Bunderan Cibiru, Simpul Kemacetan Bandung Timur

3 menit baca
Muhamad Alan Azizal
Ditulis oleh Muhamad Alan Azizal diterbitkan
Suasana sekitaran bunderan cibiru pada siang hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: ajil)
Suasana sekitaran bunderan cibiru pada siang hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: ajil)

Bunderan Cibiru sudah lama menjadi titik yang dihindari pengendara yang berasal dari Bandung bagian timur. Pada jam sibuk, arus kendaraan dari arah Ujungberung, Cileunyi, dan Jalan Soekarno Hatta bertemu di satu titik yang kapasitasnya tidak pernah benar-benar siap menampung lonjakan mobil dan motor.

Situasinya bukan hanya sekadar ramai lancar, tapi macet hingga merayap ditemani angkot dan bus yang menurun naikan penumpang dengan sembarangan serta pengendara motor yang mencari celah untuk bisa lolos dari kemacetan.

Sebagai titik pertemuan tiga jalur besar, Bunderan ini menanggung beban lalu lintas yang terus naik. Pertumbuhan permukiman baru di kawasan Bandung Timur, hadirnya pusat aktivitas seperti kampus UIN Sunan Gunung Djati, hingga pergerakan komuter dari luar kota membuat titik ini bekerja melebihi batasnya setiap hari. Namun yang sering terabaikan adalah fakta bahwa pola pengaturan lalu lintas di area ini tidak ikut berkembang secepat mobilitas warganya.

Beberapa pengendara yang saya temui mengakui bahwa mereka hampir selalu menambah waktu perjalanan hingga 20–30 menit hanya untuk melewati Bunderan ini. Sidqi, seorang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati yang setiap pagi melintas dari Cileunyi ke Cibiru mengatakan bahwa kemacetan sudah ia anggap sebagai hal wajib yang menjadi rutinitas harian.

“Kalau lewat sini jam tujuh lewat sedikit saja, sudah pasti berhenti lama. Apalagi dari Bunderan Cibiru sampe belokan Cibiru Hilir itu macetnya parah sekali ditambah lagi kalo pas bubaran sekolah SD beuh makin macet jadinya” ujar Sidqi.

suasana sekitaran bunderan cibiru pada malam hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: ajil)
suasana sekitaran bunderan cibiru pada malam hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: ajil)

Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa permasalahan dari kemacetan ini memang berlapis. Selain volume kendaraan yang tinggi, faktor terbesar berasal dari perilaku pengguna jalan mulai dari angkot dan bus yang menurun naikkan penumpang sesuka hati, pejalan kaki yang menyeberang tanpa fasilitas memadai, hingga manuver kendaraan yang saling memotong tanpa memperhatikan arus utama. Situasi diperburuk oleh minimnya rekayasa lalu lintas yang konsisten. Kadang ada petugas, kadang tidak. Kadang arus dipusatkan, kadang dibagi tanpa pola yang jelas.

Pemerintah Kota Bandung sebenarnya sudah beberapa kali merencanakan penataan Bunderan Cibiru, termasuk wacana pelebaran jalur, pembatasan titik putar balik, pembuatan jalan layang hingga relokasi aktivitas angkutan umum. Namun banyak rencana itu berhenti di tahap kajian atau tidak pernah selesai karena muncul tantangan baru di lapangan.

Kemacetan ini tidak hanya soal kendaraan menumpuk. Ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat Bandung Timur, mulai dari waktu terbuang, biaya bahan bakar yang membengkak, hingga tekanan psikologis yang dialami setiap hari. Jika dibiarkan, kawasan Bandung Timur akan terus terjebak dalam lingkaran stagnasi mobilitas.

Solusi dari permasalahan ini tidak bisa lagi mengandalkan penambalan kecil seperti menambah petugas pada jam sibuk. Perlu penataan menyeluruh seperti penertiban angkutan umum yang ngetem, penguatan transportasi publik yang terintegrasi, rekayasa lalu lintas yang jelas dan konsisten serta upaya jangka panjang seperti penataan ulang jalur dan simpang. Kawasan ini juga perlu fasilitas penyeberangan yang aman agar pejalan kaki tidak lagi mengambil ruang jalan tanpa pilihan lain.

Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Kemacetan di Bunderan Cibiru bukan lagi isu semata, tetapi persoalan mobilitas publik yang memengaruhi kualitas hidup puluhan ribu orang setiap hari. Bandung Timur membutuhkan langkah serius, bukan sekadar wacana baru setiap tahun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)