Aktualisasi Hari Kemerdekaan

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bulan Agustus menjadi bulan yang selalu ditunggu-tunggu bagi masyarakat. Kemeriahan perayaan tahunan ini bukan sekadar menjadi momentum tetapi menjadi identitas bagi bangsa.

Huru hara yang terjadi di lingkungan bangsa kita benar-benar memberi dampak. Indonesia tidak sekadar sebagai negeri yang sedang memperjuangkan diri tetapi mengilhami bahwa bangsa Indonesia yang wajib menerapkan nilai-nilai Pancasila hingga sampai pada suatu hari menjadi negeri yang berdaya dan berdaulat. 

Meskipun kita menghadapi tantangan global yang berkaitan pada sistem ekonomi kerakyatan, kita memiliki harapan besar sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh para veteran dan pahlawan nasional. 

Para pahlawan yang sudah menancapkan tonggak kemerdekaan mesti diupayakan semakin berkembang dan menjadi negeri adidaya. 

Salah satu mengisi ruang-ruang kemerdekaan di bulan ini dengan menyiapkan diri menjadi bangsa yang merdeka. Bangsa yang menjadi sorotan sebagai bangsa yang paling baik untuk membuat suatu kegiatan yang produktif. 

Kegiatan ini dapat diinisiasi oleh masyarakat untuk masyarakat.

Lomba 17 Agustusan 

Peranan masyarakat di pedesaan sangat dikagumi. Jika kita mengingat banyaknya peristiwa yang terjadi. Kemeriahan kemerdekaan digambarkan dengan perlombaan yang merakyat. 

Lomba yang sebenarnya dapat diimplementasikan di kantor juga. Adapun lomba yang populer di antaranya, lomba makan kerupuk, lomba balap karung dengan helm jongkok, lomba mewarnai, lomba kelereng, lomba fashion show, dan beberapa lomba lainnya yang positif.

Makna dari lomba merakyat ini sangat mendalam. Situasi yang tak menentu saat ini, lomba berbasis gotong royong ini menjadi keniscayaan. Di saat harapan demi harapan masih menggelora di benak masyarakat. 

Keadaan tersebut membuat masyarakat seolah memberi motivasi dan semangat kepada seluruh rakyat Indonesia. Lomba yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat menguatkan diri masyarakat. 

Sebab itu masyarakat juga mempunyai hak yang sama antar masyarakat. Kondisi ini mengingatkan bahwa masyarakat perlu saling mendukung demi terselenggaranya kegiatan di tujuh belas Agustusan. 

Merdekalah!

Warga membeli bendera merah putih di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu 2 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga membeli bendera merah putih di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu 2 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok. Dalam menyambut hari kemenangan nasional, kita membangun keeratan relasi dan kebersamaan menjadi ruang baru untuk memupuk diri. Dalam setiap kemerdekaan, hari inilah waktu yang tepat menjadi bangsa seutuhnya.

Seluruh raga yang ada di negeri ini untuk mengultuskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah kesejatian dalam berkehidupan. Untuk memunculkan kesan bahwa masyarakat yang memenangkan kemerdekaan. Negeri kita ini berhak untuk dirayakan. 

Merdeka dari segala aspek dan multi sektor. Meskipun kita masih menyisakan tanda tanya. Tapi kita optimis bahwa hari kemerdekaan Republik Indonesia itu merupakan tonggak sejarah yang sepanjang sejarah tidak perlu diragukan. 

Tampilnya kemerdekaan Indonesia ini merupakan wujud bersama dengan masyarakat yang terus menerus menyuarakan tentang hak-hak asasi yang memanusiakan. 

Petik saja contohnya di bidang ekonomi. Masyarakat masih menunggu kemerdekaan berekonomi. Tidak menunggu sampai terjadi inflasi. Tidak berharap rupiah anjlok. Tidak sampai mendapatkan data kemiskinan yang berulang. Tidak ada pejabat korupsi dana rakyat. Pajak yang makmur tapi bukan memakmurkan segelintir oknum.

Sepandai-pandainya kita berharap, tapi pejabat dan pemerintahlah yang mesti mendahulukan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih tidak bisa dilepaskan dari semangat perjuangan. 

Akses Kemerdekaan

Jika 81 tahun sebagai penanda bahwa negeri kita adalah negeri yang merdeka, kaka seharusnya akses untuk masyarakat sudah tersedia dampak manfaatnya. Terlebih jika kita mengingat bahwa kemerdekaan kita hampir mendekati tahun keemasan. 

Akses Kemerdekaan yang dimaksud adalah terbukanya pintu pada semua kebutuhan masyarakat. 

Ekonomi kerakyatan yang diimpikan bukan lagi fatamorgana. Kebudayaan yang dilestarikan. Politik yang terjadi mengedepankan kepentingan masyarakat banyak. Sosial sebagai simbol yang tunggal. Kedaulatan rakyat di atas segalanya. 

Jembatan kemerdekaan hampir putus. Kesejahteraan masih banyak permasalahan. Kesenjangan yang tidak dapat diterima. Yang kaya semakin kaya. Data kemiskinan makin naik. 

Apakah kita masih bisa membuka akses Kemerdekaan itu? 

Nilai Pancasila sebagai Jawaban

Dasar kebutuhan masyarakat sudah dituliskan pada nilai-nilai Pancasila. Namun kebijakan yang belum mencapai kebijaksanaan menjadi kendalanya. Terbukti ketika masyarakat menginginkan kemakmuran belum sepenuhnya terwujud.

Pada dasarnya, masyarakat terus menjadi garda terdepan dalam bermufakat bahwa Indonesia sudah selayaknya menjadi negeri yang adil dan makmur.

Tidak ada kesempatan bagi koruptor yang merugikan negeri ini. Nilai-nilai Pancasila sudah diimplementasikan bagi seluruh aktivitas sehari-hari masyarakat. 

Tahun demi tahun kemerdekaan akan selalu ditemui problematika namun bagaimanapun juga kemerdekaan Indonesia diraih tidak mudah, menjadi peranan seluruh masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas demi kemajuan dan keberlanjutannya. 

Nilai-nilai Pancasila sebagai kewajiban pemerintah dalam memutuskan kebijaksanaan dalam mengurai produk kebijakannya. Hendaknya evaluasi tahun kemarin menjadi bekal yang tidak terpisahkan sehingga di saat kemerdekaan negeri ini datang, maka tidak ada lagi alasan bagi pemerintah untuk tidak mensejahterakan rakyatnya.

Sekadar diketahui bersama, kita berhasil mengusir penjajah dengan penuh semangat dan motivasi tinggi, lantas pertanyaan ini perlu dijawab oleh pemerintah, mengapa kita tidak bisa melepaskan dari penjajahan abad ini? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)