Fasilitas Kurang Lengkap Dianggap Penyebab Kemacetan, Layanan Transportasi Umum Kapan Ditingkatkan?

3 menit baca
Farah Sausan
Ditulis oleh Farah Sausan diterbitkan
Supir Metro Jabar Trans memarkirkan bus di ruas Jl. Buah Batu, Bandung. (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)
Supir Metro Jabar Trans memarkirkan bus di ruas Jl. Buah Batu, Bandung. (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)

Layanan transportasi umum yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai upaya penyejahteraan daerah tidak lepas dari penilaian publik terkait praktik lapangannya. Berbagai permasalahan yang muncul justru menuai adanya catatan seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga pada Jumat (28/11/2025).

Arneta Alifiana, seorang mahasiswi berusia 19 tahun, mengungkapkan bahwa banyak permasalahan yang membuat dirinya lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum.

“Aku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk berpergian di Kota Bandung, karena banyak sistem dari transportasi umum yang masih kurang terintegrasi dari pandanganku,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa kondisi nyata kebijakan transportasi umum yang dilakukan oleh Walikota Bandung masih jauh dari kata tertata. Dirinya seringkali melihat banyak angkutan kota yang berhenti sembarangan dan keluar rute yang semestinya.

Tak jauh berbeda dari angkutan kota, bus Metro Jabar Trans yang sudah ditingkatkan kualitas pelayanannya oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat pun masih dinilai kurang terintegrasi. Contohnya pada aplikasi Metro Jabar Trans yang belum ada informasi terkait jadwal tiba dan keberangkatan bus dari halte satu ke halte lainnya.

Rute dan titik pemberhentian bus menjadi salah satu yang disoroti Arneta sebagai salah satu masalah utama. Meskipun titik berhenti bus sudah diatur sesuai koridor yang tersedia, kenyataan di lapangan tetap menunjukkan bahwa masih banyak bus yang tetap berhenti seenaknya sehingga menimbulkan kepadatan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya.

Tak sebanding dengan frekuensi masyarakat yang terus bertambah, jumlah transportasi umum yang tersedia saat ini juga dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun di sisi lain, banyak masyarakat sudah merasa malas untuk menggunakannya karena ketidakefektifan layanan dan merasakan macet yang sama dengan penggunaan kendaraan pribadi.

Dengan kondisi beberapa jalanan di Kota Bandung yang cenderung sempit, ketidaksiplinan transportasi umum terkadang menambah titik-titik kemacetan yang baru.

“Aku merasakan tidak ada bedanya jika menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi, karena sama-sama merasakan kemacetan, jadi menurutku lebih baik menggunakan kendaraan sendiri saja agar lebih leluasa. Aku juga menilai jalanan Kota Bandung yang sempit dan transportasi umum yang menyatu dengan kendaraan pribadi justru menambah kemacetan,” lanjutnya. 

Angkutan Kota menurunkan penumpang di Jl. Buah Batu, Bandung (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)
Angkutan Kota menurunkan penumpang di Jl. Buah Batu, Bandung (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)

Dirinya juga membandingkan pelayanan transportasi umum di Kota Bandung yang cenderung kurang dari kota besar lainnya. Ia berharap perbaikan dapat dimulai dari fasilitas halte seperti di kota lain yang berstandar lebih baik, jalur transportasi umum yang disiapkan secara terpisah, dan juga informasi rute dan jadwal berangkat maupun tiba bus yang jelas di setiap halte.

Halte transportasi umum yang berada di Kota Bandung menjadi keluhan utama bagi para masyarakat sehingga banyak yang memilih untuk tidak menggunakannya. Banyak halte yang dilaporkan tercemar dengan sampah, tidak terawat, minim kursi, sangat terbuka sehingga tidak terhindar dari panas dan hujan, hingga tidak ada penjelasan terkait rute dan informasi tentang bus itu sendiri.

Perempuan yang kerap disapa Neta tersebut meminta Walikota Bandung, Muhammad Farhan, untuk meningkatan pelayanan transportasi umum dan meninjau lebih dalam terkait fasilitas dan kondisi nyata di lapangan. Ia mengusulkan pemerintah untuk melakukan peninjauan jalan agar tidak bercampur dengan kendaraan pribadi hingga peningkatan fasilitas halte untuk menambah kenyamanan masyarakat.

Sebagai langkah cepat, pemerintah dapat melakukan perbaikan layanan dengan peningkatan sistem aplikasi terlebih dahulu dengan penjelasan yang lebih komplit terkait rute dan informasi jadwal kedatangan serta keberangkatan bus.

“Menurut aku, pemerintah bisa memperbaiki terlebih dahulu sistem aplikasi bus untuk penambahan informasi yang lebih jelas, bersamaan dengan itu perlahan bisa dilakukan pembaharuan dan pembangunan fasilitas halte untuk bus atau angkutan secara bertahap agar titik halte lebih banyak. Sebagai masyarakat aku percaya jika Walikota mengarahkan dengan serius untuk memperbaiki sistem pelayanan yang lebih terintegrasi dan dapat menjadi solusi pengurai kemacetan, transportasi umum akan lebih banyak diminati,” tutup Arneta. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Farah Sausan
Tentang Farah Sausan
Telkom University Student

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)