Sering Salah Pakai Tanda Titik? Kenali Aturannya Biar Bagus Tulisanmu

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Selasa 28 Apr 2026, 18:04 WIB
Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

AYOBANDUNG.ID -- Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya.

Tanda titik, yang merupakan salah satu tanda baca yang paling sering digunakan dalam penulisan bahasa Indonesia, oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) telah diatur secara rinci kapan harus digunakan dan kapan tidak. Memahami aturan ini penting agar tulisan kita terlihat lebih rapi, profesional, dan sesuai kaidah bahasa yang berlaku.

Berikut adalah panduan lengkap penggunaan tanda titik berdasarkan EYD.

Kapan Tanda Titik Digunakan?

  1. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Setiap kalimat yang bersifat pernyataan wajib diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: "Mereka duduk di sana." dan "Dia akan datang pada pertemuan itu."
  2. Tanda titik digunakan untuk mengakhiri pernyataan lengkap yang diikuti perincian berupa kalimat baru, paragraf baru, atau subjudul baru. Hal ini umum ditemukan dalam karya tulis ilmiah, laporan, atau artikel panjang yang memiliki beberapa subbagian.
  3. Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu daftar, perincian, tabel, atau bagan. Contohnya seperti penulisan "I.", "A.", atau "1." dalam daftar bernomor maupun berhuruf yang disusun secara hierarkis.
  4. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Misalnya, penulisan "pukul 01.35.20" yang berarti pukul 1 lewat 35 menit 20 detik.
  5. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Misalnya: "Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau", "Penduduk kota itu lebih dari 7.000.000 orang", dan "Anggaran lembaga itu mencapai Rp225.000.000.000,00".

Kapan Tanda Titik Tidak Digunakan?

Selain mengetahui kapan tanda titik harus digunakan, penting pula memahami kondisi-kondisi di mana tanda titik justru tidak boleh dipakai. Berikut ketentuannya.

  1. Tanda titik tidak digunakan di belakang angka terakhir pada deret nomor dalam perincian bertingkat. Penulisan seperti "2.1 Bahasa", "2.1.1 Fonologi", dan "2.2 Sastra" sudah tepat tanpa perlu menambahkan titik di bagian akhir angkanya.
  2. Tanda titik tidak digunakan pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam perincian. Jika perincian sudah menggunakan format seperti "1)" atau "a)", maka tidak perlu ditambahkan titik setelah tanda kurung tersebut.
  3. Tanda titik tidak digunakan di belakang angka terakhir dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar, baik yang terdiri dari satu digit maupun lebih. Penulisan yang benar adalah "Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia" atau "Grafik 4.1 Sikap Masyarakat Berdasarkan Usia", tanpa titik di belakang angkanya.
  4. Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Bilangan seperti tahun kelahiran, nomor halaman, nomor rekening, atau NIP ditulis tanpa titik pemisah. Contohnya: "Dia lahir pada tahun 1998 di Bandung" dan "NIP 199701112015041002".
  5. Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul dan subjudul. Baik judul artikel, judul bab, maupun subjudul lainnya tidak diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: "Bentuk dan Kedaulatan" atau "Gambar 3 Alat Ucap Manusia".
  6. Tanda titik tidak digunakan di belakang alamat penerima surat serta tanggal surat. Penulisan alamat seperti "Jalan Sumbawa I/18 Sumurbandung Bandung" dan tanggal seperti "12 Oktober 2021" tidak memerlukan tanda titik di bagian akhirnya.

Mengapa Aturan Ini Penting?

Penggunaan tanda baca yang tepat mencerminkan ketelitian dan kredibilitas seorang penulis. Dalam dunia kerja, akademik, maupun jurnalistik, kesalahan kecil seperti penggunaan tanda titik yang tidak sesuai kaidah dapat mengurangi kesan profesional sebuah tulisan.

EYD merupakan pedoman resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Memahami dan menerapkan aturan di dalamnya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan terhadap bahasa Indonesia itu sendiri.

Dengan memahami 11 ketentuan penggunaan tanda titik di atas, diharapkan masyarakat dapat lebih cermat dalam menulis, baik untuk keperluan formal maupun sehari-hari. (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Apr 2026, 18:04

Sering Salah Pakai Tanda Titik? Kenali Aturannya Biar Bagus Tulisanmu

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya.

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Linimasa 28 Apr 2026, 16:56

Jejak Perkebunan Kina di Bandung, Tinggal Puing Tak Terurus

Dulu kuasai 90 persen pasar dunia, pabrik kina Kertasari kini jadi puing akibat gempa, penyerobotan lahan, dan kebijakan

Pabrik Kina pertama di Kabupaten Bandung sudah hampir tak berwujud. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ikon 28 Apr 2026, 16:06

Hikayat Tanjakan Emen, Jalur Horor di Subang yang telan Banyak Korban

Sejarah Tanjakan Emen dari kisah sopir oplet 1956 hingga menjadi jalur rawan kecelakaan akibat geometri jalan berbahaya.

Tanjakan Emen, Subang. (Sumber: Google Earth)
Bandung 28 Apr 2026, 15:21

Transformasi Seserahan, dari Sekadar Tradisi Menjadi Simbol Gaya Hidup dan Personal Branding

Seserahan kini tak lagi sekadar hantaran sebagai perwujudan janji suci kedua mempelai, tapi bergeser menjadi bagian dari personal branding dan karakter calon pengantin.

