Publikasi le minerale pada Jakarta International Marathon 2025 melalui website resmi dan social media Instagram ini menunjukkan bahwa adanya sebuah perbedaan dalam penyampaian informasi sesuai dengan karakteristik media masing-masing. Walaupun menggunakan cara pendekatan komunikasi yang berbeda, kedua platform tersebut tetap menyampaikan pesan yang sama mengenai dukungan Le Minerale terhadap olahraga dan pentingnya menjaga hidrasi.
Pandangan saya, penggunaan website dan Instagram secara bersamaan adalah strategi komunikasi yang cukup efektif karena dapat menjangkau audiens yang berbeda di media. Website akan menyajikan informasi yang lebih dalam mengenai keterlibatan Le Minerale sebagai official partner Jakarta International Marathon 2025, sementara di Instagram lebih memperkuat kedekatan merek Le Minerale tersebut dengan masyarakat melalui konten yang lebih visual dan komunikatif.
Dari sisi penggunaan kata kunci, website dan Instagram menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan “marathon”, “hidrasi”, “mineral”, “olahraga”, dan “Le Minerale”. Pada website, kata kunci tersebut digunakan untuk menegaskan peran Le Minerale sebagai official partner mineral water Jakarta International Marathon 2025 dan pentingnya pemenuhan cairan dan mineral bagi para pelari. Sementara itu, pada Instagram, kata kunci yang digunakan lebih berfokus pada aktivitas “lari”, “Road to JAKIM 2025”, dan “Le Minerale Running Squad” yang dikemas melalui caption singkat dan visual kegiatan olahraga. Penggunaan kata kunci itu menunjukkan bahwa kedua platform sama-sama berusaha menghubungkan produk Le Minerale dengan kebutuhan hidrasi saat berolahraga, meskipun disampaikan melalui pendekatan yang berbeda.Menurut saya, penggunaan kata kunci pada kedua platform sudah konsisten karena sama-sama menekankan bahwa hubungan antara olahraga dan kebutuhan mineral tubuh itu sangat penting. Meskipun dikemas dengan cara yang berbeda, publik dapat memahami bahwa Le Minerale ingin membangun citra sebagai air mineral yang mendukung aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat.
Pendapat saya, dari sisi teknik penulisan, website menggunakan penyampaian informasi yang lebih Panjang dan terstruktur. Artikel tersebut diawali dengan informasi utama mengenai Jakarta International Marathon 2025 serta alasan mengapa Le Minerale menjadi official partner di Jakarta International Marathon 2025, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan pendukung berupa pernyataan dari narasumber, data peserta marathon, dan manfaat mineral bagi pelari. Pola ini menunjukkan penggunaan teknik piramida terbalik. Sebaliknya, Instagram menggunakan caption yang jauh lebih singkat dan langsung pada inti pesan karena fokus utama publikasinya terdapat pada foto kegiatan lari yang ditampilkan di intagram tersebut.
Menurut saya, penggunaan kata kunci pada kedua platform sudah konsisten karena sama-sama menekankan bahwa hubungan antara olahraga dan kebutuhan mineral tubuh itu sangat penting. Meskipun dikemas dengan cara yang berbeda, publik dapat memahami bahwa Le Minerale ingin membangun citra sebagai air mineral yang mendukung aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat.
Pendapat saya, dari sisi teknik penulisan, website menggunakan penyampaian informasi yang lebih Panjang dan terstruktur. Artikel tersebut diawali dengan informasi utama mengenai Jakarta International Marathon 2025 serta alasan mengapa Le Minerale menjadi official partner di Jakarta International Marathon 2025, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan pendukung berupa pernyataan dari narasumber, data peserta marathon, dan manfaat mineral bagi pelari. Pola ini menunjukkan penggunaan teknik piramida terbalik. Sebaliknya, Instagram menggunakan caption yang jauh lebih singkat dan langsung pada inti pesan karena fokus utama publikasinya terdapat pada foto kegiatan lari yang ditampilkan di intagram tersebut.
Dari sisi konsistensi gaya komunikasi, website menggunakan bahasa yang sangat formal serta informatif karena berfungsi sebagai media komunikasi resmi Perusahaan Le Minerale. Sementara itu, Instagram menggunakan bahasa yang lebih santai, persuasif, dan dekat dengan audiens, seperti penggunaan kalimat "Latihan konsisten aja gak cukup lho" yang terasa lebih akrab dengan masyarakat. Meskipun gaya bahasa kedua platform berbeda, keduanya tetap mengangkat tema olahraga, hidrasi, mineral, dan dukungan Le Minerale terhadap komunitas lari.
Menurut saya, perbedaan gaya komunikasi tersebut tidak mengurangi konsistensi pesan yang ingin disampaikan. Justru penyesuaian gaya bahasa sesuai karakteristik media membuat pesan Le Minerale lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok audiens, baik yang mencari informasi resmi maupun yang aktif menggunakan media sosial.

Teknik piramida terbalik merupakan teknik penulisan yang menempatkan informasi paling penting pada bagian awal berita kemudian diikuti informasi pendukung yang lebih rinci(Budiono et al., 2021). Sementara itu, Instagram cenderung menggunakan penyampaian pesan yang lebih ringkas dengan menonjolkan unsur visual agar informasi mudah diterima audiens (Mulyani et al., 2024).
Berdasarkan konsep piramida terbalik yang dijelaskan oleh (Budiono et al., 2021), teknik penulisan pada website Le Minerale sudah sesuai karena informasi utama mengenai peran Le Minerale sebagai official partner Jakarta International Marathon 2025 disampaikan pada bagian awal artikel. Selain itu, sesuai karakteristik Instagram sebagai media komunikasi visual yang mengutamakan pesan singkat (Mulyani et al., 2024), unggahan Instagram Le Minerale juga telah menyampaikan informasi secara ringkas dan langsung pada inti pesan melalui caption yang didukung visual kegiatan lari. (*)
- Referensi
- Budiono, T., Yanti, D., Irwansyah, I., & Denafri, B. (2021). Pengenalan Struktur Piramida Terbalik dalam Penulisan Berita Langsung (Straight News) di SMK Pembina Bangsa Bogor. KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1).
- https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/kommas/article/view/9138
- Mulyani, V., Praseptiadi, P., Liestyanti, A., & Rosalina, A. (2024). Analisis dan Evaluasi Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Penyampaian Informasi Publik di BBPOM Jakarta Tahun 2023. Journal of Research Applications in Community Service, 3(4).
- https://doi.org/10.32665/jarcoms.v3i4.3220