang merasa takut tiap kali melewati area itu; dan banyak juga yang heran kenapa, menjelang 2026, masalah lampu mati ini masih belum terselesaikan? 

Masalah lampu mati ini bukan sekadar soal listrik yang putus atau tiang lampu yang rusak. Ini soal kenyamanan dan rasa aman masyarakat. Jalan Soekarno-Hatta itu jalur utama, arusnya padat dari pagi sampai malam. Idealnya, penerangannya juga harus paling dijaga.

Kalau lampu-lampu itu mati, risiko langsung naik. Pengendara motor bisa tidak melihat lubang atau pembatas jalan. Pejalan kaki lebih waspada karena suasana gelap membuat siapa saja merasa rawan. Di beberapa titik yang sepi, gelapnya bahkan terasa menyeramkan, seolah-olah bahaya bisa muncul kapan saja.

Baca Juga: Menghapus Duka Petani Produsen Tetes Tebu Rakyat

5. Jalan Soekarno-Hatta ada yang berlubang. Jalan yang berlubang ini pada 2025 masih sering dikeluhkan warga karena membahayakan pengendara, terutama sepeda motor, menyebabkan kecelakaan. Benar, perbaikan seringkali terjadi tapi lubang baru muncul kembali atau kondisi jalan kurang layak. 

5. Minim JPO (Jembatan Penyeberangan Orang). Di Jalan Soekarno-Hatta orang susah menyeberang karena jalan lebar dan laju kendaraan cepa. Ironis, di Jalan Soekarno-Hatta yang paling panjang di Kota Bandung ini, hanya ada satu JPO utama yang berada di area Metro Margahayu dekat RS Al-Islam. 

Kondisi JPO ini sering dikeluhkan warga karena tangga curam dan minim fasilitas, namun ada upaya perbaikan dan kajian untuk pembangunan JPO baru atau revitalisasi JPO eksisting yang lebih nyaman dan aman, terutama dengan perhatian pada aspek ramah lansia dan penerangan yang memadai.

Demikian di antara beberapa permasalahan di jalan terpanjang di Jalan Soekarno-Hatta. Mumpung masih awal tahun, resolusi 2026 harapannya Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,  bisa segera menindaklanjuti keluhan dari masyarakat sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Pak Wali Kota dan jajarannya berharap bisa memberikan kenyamanan kepada warga untuk melewati Jalan Soekarno-Hatta Bandung tanpa rasa takut. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)