Kesantunan Berdigital bagi Anak

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)

Anak saat ini memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan yang terjadi. Munculnya teknologi masif menjadikan posisi anak di ambang kebingungan.

Bingung memilih jalan hidup di antara teknologi dan penyebaran informasi yang mendominasi. Anak tidak lagi kesulitan memeroleh sesuai dengan apa yang diinginkan. Di sisi berbeda, anak harus ekstra menjadi diri sendiri. Menjadi pribadi yang tidak terkontaminasi. Menjadi pribadi yang sadar akan pentingnya kesejatian dalam berkehidupan. Kemandirian bermasyarakat.

Teknologi cepat dan kecerdasan buatan mengiringi pertumbuhan dari sejak dalam kandungan. Bahkan ketika proses lahirannya pun tidak luput dari teknologi, direkam, didokumentasikan berkali-kali yang menjadikannya anak tahu bahwa konten yang dibuat untuk anak sebagai tanda bahwa peran teknologi benar-benar memberi ruang yang berbeda. 

Kecerdasan buatan tidak bisa membatasi proses tumbuh kembang anak. Memang sangat menyenangkan, orang tua semakin dipermudah dalam bentuk membingkai perjalanan bagi anak.

Permasalahan kemudian anak tidak membutuhkan sedikit dorongan dari sekitar melainkan diberi bantuan teknologi seutuhnya. Bahkan anak yang terlanjur memiliki kedekatan dengan teknologi bisa mengabaikan lingkungannya. Dan berkaitan anak tidak mampu menyelesaikan tugasnya sebagai anak. Dalam tulisan ini dapat dipersempit bahasannya tentang anak dan digitalisasi yang kerap menimbulkan permasalahan dan perasaan orang tua yang membutuhkan jalan keluarnya. 

Hari ini bahkan di tanggal yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, anak memiliki hak yang melekat pada masa pertumbuhannya, sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang nomor 35 tahun 2004. 

Meski proses tumbuh kembang anak memiliki kemajuan yang wajib dipahami oleh orang tua sehingga dalam praktiknya akan selaras bahwa anak tetaplah menjadi anak yang perlu diberikan arahan dan pantauan dengan baik sesuai zamannya.

Kerjasama dari Rumah 

Dari sekian banyak yang perlu didiskusikan terkait anak. Setidaknya rumah adalah laboratorium bagi anak yang paling ideal dan benar secara keseluruhan, teknologi dalam rumah harus didesain untuk mengantarkan anak memiliki pola pikir sehat dan berkembang. 

Permainan tradisional yang masih lumpuh karena teknologi, mesti diwaspadai sebab itu orang tua mengenalkan dan memberikan dukungan untuk memainkannya. 

Anak diajak untuk sedikit mengurangi teknologi jika tidak diperlukan diganti dengan permainan tradisional. Teknologi dapat difasilitasi jika mengerjakan tugas sekolah atau mengembangkan keterampilan terbaru. 

Di sisi orang tua memberi penjelasan tentang istilah kewaspadaan terhadap privasi berteknologi. Sejalan dengan peraturan dari pemerintah serta batasannya berteknologi. Secanggih teknologi tetap anak berhak berkreasi.

Pada dasarnya orang tua tinggal menentukan bagaimana anak seharusnya, jika nanti anak mencari istilah sendiri, orang tua wajib mendiskusikan dengan cara yang terbaik dan sederhana dalam pemahaman anak. 

Kasus perundungan di tingkat anak yang mencuat disikapi bahwa anak tetaplah menjadi pribadi yang sadar akan kelebihan dan kekurangan. Orang tua menjelaskan bahwa anak tidak harus difasilitasi segala-galanya. Jika anak mau gawai, orang tua harus pula menimbang kemafsadatannya. 

Anak sekolah di Indonesia. (Sumber: indonesia.go.id)
Anak sekolah di Indonesia. (Sumber: indonesia.go.id)

Jika kemudahan bagi anak setiap meminta sesuatu maka hilanglah kewibawaan orang tua. Disadari bahwa anak yang terlanjur bermain gawai akan membuat dirinya kesulitan bersosialisasi. 

Akibatnya, anak sudah dikenalkan pada kesempatan menjadi orang lain. Wujudnya anak-anak, tetapi sikap dan perilaku menggambarkan bagaimana orang dewasa yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan yang rusak dan tidak memiliki capaian bagi hidupnya. 

Rumah bagaikan laboratorium. Orang tua dan anak bekerjasama. Hasil yang didapat karena kerja bersama bukan kerja orang tua saja, terlebih kerja anak.

Komitmennya adalah usaha memberikan jalan masa depan kepada anak. Maka orang tua tidak sekadar mengalirkan makanan, orang tua berinovasi dalam pengasuhannya. 

Jika anak dibesarkan dengan doa dan usaha yang halal baik usaha pendidikannya dan usaha mengajarkan kebaikan. Dampaknya tak tampak sekarang. Tidak cepat. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk memanennya.

Tantangan Berdigital

Anak-anak memang penuh warna. Tantangannya cukup besar. Ibaratnya berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian. Bersakit dulu dalam mengajarkan etika dan wawasan lainnya yang positif kepada anak. 

Etika berdigital salah satu pilihan adalah tidak bermedia sosial. Anak tidak boleh memiliki akun Instagram, akun tiktok, atau akun facebook. 

Kalau akun media sosial sudah disediakan sesuai kemauan dari orang tua. Anak sudah diberikan gawai sukarela. Anak sudah dibebaskan dari segala hal dengan teknologi. Maka apa yang kemudian disebut kecelakaan beruntun ke dalam jiwa anak. Ego dan kepala batu bisa muncul lebih cepat. Orang tua yang demikian perlu mengevaluasi. Bagaimanapun orang tua wajib mengganti prinsipnya. Bukankah anak adalah hiasan yang memberikan nuansa di tengah keluarga. 

Selain tidak mengakses media sosial, anak bisa mengefektifkan kehidupan sehari-harinya dengan berdiri teguh untuk berdigital dengan baik. Artinya, anak harus diseleksi dalam mengakses teknologi. Jika kesiapan sudah tidak asing bagi anak, maka orang tua akan merasakan dampak positif yang sebenarnya. 

Ruang digital bagi anak selalu ditemui dengan menonton video. Jelas video yang selalu ditonton perlu dicek dan diseleksi. Tontonan yang tidak boleh dan boleh. 

Aturannya jelas, jangan sampai terlambat. Orang tua membuat persyaratan yang berpihak pada pendidikan untuk anak. 

Selebihnya, tidak ada salahnya, jika anak mengekspresikan diri sendiri melalui langkah yang tepat. Sasarannya agar anak dan orang tua berkompromi dengan bahagia. 

Tepatnya, kerjasama berdigital sebagai salah satu kebutuhan yang sangat penting di ruang keluarga. Anak-anak yang aktif, berkreasi, dan menjunjung tinggi kesantunan berdigital menghadirkan referensi berkeluarga yang merepresentasikan era saat ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)