Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Kamis 02 Apr 2026, 09:57 WIB
Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Deretan buku bekas tampak tersusun rapi di atas rak kayu sederhana di trotoar Jalan Kautamaan Istri, Kota Bandung, Rabu sore, 1 April 2026. Sampul-sampulnya yang sebagian telah menguning menyimpan beragam cerita, mulai dari novel sastra hingga buku sejarah.

Di waktu yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB, arus kendaraan di kawasan tersebut cukup padat, bertepatan dengan jam pulang sekolah anak-anak di sekitar Kautamaan Istri. Meski hiruk-pikuk lalu lintas tak terhindarkan, lapak-lapak kecil ini tetap bertahan, menjadi tempat para pemburu buku mencari bacaan yang sulit ditemukan di toko buku besar.

Salah satu penjual yang masih bertahan adalah Wawan Hermawan. Pria berusia 42 tahun itu telah hampir dua dekade menjajakan buku di kawasan tersebut. Ia memulai usahanya dengan mengikuti jejak sang saudara yang lebih dulu berdagang buku bekas di sana, pada masa ketika lapak buku masih jauh lebih ramai dibandingkan sekarang.

“Dulu yang jualan buku dari sini sampai ke belakang itu ada sekitar 72 orang. Sekarang tinggal beberapa saja. Sejak Covid, banyak yang berhenti,” kata Wawan.

Wawan menunjukkan buku Merdeka dalam Bercanda yang ditulis Pandji Pragiwaksono dan pernah menjadi buruan peminat Stand-Up Comedy saat booming di tahun 2011. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wawan menunjukkan buku Merdeka dalam Bercanda yang ditulis Pandji Pragiwaksono dan pernah menjadi buruan peminat Stand-Up Comedy saat booming di tahun 2011. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, perubahan minat baca turut memengaruhi kondisi lapak buku bekas. Jika dulu pelajar dan mahasiswa kerap datang mencari buku murah, kini pembelinya lebih didominasi kolektor atau mereka yang memang hobi berburu buku lama.

“Sekarang yang datang biasanya pemain buku, kolektor. Kalau pelajar sama mahasiswa sudah jarang, mungkin lebih banyak cari di internet,” ujarnya.

Harga buku di lapak tersebut relatif terjangkau. Untuk novel atau buku umum, Wawan menjualnya mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000. Namun, untuk buku tertentu yang tergolong langka, harganya bisa lebih tinggi dan sering kali sudah dipesan lebih dulu oleh kolektor.

“Buku bekas itu menarik karena kadang barangnya langka. Ada yang langsung pesan lewat WhatsApp kalau dapat buku tertentu,” katanya.

Meski penjualan menurun sejak pandemi Covid-19, Wawan masih menyimpan harapan agar lapak buku bekas tetap bertahan.

“Harapan saya, pemerintah lebih menggalakkan lagi budaya membaca. Karena membaca itu gudangnya ilmu,” ujarnya.

Siang itu, di antara pengunjung yang datang, Muhammad Ripal terlihat sibuk membolak-balik tumpukan buku. Ia mengaku kerap datang ke lapak tersebut untuk mencari buku sastra lama yang sulit ditemukan di toko buku modern.

“Lagi nyari buku sastra sama buku-buku yang agak nyentrik dari zaman dulu. Misalnya karya Seno Gumira Ajidarma atau penulis lain yang bukunya sudah lama,” kata Ripal.

Baginya, buku bekas membuka peluang untuk menemukan pemikiran lama yang masih relevan hingga saat ini.

Seorang pembeli tampak asyik memilih buku, mencari bacaan lama yang sulit ditemukan di toko buku modern. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Seorang pembeli tampak asyik memilih buku, mencari bacaan lama yang sulit ditemukan di toko buku modern. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Bukan berarti buku baru enggak bagus, tapi saya lagi tertarik baca pemikiran dari zaman dulu. Referensinya kadang beda, dan itu menarik,” ujarnya.

Ripal bahkan pernah menemukan buku karya Jalaluddin Rumi, penyair sufi asal Persia yang karyanya telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa.

“Saya pernah nemu buku Rumi di sini, judulnya Nyanyian Seruling. Buku seperti itu jarang ada di tempat lain, tapi di sini kadang masih ada,” katanya.

Selain harga yang lebih murah, pengalaman mencari buku secara langsung juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Kalau di lapak seperti ini kita bisa buka-buka buku, mencium bau kertasnya, dan menemukan buku yang tidak kita rencanakan sebelumnya. Rasanya beda dibanding beli online,” ujarnya.

