Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Libur Akhir Tahun: Berkah Ekonomi, PR Sampah, dan Kemacetan Kota Wisata

kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan Rabu 31 Des 2025, 12:16 WIB
Wisatawan tumplek di kawasan Alun-alun Bandung (Sumber: Ayobandung)

Wisatawan tumplek di kawasan Alun-alun Bandung (Sumber: Ayobandung)

Akhir tahun dan awal tahun baru selalu menjadi momen istimewa bagi banyak orang. Libur sekolah setelah semester ganjil usai, perayaan Natal bagi umat Kristiani, serta cuti bersama dan fleksibilitas kerja bagi ASN membuat libur akhir tahun terasa lebih panjang dan dinanti. Momentum ini tak hanya menjadi ruang rehat dari rutinitas, tetapi juga menggerakkan denyut ekonomi di berbagai sektor.

Bagi banyak perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa, Desember justru menjadi bulan puncak pencapaian target. Menjelang pekan terakhir, capaian penjualan biasanya sudah menembus 100 persen, atau setidaknya melampaui 75 persen dari target tahunan. Jika target terlampaui, bukan hanya komisi yang dinikmati karyawan, tetapi juga reward berupa libur lebih awal.

Hal serupa terjadi pada perusahaan ekspedisi. Memasuki pekan terakhir Desember, sebagian besar jasa pengiriman antarpulau via darat, laut, dan udara mulai membatasi penerimaan barang baru. Fokus mereka adalah menyelesaikan pengiriman yang telah terkumpul sejak awal hingga pertengahan bulan. Pada masa peak season seperti ini, maskapai penerbangan dan kapal laut cenderung memprioritaskan angkutan penumpang dibandingkan barang.

Di sisi lain, Kabupaten dan Kota Bandung kembali menjadi magnet wisatawan. Kawasan Lembang dan Ciwidey, misalnya, sudah menunjukkan kepadatan sejak beberapa hari sebelum pergantian tahun. Pemerintah daerah dan kepolisian pun melakukan koordinasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan macet. Meski kepadatan tak terhindarkan, arus kendaraan roda dua dan roda empat relatif masih dapat dikendalikan.

Lonjakan wisatawan ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Penginapan, hotel, tempat kuliner, hingga toko cendera mata dipenuhi pengunjung. Para pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan pedagang musiman merasakan peningkatan pendapatan berlipat dibandingkan hari biasa. Jalanan dipenuhi kendaraan, sementara para wisatawan menikmati suasana dengan berjalan kaki di kawasan wisata.

Namun, euforia ekonomi ini hampir selalu dibarengi persoalan klasik yang terus berulang: kemacetan dan sampah. Kendaraan yang merayap menuju dan dari lokasi wisata menjadi pemandangan lumrah. Bagi sebagian orang, kemacetan seakan menjadi “harga yang harus dibayar” demi kebersamaan bersama keluarga di momen liburan.

Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Masalah sampah bahkan menjadi persoalan yang lebih mengkhawatirkan. Sampah plastik, kemasan sekali pakai, dan sisa makanan menumpuk di kawasan wisata maupun di pinggir jalan. Tak jarang, sampah dibuang sembarangan tanpa rasa bersalah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menurunkan kenyamanan dan citra daerah tujuan wisata dalam jangka panjang.

Di sinilah dilema kota wisata berada. Membatasi atau menolak wisatawan jelas bukan pilihan. Pariwisata adalah sumber ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. Namun tanpa pengelolaan yang serius dan melibatkan partisipasi warga, persoalan kemacetan dan sampah akan terus menjadi siklus tahunan.

Baca Juga: Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

Kritik terhadap kondisi ini pernah disampaikan Susi Pujiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Dalam peresmian kerja sama Susi Air dengan Bandara Husein Sastranegara pada Juli lalu, ia menyinggung persoalan kemacetan dan sampah di hadapan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, yang membuatnya enggan berkunjung ke Bandung. Kritik tersebut sejatinya mewakili suara banyak orang yang mencintai Kota Bandung dan Jawa Barat.

Harapan kini tertuju pada keseriusan pemerintah daerah. Pengajuan anggaran sebesar Rp90 miliar oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk penanggulangan sampah pada 2026 diharapkan benar-benar terealisasi. Dengan program yang tepat dan pelaksanaan yang konsisten, darurat sampah di pertengahan tahun semestinya dapat dihindari.

Ke depan, bukan hanya satu dua tokoh yang memberikan pujian. Yang lebih penting, seluruh warga Kota Bandung dapat merasakan perubahan nyata: kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. Sebuah Bandung yang asri dan cantik, sejalan dengan cita-cita menuju Bandung Utama. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)