Jalan Soekarno-Hatta Bandung: Jalan Terpanjang Sepanjang Permasalahannya

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Kamis 15 Jan 2026, 11:43 WIB
Lampu Merah Kiaracondong-Soekarno Hatta (Kircon) di Kota Bandung sudah lama ditetapkan sebagai stopan “Lampu Merah Terlama di Indonesia”. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)

Lampu Merah Kiaracondong-Soekarno Hatta (Kircon) di Kota Bandung sudah lama ditetapkan sebagai stopan “Lampu Merah Terlama di Indonesia”. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)

KEBANYAKAN warga Bandung menyebutnya "Jalan Bypass". Tapi, sejak 2015--bertepatan dengan Hari Pahlawan--jalan yang punya empat ruas jalan resmi bernama Jalan Soekarno-Hatta. Penamaan Jalan Soekarno-Hatta terkait erat dengan perjuangan Soekarno di Bandung, dimulai dari rumah Inggit Garnasih, Penjara Banceuy, dan Gedung "Indonesia Menggugat" tempat Sang Proklamator membacakan pleidoi, hingga akhirnya Namanya diabadikan menjadi nama jalan utama di Bandung sebagai penghormatan atas jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia. 

Dengan panjang sekitar 18,46 km, Jalan Soekarno-Hatta membentang dari Bundaran Cibeureum hingga Bundaran Cibiru menjadikan jalan ini jalan terpanjang di Kota Bandung. Jalan Nasional III ini pengelolaannya di bawah pemerintah pusat dan menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah selatan Bandung juga menjadi pilihan warga yang menuju arah timur dan barat Bandung Raya. 

Dengan posisi yang sangat penting itu, tak heran bila Jalan Soekarno-Hatta menjadi pusat aktivitas komersial dan residensial. Tapi, ketahuilah di sepanjang jalurnya yang Panjang itu tersimpan beragam cerita yang panjang pula yang tentu saja menjadi PR Kang Farhan sebagai Wali Kota Bandung:

1. Jalan Soekarno-Hatta terkenal sebagai jalur macet terparah. Di jalan ini pula terdapat persimpangan Samsat/Kiaracondong yang terkenal lampu merahnya bisa mencapai 12 menit—lampu merah terlama se-Indonesia. Kemacetan di sejumlah titik di Jalan Soekarno Hatta sudah menjadi pemandangan biasa setiap harinya. Para pengendara harus punya kesabaran ekstra karena setiap pengendara berlomba-lomba memacu kendaraan agar tak terlambat tiba di tempat tujuannya.

Biasanya kemacetan terjadi mulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB dan pada saat bubaran kantor pukul 16.00 hingga pukul 19.00 WIB. Mulai pukul 7 para pengendara berpacu dengan waktu untuk tiba di kantor tanpa terlambat. Para pelajar juga berbondong-bondong berangkat supaya tak telat sampai di sekolah. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta saat jam kerja ini tak terhindarkan lagi. Perempatan Samsat Soekarno-Hatta, atau bagi orang Bandung lebih dikenal dengan Stopan Kiaracondong, menjadi salah satu titik paling krusial.

Kemacetan di jalan Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi))
Kemacetan di jalan Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi))

Di lokasi ini, kemacetan menjadi pemandangan yang tak bisa dihindarkan karena keberadaan traffic light atau lampu merah yang terkenal begitu lama. Akibatnya, kemacetan mengular hingga sejauh 1 kilometer panjangnya. Saking lamanya menunggu, tak heran kalau stopan itu dijuluki sebagai "Stopan Perenggut Masa Muda", "Stopan Penguji Iman" atau “Stopan Paling Rudet” di Bandung. Atau muncul ledekan yang lebih sarkastis, “Menunggu lampu merah di Stopan Kircon kita bisa jajan seblak dulu atau bisa masak mi instan dulu”

Kemacetan tak hanya terjadi dari dua arah Jalan Soekarno Hatta saja. Kepadatan kendaraan juga tampak terlihat di Jalan Ibrahim Adjie arah Kiaracondong maupun dari Ciwastra.
Bukan hanya itu, kemacetan di lokasi ini dipengaruhi mobil-mobil besar ekspedisi atau kendaraan angkutan barang yang lalu lalang. Belum lagi masalah angkot yang ngetem sembarangan, sehingga kendaraan sulit melintas meski Jalan Soekarno-Hatta punya 4 lajur jalan yang begitu besar.

3. Saat menunggu lama, dimanfaatkan para pengamen dan pedagang asongan untuk beraksi dan menjajakan dagangannya. Ulah pengamen dan pedagang asongan menambah ruwet pemandangan.

4. Saat malam hari dikeluhkan warga penerangan terasa minim alias gelap. Malah, sekarang semakin gelap karena banyak lampu jalan yang mati. Di jalan sebesar dan sesibuk itu, keadaan gelap jelas membuat bahaya.

