Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bagi saya yang cukup lama memiliki mobilitas untuk melewati jalan Cibaduyut, rasanya pemandangan ini membuat ingatan saya kembali ke masa lalu. Dimana saat saya masih remaja, tumpukan sampah sering kali berserakan di sejumlah titik sepanjang jalan Cibaduyut. Saat remaja yang saya keluhkan hanya aroma menyengat yang mengganggu penciuman saja. Tapi hari ini saya memandang masalah yang sama dari sudut pandang yang berbeda.

Tak hanya bau ternyata saya mulai menyadari bahwa tumpukan sampah itu membuat pandangan saya tak nyaman dan rasanya seperti merusak keindahan. Apalagi ketika tumpukan sampah itu berada di depan sejumlah toko yang menjual oleh-oleh khas Cibaduyut yaitu sepatu. Bagi saya orang Bandung tentu Cibaduyut tidak terlalu istimewa. Tapi tentu tidak untuk orang lain yang ada di luar Kota Bandung. Buktinya Cibaduyut selalu menjadi opsi pillihan wisatawan ketika berkunjung ke Bandung. Sering ditandai dengan beberapa bus besar dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Karawang hingga Jawa Tengah yang pernah saya lihat ketika melintasi kawasan tersebut.

Hari ini di tempat yang sama di sekitaran Jalan Citamiang tumpukan sampah kembali muncul di depan toko produksi kaca dan etalase. Sekitar tiga bulan ke belakang memang terdapat tempat sampah yang terbuat dari tumpukan bau-bata yang disemen yang saya rasa itu digunakan untuk menampung sampah dari toko itu. Namun entah kenapa mendadak ada kantong sampah yang berserakan dan kian hari makin menggunung.

Setelah sekian lama akhirnya sampah tersebut di angkut oleh truk sampah dan toko kaca itu menutup tempat sampah itu dengan membuat anyaman rotan sederhana juga grc. Saya pikir awalnya kejadian ini tidak akan terulang kembali. Namun siapa sangka sejak seminggu ke belakang tumpukan sampah itu kembali hadir. Awalnya hanya kantong kresek besar tapi kian hari justru terlihat tumpukan sampah dalam bentuk karung sehingga mulai mengganggu akses transportasi yang lewat jalan tersebut. Bahkan dari kacamata saya sampah-sampah itu bisa saja membuat pengguna motor jatuh karena lokasi tumpukan sampah itu memang berada di tikungan meski bukan yang curam. Namun dengan kondisi lampu jalan di malam hari menjelang subuh tentu bisa saja kejadian buruk mungkin terjadi.

Permasalah Kota Bandung terkait dengan sampah memang bukan perkara mudah dan terus menjadi permasalahan krusial yang sulit untuk dihilangkan. Begitu banyak faktor yang perlu dipecah dan dianalisis untuk ditemukan solusinya. Adapun menurut saya kebiasaan buang sampah berulang ini melingkupi perilaku, budaya juga kondisi sosial.

Menurut saya kebiasaan buang sampah erat kaitannya dengan perilaku seseorang dan biasnya hal ini terbentuk dari lingkungan sekitar. Sejak kecil mungkin saja anak-anak melihat bahwa kegiatan buang sampah sembarangan yang dilakukan oleh orang dewasa itu menjadi sebuah kebenaran. Sehingga aktivitas tersebut dipandang hal yang normal ketika beranjak dewasa. Berdasarkan pengamatan saya perilaku itu seringkali terjadi hampir di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari alasan seseorang membuang sampahnya ke Citarum dengan alasan tidak sanggup membayar iuran tiap bulan. Kemudian masyarakat yang dianggap kelas menengah ke atas yang juga sesekali sering terlihat melemparkan sampah dari dalam mobilnya ke jalan.

Membuang sampah sembarangan merupakan perilaku yang menunjukkan rendahnya kepedulian dan tanggung jawab sosial. Dengan kata lain kebersihan juga menyangkut permasalahan karakter seseorang dalam menjalankan kebiasaannya.

Tak hanya itu ketika pendidikan dan literasi sudah lebih banyak digaungkan di era digital tapi kebanyakan masyarakat masih belum peduli dengan kondisi tersebut. Saya rasa masyarakat pasti sudah menyadari bahwa sampah bisa berdampak terhadap kesehatan dan lingkungannya. Hanya saja karena sebagian masyarakat belum merasakan dampak dahsyatnya maka seringkali mereka memilih untuk abai. Padahal kejadian diare, pemanasan suhu udara dan juga banjir sudah menjadi peringatan kecil dari dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.

Menurut saya mereka yang membuang sampah di jalan tersebut tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap kenyaman publik. Seringkali seseorang tidak akan peduli dengan kondisi lingkungan yang terdampak karena sangat jauh dengan realitas yang terjadi di lingkungan terdekatnya. Dengan kata lain ketika seseorang tersebut membuang sampah di ruang publik dirinya tidak merasakan langsung dampak dari baunya, dari kotornya juga dari sarang penyakit yang akan menderainya.

Sebetulnya sangat menyedihkan melihat Bandung yang sering mendapat julukan kota Bandung berubah dengan lautan sampah hanya karena perilaku sebagian masyarakatnya yang sulit mengendalikan diri sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:03

Lingkar Nagreg, Jalan yang Menyatukan Priangan Timur: Dari Simpul Kemacetan Menjadi Koridor Panorama dan Harapan Ekonomi

Lingkar Nagreg mengurai kemacetan mudik sekaligus menghadirkan panorama alam dan peluang ekonomi baru di Bandung.

Lingkar Nagreg. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 14:44

Keberadaan Manusia Prasejarah Bandung

Keberadaan manusia prasejarah Bandung dibuktikan dengan penemuan sisa kebudayaan dalam bentuk perkakas dari batu.

Curug Dago tahun 1880. (Sumber: KITLV)
Sejarah 15 Jul 2026, 13:20

Sejarah Dunia Fantasi, Taman Hiburan Terbesar Indonesia yang Terinspirasi Disneyland

Sejarah Dufan bermula dari kunjungan Presiden Soekarno ke Disneyland pada 1956. Kini, taman hiburan itu menjadi ikon wisata terbesar di Indonesia.

Dufan tahun 1985. (Sumber: Facebook Theme Park Journey)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 13:00

Lawan Arah: Jalan Pintas yang Mengancam Keselamatan Bersama

Melawan arah bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan bersama. Mengapa praktik ini masih sering terjadi dan bagaimana mencegahnya?

Para pemotor melawan arah di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cipadung Kidul, Kota Bandung, 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com/Magang/Agustian Nugraha)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 10:17

Toto Harianto: Pawang Kayu Pengembang Perajin Mebel dengan Spirit Kreasi Edukasi

Pasar furniture dan kriya untuk sekolah, rumah tangga, tempat usaha hingga untuk kesenian dan kebudayaan sebaiknya mengedepankan UMKM dan perajin.

Ilustrasi pembina perajin furniture dan kriya dengan semangat Kreasi Edukasi (Sumber: dikreasi dengan bantuan Gemini | Foto: gambar: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 07:43

Jalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia Berawal dari Bandung

Persib bukan hanya nama tenar di klasemen Liga 1. Ia telah menjadi institusi sosial yang mempengaruhi cara masyarakat memandang sepak bola, dari warung kopi hingga ruang-ruang keluarga.

Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 18:02

Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

Bandung yang sejak dulu dikenal berhawa sejuk, kini harus mawas diri terhadap perubahan suhu ekstrem. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan.

Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)