Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)

Menjelajahi Bandung tidak akan lengkap tanpa menyelami lembaran sejarah yang menyusun setiap sudut jalannya. Kota Kembang ini menyimpan sejuta pesona cerita masa lalu yang membentuk jati dirinya hari ini. Menelusuri sejarah lokal bukan sekadar membaca barisan teks usang, melainkan sebuah perjalanan emosional untuk menghargai warisan kebudayaan tanah Sunda.

Dalam merawat ingatan kolektif tentang kota ini, nama Haryoto Kunto menempati posisi yang sangat istimewa. Sosok legendaris yang dijuluki Kuncen Bandung ini telah mendedikasikan hidupnya untuk meneliti, mencatat dan merawat kisah-kisah Paris van Java. Melalui karya-karya monumentalnya, ia berhasil menghidupkan kembali romantisme serta dinamika sejarah Bandung tempo dulu.

Artikel ini mengajak Anda untuk belajar mencintai Bandung melalui kacamata dan ketulusan hati seorang Haryoto Kunto. Kita akan membedah warisan pemikirannya agar dapat menginspirasi generasi muda saat ini. Mari bersama-sama menumbuhkan rasa kepedulian dan kebanggaan yang mendalam terhadap kelestarian sejarah serta budaya Kota Bandung tercinta.

Kita bisa belajar sejarah dari Ir. Haryoto Kunto. Haryoto Kunto (01 Januari 1940 – 01 Januari 1999). Ia adalah seorang ahli planologi, budayawan dan sejarawan legendaris yang mendedikasikan hidupnya untuk mendokumentasikan sejarah perkembangan tata kota serta budaya masyarakat Kota Bandung. Karena keluasan wawasannya mengenai seluk-beluk ibu kota Jawa Barat tersebut, ia dijuluki sebagai Kuncen Bandung (Juru Kunci Bandung).  Berbeda dengan buku sejarah formal yang kaku, tulisan Haryoto Kunto mengalir jenaka, penuh romansa nostalgia, tetapi tetap kritis dalam menyoroti isu tata ruang kota.

Haryoto Kunto, seorang penulis dan sejarawan terkemuka yang sangat berjasa mendokumentasikan sejarah Kota Bandung. Kuncen Bandung, makna ini berubah menjadi kiasan bagi seseorang yang dianggap sebagai penjaga ingatan, sejarah dan arsip cerita masa lalu kota tersebut. Ia sangat produktif menulis tentang sejarah sosial dan budaya Bandung tempo dulu. Buku-bukunya seperti Wajah Bandoeng Tempo Doeloe dan lain-lain menjadi rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mengenal sejarah kota ini lebih dalam. Melalui tulisan-tulisannya, ia merawat ingatan kolektif masyarakat tentang perkembangan Kota Bandung dari masa ke masa.

Istilah Kuncen Bandung jauh lebih istimewa jika dibandingkan istilah Bidan Kota. Kuncen Bandung tentu saja lebih banyak tahu seluk-beluk, lika-liku dan dinamika kota Bandung dari ujung ke ujung, dari bukit ke bukit, dari gunung ke gunung. Ini jauh lebih bermakna daripada Bidan Kota yang berkonotasi penemu hari jadi sebuah kota atau kabupaten. Tak lebih tak kurang.

Bidan Kota, terutama di Jawa Barat dan Banten, sebenarnya jauh lebih mudah karena dengan sangat mudah mendapatkan sumber-sumber awalnya dari buku karya Dr. Frederik de Haan (22 Juli 1863 – 16 Agustus 1938), yaitu “Priangan: de Preanger-regentschappen onder het Nederlandsch bestuur tot 1811” (1910–1912), buku tebal sebanyak 4 (empat) jilid yang mengulas secara mendalam wilayah dan sejarah administrasi Keresidenan Priangan di bawah kekuasaan VOC serta Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda hingga tahun 1811.