Beberapa media juga sudah menulis tentang  ini. Lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta katanya sudah lama tidak berfungsi. Di Instagram, unggahan @sekitarbandungcom pada 3 Desember 2025 ramai dengan banyak komentar. 

Warga membagikan curhat mereka. Ada yang bercerita hampir celaka karena gelapnya jalan; ada yang bilang merasa takut tiap kali melewati area itu; dan banyak juga yang heran kenapa, menjelang 2026, masalah lampu mati ini masih belum terselesaikan? 

Masalah lampu mati ini bukan sekadar soal listrik yang putus atau tiang lampu yang rusak. Ini soal kenyamanan dan rasa aman masyarakat. Jalan Soekarno-Hatta itu jalur utama, arusnya padat dari pagi sampai malam. Idealnya, penerangannya juga harus paling dijaga.

Kalau lampu-lampu itu mati, risiko langsung naik. Pengendara motor bisa tidak melihat lubang atau pembatas jalan. Pejalan kaki lebih waspada karena suasana gelap membuat siapa saja merasa rawan. Di beberapa titik yang sepi, gelapnya bahkan terasa menyeramkan, seolah-olah bahaya bisa muncul kapan saja.

Baca Juga: Menghapus Duka Petani Produsen Tetes Tebu Rakyat

5. Jalan Soekarno-Hatta ada yang berlubang. Jalan yang berlubang ini pada 2025 masih sering dikeluhkan warga karena membahayakan pengendara, terutama sepeda motor, menyebabkan kecelakaan. Benar, perbaikan seringkali terjadi tapi lubang baru muncul kembali atau kondisi jalan kurang layak. 

5. Minim JPO (Jembatan Penyeberangan Orang). Di Jalan Soekarno-Hatta orang susah menyeberang karena jalan lebar dan laju kendaraan cepa. Ironis, di Jalan Soekarno-Hatta yang paling panjang di Kota Bandung ini, hanya ada satu JPO utama yang berada di area Metro Margahayu dekat RS Al-Islam. 

Kondisi JPO ini sering dikeluhkan warga karena tangga curam dan minim fasilitas, namun ada upaya perbaikan dan kajian untuk pembangunan JPO baru atau revitalisasi JPO eksisting yang lebih nyaman dan aman, terutama dengan perhatian pada aspek ramah lansia dan penerangan yang memadai.

Demikian di antara beberapa permasalahan di jalan terpanjang di Jalan Soekarno-Hatta. Mumpung masih awal tahun, resolusi 2026 harapannya Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,  bisa segera menindaklanjuti keluhan dari masyarakat sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Pak Wali Kota dan jajarannya berharap bisa memberikan kenyamanan kepada warga untuk melewati Jalan Soekarno-Hatta Bandung tanpa rasa takut. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 17 Jan 2026, 16:36 WIB

SNLIK 2026 dan Jalan Panjang Literasi Keuangan Masyarakat Jawa Barat

Banyak masyarakat belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan.
Ilustrasi. Banyak masyarakat belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 20:43 WIB

Ketika AI Menjadi Guru, Etika Jadi Korban Pertama Mahasiswa

Pentingnya pendidikan karakter untuk menghadapi ancaman etis AI pada kemandirian berpikir, integritas akademik, dan keamanan data mahasiswa di perguruan tinggi.
Illustrasi tantangan berpikir kritis dengan AI (Sumber: Pexels | Foto: Tara Winstead)
Ayo Biz 16 Jan 2026, 17:29 WIB

Dessert Tradisi dalam Format Modern, Potret Tren Kuliner 2026

Industri kuliner Indonesia tengah mengalami transformasi besar yang dipicu oleh perubahan perilaku konsumen, terutama generasi muda.
Ilustrasi dessert lokal yang dikemas modern kini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari gaya hidup. (Sumber: Freepik)
Ayo Biz 16 Jan 2026, 16:20 WIB

Tadabbur Alam di Gunung Puntang: Pesantren Menyemai Kesadaran Kebersihan dan Cinta Lingkungan

Para santri diajak menyelami makna kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga praktik penyembelihan hewan kurban dengan cara yang benar.
Para santri diajak menyelami makna kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga praktik penyembelihan hewan kurban dengan cara yang benar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 15:30 WIB

Ketika Terminal Peti Kemas Bandung Ditelan Sepi

Pemkot Bandung bersama PT KAI perlu segera bekerja sama untuk membangkitkan TPKB menjadi sistem logistik yang tangguh.
Kondis TPKB yang tidak ada aktivitas bongkar muat. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Jelajah 16 Jan 2026, 13:41 WIB

Jalan Dago Tempo Dulu, Belum Padat Tapi Rawan Kecelakaan

Koran Belanda mencatat Jalan Dago sebagai lokasi kecelakaan berulang sejak 1920 an di tengah pesona Bandung utara.
Orang Eropa berjalan di Jalan Dago tahun 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 10:43 WIB

Tren 'Peutik Panen' Tani Kota Bandung Ti Buruan, dari Beton Jadi Cuan!

