Keberadaan Manusia Prasejarah Bandung

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Curug Dago tahun 1880. (Sumber: KITLV)
Curug Dago tahun 1880. (Sumber: KITLV)

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah rumah tua di barat Braga yang dibangun “Wong Kalang” yang akhirnya menjadi cikal bakal “Urang Pasar Bandung” pada tahun 1880. Di rumah tersebut saya banyak menghabiskan waktu bersama kedua kakek saya (mereka kakak beradik, kakek saya adalah sang adik). Mungkin itulah yang mendasari kesukaan saya pada dunia sejarah.

Untuk anak-anak kecil sebelum tidur biasanya diberikan cerita pengantar tidur berupa kisah si kancil atau dongeng-dongeng lainnya, berbeda dengan saya. Saya diberikan cerita masa lalu setiap menjelang tidur oleh kakek, bisa itu berupa kisah masa lalu kakek yang melewati masa mudanya dengan menjadi tentara pelajar dan harus berjuang di kawasan Congeang, Sumedang pada 1946, atau kisah-kisah purba lainnya.

Kakek mengatakan bahwa kakeknya adalah seorang komandan pasukan hibrid Kraton Kanoman yang akhirnya menjadi asisten wedana Bojongloa dan berumah dinas kawasan Tegallega (kantor Museum Sri Baduga sekarang). Di sanalah kakeknya kakek tersebut membawa banyak salinan naskah Sunda yang mungkin sekarang pun masih ada di Museum Sri Baduga.

Tak hanya cerita masa lalu sebelum tidur, kakek pun sering mengajak saya pelesir ke gedung tua, Curug Dago, Dago Pakar bahkan ke makam-makam tua. Dalam perjalanan beliau bercerita kisah manusia-manusia prasejarah di Bandung, dan hal inilah yang terus mendasari saya hingga sekarang untuk terus menggali kisah masa lalu, hingga saya pribadi mengetahui jati diri.

Dalam buku “Semerbak Bunga di Bandung Raya” karya sang kuncen Bandung, Bapak Haryoto Kunto dituliskan pada 50 halaman pertama bahwa keberadaan manusia prasejarah Bandung dibuktikan dengan penemuan sisa kebudayaan dalam bentuk perkakas dari batu.

Kebudayaan sekitar Bandung terdiri atas berbagai unsur yang menunjukkan tingkatan-tingkatan dari masa ke masa, dari zaman Mesolitikum ke Neolitikum, sampai zaman Logam Awal. Penemuan sisa kebudayaan nelayan di tepian telaga Bandung, telah memberi landasan nyata historis terhadap sebuah cerita rakyat “Sangkuriang” yang tak ada duanya di Indonesia.

Pada masa sebelum perang secara intensif Dr. G.H.R. Von Koenigswald (1935) sempat mengadakan penyelidikan tentang temuan benda prasejarah di Dataran Tinggi Bandung. Adapun unsur-unsur temuan benda prasejarah di Bandung pada umumnya terdiri dari alat-alat batu obsidian dalam jumlah yang banyak sekali, seperti mata tombak untuk berburu. Urutan kedua dalam jumlah temuan berupa pecahan barang-barang gerabah.

Semua temuan itu ditemukan di kawasan perbukitan Telaga Bandung yang terletak pada ketinggian 725 mdpl. Jenis-jenis penemuan itu pada umumnya didapati bersama-sama atau letaknya berdekatan satu dengan yang lainnya, yang menunjukkan bahwa tempat tersebut telah dihuni oleh manusia dalam jangka yang panjang. Pecahan batu yang menyerupai beling botol berwarna hijau ditemui banyak sekali di perbukitan Dago dan Majalaya.

Penyelidikan Van Bemmelen (1949) menunjukkan, bahwa sisa-sisa perkakas batu dapat mudah ditemui di utara Bandung. Yang terbanyak dapat ditemui di kawasan Jalan Raya Lembang yang membujur di sebelah timur Sungai Cihideung. Setelah saya riset lebih dalam dalam perjalanan riset 2009–2022, kawasan tersebut adalah kawasan area RSUD Lembang, Desa Gudangkahuripan, kawasan wisata Great Asia Afrika hingga kawasan Kowad yang dahulunya adalah sebuah Hotel Pasir Jati yang dikelola seorang pribumi Jawa yang menjadi saingan utama Grand Hotel Lembang.

Salah satu perkampungan purba yang dekat dan mudah dicapai dari Kota Bandung terletak di Kampung Kordon atau Sekepucung di sebelah utara Bukit Dago (lapangan golf). Wilayah itu disebut wilayah pakar yang mudah dikenali lewat pilar kadaster KQ380. Nama Pakar pun diambil dari bahasa Sunda yaitu Pakarang yang artinya senjata, karena di wilayah tersebut banyak ditemukan senjata seperti ujung panah, tombak, belati dan kapak yang kesemuanya terbuat dari batuan obsidian. Dapat disimpulkan bahwa kawasan Pakar adalah bengkel senjata pada zaman purba.

Perkampungan purba lainnya di Bandung terdapat di kawasan Pasir Kiara Jenggot, Pasir Panyandakan sebelah utara Terminal Cicaheum, selain itu perkampungan purba pun terdapat di sekitar Terminal Ledeng, lebih tepatnya di kawasan yang sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia. Kemungkinan perkampungan-perkampungan purba di seputaran Bandung itu banyak, namun karena letusan dahsyat gunung Sunda dan Tangkuban Parahu perkampungan-perkampungan itu pun terkubur.

Di masa lalu para ahli-ahli Belanda melakukan antisipasi agar situs-situs purba itu tidak dirusak. Pada tahun 1950, Dr. W. Rothpletz telah membangun tugu prasasti yang berisikan catatan agar kawasan tersebut yang dianggap sebuah perkampungan purba dapat dijaga kelestariannya. Seperti yang ia lakukan di kawasan Kordon, ia mendirikan prasasti itu. Pada tahun 1980-an pada lokasi tersebut didirikan SD Inpres, entah bagaimana sekarang kondisinya.

Yang menjadi catatan saya adalah, mengapa para ahli Belanda terdahulu lebih peduli dan sayang pada peninggalan kebudayaan kita dibandingkan kita warga asli. Padahal peninggalan tersebut adalah jati diri kita yang sekarang sangat diperlukan untuk bangkit dari keterpurukan yang semakin menjadi. Sudah saatnya kita semua bangun dari tidur panjang, kita adalah bangsa besar, DNA-DNA leluhur yang berjaya mengalir deras pada darah kita, tinggal kita yang mau mengaktifkannya atau tidak.

Mari kawan kita mulai sadar bahwa kita adalah penerus bangsa yang besar, mari mulai kembali merajut kejujuran dan welas asih yang menjadi ciri khas bangsa ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)