Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

6 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • ada sedikitnya 1.066 aparatur sipil negara (ASN) yang berdomisili di Kabupaten Bandung terindikasi terkait judi online sepanjang 2025, dengan nilai deposit sekitar Rp6,59 miliar.

  • Perputaran dana judi online secara nasional mencapai sekitar Rp86,82 triliun pada semester I 2026, dengan nilai deposit sekitar Rp22,05 triliun. 

  • Dugaan keterlibatan sebagian ASN di Kabupaten Bandung dalam praktik judi online memberi kita sebuah pelajaran yang lebih luas tentang negara di zaman digital.

DI zaman baheula, orang berjudi selalu membutuhkan tempat. Setidaknya ada lokasi, bandar, serta perangkat judi. Mereka yang mau main judi setidaknya perlu mendatangi sebuah lokasi.

Tapi, kiwari, tempat judi itu berada dalam genggaman kita. Persisnya berada di gawai yang kita tenteng-tenteng saban hari.

Cukup sebuah ponsel pintar, sambungan internet, dan beberapa ketukan jari, kita bisa langsung main judi. Artinya, untuk terjadinya praktik judi, arena judi tak lagi menunggu orang datang, lantaran arena judi sudah berada di gawai tiap-tiap orang.

Bicara judi zaman kiwari, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, seperti dikutip sebuah portal media, menyebut ada sedikitnya 1.066 aparatur sipil negara (ASN) yang berdomisili di Kabupaten Bandung terindikasi terkait judi online sepanjang 2025, dengan nilai deposit sekitar Rp6,59 miliar. 

Angka itu meningkat dari 613 ASN dengan deposit sekitar Rp5,51 miliar pada 2024. Namun, data tersebut belum berarti 1.066 ASN itu terbukti berjudi, apalagi semuanya merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung. Verifikasi by name by address masih tetap diperlukan.

Namun demikian, di balik angka tersebut ada persoalan yang besar. Judi online tidak bisa sepenuhnya dipahami dengan kacamata lama tentang perjudian. Pasalnya, judi online merupakan bagian dari ekonomi digital yang memperebutkan perhatian manusia. Dalam ekonomi perhatian, waktu dan konsentrasi manusia menjadi komoditas. Semakin lama seseorang berada di dalam sebuah platform, semakin besar peluang munculnya transaksi.

Karena itu, judi online memiliki karakter yang berbeda dengan judi konvensional. Ia tidak memerlukan ruang fisik, tidak mengenal jam buka-tutup seperti tempat perjudian konvensional, dan dapat diakses secara pribadi. 

Artinya, ponsel yang sama yang dipakai ASN untuk membaca surat dinas atau surat tugas, mengikuti rapat daring, atau berkomunikasi dengan masyarakat, juga dapat menjadi pintu menuju praktik perjudian.

Punya tanggung jawab

Manusia memang mempunyai tanggung jawab atas pilihannya. Tetapi, pilihan manusia selalu berlangsung di dalam lingkungan tertentu. Dalam perjudian, kemenangan yang datang sesekali dapat menjadi penguat yang sangat kuat. Kekalahan tidak selalu membuat orang langsung berhenti. Bagi sebagian orang, kekalahan justru memunculkan dorongan untuk mencoba lagi dengan harapan mengembalikan uang yang hilang.

Inilah yang membuat judi online berbahaya bagi birokrasi. Ini bukan semata karena seorang pegawai kehilangan uang, tetapi karena perhatian adalah bahan bakar utama pekerjaan birokrasi. ASN membutuhkan konsentrasi, penilaian yang jernih, kemampuan mengendalikan emosi, dan konsistensi dalam mengambil keputusan. 

Bayangkan sekarang seorang pegawai yang sepanjang malam main judi online. Pagi harinya, ia tetap masuk kantor. Secara administratif ia hadir. Absensinya tercatat. Tetapi, apakah kualitas keputusannya masih sama? Apakah konsentrasinya sama? Apakah pikirannya benar-benar berada di depan komputer kantor? 

Sistem kepegawaian umumnya lebih mudah mengukur sesuatu yang terlihat. Cotohnya, pegawai yang datang terlambat, tidak masuk kerja, melanggar aturan, atau melakukan tindakan tertentu. 

Sementara itu, aktivitas digital -- seperti judi online -- bekerja di ruang yang jauh lebih privat. Seseorang dapat duduk tenang di ruang kerja, padahal ia melakukan aktivitas digital lain atau memiliki perilaku digital lain yang tidak terlihat oleh atasannya.

Maka, pengawasan birokrasi juga agaknya perlu berubah. Ini bukan berarti pemerintah harus mengawasi setiap jari yang menyentuh layar ponsel pegawai. Itu justru berbahaya. Negara tidak boleh berubah menjadi pengawas kehidupan pribadi warganya. 

Yang diperlukan adalah sistem manajemen risiko yang lebih cerdas, yakni dengan menemukan tanda-tanda masalah tanpa menghapus batas antara kewenangan institusi dan ruang privat individu.

Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang disampaikan Bupati Dadang Supriatna, perputaran dana judi online secara nasional mencapai sekitar Rp86,82 triliun pada semester I 2026, dengan nilai deposit sekitar Rp22,05 triliun. 

Angka sebesar itu menunjukkan bahwa judi online bukan fenomena kecil yang berdiri sendiri. Ia sudah menjadi bagian dari persoalan ekonomi digital dan kejahatan finansial yang memerlukan kerja lintas lembaga.

Tetapi, data besar juga membawa tanggung jawab besar. Ketika negara semakin mampu membaca pola transaksi keuangan, semakin besar pula kemampuan negara untuk mendeteksi risiko. Pada saat yang sama, semakin penting pula aturan tentang bagaimana data tersebut digunakan. Jangan sampai kemampuan analitik berubah menjadi kebiasaan mencurigai warga.

Karena itu, verifikasi by name by address yang akan dilakukan Pemkab Bandung justru merupakan tahap yang sangat penting. Data harus diperiksa, identitas harus dicocokkan, konteks harus dilihat, dan orang yang bersangkutan harus diberi ruang untuk menjelaskan. Di negara hukum, pemberantasan masalah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan prinsip keadilan.

Ada pula dimensi ekonomi yang tidak boleh diabaikan. Deposit sebesar Rp6,59 miliar jika benar terkait judi online menuntut pengungkapan sumber uang, pola penggunaan pendapatan, utang, tekanan ekonomi, dan perilaku konsumsi. Ini bukan untuk menghakimi para pelaku, melainkan untuk memahami mengapa sebagian ASN terseret ke dalam arus aktivitas judi online.

Tersebab, menaikkan hukuman tidak otomatis menghilangkan kecanduan akan judi. Sanksi tetap penting sebagai instrumen disiplin dan pencegahan. Tetapi, hukuman hanyalah salah satu bagian dari solusi. Pencegahan, literasi finansial, dukungan sosial, dan kemampuan mengenali perilaku berisiko juga krusial.

Kita perlu kiranya membedakan antara memahami penyebab dan membenarkan tindakan. ASN terikat kode etik dan disiplin. Jika setelah proses verifikasi, seseorang terbukti melanggar ketentuan, konsekuensi harus berjalan sesuai aturan. Tetapi, kebijakan yang baik tidak berhenti pada pertanyaan "siapa yang salah?" Ia juga bertanya "mengapa sistem gagal mencegahnya?"

Pertanyaan kedua tersebut penting karena birokrasi adalah sebuah sistem. Seorang ASN tidak bekerja sendirian. Ada atasan, teman sekerja, mekanisme pengawasan, budaya organisasi, sistem kesejahteraan, dan lingkungan sosial. Jika persoalan terkait judi online muncul berulang kali dan melibatkan ASN yang sama, mungkin ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kelemahan individu.

Batas kehidupan pribadi

Judi online secara jelas memperlihatkan bagaimana batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin kabur. Ponsel berada bersama seseorang hampir sepanjang hari. Negara boleh menuntut integritas ASN ketika menjalankan tugasnya, tetapi negara juga harus memahami bahwa ASN tetap manusia yang memiliki kehidupan pribadi. Tantangannya adalah menemukan batas yang adil antara hak pribadi dan tuntutan profesi publik.

Di era digital, ancaman terhadap integritas tidak selalu berbentuk suap dalam amplop atau transaksi di ruang gelap. Ia dapat berupa aplikasi, tautan, notifikasi, promosi digital, dan transaksi kecil yang dilakukan berulang-ulang. Bentuknya berubah, sementara prinsip integritasnya tetap sama.

Maka, perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital, kebijakan kepegawaian, pengawasan finansial, dan ilmu perilaku. Tidak ada satu institusi yang mampu menyelesaikannya sendirian. Pemerintah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, inspektorat, PPATK, aparat penegak hukum, dan lembaga terkait harus bekerja dengan pembagian kewenangan yang jelas.

Dugaan keterlibatan sebagian ASN di Kabupaten Bandung dalam praktik judi online memberi kita sebuah pelajaran yang lebih luas tentang negara di zaman digital. Birokrasi tidak lagi hanya menghadapi manusia yang melanggar aturan. Ia juga menghadapi ekosistem digital yang mampu mempengaruhi perhatian, keputusan, dan perilaku manusia dalam skala besar.

Karena itu, ukuran keberhasilan pemerintah dalam mengatasi masalah judi online di kalangan ASN adalah apakah birokrasi menjadi lebih mampu mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko tanpa kehilangan akal sehat, privasi, dan rasa keadilan. 

Di era ketika perhatian manusia diperebutkan setiap detik, menjaga integritas aparatur ternyata juga berarti menjaga kemampuan manusia untuk tetap mengendalikan dirinya sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Djoko Subinarto
Tentang Djoko Subinarto
Penulis lepas, blogger

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)