Libur Akhir Tahun: Berkah Ekonomi, PR Sampah, dan Kemacetan Kota Wisata

kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan Rabu 31 Des 2025, 12:16 WIB
Wisatawan tumplek di kawasan Alun-alun Bandung (Sumber: Ayobandung)

Wisatawan tumplek di kawasan Alun-alun Bandung (Sumber: Ayobandung)

Akhir tahun dan awal tahun baru selalu menjadi momen istimewa bagi banyak orang. Libur sekolah setelah semester ganjil usai, perayaan Natal bagi umat Kristiani, serta cuti bersama dan fleksibilitas kerja bagi ASN membuat libur akhir tahun terasa lebih panjang dan dinanti. Momentum ini tak hanya menjadi ruang rehat dari rutinitas, tetapi juga menggerakkan denyut ekonomi di berbagai sektor.

Bagi banyak perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa, Desember justru menjadi bulan puncak pencapaian target. Menjelang pekan terakhir, capaian penjualan biasanya sudah menembus 100 persen, atau setidaknya melampaui 75 persen dari target tahunan. Jika target terlampaui, bukan hanya komisi yang dinikmati karyawan, tetapi juga reward berupa libur lebih awal.

Hal serupa terjadi pada perusahaan ekspedisi. Memasuki pekan terakhir Desember, sebagian besar jasa pengiriman antarpulau via darat, laut, dan udara mulai membatasi penerimaan barang baru. Fokus mereka adalah menyelesaikan pengiriman yang telah terkumpul sejak awal hingga pertengahan bulan. Pada masa peak season seperti ini, maskapai penerbangan dan kapal laut cenderung memprioritaskan angkutan penumpang dibandingkan barang.

Di sisi lain, Kabupaten dan Kota Bandung kembali menjadi magnet wisatawan. Kawasan Lembang dan Ciwidey, misalnya, sudah menunjukkan kepadatan sejak beberapa hari sebelum pergantian tahun. Pemerintah daerah dan kepolisian pun melakukan koordinasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan macet. Meski kepadatan tak terhindarkan, arus kendaraan roda dua dan roda empat relatif masih dapat dikendalikan.

Lonjakan wisatawan ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Penginapan, hotel, tempat kuliner, hingga toko cendera mata dipenuhi pengunjung. Para pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan pedagang musiman merasakan peningkatan pendapatan berlipat dibandingkan hari biasa. Jalanan dipenuhi kendaraan, sementara para wisatawan menikmati suasana dengan berjalan kaki di kawasan wisata.

Namun, euforia ekonomi ini hampir selalu dibarengi persoalan klasik yang terus berulang: kemacetan dan sampah. Kendaraan yang merayap menuju dan dari lokasi wisata menjadi pemandangan lumrah. Bagi sebagian orang, kemacetan seakan menjadi “harga yang harus dibayar” demi kebersamaan bersama keluarga di momen liburan.

Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Masalah sampah bahkan menjadi persoalan yang lebih mengkhawatirkan. Sampah plastik, kemasan sekali pakai, dan sisa makanan menumpuk di kawasan wisata maupun di pinggir jalan. Tak jarang, sampah dibuang sembarangan tanpa rasa bersalah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menurunkan kenyamanan dan citra daerah tujuan wisata dalam jangka panjang.

Di sinilah dilema kota wisata berada. Membatasi atau menolak wisatawan jelas bukan pilihan. Pariwisata adalah sumber ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. Namun tanpa pengelolaan yang serius dan melibatkan partisipasi warga, persoalan kemacetan dan sampah akan terus menjadi siklus tahunan.

Baca Juga: Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

Kritik terhadap kondisi ini pernah disampaikan Susi Pujiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Dalam peresmian kerja sama Susi Air dengan Bandara Husein Sastranegara pada Juli lalu, ia menyinggung persoalan kemacetan dan sampah di hadapan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, yang membuatnya enggan berkunjung ke Bandung. Kritik tersebut sejatinya mewakili suara banyak orang yang mencintai Kota Bandung dan Jawa Barat.

Harapan kini tertuju pada keseriusan pemerintah daerah. Pengajuan anggaran sebesar Rp90 miliar oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk penanggulangan sampah pada 2026 diharapkan benar-benar terealisasi. Dengan program yang tepat dan pelaksanaan yang konsisten, darurat sampah di pertengahan tahun semestinya dapat dihindari.

Ke depan, bukan hanya satu dua tokoh yang memberikan pujian. Yang lebih penting, seluruh warga Kota Bandung dapat merasakan perubahan nyata: kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. Sebuah Bandung yang asri dan cantik, sejalan dengan cita-cita menuju Bandung Utama. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)