Memahami Aturan Penulisan Angka dan Bilangan dalam Bahasa Indonesia (EYD V)

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Kamis 07 Mei 2026, 08:17 WIB
Ilustrasi angka. (Sumber: Pexels | Foto: Black ice)

Ilustrasi angka. (Sumber: Pexels | Foto: Black ice)

AYOBANDUNG.IDPernahkah kamu bingung saat menulis artikel atau laporan, apakah harus menggunakan angka "3" atau kata "tiga"? Atau ragu apakah boleh menulis "tahun 2000an" tanpa tanda hubung? Ternyata, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) sudah mengatur hal ini secara jelas dan terperinci.

Memahami aturan penulisan angka dan bilangan bukan hanya penting bagi penulis profesional atau jurnalis, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin berkomunikasi secara tertulis dengan baik dan benar. Berikut panduan lengkapnya.

Mengenal Dua Jenis Angka dalam Bahasa Indonesia

Sebelum masuk ke aturannya, kita perlu tahu bahwa ada dua jenis angka yang lazim digunakan dalam tulisan bahasa Indonesia, yaitu angka Arab dan angka Romawi.

Angka Arab adalah angka yang paling sering kita gunakan sehari-hari: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sementara itu, angka Romawi seperti I, II, III, IV, V, dan seterusnya biasanya dipakai untuk penomoran bab, peringkat, atau nama peristiwa bersejarah seperti Perang Dunia II.

Kapan Ditulis dengan Huruf, Kapan dengan Angka?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul. Aturannya sebenarnya cukup sederhana.

Ditulis dengan huruf jika bilangan tersebut dapat dinyatakan dengan satu kata. Misalnya, "Mereka menonton film itu sampai tiga kali" atau "Koleksi pribadi saya lebih dari seribu buku."

Ditulis dengan angka jika bilangan digunakan secara berurutan dalam sebuah perincian. Contohnya, "Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain."

Cara mudah mengingatnya: jika bilangan berdiri sendiri dan bisa diucapkan dalam satu kata, gunakan huruf. Jika ada dalam daftar atau perbandingan, gunakan angka agar lebih mudah dibaca.

Angka untuk Ukuran, Nilai Uang, dan Persentase

EYD menegaskan bahwa angka selalu digunakan untuk menyatakan ukuran dan nilai. Ini mencakup ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu, serta nilai uang dan persentase.

Beberapa contohnya:

  • 5 kilogram
  • 4 hektare
  • 1 jam 20 menit
  • Rp5.000,00
  • 5 persen

Aturan ini berlaku konsisten sehingga tidak perlu ragu ketika menulis angka dalam konteks data atau laporan.

Aturan Khusus yang Sering Diabaikan

Angka di Awal Kalimat

Jika sebuah kalimat dimulai dengan bilangan yang terdiri lebih dari satu kata, EYD mewajibkan kita mendahului angka tersebut dengan kata seperti sebanyak, sejumlah, atau sebesar. Atau, susunan kalimatnya bisa diubah sehingga angka tidak berada di posisi paling awal.

Contoh yang benar:

  • "Sebanyak 2.500 orang peserta diundang panitia."
  • "Panitia mengundang 2.500 orang peserta."

Bilangan Besar Boleh Dikombinasikan

Untuk bilangan yang sangat besar, EYD memperbolehkan penulisan gabungan angka dan huruf agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Misalnya, "500 ribu dosis vaksin" jauh lebih mudah dicerna daripada "500.000 dosis vaksin."

Contoh lain: 55 miliar rupiah, 7 triliun rupiah.

Akhiran "-an" Harus Pakai Tanda Hubung

Satu kesalahan yang sering terjadi adalah menulis "2000an" atau "5000an" tanpa tanda hubung. Menurut EYD, penulisan yang benar adalah menggunakan tanda hubung di antara angka dan akhiran "-an", seperti tahun 2000-an atau uang 5.000-an.

Tarif pangkas rambut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Tarif pangkas rambut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bilangan Tingkat Punya Tiga Cara Penulisan

Menariknya, EYD memberi kebebasan dalam menulis bilangan tingkat. Ketiganya sama-sama benar:

  • abad VII (angka Romawi)
  • abad ke-7 (awalan "ke-" + angka Arab)
  • abad ketujuh (huruf)

Pilihlah salah satu dan gunakan secara konsisten dalam satu tulisan.

Penulisan dalam Dokumen Resmi

Untuk dokumen seperti akta notaris, kuitansi, dan peraturan perundang-undangan, EYD mengatur bahwa bilangan harus ditulis dua kali: sekali dalam angka, sekali dalam huruf di dalam tanda kurung.

Contohnya seperti dalam kalimat hukum: "...dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)."

Aturan ini bertujuan menghindari kesalahan baca atau pemalsuan angka dalam dokumen penting.

Bilangan dalam Nama Geografi

Ini fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Jika bilangan menjadi bagian dari nama geografi, maka bilangan tersebut ditulis dengan huruf dan digabung serangkai.

Beberapa contoh yang kita temui sehari-hari:

  • Rajaampat (bukan Raja 4 atau Raja Empat)
  • Simpanglima (bukan Simpang 5)
  • Kelapadua (bukan Kelapa 2)
  • Tigakarsa

Aturan penulisan angka dan bilangan dalam EYD memang cukup beragam, tetapi semuanya logis dan bertujuan membuat tulisan lebih jelas serta seragam. Ringkasnya:

  • Bilangan satu kata ditulis dengan huruf; bilangan dalam perincian ditulis dengan angka.
  • Angka selalu digunakan untuk ukuran, nilai uang, dan persentase.
  • Hindari memulai kalimat langsung dengan angka.
  • Bilangan besar boleh dikombinasikan dengan huruf.
  • Akhiran "-an" wajib pakai tanda hubung.
  • Dokumen resmi wajib mencantumkan angka sekaligus huruf.
  • Nama geografi yang mengandung bilangan ditulis serangkai dengan huruf.

Simpan panduan ini sebagai referensi dan bagikan kepada rekan penulis, mahasiswa, atau siapa saja yang sering berkutat dengan dunia tulis-menulis! (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)