Lawan Arah: Jalan Pintas yang Mengancam Keselamatan Bersama

5 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Para pemotor melawan arah di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cipadung Kidul, Kota Bandung, 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com/Magang/Agustian Nugraha)
Para pemotor melawan arah di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cipadung Kidul, Kota Bandung, 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com/Magang/Agustian Nugraha)

Belum lama ini, media sosial diramaikan oleh video seorang pengendara sepeda motor yang sedang hamil dan nekat melawan arus lalu lintas meskipun telah ditegur oleh warga sekitar. Alih-alih berbalik arah dan mengikuti jalur yang semestinya, pengendara tersebut tetap melanjutkan perjalanan di jalur berlawanan. Peristiwa tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menyoroti risiko yang dihadapi ibu hamil tersebut, sementara yang lain mempertanyakan mengapa pelanggaran semacam itu masih sering terjadi meskipun bahaya dan larangannya telah diketahui luas.

Kasus tersebut sesungguhnya bukan persoalan individu semata. Di berbagai daerah, praktik melawan arah masih menjadi pemandangan yang kerap ditemui, terutama di kalangan pengendara sepeda motor. Demi menghemat waktu atau mempersingkat jarak tempuh, sebagian orang memilih mengabaikan aturan lalu lintas tanpa menyadari bahwa tindakan tersebut dapat membahayakan banyak pihak. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan lawan arah tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencerminkan budaya keselamatan yang belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat.

Seorang ibu hamil menjadi sorotan setelah diduga berkendara melawan arus di tengah kondisi lalu lintas yang ramai di Simpang Viktor, Jalan Raya Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan pada Kamis (9/7/2026). (Sumber: Instagram/@okezonecom)
Seorang ibu hamil menjadi sorotan setelah diduga berkendara melawan arus di tengah kondisi lalu lintas yang ramai di Simpang Viktor, Jalan Raya Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan pada Kamis (9/7/2026). (Sumber: Instagram/@okezonecom)

Mengapa Pelanggaran Lawan Arah Masih Terjadi?

Meski risiko dan larangannya telah diketahui secara luas, praktik melawan arah masih terus terjadi. Salah satu penyebabnya adalah kecenderungan sebagian pengendara untuk mencari jalan yang dianggap paling cepat dan praktis. Memutar kendaraan melalui jalur yang benar sering kali dipandang sebagai pemborosan waktu dan tenaga, sehingga melawan arah dianggap sebagai pilihan yang lebih menguntungkan. Cara pandang seperti ini menunjukkan bahwa pertimbangan efisiensi sesaat kerap mengalahkan pertimbangan keselamatan.

Persoalan ini juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Ketika pelanggaran dilakukan oleh banyak orang dan berlangsung terus-menerus tanpa adanya teguran sosial maupun penegakan hukum yang konsisten, perilaku tersebut perlahan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas kemudian tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan bersama, melainkan sekadar pilihan yang dapat diabaikan ketika dirasa tidak menguntungkan. Padahal, lalu lintas hanya dapat berjalan dengan aman apabila seluruh pengguna jalan mematuhi aturan yang sama. Fenomena lawan arah pada akhirnya menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Banyak orang memahami bahwa tindakan tersebut berbahaya, tetapi tetap melakukannya karena merasa risiko kecelakaan tidak akan menimpa dirinya.

Pelanggaran yang Merusak Sistem Keselamatan Jalan

Pada dasarnya, setiap jalan dirancang dengan pola pergerakan tertentu agar kendaraan dapat bergerak secara tertib dan aman. Karena itu, peraturan lalu lintas mewajibkan setiap pengguna jalan mematuhi arah perjalanan yang ditetapkan melalui rambu, marka, maupun pengaturan lalu lintas lainnya. Ketika seorang pengendara melawan arah, ia bukan hanya melakukan pelanggaran, tetapi juga merusak sistem keselamatan yang menjadi dasar pengelolaan lalu lintas.

Besarnya ancaman keselamatan di jalan tercermin dari data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri. Sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 141.608 kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Meski lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian semua pihak. Data yang sama juga memperlihatkan bahwa kendaraan roda dua masih mendominasi keterlibatan dalam kecelakaan lalu lintas. Fakta ini menjadi pengingat bahwa perilaku berkendara yang tidak disiplin, termasuk melawan arah, memiliki konsekuensi yang tidak bisa dianggap sepele.

Bahaya yang ditimbulkan oleh pelanggaran lawan arah sangat nyata. Pengendara yang melawan arus muncul dari arah yang tidak diperkirakan oleh pengguna jalan lain sehingga waktu untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya tabrakan frontal, yaitu jenis kecelakaan yang sering menimbulkan cedera berat bahkan kematian. Selain itu, pengguna jalan lain kerap dipaksa melakukan pengereman atau manuver mendadak untuk menghindari benturan, yang pada akhirnya dapat memicu kecelakaan lanjutan. Ancaman serupa juga dihadapi oleh pejalan kaki yang umumnya memperhatikan arus kendaraan dari arah yang semestinya. Dengan demikian, satu tindakan melawan arah dapat membahayakan banyak orang sekaligus dan mengurangi rasa aman di ruang publik.

Dari sisi hukum, tindakan melawan arah juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap ketentuan lalu lintas yang mewajibkan setiap pengguna jalan mematuhi rambu, marka, dan arah perjalanan yang telah ditetapkan. Aturan tersebut bukan dibuat untuk membatasi kebebasan pengguna jalan, melainkan untuk menciptakan keteraturan dan melindungi keselamatan seluruh pihak yang menggunakan ruang jalan secara bersama-sama.

Dari Budaya Jalan Pintas Menuju Budaya Keselamatan

Mengurangi pelanggaran lawan arah tidak cukup hanya dengan memasang rambu atau memberikan sanksi. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan. Selama aturan lalu lintas masih dipandang sebagai hambatan dan bukan sebagai sarana perlindungan, pelanggaran akan terus berulang dalam berbagai bentuk.

Karena itu, pendidikan keselamatan jalan perlu ditanamkan sejak dini melalui keluarga, sekolah, komunitas, maupun berbagai saluran informasi publik. Penegakan hukum yang konsisten juga diperlukan untuk menumbuhkan kepatuhan dan memberikan efek jera. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan bahwa infrastruktur jalan, rambu, marka, dan fasilitas putar balik tersedia secara memadai sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan. Upaya membangun keselamatan lalu lintas hanya akan berhasil apabila edukasi, penegakan hukum, dan perbaikan infrastruktur berjalan secara bersamaan.

Pada akhirnya, kualitas lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh keberadaan jalan yang lebar, rambu yang lengkap, atau teknologi pengawasan yang canggih, tetapi terutama oleh tingkat kedisiplinan para penggunanya. Kasus pengendara hamil yang tetap melawan arus meski telah diperingatkan warga menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kurangnya aturan, melainkan bagaimana aturan tersebut dipahami dan dipatuhi. Setiap kali seseorang memilih melawan arah demi menghemat beberapa menit perjalanan, pada saat yang sama ia sedang mempertaruhkan keselamatan dirinya dan orang lain. Karena itu, membangun budaya keselamatan harus dimulai dari kesediaan setiap pengguna jalan untuk menahan diri, mematuhi aturan, dan menyadari bahwa tidak ada jalan pintas yang lebih berharga daripada nyawa manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)