Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

2 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Perjuangan perempuan membuka semakin banyak kesempatan, dari akses pendidikan tinggi hingga peluang membangun karier dan menentukan jalan hidup sendiri.

  • Tekanan sosial masih menjadi belenggu yang tak terlihat, ketika perempuan yang telah mandiri tetap dihantui kekhawatiran terhadap penilaian soal usia, pernikahan, karier, hingga sikapnya di ruang publik.

  • Kemerdekaan perempuan juga berarti bebas dari label masyarakat, karena setiap perempuan berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri tanpa menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran nilai dirinya.

Perempuan di masa lampau seperti Kartini, Dewi Sartika, Cut Nyak Din, Rahmah El-Yunsiah sudah banyak memperjuangkan hak-hak Perempuan agar memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Para pejuang Perempuan di masa lampau juga sudah memberikan banyak pencerahan dan perubahan bagi pandangan masyarakat kepada Perempuan itu sendiri. Kesempatan mengenyam pendidikan tinggi yang bisa dialami oleh Perempuan hari ini adalah hasil dari nilai-nilai yang ditanam sejak dulu.

Meski hingga hari ini kemerdekaan Perempuan belum benar-benar sepenuhnya didapatkan tapi tentu jauh lebih baik kondisinya dibandingkan dengan masa lampau. Perempuan hari ini bisa hadir mengikuti pembelajaran hingga bangku perkuliahan tak hanya itu bahkan sudah banyak perempuan yang mendapat gelar sampai doktor. Perempuan hari ini tak harus selalu tinggal di dalam rumah dengan berkutat dengan urusan domestik saja, melainkan perempuan bisa memiliki karir setinggi mungkin. Namun dibalik semua kemajuan tersebut, diam-diam banyak suara yang membuatnya mempertanyakan segala pencapaian dalam dirinya?

"Alhamdulillah aku bisa sekolah tinggi (tapi kira-kira ada ga ya laki-laki yang mau menikah denganku)"

"Gak ada waktu yang telat untuk menikah ( tapi usiaku sudah mau 30 apa ya kata tetanggaku nanti)"

" Aku mau punya bisnis sendiri agar menjadi perempuan yang berdaya ( tapi aku terlalu mandiri ga ya di mata laki-laki?)

"Aku mau ikut demo menyuarakan suara rakyat (tapi nanti aku dibilang terlalu vokal ga ya?)"

Berbagai macam pertanyaan perempuan yang sudah merdeka dalam memilih hidupnya tapi diam-diam takut mendengar penilaian sosial. Diluar tampak kuat tapi di dalamnya merasa kesepian karena isi kepalanya terlalu riuh dengan hal-hal yang belum terjadi. Bahkan penilaian yang dipikirkannya pun belum tentu dipikirkan orang lain.

Perempuan di era modern mungkin sudah banyak membebaskan dirinya dari berbagai hal tapi terkadang masih ada suara-suara riuh yang memaksanya untuk bernegosiasi dengan suara masyarakat yang tinggal di dalam kepalanya.

Padahal belum tentu juga apa yang dipikirkannya menjadi suatu hal yang diperbincangkan oleh masyarakat. Kalau pun masyarakat memberi label ini dan itu kepada perempuan yang berani memilih hidupnya sendiri , lantas kenapa ?

Bukan kah nilai diri seorang manusia, nilai diri seorang perempuan atau nilai diri siapapun tidak dihitung berdasarkan ocehan orang lain terhadap dirinya? Perempuan yang mau berdaya tetap perempuan yang punya value nya sendiri. Begitu juga dengan perempuan yang memilih hidupnya untuk punya peran sebagai istri dan seorang ibu. Semua punya perannya masing - masing di dunia ini yang membedakan hanya pilihannya saja.

Jadi siapapun perempuan yang sudah merasa merdeka jangan sampai makna kemerdekaan itu hanya sampai pada memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria. Tapi juga harus merdeka dengan segala label yang ditempelkan masyarakat. Karena perempuan merdeka tidak perlu meminta izin kepada masyarakat untuk menikmati kemerdekaannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)