Berikut ini adalah beberapa buku karya Haryoto Kunto berdasarkan atas sumber bibliogafri yang resmi:

  1. Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (1984).

  2. Semerbak Bunga di Bandung Raya (1986).

  3. Savoy Homann: Persinggahan Orang-orang Penting (1989)

  4. Balai Agung di Kota Bandung (Riwayat Gedong Sate & Gedong Pakuan) (1996)

  5. Ramadhan di Priangan (Tempo Doeloe) (1996)

  6. Seabad Grand Hotel Preanger (1897-1997) (1997)

  7. Nasib Bangunan Bersejarah di Kota Bandung (2000)

Haryoto Kunto adalah putera dari pak Kunto yang pernah menjadi Kepala Stasiun (Stationchef) di Stasiun Purwakarta. Haryoto Kunto mempunyai 2 orang kakak kandung yang kemudian menjadi perwira menengah, yaitu Letnan Kolonel Suroto Kunto (Komandan), yang gugur di Warungbambu, Karawang pada tanggal 28 November 1946 bersama Mayor Adel Sofyan (Kepala Staf), Kopral Muhajar dan Prajurit Murad, kesemuanya dari Resimen 6/Brigade III Divisi Siliwangi.

Kakak yang satunya lagi adalah Mayor Yusuf Kunto yang wafat pada tanggal 2 Januari 1949 dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Badran, dekat Tempat Pemakaman Tionghoa (Bong, Benteng) di sebelah Barat Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Warisan (legacy) dari Haryoto Kunto lainnya adalah ribuan buku-buku, terutama menyangkut sejarah yang berada di Jl. H. Mesri. Yang kemudian terjadi hibah buku-buku tersebut kepada Perpustakaan Universitas Katholik Parahyangan, melalui Jurusan Arsitektur yang menerima hibah ± 10.000 eksemplar koleksi Perpustakaan Haryoto Kunto.

Hibah koleksi ini secara simbolis diserahkan oleh istri mendiang Haryoto Kunto, ibu Etty Rochaetin Winarya dan perwakilan keluarga pada rangkaian kegiatan IAAU 45 Tahun Bersama “Architecture & Beyond” pada hari Sabtu tanggal 18 Desember 2021. Keluarga berharap, koleksi Perpustakaan Haryoto Kunto bisa bermanfaat bagi civitas academica Universitas Katholik Parahyangan dan masyarakat umum.

Koleksi Perpustakaan Haryoto Kunto telah dipindahkan ke Perpustakaan Universitas Katholik Parahyangan pada tanggal 9-11 Februari 2022 untuk kemudian diseleksi dan diproses lebih lanjut sebelum dilayankan kepada pemustaka.

Mencintai Bandung bukan sekadar menikmati dingin udaranya, melainkan merawat memori kolektif yang tertanam di setiap sudut jalan kunonya. Melalui rekam jejak literasi Haryoto Kunto, kita diajak menyelami kembali romantisme masa lalu kota ini. Warisan tulisan Sang Kuncen Bandung harus menjadi cermin bagi generasi hari ini untuk terus menjaga identitas kota.

Meneladani dedikasi beliau berarti menumbuhkan kepedulian nyata terhadap perubahan lanskap kota yang kian dinamis. Bandung membutuhkan mata yang jeli melihat sejarah dan hati yang tulus merawat cagar budaya. Jangan biarkan cerita kejayaan masa lalu hilang tertimbun modernisasi, sebab mencintai kota ini berarti berkomitmen menjaga keaslian warisan leluhurnya.

Mari hidupkan kembali semangat Haryoto Kunto dalam keseharian dengan mulai mengenali dan menjaga narasi lokal di sekitar kita. Jadikan setiap sudut Paris van Java ini tempat yang selalu dirindukan sekaligus dihormati sejarahnya. Dengan menjaga ingatan itu tetap hidup, kita telah membuktikan cinta sejati kepada Bandung, persis seperti Sang Kuncen Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)