Seserahan kini tak lagi sekadar hantaran sebagai perwujudan janji suci kedua mempelai, tapi bergeser menjadi bagian dari personal branding dan karakter calon pengantin. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 15:01

Naik Angkot dari Soreang ke Kopo Tak Seindah dalam Lagu

Bagi mereka yang setiap hari melintasi Kopo, kemacetan parah bukan hal baru.

Kemacetan kendaraan mengular di salah satu ruas jalan di Bandung, mencerminkan padatnya mobilitas warga di tengah aktivitas harian. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Rizki)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 11:32

Komunitas HaikuKu Indonesia, Merawat Puisi dalam Sunyi

Berawal dari ruang maya bernama Facebook, ribuan orang berkumpul karena satu kesamaan yaitu kecintaan pada puisi.

Komunitas Haikuku Indonesia akur, rukun dan guyub. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 28 Apr 2026, 09:25

Tujuh Tahun Menunggu, Penghuni Rumah Deret Tamansari Menagih Janji Penghidupan

Setelah 7 tahun menanti, penghuni Rumah Deret Tamansari kini menagih janji hunian layak dan ruang usaha yang belum terpenuhi di tengah sempitnya ruang hidup dan trauma penggusuran.

Wawan (duduk) di lorong rumah deret Tamansari, ia berusaha bertahan dengan pekerjaan serabutan di tengah perubahan hidup pascarelokasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 08:56

Kisah Kaum Urban: Hikayat Urang Pasar (Bagian 3) 'Vereeniging Himpoenan Soedara'

Data dan keterangan ini diperoleh dari wawancara lisan bersama keluarga Pasar Baru Bandung.

Buku "100 Tahun Bank Baudara". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)
Wisata & Kuliner 27 Apr 2026, 16:22

Wisata Curug Cipanas Lembang dan Daya Tariknya, dari Kolam Hangat hingga Camping

Curug Cipanas Lembang menawarkan air terjun hangat alami dengan kolam berundak, cocok untuk relaksasi di udara sejuk pegunungan.

Curug Cipanas Nagrak, Lembang. (Sumber: Ayonetizen | Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Bandung 27 Apr 2026, 16:21

Strategi Batik Kina Menembus Pasar Global, Inovasi Motif Heritage Tanpa Merusak Ekosistem

Batik Kina bukan sekadar bisnis UMKM biasa, melainkan sebuah gerakan inovasi yang mengawinkan kelestarian lingkungan dengan kemajuan teknologi tekstil.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 27 Apr 2026, 15:38

Menghidupkan Heritage Commodity, Cara Rakha Wahyu Menyelamatkan Sejarah Pohon Kina Lewat Sehelai Kain Batik

Jawa Barat, khususnya Bandung, pernah menjadi pusat Kina dunia sejak 1845, namun seiring waktu, kejayaan itu luntur dan pohonnya kian langka.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Komunitas 27 Apr 2026, 15:27

Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

Komunitas DuduluRun meramaikan Kiara Artha Park dengan lari malam. Bukan sekadar olahraga, aktivitas ini jadi cara anak muda menjaga kesehatan fisik, mental, dan konsistensi hidup.

Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 13:22

Gedung Sate Rapi di Depan, Kacau di Belakang?

Selama pembangunan berfokus pada yang tampak di depan, Bandung belum benar-benar berubah.

Spanduk dari Massa Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat dipasang di pagar Gedung Sate, Senin 21 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ikon 27 Apr 2026, 12:08

Sejarah Waduk Jatigede Sumedang, Proyek Warisan Kolonial yang Tenggelamkan 28 Desa

Dirancang sejak kolonial, Waduk Jatigede baru terwujud pada 2015, membawa manfaat besar sekaligus memicu relokasi warga dan hilangnya warisan budaya

Waduk Jatigede, Sumedang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 11:31

Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Strategi Mengangkat Kuliner Lokal ke Panggung Gastronomi Dunia

Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan (2025), sebuah karya kolaboratif dari Kementerian Pariwisata.

buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 09:40

Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung.

Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 27 Apr 2026, 08:49

Ambisi Transisi Energi Belum Menyentuh Akar Masalah, Warga Sekitar PLTU Tetap Menanggung Beban Lingkungan

Warga sekitar PLTU masih menanggung dampak lingkungan dan sosial, sementara kebijakan transisi energi dinilai belum menyentuh perlindungan dan keadilan di tingkat tapak.

Suasana diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Peluang, Tantangan, dan Strategi Implementasi Multi Pihak” di Kota Bandung, Minggu (26/4), yang mempertemukan warga, pemerintah, dan pakar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 08:00

Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis

Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.

Aa Akil anak kedua dan Kakang anak ketiga asyik membaca buku, Ahad (26/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Linimasa 26 Apr 2026, 20:21

Melawan Lupa Sesar Lembang Lewat Festival Ngabandungan Bandung

Festival Ngabandungan Bandung hadirkan edukasi mitigasi Sesar Lembang lewat seni imersif dan pendekatan budaya.

Festival Ngabandungan Bandung di Balaikota Bandung, Minggu, 26 April 2026. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 18:52

Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

Para pendatang yang kemudian menjadi pemain Persib karena memiliki kebanggaan menjadi pemain Persib Bandung

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)