Kisah Hagya Coffee & Roastery, Ubah Pandemi Jadi Berkah Lewat Biji Kopi

3 menit baca
Iwan Fauzi
Ditulis oleh Iwan Fauzi diterbitkan
Tampak depan Hagya Coffee & Roastery di Bandung pada Minggu (02/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Iwan Fauzi)
Tampak depan Hagya Coffee & Roastery di Bandung pada Minggu (02/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Iwan Fauzi)

Banyak orang yang datang secara khusus untuk mencicipi kopi dan membeli biji kopi pilihan hasil roastery mereka. Hagya Coffee & Roastery yang didirikan oleh Adink merupakan roastery sekaligus kedai kopi yang menyajikan biji kopi pilihan yang menetap dan terus berkembang di Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung.

Di saat banyak usaha kuliner terpuruk akibat pandemi COVID-19, sebuah UMKM di Bandung justru menemukan "berkah" di tengah kesulitan. Adalah Hagya Coffee & Roastery, yang memulai perjalanannya dari sebuah gang kecil, berhasil bertahan dan kini berkembang pesat dengan fokus pada penjualan biji kopi (roastery).

Pemilik Hagya Coffee & Roastery, Adink, mengungkapkan, "Pandemi itu berkah buat kita sebenarnya. Kedai-kedai itu kita tutup semua. Orang-orang pengen ngopi, mereka beli ke rosteri."

Saat itu, terjadi pergeseran konsumsi. Masyarakat yang tidak bisa mengunjungi kafe, mulai membeli biji kopi untuk diseduh dengan peralatan manual di rumah masing-masing. Melihat peluang ini, Hagya mengambil langkah berani dengan mengoperasikan roastery mereka di dalam gang selama 24 jam penuh.

"Gak ada di Bandung itu rosterinya 24 jam. Cuma kita dua. Di gang lagi," tambahnya.

Berbeda dari kedai kopi kebanyakan, Hagya menegaskan bahwa kafe yang mereka miliki saat ini hanyalah "bonus". Fokus utama bisnis mereka adalah dari "hulu" (kebun) hingga "tengah" (proses roasting). Untuk menjamin kualitas, Hagya bahkan memiliki kebun kopi sendiri di Kamojang dan memfokuskan diri pada biji kopi asli Jawa Barat, terutama dari Pangalengan dan Ciwidey.

Adink memiliki misi khusus untuk mengedukasi masyarakat dan mengangkat kembali pamor kopi Jawa Barat. Menurutnya, kopi Jabar "telat" berkembang meski merupakan salah satu bibit kopi asli (POC) di Indonesia. Misi edukasi ini bahkan menyentuh kalangan yang tak terduga.

"Aku tuh di gang tuh disana, ngedukasi bapak-bapak ini. Yang ngeronda dulu, aku kasih," ceritanya, mengenalkan kopi berkualitas di luar kebiasaan kopi saset.

"Aku tuh pengen, 5 ribu nih masyarakat kita menikmati kopi dengan harga murah," ujar Adink, menyoroti keinginan untuk mematahkan stigma bahwa kopi berkualitas harus mahal.

Misi ini diwujudkan dengan menyediakan kopi berkualitas yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau, yang dimulai dari kisaran Rp 5.000.

Biji kopi Arabika Grade 1 hasil sangrai Hagya Coffee. (Foto: Iwan Fauzi)
Biji kopi Arabika Grade 1 hasil sangrai Hagya Coffee. (Foto: Iwan Fauzi)

Keistimewaan utama Hagya terletak pada kontrol penuh dari hulu (kebun) hingga hilir. Dengan memiliki kebun sendiri dan belajar langsung dari proses pasca panen, Adink dapat memahami karakter unik setiap biji kopi yang mereka olah.

"Uniknya kopi itu, tiap daerah pasti beda rasanya. Manglayang saja ada 4 distributor, rasanya beda. Kita harus pintar-pintar ngeracik... harus tau karakter kopi daerah itu gimana," jelas Adink.

Sebagai inti bisnis, proses roasting di Hagya dijaga dengan sangat ketat. Semua dimulai dari pemilihan biji kopi mentah (Greenville) berkualitas Grade 1, yang dipastikan utuh dan tidak bolong.

Setelah itu, tim Hagya melakukan pengecekan detail:

  • Kadar Air (Moisture): Biji kopi harus memiliki kadar air ideal sekitar 10-12% sebelum masuk mesin sangrai.
  • Kepadatan (Density): Kadar mineral atau kepadatan biji kopi dihitung untuk menentukan suhu awal roasting yang tepat. "Kalau kita dapat di sini nih (level density tertentu), temperatur aku ngambil 170 kalau masuk," jelasnya.

Bahkan, biji kopi Grade 2 dan Grade 3 pun tidak terbuang. Biji tersebut tetap disortir dan memiliki pasarnya sendiri, sehingga tidak ada yang terbuang.

Selama bertahun-tahun, bisnis ini tumbuh murni mengandalkan kekuatan word of mouth (dari mulut ke mulut). Pelanggan datang membawa teman, dan terus bergulir. Setelah 4 tahun berjuang dari gang kecil, Hagya Coffee akhirnya berhasil pindah ke lokasi yang lebih besar dan representatif.

Kini, Adink mengakui pentingnya adaptasi digital.

"Saya mulai terbuka lah ke dunia gitu. Mulial belajar. Ternyata penting nih, zaman sekarang tuh," akunya.

Sambil mulai mendelegasikan urusan media sosial, ia kini berfokus untuk belajar sisi pemasaran dan bahkan berencana melakukan ekspansi ke komoditas lain seperti cokelat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)