Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 08 Jun 2026, 12:00 WIB
Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)

Dini hari itu, Bandung seperti biasanya menggambarkan keheningan yang menyisakan suara-suara tipis dari kendaraan yang masih bertarung dengan hidupnya. Manusia-manusia terpilih yang terbangun untuk berbincang dengan Tuhannya. Manusia-manusia pekerja yang tak bisa berhenti karena kebutuhan hidupnya.

Jam menunjukkan pukul 02:30 samar-samar terdengar perempuan berteriak sambil menangis. Perlahan mata terbuka memastikan bahwa hal tersebut bukanlah mimpi. Tak lama terdengar jelas suara teriakan yang menyisakkan luka mendalam- terdengar lebih menakutkan dibandingkan suara gaib senandung yang pernah kudengar di balik pintu kosan. Marah yang bercampur dengan rasa benci seolah menyiratkan hasrat ingin membunuh orang yang dimaksud. Teriakkannya cukup memekakkan telinga tapi anehnya pita suara perempuan itu tidak terdengar serak. Suaranya menjerit- membucah keheningan malam.

Orang-orang di jendela rumah mulai mengintip. Cahaya lampu menyala perlahan di setiap rumah. Tidak ada yang berani keluar dan bertanya "Apakah kamu baik-baik saja?" begitu pun denganku yang sudah takut bergeridig.

Penghianat. ... Dasar kau penghianat

Ucapnya berulang dengan kemarahan yang semakin menjadi. Aku tidak tahu persis masalah apa yang terjadi menimpanya. Hanya saja mungkin aku bisa menebak bahwa suara jeritan itu adalah sebuah emosi yang menumpuk dan dipendam terlalu lama. Bahkan dalam segala tekanan sosial yang terjadi kepada perempuan- dirinya masih harus menanggung beban dikhianati oleh pria yang pasti jelas sangat dicintainya. Dari cara berteriaknya pun terlihat amat dalam luka yang disimpannya.

Dari kejadian di atas ada satu hal yang perlu dibahas, kenapa sebagian besar perempuan masih menggantungkan hidupnya 100 % kepada pasangannya. Bukan berarti tidak cinta tapi manusia memang tempatnya kecewa-- maka kita perlu menyisihkan ruang kecewa itu supaya jika terjadi pengkhianatan, perempuan masih bisa berdiri di kakinya sendiri.

Kembali pada kondisi masing-masing perempuan yang bisa terjerat dalam kasus ini. Sebagian besar perempuan yang terlahir dalam masyarakat menengah ke bawah, mereka acap kali tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Maka salah satu cara keluarganya adalah dengan menikahkan anaknya dan berharap bisa mengurangi beban ekonomi karena ada suaminya yang berkenan untuk menanggung.

Selain alasan di atas ada juga perempuan yang sudah menikah tapi tidak diperbolehkan untuk berkarir oleh semuanya. Tentunya dengan berbagai pertimbangan yang berkaitan dengan kewajiban mengurus anak, suami dan urusan domestik.

Sehingga dalam dua kondisi di atas perempuan tidak punya power untuk dirinya sendiri. Ia menggantungkan cintanya, kesetiannya bahkan aspek finansial nya kepada sang suami. Sehingga banyak dari perempuan ketika mendapat kekerasan dalam rumah tangga mereka tidak mudah lepas dari hubungan tersebut.

Alasan yang dilontarkan berkaitan dengan beberapa hal misalnya karena sudah terlanjur sayang jadi merasa perilaku menyimpang tersebut adalah bentuk taat istri kepada suami. Jadi apapun perlakuannya perempuan harus manut. Namun ada juga perempuan yang menyadari bahwa hal tersebut toxic tapi mereka tidak bisa keluar karena alasan anak dan finansial mereka jika membayangkan terpisah dengan pasangannya.

Kebergantungan tersebutlah yang membuat perempuan seringkali bertahan meski sudah dikhianati, diberikan kekerasan atau bahkan tidak diberikan finansial karena suaminya tidak bekerja. Nah banyak perempuan juga yang tidak bisa keluar dari situasi tersebut karena takut memegang status janda. Seperti kita ketahui posisi janda seringkali dipandang sebelah mata di masyarakat. Padahal menurut saya nilai diri seorang perempuan tidak bisa hanya dinilai dari statusnya saja. Masih banyak hal lainnya misalnya keteguhannya dalam menjalani hidup dan bagaimana perannya bagi keluarga atau sosial di sekitarnya.

Perempuan juga sering dinarasikan sebagai manusia yang paling cerewet karena selalu membicarakan banyak hal. Tidak hanya bagi perempuan single tapi stigma itu akan melekat erat ketika perempuan sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Namun perlu disadari bahwa asumsi ini juga tidak berlaku bagi semua perempuan karena di sisi lain masih ada juga perempuan yang jauh lebih pendiam dan hanya mengeluarkan sedikit kata-kata.

Ada kata-kata menarik yang sering berseliweran di media sosial tentang menjadi ibu impian yang ideal dan realitasnya setelah mempunyai anak.

Waktu single bermimpi menjadi Ibu yang lemah lembut seperti Nikita Willy tapi setelah punya anak malah perpaduan ibu shincan, nobita dan sedikit sentuhan kak ros

Secara naluriah ternyata perempuan memang punya sosok ideal yang lembut ketika berharap menjadi seorang ibu. Namun di masyarakat kita kebanyakan hal tersebut tidak selalu berjalan ideal ketika perempuan benar- benar menjalani peran tersebut.

Jika melihat Nikita Willy yang tentu punya previlege lebih dibandingkan dengan perempuan lain. Secara ekonomi sudah terpenuhi dengan baik begitu pun dengan pengetahuan dan pendidikan yang membuat perannya menjadi seorang ibu sedikit lebih mudah. Kondisi ekonomi, sosial hingga psikologi yang sehat memang kerap mempengaruhi perempuan dalam kondisi menjadi ibu. Perempuan yang tenang tentu bisa melahirkan asuhan yang tenang juga kepada anaknya. Begitu pun sebaliknya. Dan fakta di lapangan perempuan yang sudah memenuhi ke tiga aspek tersebut sepertinya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang sudah ideal. Itu kenapa harapan menjadi ibu yang tenang malah ibu yang sering marah-marah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)