Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

4 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

WACANA pemindahan payroll Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara yang mencakup Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara) kian santer.

Faktanya, setidaknya sampai September 2026, pemerintah pusat membantah adanya kebijakan nasional untuk memindahkan payroll ASN ke bank Himbara. Di sejumlah daerah, mekanisme yang berjalan juga belum berubah. 

Walau begitu, kemungkinan tetap terbuka. Artinya, bisa saja suatu saat, payroll ASN dilakukan lewat bank-bank Himbara.

Bukan cuma rekening gaji

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan, mulai dari tabungan, pembayaran, kartu, kredit konsumtif, KPR, transaksi digital dan berbagai layanan lain. 

Karena itu, kehilangan payroll bagi bank daerah -- jika suatu saat benar-benar terjadi -- tidak tepat dihitung hanya dari jumlah rekening yang pindah. Yang lebih penting adalah berapa besar dana murah yang ikut berubah, berapa transaksi yang bergeser, berapa debitur yang tetap bertahan, dan seberapa jauh bank daerah kehilangan kesempatan menawarkan produk lain kepada nasabah. 

Dalam sistem perbankan, satu rekening bisa mempunyai nilai ekonomi yang jauh lebih besar daripada angka saldo pada hari tertentu.

Namun begitu, tidak setiap dana payroll otomatis menjadi sumber keuntungan besar. Toh bank tetap harus membayar biaya operasional, menyediakan jaringan, menjaga teknologi, memenuhi ketentuan likuiditas dan permodalan, mengelola risiko kredit, serta mempertahankan nasabah. 

Bahkan, dana murah pun baru bernilai ekonomis apabila dapat dikelola secara produktif. 

Keunggulan distribusi

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Payroll sendiri bisa dibilang sebagai keunggulan distribusi. Bank mendapatkan hubungan dengan kelompok nasabah yang relatif teridentifikasi, berpendapatan rutin, dan memiliki kebutuhan finansial yang berulang. Keunggulan seperti itu sangat berguna. Masalahnya muncul apabila keunggulan distribusi dianggap sama dengan keunggulan produk.

Bank bisa memiliki jutaan rekening dan tetap belum tentu memiliki loyalitas nasabah. Loyalitas baru terlihat ketika nasabah punya pilihan. Kalau seseorang tetap menggunakan sebuah bank setelah ia bebas memindahkan rekening, itu memberikan informasi yang berbeda dibanding ketika rekening tersebut digunakan karena sistem penggajian.

Karena itu, wacana pemindahan payroll sebenarnya dapat menjadi semacam eksperimen hipotesis alamiah bagi bank milik daerah. Kalau besok atau lusa ASN bebas memilih tanpa keuntungan administratif dari penunjukan bank tertentu, berapa banyak kira-kira yang akan tetap membiarkan rekeningnya di bank daerah?

Masih bertumbuh 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa perbankan Indonesia secara keseluruhan masih bertumbuh. Dalam data 2025, kredit dan dana pihak ketiga sama-sama meningkat, dengan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp9.329 triliun pada Mei 2025. 

Pertumbuhan terbesar DPK berasal dari giro, kemudian tabungan dan deposito. Ini memperlihatkan bahwa perebutan dana masyarakat bukan perkara kecil. DPK adalah bahan bakar utama bisnis perbankan.

Bagi bank-bank daerah, persoalannya lebih spesifik. Bank daerah beroperasi di wilayah yang memiliki ekosistem pemerintah, ASN, BUMD, UMKM dan pelaku usaha lokal. Kedekatan dengan pemerintah daerah dapat menjadi keunggulan karena bank memahami karakter ekonomi daerah. 

Tetapi, kedekatan yang sama bisa menjadi jebakan apabila hubungan kelembagaan lebih cepat berkembang daripada kemampuan membaca perubahan perilaku nasabah.

Di era digital kiwari, nasabah semakin terbiasa membandingkan layanan hanya dengan beberapa sentuhan di layar. Mereka tidak terlalu peduli apakah sebuah bank berstatus BUMN, BUMD atau swasta ketika aplikasi gagal membuka rekening, transfer bermasalah, antrean panjang, atau pengajuan kredit berbelit.

Status kepemilikan memang penting bagi struktur perusahaan. Namun, bagi nasabah, pengalaman transaksi sering jauh lebih konkret.

Karena itu, tantangan bank-bank daerah bukan sekadar mempertahankan ASN. Tantangannya adalah membuat orang mempunyai alasan untuk tetap memilih bank daerah bahkan ketika tidak ada kewajiban administratif. 

Alasan-alasan mungkin bisa berbeda-beda, seperti layanan digital lebih cepat, kredit UMKM lebih memahami karakter usaha lokal, biaya transaksi kompetitif, jaringan kuat, pelayanan manusiawi, atau produk yang memang cocok dengan kebutuhan masyarakat daerah. Tidak perlu semua alasan sekaligus. Tetapi, harus ada alasan kuat yang memang terasakan oleh nasabah.

Otomatis aman

Bank daerah tidak boleh dipandang sebagai perusahaan yang otomatis aman karena dimiliki pemerintah daerah. Tetapi, ia juga tidak bisa diperlakukan persis seperti bank swasta karena memiliki mandat dan ekosistem daerah yang berbeda. 

Tantangannya adalah menjaga dua hal sekaligus, yakni tetap mempunyai fungsi pembangunan daerah, tetapi tidak kehilangan disiplin sebagai perusahaan yang harus menghasilkan profit dan mengelola risiko.

Kalau suatu saat kompetisi payroll benar-benar dibuka lebih luas, ukuran keberhasilan bank daerah bukan semata-mata berapa rekening ASN yang berhasil dipertahankan. Ukuran yang lebih sehat adalah apakah sumber pendapatannya semakin beragam, apakah kredit produktif tumbuh, apakah UMKM menjadi nasabah yang berarti, apakah transaksi digital meningkat, apakah biaya operasional terkendali. 

Dan yang tidak kalah penting, yakni apakah nasabah bertahan karena memang membutuhkan bank tersebut, dan bukan karena gajinya kebetulan masuk ke sana.

Maka, payroll ASN bisa bermakna dua hal sekaligus, yakni mesin pendapatan dan zona nyaman. Payroll menjadi mesin pendapatan ketika bank mampu mengubah hubungan administratif menjadi hubungan bisnis yang sehat dan produktif. Dan payroll juga bisa berubah menjadi zona nyaman ketika keberadaan nasabah yang relatif pasti membuat perusahaan merasa tidak perlu terlalu keras mencari alasan mengapa nasabah harus tetap memilihnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Djoko Subinarto
Tentang Djoko Subinarto
Penulis lepas, blogger

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 10:03

Waspadai Sindikat Penjualan Bayi dan Perbaiki Tata Kelola Adopsi

Pembentukan keluarga melalui jalur adopsi, proses ini masih sering dihadapkan pada tantangan yang rumit.

Ilustrasi adopsi bayi dalam sebuah keluarga (Sumber: dokpri dengan bantuan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 08:29

Manusia Gerobak, Manusia Statistik, Manusia Bandung

Istilah manusia gerobak mungkin terdengar seperti deskripsi visual. Padahal, ia membawa beban moral yang tidak enteng.

Manusia gerobak. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ANTARA via ayobandung.com)