Memahami Aturan Penulisan Angka dan Bilangan dalam Bahasa Indonesia (EYD V)

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Ilustrasi angka. (Sumber: Pexels | Foto: Black ice)
Ilustrasi angka. (Sumber: Pexels | Foto: Black ice)

AYOBANDUNG.IDPernahkah kamu bingung saat menulis artikel atau laporan, apakah harus menggunakan angka "3" atau kata "tiga"? Atau ragu apakah boleh menulis "tahun 2000an" tanpa tanda hubung? Ternyata, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) sudah mengatur hal ini secara jelas dan terperinci.

Memahami aturan penulisan angka dan bilangan bukan hanya penting bagi penulis profesional atau jurnalis, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin berkomunikasi secara tertulis dengan baik dan benar. Berikut panduan lengkapnya.

Mengenal Dua Jenis Angka dalam Bahasa Indonesia

Sebelum masuk ke aturannya, kita perlu tahu bahwa ada dua jenis angka yang lazim digunakan dalam tulisan bahasa Indonesia, yaitu angka Arab dan angka Romawi.

Angka Arab adalah angka yang paling sering kita gunakan sehari-hari: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sementara itu, angka Romawi seperti I, II, III, IV, V, dan seterusnya biasanya dipakai untuk penomoran bab, peringkat, atau nama peristiwa bersejarah seperti Perang Dunia II.

Kapan Ditulis dengan Huruf, Kapan dengan Angka?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul. Aturannya sebenarnya cukup sederhana.

Ditulis dengan huruf jika bilangan tersebut dapat dinyatakan dengan satu kata. Misalnya, "Mereka menonton film itu sampai tiga kali" atau "Koleksi pribadi saya lebih dari seribu buku."

Ditulis dengan angka jika bilangan digunakan secara berurutan dalam sebuah perincian. Contohnya, "Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain."

Cara mudah mengingatnya: jika bilangan berdiri sendiri dan bisa diucapkan dalam satu kata, gunakan huruf. Jika ada dalam daftar atau perbandingan, gunakan angka agar lebih mudah dibaca.

Angka untuk Ukuran, Nilai Uang, dan Persentase

EYD menegaskan bahwa angka selalu digunakan untuk menyatakan ukuran dan nilai. Ini mencakup ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu, serta nilai uang dan persentase.

Beberapa contohnya:

  • 5 kilogram
  • 4 hektare
  • 1 jam 20 menit
  • Rp5.000,00
  • 5 persen

Aturan ini berlaku konsisten sehingga tidak perlu ragu ketika menulis angka dalam konteks data atau laporan.

Aturan Khusus yang Sering Diabaikan

Angka di Awal Kalimat

Jika sebuah kalimat dimulai dengan bilangan yang terdiri lebih dari satu kata, EYD mewajibkan kita mendahului angka tersebut dengan kata seperti sebanyak, sejumlah, atau sebesar. Atau, susunan kalimatnya bisa diubah sehingga angka tidak berada di posisi paling awal.

Contoh yang benar:

  • "Sebanyak 2.500 orang peserta diundang panitia."
  • "Panitia mengundang 2.500 orang peserta."

Bilangan Besar Boleh Dikombinasikan

Untuk bilangan yang sangat besar, EYD memperbolehkan penulisan gabungan angka dan huruf agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Misalnya, "500 ribu dosis vaksin" jauh lebih mudah dicerna daripada "500.000 dosis vaksin."

Contoh lain: 55 miliar rupiah, 7 triliun rupiah.

Akhiran "-an" Harus Pakai Tanda Hubung

Satu kesalahan yang sering terjadi adalah menulis "2000an" atau "5000an" tanpa tanda hubung. Menurut EYD, penulisan yang benar adalah menggunakan tanda hubung di antara angka dan akhiran "-an", seperti tahun 2000-an atau uang 5.000-an.

Tarif pangkas rambut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Tarif pangkas rambut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bilangan Tingkat Punya Tiga Cara Penulisan

Menariknya, EYD memberi kebebasan dalam menulis bilangan tingkat. Ketiganya sama-sama benar:

  • abad VII (angka Romawi)
  • abad ke-7 (awalan "ke-" + angka Arab)
  • abad ketujuh (huruf)

Pilihlah salah satu dan gunakan secara konsisten dalam satu tulisan.

Penulisan dalam Dokumen Resmi

Untuk dokumen seperti akta notaris, kuitansi, dan peraturan perundang-undangan, EYD mengatur bahwa bilangan harus ditulis dua kali: sekali dalam angka, sekali dalam huruf di dalam tanda kurung.

Contohnya seperti dalam kalimat hukum: "...dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)."

Aturan ini bertujuan menghindari kesalahan baca atau pemalsuan angka dalam dokumen penting.

Bilangan dalam Nama Geografi

Ini fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Jika bilangan menjadi bagian dari nama geografi, maka bilangan tersebut ditulis dengan huruf dan digabung serangkai.

Beberapa contoh yang kita temui sehari-hari:

  • Rajaampat (bukan Raja 4 atau Raja Empat)
  • Simpanglima (bukan Simpang 5)
  • Kelapadua (bukan Kelapa 2)
  • Tigakarsa

Aturan penulisan angka dan bilangan dalam EYD memang cukup beragam, tetapi semuanya logis dan bertujuan membuat tulisan lebih jelas serta seragam. Ringkasnya:

  • Bilangan satu kata ditulis dengan huruf; bilangan dalam perincian ditulis dengan angka.
  • Angka selalu digunakan untuk ukuran, nilai uang, dan persentase.
  • Hindari memulai kalimat langsung dengan angka.
  • Bilangan besar boleh dikombinasikan dengan huruf.
  • Akhiran "-an" wajib pakai tanda hubung.
  • Dokumen resmi wajib mencantumkan angka sekaligus huruf.
  • Nama geografi yang mengandung bilangan ditulis serangkai dengan huruf.

Simpan panduan ini sebagai referensi dan bagikan kepada rekan penulis, mahasiswa, atau siapa saja yang sering berkutat dengan dunia tulis-menulis! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:42

Menerobos Aturan di Simpang: Salah Pengendara atau Desain Jalan?

ATCS Dishub Kota Bandung mencatat ratusan pelanggaran di 10 lokasi simpang dengan tingkat pelanggaran tertinggi setiap bulan.

Dua pengendara sepeda motor kedapatan berhenti di zebra cross (4/5/2026). (Sumber: Instagram/@atcs.kotabandung)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo