Libur Akhir Tahun: Berkah Ekonomi, PR Sampah, dan Kemacetan Kota Wisata

3 menit baca
kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan
Wisatawan tumplek di kawasan Alun-alun Bandung (Sumber: Ayobandung)
Wisatawan tumplek di kawasan Alun-alun Bandung (Sumber: Ayobandung)

Akhir tahun dan awal tahun baru selalu menjadi momen istimewa bagi banyak orang. Libur sekolah setelah semester ganjil usai, perayaan Natal bagi umat Kristiani, serta cuti bersama dan fleksibilitas kerja bagi ASN membuat libur akhir tahun terasa lebih panjang dan dinanti. Momentum ini tak hanya menjadi ruang rehat dari rutinitas, tetapi juga menggerakkan denyut ekonomi di berbagai sektor.

Bagi banyak perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa, Desember justru menjadi bulan puncak pencapaian target. Menjelang pekan terakhir, capaian penjualan biasanya sudah menembus 100 persen, atau setidaknya melampaui 75 persen dari target tahunan. Jika target terlampaui, bukan hanya komisi yang dinikmati karyawan, tetapi juga reward berupa libur lebih awal.

Hal serupa terjadi pada perusahaan ekspedisi. Memasuki pekan terakhir Desember, sebagian besar jasa pengiriman antarpulau via darat, laut, dan udara mulai membatasi penerimaan barang baru. Fokus mereka adalah menyelesaikan pengiriman yang telah terkumpul sejak awal hingga pertengahan bulan. Pada masa peak season seperti ini, maskapai penerbangan dan kapal laut cenderung memprioritaskan angkutan penumpang dibandingkan barang.

Di sisi lain, Kabupaten dan Kota Bandung kembali menjadi magnet wisatawan. Kawasan Lembang dan Ciwidey, misalnya, sudah menunjukkan kepadatan sejak beberapa hari sebelum pergantian tahun. Pemerintah daerah dan kepolisian pun melakukan koordinasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan macet. Meski kepadatan tak terhindarkan, arus kendaraan roda dua dan roda empat relatif masih dapat dikendalikan.

Lonjakan wisatawan ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Penginapan, hotel, tempat kuliner, hingga toko cendera mata dipenuhi pengunjung. Para pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan pedagang musiman merasakan peningkatan pendapatan berlipat dibandingkan hari biasa. Jalanan dipenuhi kendaraan, sementara para wisatawan menikmati suasana dengan berjalan kaki di kawasan wisata.

Namun, euforia ekonomi ini hampir selalu dibarengi persoalan klasik yang terus berulang: kemacetan dan sampah. Kendaraan yang merayap menuju dan dari lokasi wisata menjadi pemandangan lumrah. Bagi sebagian orang, kemacetan seakan menjadi “harga yang harus dibayar” demi kebersamaan bersama keluarga di momen liburan.

Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Masalah sampah bahkan menjadi persoalan yang lebih mengkhawatirkan. Sampah plastik, kemasan sekali pakai, dan sisa makanan menumpuk di kawasan wisata maupun di pinggir jalan. Tak jarang, sampah dibuang sembarangan tanpa rasa bersalah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menurunkan kenyamanan dan citra daerah tujuan wisata dalam jangka panjang.

Di sinilah dilema kota wisata berada. Membatasi atau menolak wisatawan jelas bukan pilihan. Pariwisata adalah sumber ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. Namun tanpa pengelolaan yang serius dan melibatkan partisipasi warga, persoalan kemacetan dan sampah akan terus menjadi siklus tahunan.

Baca Juga: Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

Kritik terhadap kondisi ini pernah disampaikan Susi Pujiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Dalam peresmian kerja sama Susi Air dengan Bandara Husein Sastranegara pada Juli lalu, ia menyinggung persoalan kemacetan dan sampah di hadapan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, yang membuatnya enggan berkunjung ke Bandung. Kritik tersebut sejatinya mewakili suara banyak orang yang mencintai Kota Bandung dan Jawa Barat.

Harapan kini tertuju pada keseriusan pemerintah daerah. Pengajuan anggaran sebesar Rp90 miliar oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk penanggulangan sampah pada 2026 diharapkan benar-benar terealisasi. Dengan program yang tepat dan pelaksanaan yang konsisten, darurat sampah di pertengahan tahun semestinya dapat dihindari.

Ke depan, bukan hanya satu dua tokoh yang memberikan pujian. Yang lebih penting, seluruh warga Kota Bandung dapat merasakan perubahan nyata: kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. Sebuah Bandung yang asri dan cantik, sejalan dengan cita-cita menuju Bandung Utama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)