Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

4 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Deretan buku bekas tampak tersusun rapi di atas rak kayu sederhana di trotoar Jalan Kautamaan Istri, Kota Bandung, Rabu sore, 1 April 2026. Sampul-sampulnya yang sebagian telah menguning menyimpan beragam cerita, mulai dari novel sastra hingga buku sejarah.

Di waktu yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB, arus kendaraan di kawasan tersebut cukup padat, bertepatan dengan jam pulang sekolah anak-anak di sekitar Kautamaan Istri. Meski hiruk-pikuk lalu lintas tak terhindarkan, lapak-lapak kecil ini tetap bertahan, menjadi tempat para pemburu buku mencari bacaan yang sulit ditemukan di toko buku besar.

Salah satu penjual yang masih bertahan adalah Wawan Hermawan. Pria berusia 42 tahun itu telah hampir dua dekade menjajakan buku di kawasan tersebut. Ia memulai usahanya dengan mengikuti jejak sang saudara yang lebih dulu berdagang buku bekas di sana, pada masa ketika lapak buku masih jauh lebih ramai dibandingkan sekarang.

“Dulu yang jualan buku dari sini sampai ke belakang itu ada sekitar 72 orang. Sekarang tinggal beberapa saja. Sejak Covid, banyak yang berhenti,” kata Wawan.

Wawan menunjukkan buku Merdeka dalam Bercanda yang ditulis Pandji Pragiwaksono dan pernah menjadi buruan peminat Stand-Up Comedy saat booming di tahun 2011. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wawan menunjukkan buku Merdeka dalam Bercanda yang ditulis Pandji Pragiwaksono dan pernah menjadi buruan peminat Stand-Up Comedy saat booming di tahun 2011. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, perubahan minat baca turut memengaruhi kondisi lapak buku bekas. Jika dulu pelajar dan mahasiswa kerap datang mencari buku murah, kini pembelinya lebih didominasi kolektor atau mereka yang memang hobi berburu buku lama.

“Sekarang yang datang biasanya pemain buku, kolektor. Kalau pelajar sama mahasiswa sudah jarang, mungkin lebih banyak cari di internet,” ujarnya.

Harga buku di lapak tersebut relatif terjangkau. Untuk novel atau buku umum, Wawan menjualnya mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000. Namun, untuk buku tertentu yang tergolong langka, harganya bisa lebih tinggi dan sering kali sudah dipesan lebih dulu oleh kolektor.

“Buku bekas itu menarik karena kadang barangnya langka. Ada yang langsung pesan lewat WhatsApp kalau dapat buku tertentu,” katanya.

Meski penjualan menurun sejak pandemi Covid-19, Wawan masih menyimpan harapan agar lapak buku bekas tetap bertahan.

“Harapan saya, pemerintah lebih menggalakkan lagi budaya membaca. Karena membaca itu gudangnya ilmu,” ujarnya.

Siang itu, di antara pengunjung yang datang, Muhammad Ripal terlihat sibuk membolak-balik tumpukan buku. Ia mengaku kerap datang ke lapak tersebut untuk mencari buku sastra lama yang sulit ditemukan di toko buku modern.

“Lagi nyari buku sastra sama buku-buku yang agak nyentrik dari zaman dulu. Misalnya karya Seno Gumira Ajidarma atau penulis lain yang bukunya sudah lama,” kata Ripal.

Baginya, buku bekas membuka peluang untuk menemukan pemikiran lama yang masih relevan hingga saat ini.

Seorang pembeli tampak asyik memilih buku, mencari bacaan lama yang sulit ditemukan di toko buku modern. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Seorang pembeli tampak asyik memilih buku, mencari bacaan lama yang sulit ditemukan di toko buku modern. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Bukan berarti buku baru enggak bagus, tapi saya lagi tertarik baca pemikiran dari zaman dulu. Referensinya kadang beda, dan itu menarik,” ujarnya.

Ripal bahkan pernah menemukan buku karya Jalaluddin Rumi, penyair sufi asal Persia yang karyanya telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa.

“Saya pernah nemu buku Rumi di sini, judulnya Nyanyian Seruling. Buku seperti itu jarang ada di tempat lain, tapi di sini kadang masih ada,” katanya.

Selain harga yang lebih murah, pengalaman mencari buku secara langsung juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Kalau di lapak seperti ini kita bisa buka-buka buku, mencium bau kertasnya, dan menemukan buku yang tidak kita rencanakan sebelumnya. Rasanya beda dibanding beli online,” ujarnya.

Pengunjung lain, Anhar, juga mengaku beberapa kali datang ke lapak buku bekas ketika mencari judul yang sudah tidak dicetak ulang. Menurutnya, toko buku besar sering kali hanya menyediakan judul terbaru sehingga buku lama sulit ditemukan.

“Buku bekas sering menawarkan judul yang sudah tidak dicetak lagi. Itu menarik karena memberi kesempatan buat kita mengakses karya yang mungkin sudah tidak tersedia di toko buku baru,” kata Anhar.

Selain itu, faktor harga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mahasiswa yang ingin membaca banyak buku tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Untuk beberapa jenis buku, harganya bisa jauh lebih murah. Ini tentu membantu mahasiswa yang ingin membaca tapi tidak punya budget terlalu besar,” ujarnya.

Anhar pernah menemukan buku yang sudah lama ia cari, yaitu Refrain karya Winna Efendi, yang kini sulit ditemukan dalam edisi baru. Ia menilai lapak buku bekas juga berperan sebagai alternatif distribusi pengetahuan.

“Tempat seperti ini membantu menjaga keberagaman bacaan, termasuk buku-buku lama yang mungkin sudah tidak tersedia lagi di toko buku besar,” katanya.

Menurutnya, proses mencari buku di lapak bekas juga menghadirkan pengalaman tersendiri.

“Yang menarik itu proses eksplorasinya. Kita bisa menemukan buku secara spontan, membuka halaman-halamannya, dan kadang dapat buku yang sebelumnya tidak kita rencanakan,” ujarnya.

Meski jumlah penjual buku bekas di Jalan Kautamaan Istri kini jauh berkurang, lapak-lapak tersebut masih menjadi ruang penting bagi sebagian pembaca. Buku-buku yang dijual mungkin hanya bernilai belasan ribu rupiah, tetapi isinya menyimpan pemikiran, sejarah, dan cerita dari masa lalu.

Saat matahari mulai turun di balik gedung-gedung kota, Wawan kembali merapikan tumpukan bukunya. Sesekali ia melirik layar WhatsApp, berharap ada kolektor yang memesan judul langka yang baru ia temukan pagi itu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)