Pengunjung lain, Anhar, juga mengaku beberapa kali datang ke lapak buku bekas ketika mencari judul yang sudah tidak dicetak ulang. Menurutnya, toko buku besar sering kali hanya menyediakan judul terbaru sehingga buku lama sulit ditemukan.

“Buku bekas sering menawarkan judul yang sudah tidak dicetak lagi. Itu menarik karena memberi kesempatan buat kita mengakses karya yang mungkin sudah tidak tersedia di toko buku baru,” kata Anhar.

Selain itu, faktor harga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mahasiswa yang ingin membaca banyak buku tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Untuk beberapa jenis buku, harganya bisa jauh lebih murah. Ini tentu membantu mahasiswa yang ingin membaca tapi tidak punya budget terlalu besar,” ujarnya.

Anhar pernah menemukan buku yang sudah lama ia cari, yaitu Refrain karya Winna Efendi, yang kini sulit ditemukan dalam edisi baru. Ia menilai lapak buku bekas juga berperan sebagai alternatif distribusi pengetahuan.

“Tempat seperti ini membantu menjaga keberagaman bacaan, termasuk buku-buku lama yang mungkin sudah tidak tersedia lagi di toko buku besar,” katanya.

Menurutnya, proses mencari buku di lapak bekas juga menghadirkan pengalaman tersendiri.

“Yang menarik itu proses eksplorasinya. Kita bisa menemukan buku secara spontan, membuka halaman-halamannya, dan kadang dapat buku yang sebelumnya tidak kita rencanakan,” ujarnya.

Meski jumlah penjual buku bekas di Jalan Kautamaan Istri kini jauh berkurang, lapak-lapak tersebut masih menjadi ruang penting bagi sebagian pembaca. Buku-buku yang dijual mungkin hanya bernilai belasan ribu rupiah, tetapi isinya menyimpan pemikiran, sejarah, dan cerita dari masa lalu.

Saat matahari mulai turun di balik gedung-gedung kota, Wawan kembali merapikan tumpukan bukunya. Sesekali ia melirik layar WhatsApp, berharap ada kolektor yang memesan judul langka yang baru ia temukan pagi itu.

News Update

Ayo Netizen 02 Apr 2026, 11:03

Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau.

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 10:02

Perjalanan Kawah Putih Ikon Wisata Kabupaten Bandung

Kawah Putih terus berinovasi dengan wahana baru sambil menjaga keindahan alamnya sebagai ikon wisata Kabupaten Bandung.

Objek wisata ikonik Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 02 Apr 2026, 09:57

Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, lapak buku bekas di Jalan Kautamaan Istri masih menjadi tempat berburu buku langka, di mana keberuntungan sering datang dari cover buku yang sudah usang.

Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 08:44

Bandung dalam Kenangan Pendatang Era 90-an

Awal tahun 1990-an, Bandung selalu kedatangan wajah-wajah baru, terutama setelah Lebaran.

Mahasiswa di Bandung pada era 1990-an, para pendatang dari berbagai daerah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 19:02

4 Cerita yang Bisa Kamu Tulis untuk Ayo Netizen April 2026

Berikut empat sudut cerita yang bisa jadi titik masuk tulisanmu.

Dalam tujuan mengapreasiasi kamu yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Wisata & Kuliner 01 Apr 2026, 17:32

Panduan Wisata Gunung Bromo: dari Rute, Biaya hingga Waktu Terbaik

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menawarkan lebih dari sekadar kawah. Ini panduan lengkap untuk merencanakan kunjungan yang efisien dan tidak boros.

Gunung Bromo (Sumber: freerangestock.com)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 17:22

Cikuntul, Lahan Basah Tempat Burung Kuntul Berburu Pakan

Bagaimana keadaan Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kutawaluya sampai-sampai di daerah itu ada daerah yang diberi nama Cikuntul?

Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 16:43

Di Balik Ramainya Kendaraan saat Mudik Lebaran, Ada Risiko Kecelakaan Pengemudi yang Minim Pengalaman

Di balik ramainya mudik Lebaran, hadir pengemudi minim pengalaman. Faktor manusia tetap menjadi kunci utama dalam risiko kecelakaan.

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Apr 2026, 16:15

Daya Tahan Ekonomi Jawa Barat di Tengah Eskalasi Geopolitik, Mengapa Dampaknya Belum Terasa?

