Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengasah skill baik mental, upgrade keilmuan, keberanian berbicara, berkomunikasi dan terjun langsung ke masyarakat maka Program Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Muhammadiyah Bandung bekerjasama dengan setiap fasilitas kesehatan untuk mengirimkan mahasiswanya belajar skill tersebut.

Setiap satu sampai dua bulan mahasiswa akan diberikan fasilitas kesehatan yang beragam mulai dari apotek, rumah sakit, industry farmasi, distributor farmasi hingga dinas kesehatan yang selanjutnya disebar ke setiap puskesmas yang sudah ditunjuk sebagai wahana belajar setiap mahasiswa. Salah satunya mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Bandung ditempatkan di UPTD Puskesmas Cibiru tak hanya mencari dan mengasah ilmu melainkan juga berbagi ilmu yang didapat selama PKPA melalui kegiatan penyuluhan. Adapun sasaran dalam kegiatan ini khususnya bagi para lansia yang sering mengalami kesulitan dalam kepatuhan minum obat hipertensi. Sementara secara umum sasarannya bagi para pengunjung yang datang saat pelayanan di hari Kamis (23/6/2026) dengan kriteria yang beragam mulai dari anak, remaja hingga usia dewasa.

Dalam kesempatan kali ini mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung mengambil tema “Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi”. Tema yang diangkat tentu bukan diajukan secara random tapi juga atas diskusi dan arahan dari preseptor yang berprofesi sebagai seorang apoteker yang tentunya sudah sangat paham apa edukasi mengenai jenis obat yang dibutuhkan oleh pasien untuk dipahami lebih dalam.

Selain berdiskusi dengan preseptor, mahasiswa UMB juga berkesempatan diskusi dengan apoteker lainnya terkait dengan permasalahan hipertensi. Melalui diskusi tersebut didapatkan sebuah data observasi bahwa kepatuhan minum obat hipertensi memang masih sangat sulit dilakukan oleh masyarakat. Hal tersebut tentu dipengaruhi banyak faktor salah satunya dari mis-informasi yang didapatkan pasien diluar yang disampaikan oleh tenaga kesehatan.

Misalnya masih banyak masyarakat kita yang lebih mempercayai statement dari tetangga, keluarga atau bahkan hari ini informasi dari media sosial. Sebuah platform yang hari ini bisa digunakan oleh siapa saja untuk menyebarkan informasi. Sebagaimana bukan rahasia umum lagi jika bisa saja informasi yang disampaikan tidak sepenuhnya bersumber dari data yang valid.

Maka untuk kembali mengingatkan masyarakat khususnya lansia dalam kepatuhan minum obat, mahasiswa UMB mengambil tema yang releate dengan apa yang dialami oleh masyarakat. Maka dalam kegiatan penyuluhan tersebut hal pertama yang disampaikan oleh mahasiswa adalah definisi dari hipertensi. Memberi tahu masyarakat apa padanan kata dari hipertensi karena secara umum masyarakat lebih mengerti dengan istilah “Darah tinggi”.

Hipertensi/darah tinggi menurut WHO adalah sebuah kondisi dimana seseorang memiliki tekanan sistolik (tekanan saat jantung memompa ke seluruh tubuh) sama dengan atau diatas 140 mmHg dan tekanan diastolic (tekanan saat jantung beristirahat sebelum darah mulai kembali memenuhi jantung) sama dengan atau diatas 90 mmHg. Sementara menurut AHA (American Heart Association) mulai mendefinisikan hipertesi derajat 1 pada angka 130-139 mgHg (sistolik) dan 80-89 mmHg (diastolic).

Setelah definisi disampaikan maka selanjutnya mahasiswa berinteraksi dengan memberikan pertanyaan apakah ada pasien yang sedang konsumsi obat hipertensi dan biasa konsumsi oba tapa. Melalui pertanyaan itu didapatkan sebuah jawaban bahwa pasien sedang mengkonsumsi amlodipine 10 mg. Jawaban tersebut tentu selaras dengan persediaan obat hipetensi lini pertama yang biasa difasilitasi  di puskesmas. Selain amlodipine juga terdapat jenis obat hipetensi yaitu captopril 12.5 mg, 25 mg dan 50 mg yang pada konsumsinya tentu harus berkonsultasi dulu dengan dokter serta apoteker yang bertugas di puskesmas.