Buruan SAE terdengar seperti program serius pemerintah, tapi kalau kamu lihat langsung, suasananya malah kayak gabungan antara kebun, taman bermain, dan terapi stres alami.
Warga saat memeriksa tanaman hydroponik di Buruan Sae Kelurahan Cigondewah Kidul, Kota Bandung (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 09:58 WIB

Meong Congkok Ditemukan Warga Masuk ke Halaman Rumah

Warga setempat biasa menyebutnya Meong Congkok; dan ditemukan masuk halaman rumah.
Warga setempat biasa menyebutnya Meong Congkok; dan ditemukan masuk halaman rumah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Jelajah 16 Jan 2026, 09:50 WIB

Sejarah UPI, Jejak Panjang Kampus Guru di Bandung

Sejarah UPI Bandung berawal dari PTPG 1954, tumbuh lewat IKIP, hingga menjadi universitas serba bisa berbasis pendidikan.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 16 Jan 2026, 06:27 WIB

LBH Bandung Beberkan Kejanggalan Administrasi dan Pembuktian Kasus Sukahaji

Mengingat banyaknya kejanggalan administrasi yang ditemukan, LBH Bandung berpendapat bahwa kasus ini seharusnya diselesaikan di ranah agraria, bukan di pengadilan pidana.
Protes warga Sukahaji di atas lahan sengketa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 15 Jan 2026, 19:51 WIB

Bandit Laknat Padalarang Zaman Belanda, Kisah Berdarah di Kampung Terpencil

Dalam gelap Padalarang tahun 1935, sekelompok rampok memanfaatkan sunyi kampung terpencil, mengungkap sisi rapuh keamanan desa di balik tertib administrasi kolonial.
Ilustrasi perampokan di kampung zaman baheula.
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 19:41 WIB

Keadaan Lingkungan Bandung Utara dalam Toponimi

Inilah keadaan lingkungan Bandung Utara yang terekam dalam toponimi di kawasan itu.
Potongan peta topografi Lembar Tanjungsari. Cetak ulang dari peta topografi Belanda (1919), oleh Army Map Service (1943). (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 18:21 WIB

Komunikasi Anti Macet 

Secara bertahap, gelar kota paling macet di Indonesia kini berpindah ke Bandung.
Ilustrasi kemacetan. (Sumber: Pexels | Foto: Stan)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 16:52 WIB

Menengok Lagi Tragedi Sumatra 2025, Memahami Penyebab dan Dampaknya

Tragedi banjir bandang Aceh, Sumut, Sumbar akhir 2025 akibat hujan ekstrem Siklon Senyar & kerusakan hutan parah.
Kondisi banjir di Kab Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (2/3). (Sumber: BPBD Kabupaten Dharmasraya)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 15:34 WIB

Bandung UTAMA, Antara Janji dan Realita

Hampir setahun kepemimpinan Muhammad Farhan menjadi awal penilaian warga Bandung.
Walikota dan Wakil Walikota Bandung, M. Farhan dan Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 15:11 WIB

Usaha Spa Bintang Lima hingga Kaki Lima, Pelayanan Kesehatan Tradisional Sumber Devisa dan Lapangan Kerja

Usaha spa kelas kaki lima tidak jarang kita jumpai di tempat umum.
Ilustrasi usaha spa. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 13:30 WIB

Seberapa Besar Dampak Buruk Krisis Etika Bermedia untuk Perilaku Kekerasan?

Ledakan di Jakarta dan maraknya kekerasan remaja menunjukkan krisis etika bermedia.
Ilustrasi pelaku kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 11:43 WIB

Jalan Soekarno-Hatta Bandung: Jalan Terpanjang Sepanjang Permasalahannya

Jalan Soekarno-Hatta membentang dari Bundaran Cibeureum hingga Bundaran Cibiru menjadikan jalan ini jalan terpanjang di Kota Bandung.
Lampu Merah Kiaracondong-Soekarno Hatta (Kircon) di Kota Bandung sudah lama ditetapkan sebagai stopan “Lampu Merah Terlama di Indonesia”. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 15 Jan 2026, 11:38 WIB

Di Balik Skatebowl Taman Pandawa, Mimpi Atlet BMX Muda Tumbuh di Tengah Keterbatasan

Bagi Tama, skatebowl Taman Pandawa tetap menjadi titik awal perjalanannya. Di tengah segala keterbatasan, tempat ini masih memberinya ruang untuk berlatih dan bermimpi.
Tama dan ayahnya, Asep Sofyan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 10:11 WIB

Menghapus Duka Petani Produsen Tetes Tebu Rakyat

Impor etanol mesti ditekan dan pengembangan industri etanol dalam negeri skala besar perlu bersinergi dengan petani tebu di desa.
Ilustrasi petani tebu sedan beraktivitas di kebun. (Sumber: PT Perkebunan Nusantara III)