Meskipun tensi Amerika Serikat-Israel dengan Iran meningkat, kredit perbankan nasional tetap tumbuh solid. OJK ungkap alasan mengapa dampak konflik Timur Tengah belum hantam perekonomian Jawa Barat.

Meskipun tensi Amerika Serikat-Israel dengan Iran meningkat, kredit perbankan nasional tetap tumbuh solid. OJK ungkap alasan mengapa dampak konflik Timur Tengah belum hantam perekonomian Jawa Barat.
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 15:28

Bandung di Mata Pendatang: Antara Bayangan dan Kenyataan (Tema Ayo Netizen April 2026)

Bandung memang punya daya tarik yang sulit dijelaskan dengan angka.

Suasana arus balik mulai terlihat di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Komunitas 01 Apr 2026, 15:27

Di Antara Urbanisasi, Gender, dan Tabu: Membongkar Realitas Kota dalam Film "Selamat Pagi, Malam"

Film Selamat Pagi, Malam memotret Jakarta sebagai ruang kompleks tempat urbanisasi, isu gender, dan sisi tabu manusia saling berkelindan, menghadirkan realitas yang jauh dari hitam-putih.

Suasana nonton film “Selamat Pagi, Malam” di Museum Konferensi Asia Afrika, Selasa, 31 Maret 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 12:45

Tentang Radio, Bukan AI Setelah Lebaran Usai

Radio tetap menjadi ruang komunikasi paling autentik yang menjaga emosi, kepercayaan, dan partisipasi warga di tengah maraknya konten berbasis AI, termasuk pada momen Lebaran tahun ini.

Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)
Sejarah 01 Apr 2026, 12:02

Hikayat Selat Hormuz, Pintu Sempit yang Selalu Jadi Titik Panas Geopolitik Dunia

Sejak era perdagangan kuno hingga konflik modern, Selat Hormuz selalu menjadi titik strategis ekonomi dan geopolitik dunia.

Selat Hormuz, Iran.
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 10:05

Beda Pendapat kok Dituding Antek Asing?

Kritik dibalas stempel "antek asing" dan teror fisik. Demokrasi kita kian gagal napas.

Narasi persatuan belakangan ini baunya mulai anyir. Sering kali, ia terasa lebih mirip ancaman ketimbang pelukan yang tulus. (Sumber: Pexels | Foto: Diana)
Linimasa 01 Apr 2026, 08:45

Cerita Warga Perbatasan Bandung Barat yang Lebih Memilih Hidup di Ciwidey

Warga Desa Mekarwangi lebih memilih beraktivitas ke Ciwidey karena akses lebih dekat dan mudah dibandingkan ke pusat Bandung Barat.

Desa Mekarwangi, tempat di mana warganya lebih terhubung dengan Ciwidey alih-alih Bandung Barat. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 18:28

Memupuk Kerukunan, Menjaga Keharmonisan

Memupuk kerukunan dan menjaga keharmonisan menjadi keharusan dalam kerangka penguatan tiga pilar utama.

Masyarakat Adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi saat menggelar Tradisi Tutup Taun 1957 dan Ngemban Taun 1 Sura 1958, Sabtu 3 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 17:02

Ketika Drainase Jalan Menjadi Hazard bagi Pemotor saat Banjir

Drainase jalan seharusnya menjadi solusi saat banjir. Namun dalam beberapa kasus, justru berubah menjadi sumber bahaya tersembunyi bagi pemotor.

Luapan saluran drainase menyebabkan arus banjir deras menggenangi badan jalan di Cianjur. (Sumber: Dok. Satlantas Polres Cianjur)
Beranda 31 Mar 2026, 16:35

Merangkai Kepercayaan Diri Remaja Difabel, Langkah Kecil Menuju Mandiri

Di Percik Insani, remaja difabel belajar membangun kepercayaan diri melalui aktivitas sederhana misalnya memasak hingga bermusik sebagai langkah kecil menuju kemandirian.

Livia bersama teman-temannya berlatih memainkan alat musik untuk membangun kepercayaan diri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Linimasa 31 Mar 2026, 16:03

Chuan Jianguo, Olokan Sarkastik Warganet China untuk Kamerad Trump

Warganet China menciptakan julukan Chuan Jianguo sebagai bentuk humor politik yang mengkritik dampak kebijakan Donald Trump.

Gambar Chuan Jianguo, Kamerad Donald Trump di Weibo. (Sumber: Weibo)