Sering Salah Pakai Tanda Titik? Kenali Aturannya Biar Bagus Tulisanmu

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

AYOBANDUNG.ID -- Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya.

Tanda titik, yang merupakan salah satu tanda baca yang paling sering digunakan dalam penulisan bahasa Indonesia, oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) telah diatur secara rinci kapan harus digunakan dan kapan tidak. Memahami aturan ini penting agar tulisan kita terlihat lebih rapi, profesional, dan sesuai kaidah bahasa yang berlaku.

Berikut adalah panduan lengkap penggunaan tanda titik berdasarkan EYD.

Kapan Tanda Titik Digunakan?

  1. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Setiap kalimat yang bersifat pernyataan wajib diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: "Mereka duduk di sana." dan "Dia akan datang pada pertemuan itu."
  2. Tanda titik digunakan untuk mengakhiri pernyataan lengkap yang diikuti perincian berupa kalimat baru, paragraf baru, atau subjudul baru. Hal ini umum ditemukan dalam karya tulis ilmiah, laporan, atau artikel panjang yang memiliki beberapa subbagian.
  3. Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu daftar, perincian, tabel, atau bagan. Contohnya seperti penulisan "I.", "A.", atau "1." dalam daftar bernomor maupun berhuruf yang disusun secara hierarkis.
  4. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Misalnya, penulisan "pukul 01.35.20" yang berarti pukul 1 lewat 35 menit 20 detik.
  5. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Misalnya: "Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau", "Penduduk kota itu lebih dari 7.000.000 orang", dan "Anggaran lembaga itu mencapai Rp225.000.000.000,00".

Kapan Tanda Titik Tidak Digunakan?

Selain mengetahui kapan tanda titik harus digunakan, penting pula memahami kondisi-kondisi di mana tanda titik justru tidak boleh dipakai. Berikut ketentuannya.

  1. Tanda titik tidak digunakan di belakang angka terakhir pada deret nomor dalam perincian bertingkat. Penulisan seperti "2.1 Bahasa", "2.1.1 Fonologi", dan "2.2 Sastra" sudah tepat tanpa perlu menambahkan titik di bagian akhir angkanya.
  2. Tanda titik tidak digunakan pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam perincian. Jika perincian sudah menggunakan format seperti "1)" atau "a)", maka tidak perlu ditambahkan titik setelah tanda kurung tersebut.
  3. Tanda titik tidak digunakan di belakang angka terakhir dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar, baik yang terdiri dari satu digit maupun lebih. Penulisan yang benar adalah "Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia" atau "Grafik 4.1 Sikap Masyarakat Berdasarkan Usia", tanpa titik di belakang angkanya.
  4. Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Bilangan seperti tahun kelahiran, nomor halaman, nomor rekening, atau NIP ditulis tanpa titik pemisah. Contohnya: "Dia lahir pada tahun 1998 di Bandung" dan "NIP 199701112015041002".
  5. Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul dan subjudul. Baik judul artikel, judul bab, maupun subjudul lainnya tidak diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: "Bentuk dan Kedaulatan" atau "Gambar 3 Alat Ucap Manusia".
  6. Tanda titik tidak digunakan di belakang alamat penerima surat serta tanggal surat. Penulisan alamat seperti "Jalan Sumbawa I/18 Sumurbandung Bandung" dan tanggal seperti "12 Oktober 2021" tidak memerlukan tanda titik di bagian akhirnya.

Mengapa Aturan Ini Penting?

Penggunaan tanda baca yang tepat mencerminkan ketelitian dan kredibilitas seorang penulis. Dalam dunia kerja, akademik, maupun jurnalistik, kesalahan kecil seperti penggunaan tanda titik yang tidak sesuai kaidah dapat mengurangi kesan profesional sebuah tulisan.

EYD merupakan pedoman resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Memahami dan menerapkan aturan di dalamnya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan terhadap bahasa Indonesia itu sendiri.

Dengan memahami 11 ketentuan penggunaan tanda titik di atas, diharapkan masyarakat dapat lebih cermat dalam menulis, baik untuk keperluan formal maupun sehari-hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)