Selanjutnya kenapa pasien hipertensi harus minum obat secara rutin ? karena sebetulnya tujuan utama dari minum obat seumur hidup adalah supaya tekanan darah terkontrol dengan baik dan untuk menghindari penyakit komplikasi yang disebabkan karena tidak patuh minum obat hipertensi. Lalu apa hubungannya penyakit komplikasi dengan kepatuhan minum obat ? jawabannya tentu karena ketika tekanan darah tidak terkontrol dan bisa melonjak secara tiba-tiba maka akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah, memicu penyumbatan darah serta oksigen ke otak dan pecahnya pembuluh darah yang selanjutnya dapat menyebabkan stroke, serangan jantung dan gagal ginjal.

Ketika tenaga kesehatan memberikan edukasi agar pasien konsumsi obat hipertensi seumur hidup maka biasanya terdapat banyak mitos atau miss-infomasi yang didapatkan oleh masyarakat. Misalnya ada mitos yang beredar bahwa “kalau minum obat seumur hidup nanti ginjal saya rusak” padahal faktanya “justru hipertensi yang tidak terkontrol akan merusak fungsi ginjal”. Mitos selanjutnya juga sering terjadi yaitu “kalau pusing sudah hilang maka obat boleh di stop” padahal faktanya “obat hanya boleh dikurangi/dihentikan oleh dokter dengan pemeriksaan secara berkala”.

Setelah masyarakat di ajak untuk berpikir dan berefleksi tentang masalah yang sering dialami ketika konsumsi minum obat hipertensi maka selanjutnya mahasiswa memberikan tips sukses patuh minum obat. Pertama, obat hipertensi dianjurkan minum di jam yang sama setiap hari agar kadar obat dalam darah tetap stabil, mencegah lonjakan darah secara tiba tiba dan memastikan kerja obat maksimal melindungi jantung dan pembuluh darah. Kedua, minum obat harus sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Karena obat hipertensi memiliki dosis yang beragam maka sebagai pasien tidak boleh mengurangi atau menambahkan dosis tanpa sepengetahuan dokter karena dapat berakibat pada kurangnya terapi atau justru terjadi temuan over dosis obat di dalam tubuh. Ketiga, jangan hentikan obat secara mendadak karena dapat memicu lonjakan darah, risiko serangan jantung serta stroke.

Kegiatan penyuluhan di tutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk mencegah hipertensi dengan CERDIK. Cek kesehatan secara berkala, fasilitas ini juga disediakan oleh puskesmas untuk setiap masyarakat memeriksakan kesehatannya 1 x dalam setahun. Enyahkan asap rokok, karena terdapat kandungan nikotin serta karbon monoksida yang memicu penyempitan pembuluh darah. Rajin aktivitas fisik, pasien dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit dalam sehari. Diet sehat dan seimbang, penderita hipertensi harus memiliki asupan yang cukup untuk tubuh. Maka mengurangi konsumsi garam bisa menjadi langkah bijak untuk dimulai. Selain itu juga penderita hipertensi harus makan banyak serat dari buah dan sayur serta porsi protein yang mencukupi juga mengurangi konsumsi lemak jenuh seperti gorengan. Istirahat yang cukup juga penting dilakukan agar tubuh selalu dalam kondisi yang baik. Kelola stress dengan baik agar hormon yang memicu penyempitan pembuluh darah bisa dikendalikan.

Melalui kegiatan penyuluhan ini tentu diharapkan dapat menjaga terjalinnya kolaborasi antara praktisi dengan teori keilmuan yang didapatkan di ruang belajar seperti kampus. Yang selanjutnya tentu tujuannya untuk memberikan informasi yang maksimal dan utuh kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup khususnya bagi masyarakat sekitar dan secara luas melalui media sosial. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)