Fasilitas Kurang Lengkap Dianggap Penyebab Kemacetan, Layanan Transportasi Umum Kapan Ditingkatkan?

Farah Sausan
Ditulis oleh Farah Sausan diterbitkan Jumat 26 Des 2025, 16:07 WIB
Supir Metro Jabar Trans memarkirkan bus di ruas Jl. Buah Batu, Bandung. (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)

Supir Metro Jabar Trans memarkirkan bus di ruas Jl. Buah Batu, Bandung. (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)

Layanan transportasi umum yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai upaya penyejahteraan daerah tidak lepas dari penilaian publik terkait praktik lapangannya. Berbagai permasalahan yang muncul justru menuai adanya catatan seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga pada Jumat (28/11/2025).

Arneta Alifiana, seorang mahasiswi berusia 19 tahun, mengungkapkan bahwa banyak permasalahan yang membuat dirinya lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum.

“Aku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk berpergian di Kota Bandung, karena banyak sistem dari transportasi umum yang masih kurang terintegrasi dari pandanganku,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa kondisi nyata kebijakan transportasi umum yang dilakukan oleh Walikota Bandung masih jauh dari kata tertata. Dirinya seringkali melihat banyak angkutan kota yang berhenti sembarangan dan keluar rute yang semestinya.

Tak jauh berbeda dari angkutan kota, bus Metro Jabar Trans yang sudah ditingkatkan kualitas pelayanannya oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat pun masih dinilai kurang terintegrasi. Contohnya pada aplikasi Metro Jabar Trans yang belum ada informasi terkait jadwal tiba dan keberangkatan bus dari halte satu ke halte lainnya.

Rute dan titik pemberhentian bus menjadi salah satu yang disoroti Arneta sebagai salah satu masalah utama. Meskipun titik berhenti bus sudah diatur sesuai koridor yang tersedia, kenyataan di lapangan tetap menunjukkan bahwa masih banyak bus yang tetap berhenti seenaknya sehingga menimbulkan kepadatan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya.

Tak sebanding dengan frekuensi masyarakat yang terus bertambah, jumlah transportasi umum yang tersedia saat ini juga dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun di sisi lain, banyak masyarakat sudah merasa malas untuk menggunakannya karena ketidakefektifan layanan dan merasakan macet yang sama dengan penggunaan kendaraan pribadi.

Dengan kondisi beberapa jalanan di Kota Bandung yang cenderung sempit, ketidaksiplinan transportasi umum terkadang menambah titik-titik kemacetan yang baru.

“Aku merasakan tidak ada bedanya jika menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi, karena sama-sama merasakan kemacetan, jadi menurutku lebih baik menggunakan kendaraan sendiri saja agar lebih leluasa. Aku juga menilai jalanan Kota Bandung yang sempit dan transportasi umum yang menyatu dengan kendaraan pribadi justru menambah kemacetan,” lanjutnya. 

Angkutan Kota menurunkan penumpang di Jl. Buah Batu, Bandung (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)
Angkutan Kota menurunkan penumpang di Jl. Buah Batu, Bandung (28/11/2025) (Foto: Farah Sausan)

Dirinya juga membandingkan pelayanan transportasi umum di Kota Bandung yang cenderung kurang dari kota besar lainnya. Ia berharap perbaikan dapat dimulai dari fasilitas halte seperti di kota lain yang berstandar lebih baik, jalur transportasi umum yang disiapkan secara terpisah, dan juga informasi rute dan jadwal berangkat maupun tiba bus yang jelas di setiap halte.

Halte transportasi umum yang berada di Kota Bandung menjadi keluhan utama bagi para masyarakat sehingga banyak yang memilih untuk tidak menggunakannya. Banyak halte yang dilaporkan tercemar dengan sampah, tidak terawat, minim kursi, sangat terbuka sehingga tidak terhindar dari panas dan hujan, hingga tidak ada penjelasan terkait rute dan informasi tentang bus itu sendiri.

Perempuan yang kerap disapa Neta tersebut meminta Walikota Bandung, Muhammad Farhan, untuk meningkatan pelayanan transportasi umum dan meninjau lebih dalam terkait fasilitas dan kondisi nyata di lapangan. Ia mengusulkan pemerintah untuk melakukan peninjauan jalan agar tidak bercampur dengan kendaraan pribadi hingga peningkatan fasilitas halte untuk menambah kenyamanan masyarakat.

Sebagai langkah cepat, pemerintah dapat melakukan perbaikan layanan dengan peningkatan sistem aplikasi terlebih dahulu dengan penjelasan yang lebih komplit terkait rute dan informasi jadwal kedatangan serta keberangkatan bus.

“Menurut aku, pemerintah bisa memperbaiki terlebih dahulu sistem aplikasi bus untuk penambahan informasi yang lebih jelas, bersamaan dengan itu perlahan bisa dilakukan pembaharuan dan pembangunan fasilitas halte untuk bus atau angkutan secara bertahap agar titik halte lebih banyak. Sebagai masyarakat aku percaya jika Walikota mengarahkan dengan serius untuk memperbaiki sistem pelayanan yang lebih terintegrasi dan dapat menjadi solusi pengurai kemacetan, transportasi umum akan lebih banyak diminati,” tutup Arneta. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Farah Sausan
Tentang Farah Sausan
Telkom University Student

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)