Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)

Dini hari itu, Bandung seperti biasanya menggambarkan keheningan yang menyisakan suara-suara tipis dari kendaraan yang masih bertarung dengan hidupnya. Manusia-manusia terpilih yang terbangun untuk berbincang dengan Tuhannya. Manusia-manusia pekerja yang tak bisa berhenti karena kebutuhan hidupnya.

Jam menunjukkan pukul 02:30 samar-samar terdengar perempuan berteriak sambil menangis. Perlahan mata terbuka memastikan bahwa hal tersebut bukanlah mimpi. Tak lama terdengar jelas suara teriakan yang menyisakkan luka mendalam- terdengar lebih menakutkan dibandingkan suara gaib senandung yang pernah kudengar di balik pintu kosan. Marah yang bercampur dengan rasa benci seolah menyiratkan hasrat ingin membunuh orang yang dimaksud. Teriakkannya cukup memekakkan telinga tapi anehnya pita suara perempuan itu tidak terdengar serak. Suaranya menjerit- membucah keheningan malam.

Orang-orang di jendela rumah mulai mengintip. Cahaya lampu menyala perlahan di setiap rumah. Tidak ada yang berani keluar dan bertanya "Apakah kamu baik-baik saja?" begitu pun denganku yang sudah takut bergeridig.

Penghianat. ... Dasar kau penghianat

Ucapnya berulang dengan kemarahan yang semakin menjadi. Aku tidak tahu persis masalah apa yang terjadi menimpanya. Hanya saja mungkin aku bisa menebak bahwa suara jeritan itu adalah sebuah emosi yang menumpuk dan dipendam terlalu lama. Bahkan dalam segala tekanan sosial yang terjadi kepada perempuan- dirinya masih harus menanggung beban dikhianati oleh pria yang pasti jelas sangat dicintainya. Dari cara berteriaknya pun terlihat amat dalam luka yang disimpannya.

Dari kejadian di atas ada satu hal yang perlu dibahas, kenapa sebagian besar perempuan masih menggantungkan hidupnya 100 % kepada pasangannya. Bukan berarti tidak cinta tapi manusia memang tempatnya kecewa-- maka kita perlu menyisihkan ruang kecewa itu supaya jika terjadi pengkhianatan, perempuan masih bisa berdiri di kakinya sendiri.

Kembali pada kondisi masing-masing perempuan yang bisa terjerat dalam kasus ini. Sebagian besar perempuan yang terlahir dalam masyarakat menengah ke bawah, mereka acap kali tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Maka salah satu cara keluarganya adalah dengan menikahkan anaknya dan berharap bisa mengurangi beban ekonomi karena ada suaminya yang berkenan untuk menanggung.

Selain alasan di atas ada juga perempuan yang sudah menikah tapi tidak diperbolehkan untuk berkarir oleh semuanya. Tentunya dengan berbagai pertimbangan yang berkaitan dengan kewajiban mengurus anak, suami dan urusan domestik.

Sehingga dalam dua kondisi di atas perempuan tidak punya power untuk dirinya sendiri. Ia menggantungkan cintanya, kesetiannya bahkan aspek finansial nya kepada sang suami. Sehingga banyak dari perempuan ketika mendapat kekerasan dalam rumah tangga mereka tidak mudah lepas dari hubungan tersebut.

Alasan yang dilontarkan berkaitan dengan beberapa hal misalnya karena sudah terlanjur sayang jadi merasa perilaku menyimpang tersebut adalah bentuk taat istri kepada suami. Jadi apapun perlakuannya perempuan harus manut. Namun ada juga perempuan yang menyadari bahwa hal tersebut toxic tapi mereka tidak bisa keluar karena alasan anak dan finansial mereka jika membayangkan terpisah dengan pasangannya.

Kebergantungan tersebutlah yang membuat perempuan seringkali bertahan meski sudah dikhianati, diberikan kekerasan atau bahkan tidak diberikan finansial karena suaminya tidak bekerja. Nah banyak perempuan juga yang tidak bisa keluar dari situasi tersebut karena takut memegang status janda. Seperti kita ketahui posisi janda seringkali dipandang sebelah mata di masyarakat. Padahal menurut saya nilai diri seorang perempuan tidak bisa hanya dinilai dari statusnya saja. Masih banyak hal lainnya misalnya keteguhannya dalam menjalani hidup dan bagaimana perannya bagi keluarga atau sosial di sekitarnya.

Perempuan juga sering dinarasikan sebagai manusia yang paling cerewet karena selalu membicarakan banyak hal. Tidak hanya bagi perempuan single tapi stigma itu akan melekat erat ketika perempuan sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Namun perlu disadari bahwa asumsi ini juga tidak berlaku bagi semua perempuan karena di sisi lain masih ada juga perempuan yang jauh lebih pendiam dan hanya mengeluarkan sedikit kata-kata.

Ada kata-kata menarik yang sering berseliweran di media sosial tentang menjadi ibu impian yang ideal dan realitasnya setelah mempunyai anak.

Waktu single bermimpi menjadi Ibu yang lemah lembut seperti Nikita Willy tapi setelah punya anak malah perpaduan ibu shincan, nobita dan sedikit sentuhan kak ros

Secara naluriah ternyata perempuan memang punya sosok ideal yang lembut ketika berharap menjadi seorang ibu. Namun di masyarakat kita kebanyakan hal tersebut tidak selalu berjalan ideal ketika perempuan benar- benar menjalani peran tersebut.

Jika melihat Nikita Willy yang tentu punya previlege lebih dibandingkan dengan perempuan lain. Secara ekonomi sudah terpenuhi dengan baik begitu pun dengan pengetahuan dan pendidikan yang membuat perannya menjadi seorang ibu sedikit lebih mudah. Kondisi ekonomi, sosial hingga psikologi yang sehat memang kerap mempengaruhi perempuan dalam kondisi menjadi ibu. Perempuan yang tenang tentu bisa melahirkan asuhan yang tenang juga kepada anaknya. Begitu pun sebaliknya. Dan fakta di lapangan perempuan yang sudah memenuhi ke tiga aspek tersebut sepertinya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang sudah ideal. Itu kenapa harapan menjadi ibu yang tenang malah ibu yang sering marah-marah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 26 Jul 2026, 10:47

5 Street Food Pilihan di Bandung yang Wajib Dicoba

Cari street food murah di Bandung? Cek lima kuliner legendaris dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau yang wajib Anda coba.

Kolak Bu Mimin. (Sumber: YouTube K U B I L E R)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 10:02

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))