Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

3 menit baca
Untung Wahyudi
Ditulis oleh Untung Wahyudi diterbitkan
Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Tahun ajaran baru kembali datang. Semua orang tua berusaha mencarikan sekolah terbaik bagi anak-anaknya, karena sekolah yang baik jadi salah satu faktor kenyamanan anak dalam belajar. Jika lingkungan sekolah aman dan nyaman, maka anak-anak akan betah dalam menyerap pelajaran di sekolah. Sebaliknya, lingkungan yang buruk akan memengaruhi pola pikir anak, bahkan merusak mentalnya.

Karena itu, kegiatan pengenalan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun pelajaran baru 2026-2027 ini diharapkan bisa dilaksanakan dengan baik, ramah, dan nyaman bagi anak. Jangan sampai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah melenceng dari tujuan utama pengenalan sekolah bagi anak.

Untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dalam pengenalan sekolah, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mensosialisasikan kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun 2026 pada Rabu (01/7/2026).

Dikutip dari laman smk.dikdasmen.go.id, kebijakan tersebut menekankan transformasi MPLS dari kegiatan seremonial menjadi proses edukatif yang humanis, inklusif, dan bebas dari bentuk kekerasan, guna menyiapkan murid yang siap menghadapi masa depan. Sekolah didorong untuk beralih dari pola penyambutan konvensional menuju kegiatan yang berpusat pada murid, membangun kesehatan mental, dan penguatan karakter.

Kebijakan di atas berpijak pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Kepmendikdasmen Nomor 198 Tahun 2026 yang mengatur uraian materi MPLS Ramah.

Sekolah Ramah Anak, Seperti Apa?

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Selama ini, mungkin kita pernah membayangkan sebuah sekolah yang tidak hanya mengajarkan matematika dan bahasa, tapi juga menghargai setiap senyum anak. Mendengarkan suara mereka, dan memberi ruang bagi setiap mimpi kecil untuk tumbuh dari setiap pikiran anak. Sekolah ramah bisa menjadi rumah kedua sehingga anak-anak bisa merasa aman dan nyaman berada di dalamnya.

Itulah semangat dari sekolah ramah anak, sebuah program yang menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang benar-benar peduli terhadap tumbuh kembang anak. Sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan yang menciptakan lingkungan aman, bersih, sehat, dan inklusif, yang menghargai hak-hak anak, melindungi mereka dari kekerasan dan diskriminasi (kompas.com).

Dikutip dari hellosehat.com, sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informail yang berupaya menjamin, memenuhi, dan menghargai hak-hak, memberikan perlindungan, serta mendukung partisipasi anak.

Sekolah ramah anak menyediakan lingkungan yang aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup untuk menjamin pemenuhan hak anak. Ini termasuk anak yang berkebutuhan khusus, kekurangan secara ekonomi, atau berasal dari etnis dan agama minoritas. 

Ini seperti sekolah inklusi di mana anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama anak-anak umum lainnya di satu sekolah. Selain dari diskriminasi, sekolah pun berupaya melindungi anak dari kekerasan dan perlakuan salah lainnya selama berada di satuan pendidikan. 

Direktur SMK Dikdasmen, Ari Wibowo Kurniawan, menambahkan bahwa bagi siswa SMK, MPLS merupakan momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai profesionalisme sejak dini, termasuk budaya kerja yang positif. Dia menjelaskan, MPLS tidak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial penyambutan murid baru, tetapi bagian dari proses pendidikan yang menanamkan nilai-nilai disiplin, integritas, gotong royong, kebinekaan, serta budaya kerja yang positif di lingkungan sekolah.

Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk memastikan MPLS dilaksanakan secara edukatif, humanis, dan sepenuhnya menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak. (smk.dikdasmen.go.id).

Kegiatan MPLS ramah anak yang disosialisasikan Kemendikdasmen ini sejalan dengan apa yang menjadi pedoman Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang memiliki metode mengajar Sistem Among. Bahwa kita, bangsa Indonesia juga memiliki sejenis metode Montessori dan metode Froble yaitu Metode Kodrat Iradat (Natur dan Evolusi). Bisa juga dinamakan metode Kaki Among Nini Among, yaitu metode Among Siswa.

Sistem Among adalah suatu sistem pembelajaran yang mengedepankan pembentukan manusia secara utuh. Suatu metode yang tidak menghendaki ‘perintah-paksaan’, melainkan memberi ‘tuntunan’ bagi hidup anak-anak agar dapat berkembang dengan subur dan selamat, baik lahir maupun batinnya.

Kita berharap, dengan kegiatan MPLS Ramah Anak ini bisa menjadi perantara suksesnya anak yang diawali dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan jauh dari praktik bullying yang sering kali identik dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)